
.
.
.
ke esokan harinya,
Carrina bekerja seperti biasa lalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ternyata Wel dan Rop yang sudah lama keluar dari Rumah Sakit.
"ada apa Tuan Wel? Rop?" tanya Carrina penasaran sambil membuka pintu Ruangannya lebih lebar.
"kami di suruh membentuk kamar baru untuk Nona di Ruangan ini supaya bisa menginap dan tinggal disini seperti kami semua." jelas Wel.
Carrina tersentak, "apa aku harus pindah Ruangan?" tanya Carrina penasaran sambil mengikuti Wel dan Rop yang memasuki Ruangannya.
Rop tersenyum lalu memutar sebuah tanda kecil dan terbukalah suatu Ruangan Rahasia yang berhasil membuat Carrina melongoh berlari melihat tempat itu.
"Apa Nona tidak tau ada Ruangan khusus nya disini?" tanya Wel penasaran.
"tidak." jawab Carrina tersenyum lebar antara senang dan takjub.
"kami mohon izin untuk bolak-balik di Ruangan Nona, apa Nona mau warna cat baru?" tanya Rop.
Carrina melihat Ruangan itu lalu menoleh ke Rop dan Wel, "apa boleh minta warna lain?" tanya Carrina dengan polos.
"tentu saja Nona..! bagi Tuan Muda An kenyamanan kita adalah yang paling utama." jawab Wel.
"Nona mau dicat warna apa?" tanya Rop sopan.
"warna Silver garis Emas boleh? aku tidak suka Kamar warna hitam karna kalau mati lampu gelap sekali, aku takut." cicit Carrina malu-malu.
Wel dan Rop mengerti kemauan setiap wanita berbeda-beda untuk kenyamanan sendiri sementara Ruangan Kerja Carrina warna Biru terang dan ada balkon nya yang lumayan lebar sedangkan Ruangan Rahasianya warna hitam juga tidak ada jendela selain AC seperti Apartemen tanpa jendela benar-benar tertutup.
"kalau begitu kami akan siapkan selama 2 hari Nona." kata Rop.
"secepat itu?" tanya Carrina kaget.
"mudah bagi kami Nona." sahut Wel juga.
Carrina tersenyum lebar lalu menoleh ke Teleponnya yang berdering, Wel dan Rop meminta Carrina kembali bekerja sebab mereka sangat tau pekerjaan Carrina sangat memusingkan yaitu bahasa asing.
__ADS_1
Carrina menerima pemesanan Bodyguard baru untuk 1 bulan dan ternyata Kliennya ini meminta bertemu dengan pemiliknya (An) membahas hal yang lebih rinci lagi.
dari pagi sampai sore pintu Ruangan Carrina tidak di kunci dan berkas penting Carrina diletakkan begitu saja di Meja sebab yang bolak-balik di Ruangannya hanya para pekerja BlackMalv yang sudah sangat dipercaya.
.
Carrina memasuki Ruangan Kerja An, "Tuan Muda." sapa Carrina.
"hmmm?" sahut An sambil memainkan pulpennya begitu lihai.
"ada seorang Klient namanya Verdy Nase, Klient ini ingin menyewa Bodyguard untuk 1 bulan untuk dibawa ke Luar Negeri dan Klient ini ingin bertemu dengan Tuan Muda malam ini juga di Restaurant ini." lapor Carrina sambil memperlihatkan nama Restaurant di buku cacatan kecilnya.
An melihat nama Restaurant itu mengangguk, "kamu sudah atur jam-ku kan?"
"benar Tuan Muda..!? saya sudah cocokkan semuanya, awalnya saya ingin menolaknya karna anda tidak bekerja di malam hari tapi ini masalah kepercayaan Klient baru menurut saya akan bermasalah jika menolak di awal." jelas Carrina.
An menatap Carrina yang sangat tau konsekuensi pekerjaan jika menolak diawal, menurut An tentu saja Carrina sudah pantas disebut Asisten Profesional yang bekerja seorang diri tanpa meminta bantuan An untuk diajarkan, Carrina hanya bertanya-tanya lewat rekan kerja lainnya lalu sisanya belajar sendiri dan sudah tau saja apa yang harus dilakukan tanpa An suruh lagi.
"ad-ada apa Tuan?" tanya Carrina gugup membenarkan maskernya.
