
.
.
.
tok...! tok.. tok...!
An memasuki Ruangan Kerja Carrina yang tidak di kunci sebab Perusahaan An memang sangat aman apalagi akses memasuki Ruangan masing-masing hanya sebuah ketukan saja kecuali Ruangan An yang memiliki remot khusus.
An membawa nampan berisi Jus yang Ia buat lalu mengetuk Ruangan Pribadi Carrina, "siapa?" tanya Carrina dari balik Ruangan.
"Bigbos Kesayanganmu." sahut An.
Carrina seketika melangkah mundur di hadapan pintu, "apa An mau menanyakan perihal Foto itu? apa dia melihat fotoku?" gumam Carrina menerka-nerka.
An memasuki Ruangan Pribadi Carrina dan melihat Carrina menyapanya dengan kikuk serta pakaian tidurnya yang bergambar awan tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal.
"aku buatkan Jus untukmu." ujar An sembari melangkah menuju Sofa sambil menahan senyum.
Carrina mengerutkan keningnya lalu berlari menyusul An sambil menanyakan Ponselnya ada sesuatu yang An tidak boleh melihatnya, Carrina memekik tiba-tiba ketika An langsung berbalik badan sehingga Carrina menabrak tubuh kekar An.
"aduh...!" Carrina mengelus-ngelus hidungnya yang terasa mau patah.
"siapa suruh terlalu dekat denganku hmm?" tanya An dengan senyum gemasnya mencubit pipi Carrina yang sedang asik mengelus hidung Carrina yang memerah.
"kamu malah menyalahkanku An? kamu yang tiba-tiba balik badan." Carrina tidak mau disalahkan terlalu dekat dengan An.
"tidak mau mengaku? ini sudah keberapa kali wajahmu ini membentur tubuhku hmm?" ledek An.
Carrina memanyunkan bibirnya, "kemarin itu cuma di kening tapi sekarang lebih sakit di hidung."
"iya..! aku minta maaf .. minumlah Jus ini..! habiskan." pinta An mengambilkan segelas Jus lalu memberikannya ke Carrina yang memegang gelas pemberian An dengan kedua tangannya.
An mengulum senyum karna tingkah sederhana Carrina itu memegang gelas dengan kedua tangan seperti anak-anak saja, Carrina meneguk pemberian minuman An lalu mata besarnya melirik ke An yang tengah memandangnya, An makin memperlihatkan senyum tampannya ketika bola mata Carrina mengerjab-ngerjab lalu tampak tidak berani menatap nya.
"bagaimana?" tanya An menyibakkan rambut Carrina kebalik daun telinga Carrina.
__ADS_1
Carrina mengangguk sambil mengelap bibirnya yang alami tidak ada goresan lipstik sedikitpun.
"kenapa tidak ke Ruanganku hmm?" tanya An sambil mengusap bibir Carrina dengan ibu jari tangannya.
"ha?? ak--aku sedang senang melihat fotomu jadi lupa waktu." jawab Carrina tergagap.
An mengambil gelas kosong ditangan Carrina dan meletakkannya di meja tanpa berpaling dari Carrina, Carrina merasa jantungnya semakin berdetak tidak normal dengan tatapan An itu.
"Carrin?" panggil An.
Carrina tersentak menatap mata An yang memanggilnya Carin bukan Carrina seperti biasa.
"i--iya." jawab Carrina.
An semakin mendekat ke Carrina yang tidak bisa bergerak seolah kakinya terpaku di pijakannya kini, An meradukan keningnya dengan kening Carrina yang semakin berdebar dan kedua tangan An memegang pipi Carrina lalu tangan kanan An berpindah ke pinggang Carrina menarik tubuh Carrina semakin merapat dengan tubuhnya.
"An?" cicit Carrina.
"hmm?" sahut An mengusap bibir Carrina yang memiliki bentuk garis sempurna tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal.
bayangan An melihat potret seksi Carrina seolah memancing birah* An sebagai lelaki Normal padahal An bukan tipe Pria yang mudah tergoda hanya karna pose nakal wanita.
"aku melihat semuanya." bisik An membuat mata Carrina melebar seketika.
