
.
.
.
hidup Keluarga Maldev penuh dengan warna, Alena yang dahulunya sangat penurut dan tidak pernah marah-marah tapi sejak Anak-anaknya hadir, Alena menjadi seorang wanita yang bawel.
"sayang...??" rengek Saga.
"Sagaa??" kesal Alena.
Saga terus merengek pada Alena seperti anak kecil padahal tubuhnya lebih besar dari Alena, terkadang Nathan dan Natasha takut pada Alena karna hal itu, Saga yang besar serta galak saja takut pada Mommy mereka apalagi Anak seperti mereka.
.
kini Saga berada di Restaurant, Saga tersenyum lebar menatap Istri tercintanya semakin cantik bertambahnya usia.
"sayang? kamu seksi banget sih?" goda Saga.
Uhukk..! Uhuk..!
Alena terbatuk seketika segera dibantu oleh Saga, Alena yang batuk melihat Agam yang menatap datar Saga dan kebingungan kedua anak kembarnya.
"sayang? kamu baik-baik aja kan?" tanya Saga.
Alena mendorong Saga hingga kembali terduduk, "ngomong apa sih Saga? kamu tidak lihat Papa dan Anak-anak disini?"
Saga nyengir, "kapan kita punya anak lagi sayang? biar Nathan sama Natasha punya adek lagi."
Alena memijit pelipisnya yang berdenyut nyeri lalu menatap tajam Saga yang terus merengek seperti bayi, Saga menciut seketika.
diam-diam Alena menahan tawa kecilnya, "kenapa aku punya suami seperti ini? mesum tapi sangat lucu." batin Alena.
Alena memang kelihatan bar-bar dan terlihat seperti wanita kejam pada Saga tapi sebenarnya Alena juga mencintai Saga, seiring berjalannya waktu hidup bersama Saga membuat Alena meleleh setiap kali Saga memanjakannya.
Saga tidak mempermasalahkan Ungkapan Cinta yang belum terucapkan lewat bibir Alena karna dengan Alena mengandung anak serta melahirkan anaknya itu sudah merupakan Cinta yang Alena miliki untuk Saga, Saga tidak mau menyentil harga diri Istri tercintanya itu.
.
"habis ini kita mau kemana sayang?" tanya Alena ke Nathan dan Natasha.
"tidak ada Mom, ita main game aja yuk di zone?" cengar-cengir Nathan dan Natasha seolah sudah merencanakan semua dari awal.
__ADS_1
Alena melihat ke Agam yang mengangguk lalu beralih ke Saga malah tersenyum sehingga Alena pun setuju membawa anaknya bermain.
Saga sangat sibuk tapi di hari Sabtu atau Minggu masih bisa mengajak Keluarganya makan di Luar serta bermain sepuasnya, bahkan Alena pun sampai heran bagaimana mungkin Saga tidak pernah mengeluh dengan kesibukannya, Saga terlihat sangat menikmati kehidupannya itu.
awalnya Mereka semua hendak ke permainan E-Zone tapi berubah pikiran main ke Wahana (pasar malam) yang ramai dimalam hari.
"hati-hati Pa?? jangan lepas mereka." teriak Alena.
"iya menantu." jawab Agam menggendong kedua Cucu nya dengan bangga.
hidup Agam yang penuh penyesalan telah hilang entah kemana sejak adanya Nathan dan Natasha, keseharian Agam selalu bersama Cucu kembarnya bahkan waktu Agam bersama mereka lebih banyak dibanding Alena dan Saga bersama anaknya sendiri.
Nathan dan Natasha sangat tau kedua Orangtuanya sangat sibuk, mereka begitu cerdas langsung mengerti kondisi itu namun sikembar tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang kedua Orangtua, sebab Saga maupun Alena pandai membagi waktu.
"duduk sayang..!?" pinta Saga merangkul bahu Alena membawa Istri tercintanya duduk di kursi panjang.
Alena tidak melawan, matanya begitu jeli memperhatikan Anak-anaknya main wahana komedi putar.
"mau makan apa sayang?" tanya Saga.
"memang apa yang ada?" tanya Alena beralih menatap Saga sehingga mereka berdua bertatapan cukup lama.
Saga tersenyum lembut tangannya mengelus pipi Alena, "sayang?"
"kenapa semakin hari kamu semakin menawan? apa rahasia mu hmm?" tanya Saga dengan gemas.