An menarik nafas, "kau sudah menjadi Asisten hebat dalam waktu 1 bulan."
An menaikkan sebelah alisnya, "baru 1 bulan kerja minta cuti?"
"ahh.. kalau begitu 1 jam atau 2 jam saja Tuan Muda, sa-saya ingin ke Rumah Sakit hmm..? hmm..?" ujar Carrina gugup menjelaskan situasinya.
"apa dia mau ke Dokter Psikolog?" batin An menebak.
"ya sudah...! selesaikan pekerjaanmu lebih cepat lalu kau bisa pulang cepat besok dan pergi ke Dokter." ujar An membuat senyum Carrina melebar dibalik maskernya.
"baik Tuan..!" jawab Carrina.
Carrina hendak berbalik dan pergi tiba-tiba An menanyakan Carrina mau kemana dengan polosnya Carrina jawab kembali ke Ruangannya dan pulang karna sudah malam, Carrina bahkan mengatakan bahwa Ia lembur hari ini sudah lewat dari jam kerja.
"temani aku temui Klient yang kamu bilang itu." titah An membuat Carrina terhenyak sendiri.
An memakai jas luarnya lalu berjalan melewati Carrina yang tersadar segera mengikuti An, beruntung Carrina diberi izin untuk mengambil Ponsel dan tas berisi dompetnya.
.
di Restaurant,
__ADS_1
sepanjang perjalanan An dengan Carrina tidak ada pembicaraan apapun tiba-tiba Carrina berdebar ketika An menanyakan pakaian Carrina yang hanya 2 stel.
"ma-maaf Tuan Muda..!? sa-saya akan beli pakaian baru." ucap Carrina yang langsung paham.
"tidak perlu..!" jawab An membuat kening Carrina berkerut tidak mengerti.
pelayan mengantarkan An dan Carrina ke suatu Ruangan yang telah di janjikan.
"apa belum datang?" tanya An ke salah satu Pelayan Restaurant.
"Klient VIP sudah datang 10 menit yang lalu tapi sedang dalam toilet Tuan Muda." jawab si Pelayan dengan hormat.
An menoleh ke arah Pintu Kamar Ruangan VIP yang cukup jauh, dikatakan Ruangan VIP lumayan luas dan memiliki kamar khusus juga ada fasilitas Hotelnya seperti kamar mandi dan lainnya.
Carrina duduk patuh di sebelah An sambil melirik situasi dan membenarkan Masker penutup wajahnya yang di lihat para Pelayan Restaurant membuatnya takut saja.
"sepertinya aku memang harus bertemu dokter, kenapa aku sangat takut dan cemas jika ada Orang yang melihatku seperti itu." batin Carrina duduk mencari posisi aman.
An melirik Carrina yang sepertinya gugup di pandangi oleh Para Pelayan pun mengusir Para Pelayan itu pergi, dengan patuh mereka semua bubar dan akan menunggu didepan Pintu jika diperlukan mereka akan masuk.
Carrina menghela nafas lega diam-diam Ia melirik ke arah An yang cuek saja memainkan ponselnya, Carrina menurunkan pandangannya selalu saja seperti ini setiap Carrina mencuri pandang jantungnya itu bisa berdebar.
"maaf saya membuat Tuan Muda An menunggu terlalu lama." ucap seorang Pria berpakaian Formal mendekati An dengan senyum tipisnya.
Carrina menoleh ke An berdiri pun ikut berdiri memberi tundukan sopan ketika Ia melihat Pria itu membuat mata besarnya semakin besar saja namun segera Ia melihat arah lain untuk tetap tenang.
"oh..! dia Asisten Anda Tuan Muda?" tanya Pria itu yang dikenal sebagai Verdy Nase sambil mengulurkan tangannya.
An menaikkan sebelah alisnya, "ya..!" jawab An menerima uluran tangan Verdy.
"kita langsung to the point saja." kata Verdy Nase sambil tersenyum tipis melihat mata Carrina yang tidak berani memandangnya seolah pernah melakukan kesalahan yang sangat fatal saja.
"aku suka pembahasan inti." jawab An dengan tenang.
Verdy menjelaskan tujuannya lalu An setuju dan meminta Verdy datang ke Perusahaannya mencari serta bisa memilih Bodyguard yang akan Verdy percaya untuk menjaganya selama 1 bulan kedepan.
.
.
.
__ADS_1