"a--aku..?" cicit Carrina.
"sangat seksi." kata An lagi sambil menurunkan piyama Carrina hingga bahu indahnya terlihat oleh An.
tangan Carrina yang gemetar gugup mengusap dada bidang An lalu tanpa menunggu aba-aba bibir mereka sudah terpaut dalam saling memang*t satu sama lain seolah naf*u dan Cinta berpadu menjadi satu, An mengusap bahu Carrina yang terbuka dengan profesionalnya An mengecup wajah Carrina hingga bibirnya sampai dileher Carrina.
Carrina memejamkan matanya dan tidak melakukan perlawanan apapun ketika An perlahan membaringkannya di sofa, Carrina sangat gugup tapi tubuhnya seperti tidak bisa melawan sentuhan An seolah-olah Carrina seperti sudah menyerahkan dirinya pada An.
Carrina beruntung mencintai Pria seperti An yang sangat tau cara menjaga, walau begitu Carrina sangat mencintai An dengan sepenuh jiwa dan raganya Akan tetapi An bukan seorang Pria penjahat kelam*n sehingga memanfaatkan Perasaan Cinta Carrina demi kepuasannya semata.
"Carrin?" bisik An di leher Carrina.
"hmm?" sahut Carrina yang sudah melayang-layang masih sadar disapa An.
__ADS_1
"aku ingin kita cepat menikah, aku takut melakukan hal diluar batas." bisik An yang merasa tidak tahan ingin memiliki Carrina seutuhnya.
Carrina mengerjabkan matanya seolah kesadaran dirinya telah kembali sepenuhnya, An duduk masih menindih Carrina lalu menarik pinggang Carrina untuk duduk dan An memasangkan kancing baju Piyama Carrina lagi.
"kamu mau menikahiku An?" tanya Carrina yang tidak mempermasalahkan tangan An yang kembali memasangkan kancing piyamanya.
"lalu dengan siapa aku menikah jika bukan denganmu?" tanya An balik.
Carrina memegang lengan An sambil tersenyum lebar, "aku mau menikah denganmu An."
An mengulum senyum lalu mengusap bibir Carrina yang sedikit berbeda karna ulahnya.
"besok malam aku akan membawamu kesuatu tempat lalu setelah itu kita akan membuat akta pernikahan." kata An dengan lembut.
Carrina tersenyum manis lalu memeluk An dengan erat, lamaran An belum formal tapi Carrina sudah begitu bahagia mau menerima lamaran An tanpa ada embel-embel berpikir lagi (sok jual mahal) sebab hati Carrina sudah begitu mantap memilih An.
"aku menikah dengan An? akta pernikahan?" batin Carrina yang tidak tau sebahagia apa dirinya saat ini akhirnya akan menikah dengan An yang merupakan sosok begitu dicintainya.
An membaringkan Carrina di sofa lalu berpindah posisi dengan Carrina diatas An sementara An jadi dibawah, An mengelus kepala Carrina dan memejamkan matanya.
Carrina tersentak sendiri lalu mendongak melihat An yang tidur tanpa berpikir apa-apa lagi Carrina yang begitu bahagia memeluk An dengan erat dan ikut memejamkan mata.
masalah Pesta Pernikahan itu bisa kapan saja tetapi keresmian hubungan An dengan Carrina itu yang paling utama, An tidak mau Kekasih hatinya disamakan dengan jal*ng yang disentuh sebelum menikah dan An bukan Pria Brengs*k tidak tau cara menjaga gadis polos yang dimabuk Cinta seperti Carrina.
.
ke esokan harinya,
Carrina melihat penampilannya di cermin seketika membekap mulutnya syok.
"i--ini kenapa begitu banyak?" gagap Carrina memegang lehernya lalu membuka kancing baju Piyamanya sudah banyak jejak kepemilikan disana tapi tidak sampai ke payud*ranya.
Carrina mengingat cara An memperlakukannya tadi malam sudah berhasil membuat Carrina melayang-layang sampai tidak sadar apapun lagi.
"aakkhhh!!" Carrina memekik malu lalu melompat-lompat menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
.
__ADS_1
.
.