
.
.
.
An dan Verdy pun saling berjabat tangan menandakan mereka telah sepakat akan bertemu di Perusahaan An.
An menoleh ke Carrina yang melihat makanan yang tertata rapi tapi tidak bisa memakannya karna tidak nyaman harus melepas maskernya.
"kenapa Asisten anda tidak makan Tuan Muda? apa dia tidak suka?" tanya Verdy penasaran.
Carrina menatap An dan Verdy bergantian lalu menurunkan pandangannya tidak berani berbicara sepatah katapun.
"oh..! dia memiliki gangguan kecemasan jika wajahnya dilihat oleh Orang Asing, dia tidak akan makan disini..! bisa minta dibungkuskan saja." jawab An sambil fokus memainkan ponselnya.
Verdy menatap Carrina tidak percaya ada seorang gadis yang memiliki kecemasan hanya karna wajahnya dipandang padahal punya mata yang sangat indah, diluar sana banyak perempuan yang malah mencari cara supaya diperhatikan tapi Carrina malah kebalikannya.
Carrina menatap An dengan pandangan kaget sungguh tidak disangka olehnya An sangat tau kondisinya padahal Carrina tidak tau penyakitnya itu.
"baiklah..! mau yang mana harus dibungkuskan Nona?" tanya Verdy.
Carrina beralih ke Verdy dengan malu Ia menunjuk semua makanan yang Ia inginkan membuat bibir Verdy melengkung sempurna, Verdy pun memanggil Pelayan dan meminta makanan dibungkuskan.
Carrina tidak sengaja bertatapan mata dengan Verdy yang segera menurunkan pandangannya, Verdy sungguh tertarik pada sosok gadis yang unik seperti Carrina.
"matamu sangat indah kenapa sangat cemas jika dipandang?" tanya Verdy penasaran.
Carrina semakin menunduk dan mulai berkeringat lalu An melirik tangan Carrina yang saling memilin jemari tangannya, ketika An melihat ke sisi wajah Carrina sudah berkeringat.
"kau tidak apa-apa?" tanya An.
"T-Tuan? sa-saya pulang duluan apakah bisa?" tanya Carrina.
"tunggulah makanan yang dibungkuskan terlebih dahulu Nona baru anda bisa pulang." jawab Verdy.
An langsung paham kalau Carrina takut pada Verdy lalu Ia mengambil tisu didekatnya dan memberikannya ke Carrina.
"jangan membuatnya takut..! sudah aku bilang dia punya gangguan kecemasan jika wajahnya di lihat oleh orang asing." An menatap tajam Verdy yang membuat Carrina takut sampai keringatan begitu.
"masa sih ada perempuan yang punya penyakit seperti itu Tuan." tanya Verdy malah tersenyum lebar.
Carrina mengelap wajahnya dengan tisu kedua tangannya lalu Verdy bisa melihat tisu yang dipegang Carrina sangat basah dan Verdy beralih ke An yang menatap datar dirinya, Verdy pun duduk dengan benar sambil berdecak kagum ada jenis penyakit seperti itu sungguh unik sekali.
__ADS_1
Carrina sungguh malu pada An memperlihatkan kelemahannya itu yang tidak bisa dipandang oleh Orang asing bahkan An tau kalau Carrina punya gangguan kecemasan padahal Carrina sendiri tidak tau.
"ini makanan yang sudah dibungkus Tuan." kata Pelayan Restaurant.
"ayo pulang..!" ajak An.
Carrina mengangguk-ngangguk lalu segera berdiri dan mengambil beberapa tisu mengelap wajahnya.
"tunggu..!" pinta Verdy lalu menanyakan makanan yang dibungkus itu.
Carrina berjalan cepat ke arah Pelayan itu dan mengambil semua makanan yang dibungkus lalu menunduk sopan ke Verdy baru berbalik segera melarikan diri mengekori An yang seperti menunggunya.
"menarik sekali..!" gumam Verdy tersenyum tipis merasa penyakit Carrina sungguh unik dari sekian banyak wanita.
di dalam Mobil An,
"Tuan Muda?" sapa Carrina dengan ragu-ragu.
"hmm?" sahut An tanpa menoleh ke Carrina.
"apa Tuan Muda tau gejala penyakit saya?" tanya Carrina dengan ragu-ragu.
An melirik Carrina sesekali, "lain kali aku tidak akan mengajakmu bertemu dengan Klient."