Alena tersenyum saja, "aku pikir apa." kata Alena kembali menatap Komedi putar memperhatikan anaknya bermain.
"nanti malam kita main beberapa ronde yuk!!" ajak Saga.
Alena menoleh ke Saga lalu terdiam beberapa saat dan mengangguk, di tinggal 7 hari oleh Saga membuat Alena merasa sepi apalagi Ia sangat senang dengan sentuhan Saga, hanya saja Ia malu mengakuinya jadi pura-pura kuat demi menutupi harga dirinya.
Saga tersenyum begitu bahagia lalu memeluk Alena dari samping, Alena memukul lengan Saga yang melakukan hal itu didepan banyak Orang.
"kenapa malu hmm? mereka tau kalau kamu Istriku bukan selingkuhanku, apa kamu main Pria sayang?" celutuk Saga.
Alena menjatuhkan rahangnya dengan raut wajah tak percaya dengan pertanyaan mustahil Saga itu, saat Alena hendak marah tiba-tiba Saga mengem*t bibir Alena serta memainkan lid*h dengan gerakan yang sangat cepat seolah sudah sangat mahir saja, Alena mendorong tubuh Saga yang tertawa lepas melihat wajah memerah Alena.
"tidak tau malu...?" umpat Alena namun Saga malah asik tertawa sampai bahunya bergetar-getar cukup lama.
para pengunjung Pasar Malam diam-diam merasa malu dan gemas melihat pasangan itu.
Alena memukuli bahu Saga yang masih tertawa mengambil tangan Alena dan menciuminya begitu gemas.
__ADS_1
"aku sangat merindukanmu sayang." bisik Saga dengan suara beratnya yang seksi.
Alena kembali memukul Saga yang tersenyum lebar lalu Alena membuang muka sambil menahan senyumnya yang ternyata juga merindukan Saga, sangat merindukan sentuhan Saga.
.
larut malam,
Saga dibuat menggila ketika Alena yang berinisiatif memulai hubungan, Saga langsung paham kalau Alena sangat merindukan tubuhnya tapi tidak mau menggoda Istrinya yang nanti bisa marah dan tidak jadi melanjutkan hal itu lagi.
baru sekali saja Alena sudah lelah karna mereka juga telah bersenang-senang bersama Keluarga ke Restaurant juga ke Pasar Malam.
"giliran aku sayang." bisik Saga dibalas anggukan oleh Alena.
sentuhan Saga memang selalu bisa membuat Alena menggelinjang tidak karuan saking lembutnya namun menggairahkan.
.
.
pagi-pagi,
Alena menggeliat dan melihat Saga tengah tersenyum menatapnya, Alena menutupi wajahnya dengan selimutnya itu.
"sudah berapa tahun kita menikah sayang? kenapa kamu masih malu hmm?" gemas Saga mengelus kepala Alena dengan sayang.
Alena dengan malu mengatakan ingin merasakan hubungan itu di kamar mandi, dengan cepat Saga menggendong Alena setelah membuat Alena bergair*h Saga membalik tubuh Alena memegang dinding sementara Alena kebingungan hingga tiba-tiba Alena memekik Saga melakukannya dari belakang.
suara Alena semakin keras begitu juga Saga yang tidak menyangka gaya itu sangat nikmat, Ia juga mencoba gaya lain sampai Alena dibuat lemas.
"dari mana kamu belajar itu semua Saga?" tanya Alena yang sudah lemas di pelukan Saga.
Saga terkekeh, "di Luar Negeri aku sangat merindukanmu jadi menonton adegan seperti itu untuk menyenangkanmu nanti."
Alena mengangguk-ngangguk dengan mata terpejam, "kenapa tidak dari dulu?" racau Alena.
Saga terkekeh mengelus lembut punggung mulus Alena, Saga sangat puas dengan Istrinya lalu bagaimana Saga mampu melihat wanita lain? Saga tidak butuh ungkapan Cinta Alena yang penting Saga bisa menyentuh dan memiliki Alena sepuas hatinya.
Alena terlalu luar biasa bagi Saga sehingga Ia semakin mencintai Alena, berapa banyak Wanita yang mencoba merayu Saga di Luar maupun didalam Negeri tapi tidak pernah ada satupun wanita yang mampu membangkitkan hasr*tnya hanya Alena yang selalu bisa membuat Saga bergair*h.
.
.
__ADS_1
.