Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
masalah


__ADS_3

.


.


.


Ana dan Sean terlalu asik dengan dunia kesederhanaan mereka sampai lupa makan.


"Ahahaha...!" Ana tertawa terpikal-pikal seketika saat Ia menang dan Sean berpura-pura kesal padahal hatinya senang sekali melihat Ana tertawa seriang itu.


Sean mencubit kedua pipi Ana sehingga mereka terlihat begitu manis, jika identitas mereka ketahuan pasti sudah penuh pasar itu karna pengunjung Pasar yang sangat memuji kehebatan pemimpin Negara mereka.


sementara di Istana,


Para Perdana Menteri berkumpul setelah lama libur dan bermalas-malasan di Rumah menunggu sang Raja-Ratu mereka kembali bersenang-senang berdua saja.


mereka tampak gelisah saat ada keluhan Rakyat di Negara Frans meminta Pemimpin Negara Sean melihat kondisi di Negara itu yang kacau sehingga butuh pemimpin, para Perdana Menteri di Negaranya Frans pada sibuk memperkaya diri serta saling mencekik rakyat yang tidak bersalah dengan membayar biaya berkabung Frans jumlahnya pun tidak normal.


"bersabarlah..? yang mulia sedang berbulan madu dan menenangkan diri seharian ini." kata Baboly dengan senyuman menenangkan para pejabat yang kini sangat menunggu kepulangan Ana dan Sean.


Etopy menggigit ujung kukunya dan berharap Ana cepat kembali supaya bisa mengatasi masalah ini, Para Perdana Menteri juga menunggu Ana yang sangat bijaksana juga begitu jenius bisa mengatasi permasalahan yang mereka yang sudah Senior diatas Ana pun tidak tau cara mengatasinya.


Ana dan Sean makan malam diluar dengan pemandangan Kota yang sangat indah, betapa senangnya Ana seolah baru bisa bernafas selama ini.


Ana terkejut ketika Sean tiba-tiba memeluknya dari belakang, "maafkan aku Sayang..!? selama ini kamu hidup bebas tapi sejak bersamaku kamu jadi terkekang, aku tidak memaksamu untuk terus berada di Istana Sayang..! jika kamu mau keluar maka keluarlah dengan cara seperti ini dan bawa Pelayan kepercayaanmu untuk menemanimu."


Ana tersenyum mendengarnya, "benarkah? aku boleh keluar sesuka hatiku?"


"tentu..! aku punya kunci cadangan dan aku izinkan kamu memakai Motorku sayang." bisik Sean.


Ana semakin bersemangat, "terimakasih Sean..?"


Sean mengangguk, "katakan apa saja yang kamu inginkan sayang..! aku tidak bisa memberi apapun padamu tapi mintalah apapun yang kamu inginkan, selagi aku masih ada maka apapun itu akan aku penuhi."


Ana mengangguk, Ia tidak menyangka Sean bisa begitu baik akhirnya mau membebaskan Ana keluar masuk Istana.


"kenapa tersenyum?" tanya Sean memeluk Ana lebih erat.


"tidak..? aku merasa kamu sedikit lebih baik dari sebelumnya." jawab Ana.

__ADS_1


Sean terkekeh, "aku akan belajar menjadi suami yang sempurna untukmu sayang."


Ana tertawa dan mengangguk setuju saja, tidak ada yang berani menghubungi pasangan Pengantin baru itu untuk segera pulang hingga tengah malam Ana dan Sean tiba di Istana telah disambut oleh Sophia yang melaporkan segalanya.


"kenapa kalian tidak menghubungiku?" tanya Ana berlari ke arah Ruangan Penting Kerajaan.


Sean pun ikut berlari lalu menggenggam tangan Ana menuju Ruangan itu, Para Pelayan pun mengekor seperti anak itik.


.


Ana membuka pintu Aula penting lalu melepaskan kacamatanya begitu juga Sean.


"maaf aku membuat kalian menunggu terlalu lama." ucap Ana membuat Para Perdana Menteri tersenyum lebar akan kata-kata Ana itu yang sangat menyentuh ulu hati mereka sebagai Orangtua.


Sean diam saja mengikuti Ana dan mereka duduk di singgasana.