"tenang saja Perusahaanku masih baru dan belum ada undangan seperti itu, bukankah kau besok akan ke Rumah Sakit? Gangguan kecemasanmu akan sembuh jika segera diobati." jelas An.
"terimakasih Tuan." ucap Carrina.
An tidak lagi menjawab lalu menurunkan Carrina di gedung Apartemennya yang ditinggali oleh Carrina.
"tunggu...!" kata An.
Carrina yang memegang banyak plastik makanan yang sudah dibungkuskan untuknya pun berbalik ke An.
"apa kau bisa bawa Mobil?" tanya An.
Carrina menggeleng kepalanya, "saya belum belajar Tuan Muda tapi saya berjanji akan belajar di Perusahaan besok."
"lalu kau bisa bawa apa?" tanya An.
Carrina tidak menjawab karna Ia sendiri bingung maksud An.
"baiklah..! kalau ada waktu kau harus belajar Mobil." kata An lalu Carrina mengangguk-ngangguk dengan senyuman dibalik maskernya.
__ADS_1
Carrina menatap kepergian Mobil An dengan bingung, "iya..! aku harus belajar bawa Mobil, aku bisa kok belajar sendiri." senyum manis Carrina menyemangati diri.
ke esokan harinya,
Carrina diminta oleh An ke Rumah Sakit saja terlebih dahulu baru datang ke Perusahaan siang harinya sebab An pulang ke Mansion dan akan masuk jam siang setelah makan.
Carrina bertemu dengan Dr. Psikolog Agne, Carrina menjelaskan masalahnya ke Dr. Agne yang mengangguk pelan mendengarkan keluhan pasiennya.
"Nona mengalami cemas saat ada Laki-laki melihat Nona begitu intens." tanya Dr. Agne.
"benar dok..! bahkan ketika di puji oleh Pria tangan saya semakin bergetar." jawab Carrina dengan serius.
Agne izin melihat wajah Carrina yang melihat sekeliling dan Agne menjelaskan kepada Carrina bahwa Ruangannya aman.
Carrina melepaskan masker wajahnya sehingga Agne terdiam beberapa saat melihat paras Carrina yang benar-benar sangat cantik tapi penyakitnya lucu sekali.
"sejak kapan Nona mengalami gejala ini?" tanya dokter Agne.
"sejak 7 tahun yang lalu Dok, saya dikurung oleh seseorang jika ada Pria yang melihat saya selain dia maka akan dibunuh dan disiksa olehnya." jawab Carrina.
Agne tersentak mendengarnya pantas saja Carrina terkena gangguan Psikolognya sehingga menyebabkan Kecemasan berlebihan.
"Nona gejala yang anda alami adalah Anxiety atau dikenal oleh kita semua Gangguan kecemasan, Nona tidak perlu cemas dengan berbagai terapi anda akan sembuh total." ujar Dr. Agne.
Carrina terhenyak mendengarnya, "gangguan kecemasan? ternyata Tuan Muda benar." batin Carrina.
Carrina melihat hasil pemeriksaannya lalu Agne meminta Carrina mengikuti tes lain untuk menguji mental Carrina apakah sudah terkena atau belum karna penyembuhannya tergantung pada hal itu, jika sudah terkena mental maka butuh waktu 6 bulan lamanya untuk pulih dan harus menginap di Rumah Sakit tapi jika hanya ditahap cemas berlebihan saja bisa sembuh dengan terapi 2 bulan saja tanpa harus dirawat di Rumah Sakit.
"beruntung Nona cepat ke Rumah Sakit untuk periksa saya pikir jika anda menundanya lagi mungkin akan terkena mental dan proses penyembuhannya akan semakin lama." kata Dr. Agne.
Carrina tersenyum lalu Agne mencatat resep untuk Carrina sampai waktu yang ditentukan Carrina harus periksa lagi untuk memulai tahap pengobatannya jika Obatnya sudah habis.
"terimakasih Dokter..!" ucap Carrina sambil memakai masker wajah dan Topi putihnya dengan benar.
"sama-sama Nona." jawab Agne.
Agne melihat Carrina yang sudah pergi, "memang hidup perempuan cantik sangat rumit." gumam Agne merasa kasihan pada Carrina yang sangatlah cantik tapi memiliki gangguan kecemasan karna traumanya itu.
.
.
.
__ADS_1