Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
menuruti


__ADS_3

.


.


.


sekian hari bersama Saga dan Alena selalu saja melakukan hubungan itu setiap ada kesempatan hingga tiba-tiba Alena merasa dirinya sangat aneh.


kini Alena berada di minimarket,


"kenapa kepalaku sering pusing ya?" gumam Alena.


"apa aku hamil?" tebak Alena lagi lalu menggeleng-geleng kepalanya.


"kalau memang hamil pasti mual-mual, aku enggak mual." gerutu Alena.


"bisa jadi itu hamil Nona." jawab seseorang tiba-tiba.


"hah?" Alena menoleh ke Orang itu dan ternyata pelakunya adalah Jimmy.


"Jimmyyy??" pekik Alena.


"Alenaaa?" balas Jimmy merentangkan tangannya lalu mereka berpelukan bersama.


"Ahahaha...!" mereka tertawa bersama seperti sahabat yang tak lama jumpa.


Alena melepaskan pelukannya dari Jimmy dan memegang bahu Jimmy, "bagaimana keadaanmu?" tanya Alena.


Jimmy tersenyum lebar, "aku baik-baik saja sayang." jawab Jimmy dengan riang.


Alena tertawa, "tapi tunggu..! apa maksudmu aku hamil tadi?"


Jimmy menjelaskan saat Ia mengandung anak pertamanya, memang benar Jimmy tidak merasakan kehadiran Putrinya sampai Perut Jimmy buncit, ajaibnya setiap berhubungan bad*n dengan suaminya bayinya itu baik-baik saja padahal diusia awal-awal kehamilan seharusnya rentan keguguran.


Jimmy sangat berterimakasih pada Alena yang membuatnya bisa merasakan menjadi seorang Ibu, Jimmy benar-benar hidup bahagia setelah mengenal Alena.


Alena menganga, "lalu waktu perutmu buncit bagaimana?"


"aku terkejut kenapa perutku buncit dan memberanikan diri ke Dokter karna aku takut ada yang salah dengan perutku, aku nyaris pingsan saat dokter bilang kalau aku sudah mengandung 5 bulan dan lucunya aku tidak sadar." gerutu Jimmy.


Alena tersenyum manis, "bagaimana keadaan Rayden?"


"dia sangat bahagia memiliki adik kecilnya itu, setiap sekolah dia mengunjungi Adiknya selalu ada dengan adiknya, aku tidak bisa menggambarkan bagaimana menjelaskan hubungan mereka." jawab Jimmy.


"bagus dong kalau dia sangat menyayangi adiknya." senyum lebar Alena.


Jimmy mengambilkan tespek dan memasukkannya ke dalam Keranjang Alena serta meminta Alena mengujinya lewat alat itu saja.


mereka berbincang sampai tidak ingat waktu hingga di jemput oleh suami masing-masing dengan taksi.

__ADS_1


"tidak ingat pulang?" tanya Viken.


glek...!


Jimmy memutar kepalanya dan nyengir kuda ke Viken.


"hebat sayang..? kamu janjinya cepat pulang kan? kenapa malah bergosip hm?" Saga pun muncul di samping Viken.


Alena menggaruk lengannya yang gatal lalu beralasan bahwa mereka jarang bertemu, suami mereka tidak memberi kesempatan untuk menjelaskan semuanya karna hari sudah malam namun mereka masih asik cerita seolah merasa muda saja tidak punya Keluarga (Jomblo).


di Luar minimarket,


"Loh?? kok udah gelap Saga?" tanya Alena menoleh ke Saga dengan bingung.


"tidak sadar juga sayang? ini jam berapa hmm?" tanya Saga dengan sabar.


Alena menggeleng kepalanya lalu melihat ke Ponselnya yang banyak panggilan tidak terjawab dari Saga, Alena melihat jam nya betapa terkejutnya Alena.


"jam 11 malam?" gumam Alena tidak percaya.


Alena dan Jimmy makan di dalam Minimarket sambil berceloteh juga makan cemilan disana, mereka sudah lama tidak bertemu jadi ketika bertemu tentu tidak ingat waktu.


Saga menggendong Alena yang sontak saja memegang perut datarnya.


"pelan-pelan Saga? aku bisa saja sedang hamil." kesal Alena sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Saga.


Saga mengerjabkan matanya, "kamu hamil sayang?" tanya Saga.


Alena merogoh Tespek di saku jaketnya lalu memamerkannya ke Saga, "cepat pulang biar aku periksa." kata Alena dengan ceria.


senyum Saga merekah sempurna, "iya sayang." jawab Saga mengecup sayang kening Alena.