"katakan masalahnya..!" titah Sean.


semua Orang menceritakan keluhan Negara tetangga sementara Ana mengangguk-ngangguk dan Sean melihat Ana lalu menggenggam tangan Ana.


"bagaimana sayang?" tanya Sean.


"apa lagi? kita harus bantu mereka, apa yang kamu pikirkan Sean?" tanya Ana heran.


Ana mengangguk, "aku tau Sean..! aku tidak bodoh, melawan mereka tidak ada apa-apanya dibanding melawan 1 komplotan Mafia."


"ma--mafia?" Sean terkejut.


Ana mengangguk lalu Sean terperangah karna baru sadar akan siapa Ana seorang dewi beracun BlackMaster juga pejuang perempuan yang sangat ditakuti oleh orang-orang jahat di Indonesia, bisa dikatakan Sosok Ana disebut-sebut generasi Ratu Higanbana padahal Ratu Higanbana itu adalah Mommynya Ana.


Ana menatap Perdana Menteri satu persatu, "besok kami akan turun tangan..!"


Ana memerintahkan mereka untuk mengerahkan segala prajurit untuk menjaga gerbang perbatasan Negara, jika terjadi sesuatu jangan pernah berpindah tempat sebab Ana menegaskan mereka untuk melakukan tugasnya saja sisanya biar Ana dan Sean yang mengatasi bahaya dikandang musuh.


Para Perdana Menteri begitu takjub dengan keberanian Ana setara dengan seorang Jenderal yaitu pejuang sejati yang sangat berjasa, Ana seperti sudah biasa turun ke medan perang dan tidak ada sorot mata takut dimatanya itu.


Baboly dan Etopy menganga mendengar ide brilian Ana, mereka sampai lupa status Ana bukan dari anggota bangsawan sebab tingkah Ana yang sangat pemberani itu seperti pejuang sejati.


.

__ADS_1


ke esokan harinya,


Ana memberikan segala senjata yang telah Ia lumuri racun diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun.


"kalian dengarkan perintahku jika perang memang terjadi, aku yakin Negara mereka dijaga ketat siapa yang takut silahkan mundur tapi jika memang seorang pejuang sejati ikutlah dengan kami." kata Ana sudah mirip sebagai Jenderal Wanita.


Sean sampai lupa bicara karna melihat wibawa Ana, jujur saja Sean merasa beruntung Negaranya diberkahi Ana yang sangat pemberani juga berani maju didepan ketika masalah perang.


"kami tidak mau mundur...!" teriak mereka semua yang rela mati demi Ana yang sangat mereka cintai.


Ana tersenyum tipis lalu mereka berangkat pagi-pagi ke Negaranya Frans dan seperti perintah Ana semua Pengawal kepercayaan para Menteri telah berjaga diperbatasan juga memberi hormat pada Ana dan Sean beserta rombongan ketika keluar dari perbatasan.


perjalanan menuju Negara itu cukup jauh sehingga diperbatasan mereka naik Mobil yang bisa membawa banyak Orang menuju lokasi.


"kenapa?" tanya Ana melirik Sean sekilas yang terus saja memandangnya.


"kamu sangat seksi." jawab Sean sambil tersenyum.


Ana menampar pelan pipi Sean dan meminta Sean untuk tetap fokus dengan tujuan mereka datang ke kandang musuh.


setibanya di Negara Frans,


"apa-apaan ini?" gumam Ana melihat Rumah yang mereka lalui berantakan dan ada yang roboh seolah dihancurkan oleh alat berat.


"mereka menghancurkan tempat ini." kekeh Sean seolah sudah tau akhir dari Negara itu yang benar-benar akan runtuh.


"lalu bagaimana dengan nasib rakyat ini?" tanya Ana.


"mereka harus berpindah tempat untuk bertahan hidup." jawab Sean.


"semua sudah hal biasa jika pemimpinnya mati dan tidak ada penerus maka pejabat mereka akan menguras rakyat sampai habis lalu berpindah ke Negara lain." jelas Sean lagi.


Ana berdecak sebal, "aku tidak bisa membiarkan mereka memporak-poranda kan hidup Orang tidak bersalah."


"lalu??" Sean menaikkan sebelah alisnya.


"habisi mereka tanpa tersisa." jawab Ana menyeringai iblis.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2