Alena menyembunyikan wajahnya di leher Saga sambil menyeringai bisa membuat Saga melupakan amarahnya.


setibanya di Rumah,


Agam dan kedua anak kembar Saga keheranan mengapa Saga kelihatan bahagia membawa Alena memasuki Kamar padahal saat Keluar Rumah wajahnya berasap (marah) sekarang malah berseri-seri seolah baru menemukan harta karun.


.


"cepat coba periksa sayang..!" pinta Saga menurunkan Alena di kloset kamar mandi.


Alena mendorong Saga pergi, "sana keluar..!"


Saga awalnya menolak tapi karna keras kepala Alena akhirnya Ia menurut, Saga mondar-mandir didepan Kamar Mandi menunggu Alena keluar.


.


Alena keluar dari kamar mandi dan menunjukkan Tespek ke Saga dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


"kenapa sayang? apa tidak hamil?" tanya Saga menerima alat itu dan membolak-balik tespek itu sebab Saga tidak tau cara mengetahui kehamilan melalui alat itu.


" kalau hamil tandanya bagaimana sayang?" tanya Saga kebingungan.


"garis 2 positif garis 1 negatif." jawab Alena.


Saga melihat baik-baik benda itu sampai Ia bisa melihat 2 Garis merah yang dimaksud Alena, raut wajah Saga berubah seketika memandang Istrinya.


"i--ini??" Saga menunjuk buktinya lalu Alena berubah ceria.


"aku hamil...!" kata Alena dan Saga langsung menggendong Alena seperti pasangan pengantin baru yang baru saja dapat keturunan.


"terimakasih sayang." Saga memutar tubuh Alena yang tertawa cekikikan.


Alena mengandung lagi dan Saga sangat gembira lalu memberi bonus pada Pekerja di Rumahnya, Agam juga ikut senang Alena mengandung lagi.


"emangna napa tkek?" tanya Natasha dengan ekspresi polosnya yang tidak mengerti kebahagiaan semua orang.


Agam melihat Nathan dan Natasha kebingungan lalu Ia tertawa serta mengatakan Mereka akan punya adik baru lagi, akhirnya sikembar paham juga ikut melompat-lompat di Sofa dengan riang punya adik lucu lagi sebab mereka tau dari Kerabat Xabara (cucu Aya) yang punya bayi kecil (Tania sudah menikah dan punya anak bahkan sudah melahirkan seorang bayi Laki-laki).


Alena tersenyum manis melihat kebahagiaan Keluarga kecilnya, Ia mengelus perutnya dengan lembut.


seperti biasa Alena selalu mengidam dan Saga yang menuruti Pujaan hatinya, Saga tidak pernah mengeluh bahkan memundurkan semua jadwalnya saking ingin menyibukkan diri bersama Alena, Ia juga mempercayai Dyrga mengunjungi Perkebunan Sawitnya di luar kota.


.


"Mommy? mau apha?" tanya Nathan mengerjabkan matanya mendongak memandang Alena.


Alena melihat Nathan pun tersenyum manis lalu menggendong Putra kecilnya duduk dipangkuannya, Nathan sudah belajar dari cara Agam dan Saga selalu menuruti permintaan Alena sebab Agam memberi tau pada sikembar permintaan Alena adalah permintaan calon dedek bayi.


"Mommy ingin cium Nathan sepuasnya." kata Alena menciumi wajah Nathan yang terkikik geli.


Alena menyayangi sikembar karna Ia seorang Ibu walaupun begitu Alena juga tegas menegur Putra-Putrinya jika berbuat salah atau bertindak diluar batas, Alena juga galak pada Saga. Nathan dan Natasha tau Alena galak tapi mereka berdua tetap sayang pada Alena.


"Natasha dimana sayang?" tanya Alena mengelus gemas pipi Nathan.


"bobok ama tkek." jawab Nathan tersenyum lebar.


Alena menggendong Nathan dan menidurkannya di Ranjang, "Nathan bobok sama Mommy ya?"


Nathan dengan senang hati memeluk Mommynya dan Alena mengelus lembut kepala Nathan, kasih sayang Ibu pada darah dagingnya sendiri tentu lebih kental dari apapun.


namun tidak semua Orang juga mau menerima anak dalam kandungannya jika lebih mengutamakan kesenangan dunia seperti Ibu kandungnya Rayden yang memilih Karir daripada Anaknya sendiri, jika bukan karna Viken meminta anak itu dipertahankan mungkin Ibu Kandungnya Rayden sudah lama menggugurkan Rayden.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2