Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
karir


__ADS_3

.


.


.


Alena tidak bisa berkata-kata lagi mendengar perkataan Xabara lalu Alena dan Xabara saling memutuskan hubungan setelah berbicara cukup lama.


Alena melihat ke arah Pintu, "dia menemui Keluargaku? kok bisa begitu berani?" gumam Alena bertanya-tanya heran.


selama ini Saga selalu bersembunyi darinya jadi tak heran kalau tidak memberitau Keluarganya ketika bersama Alena tapi sekarang Alena dikejutkan dengan perkataan Xabara kalau Saga menemui Keluarganya tadi malam memberitau keberadaan Alena serta menjelaskan situasinya selama ini yang selalu bersembunyi dari Alena.


menurut Alena tidak banyak lelaki yang berani menemui Rovert karna wibawa Papanya itu sudah terkenal dimana-mana sehingga banyak Pria yang mengejar Alena berusaha memikat Alena terlebih dahulu daripada menemui Rovert dan Xabara tapi Saga malah berbeda. Saga menemui Kedua Orangtua Alena padahal Alena belum sepenuhnya terpikat oleh Saga, nyali Saga benar-benar besar.


"apa dia bekerja?" gumam Alena pun melangkah keluar dari kamarnya.


"dimana dia?" gumam Alena mengedarkan pandangannya dengan hati-hati.


Alena pun melihat sepasang kaki di balik sofa sehingga Alena menebak Saga tidur disofa, Ia melangkah dengan perlahan tanpa mengeluarkan suara dan Alena terkejut melihat banyaknya berkas pekerjaan Saga tercecer dimeja.


"apa dia lembur?" gumam Alena melihat tangan Saga masih memegang Iped dan Laptopnya juga masih menyala.


"apa dia baru tertidur?" bisik Alena melihat Layar Laptop Saga masih terang artinya Saga baru saja tertidur pulas.


Alena melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 08.46 pagi.


"sepertinya tidak sopan aku langsung pergi saja." batin Alena.


Alena kembali ke Kamarnya dengan gerakan pelan lalu membersihkan dirinya setelah itu Alena pergi menuju dapur, sore kemarin Alena memang mengantuk tapi Ia sedikit-sedikit ingat jalan menuju dapur.


Saga mendengar suara air di dapur pun tersentak dari tidurnya dan Ia duduk mengusap wajahnya, "apa ada Orang?" gumam Saga dengan suara serak.


"tidak mungkin Alena sudah bangun." gumam Saga lagi segera berdiri dan melangkah kearah dapur.


Saga terkejut melihat ke dapur ternyata Alena sudah selesai memasak sarapan dan diletakkan dimeja makan.


"Alena? kamu bisa masak?" tanya Saga.


Alena memutar kepalanya kearah Saga, "jangan remehkan gadis kaya..!? aku memang anak dimanja oleh Papaku tapi tidak oleh Mommyku, memasak itu pekerjaan pertama yang diperintahkan Mommyku setelah berumur 10 tahun."

__ADS_1


Saga tersenyum lebar, "apa ibumu tidak menyayangimu? tapi aku rasa Ibumu sangat mencintaimu karna menurutku seorang Ibu tidak mungkin benci pada anaknya sendiri."


"tidak usah mengajariku tentang kasih sayang Mommyku padaku.! Mommyku wanita sempurna memang kami yang ingin seperti Mommy maka nya dia mendidik kami seperti ini." kata Alena dengan datar.


Saga duduk di meja makan, "baiklah..! kamu beruntung memiliki Ibu."


Alena menghentikan gerakannya lalu menatap kearah Saga yang tampak sumringah dengan menu makanan yang dimasak oleh Alena.


Alena tersenyum tipis lalu melayani Saga sambil berkata, "aku melakukan ini sebagai ucapan terimakasih karna sudah merawatku saat aku mengantuk berat akibat terus begadang."


Saga tersenyum lebar, "aku terima ucapan terimakasihmu ini sayang."


Alena menggeleng kepalanya sambil tersenyum menyiapkan makanan untuk Saga layaknya Istri yang melayani suaminya.


Saga takjub dengan Alena yang seorang Putri Bungsu Orang Terkaya di Negara Indonesia tidak semanja anak bungsu Orang kaya lainnya, bisa-bisanya Alena seperti gadis mandiri yang tidak bergantung dengan kekayaan yang dimilikinya.


"hmmm?" Saga memejamkan matanya merasakan masakan pujaan hatinya.


Alena tidak peduli dengan reaksi Saga malah sibuk dengan makanannya, "setelah ini aku akan kembali." kata Alena serius.


"apa sudah puas istirahatnya?" tanya Saga dengan mulut penuhnya.


Alena beralih menatap Saga dan menahan tawanya melihat ekspresi Saga yang seperti bocah baru pandai makan.


Saga mengangguk-ngangguk, "enak banget makananmu sayang." racau Saga dengan cengiran khasnya.


Alena mengalihkan pandangannya kesamping pura-pura terbatuk kecil padahal tengah tertawa, Saga tidak melihat Alena yang tertawa sebab terlalu menikmati makanan yang dibuat oleh tangan dari sosok gadis yang dicintainya.


.


Alena pergi ke Perusahaannya yang disambut ramah oleh Pekerjanya.


"kenapa kalian?" tanya Alena dengan mata memicing curiga.


"Nona? sebenarnya apa hubungan Nona dengan Tuan Reyza? apa dia calon suami Nona? caranya merawat Nona sangat manis." tanya Vinny dibalas anggukan-anggukan setuju oleh pekerja Alena yang lainnya.


Alena melototkan matanya, "tidak usah berpikir macam-macam ya? sana kerja...!" titah Alena.


Para Pekerja Alena nyengir kuda tapi bubar teratur sambil tertawa cekikikan, Alena menggeleng kepalanya dan jemari lentiknya memijit pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri.

__ADS_1


"entah apa yang dia katakan." gerutu Alena sembari melangkah menuju Ruangannya.


.


Alena sibuk melihat keuangan Perusahaannya yang terus saja melejit pesat sampai Alena bingung mau diputar kemana keuangannya itu.


"aku buka usaha apa ya?" gumam Alena tengah berpikir-pikir serius lalu Ia menggeleng kepalanya pelan.


"jangan serakah Alena..!! lebih baik kamu kerjakan saja Perusahaanmu sekarang." rutuk Alena mengomeli dirinya sendiri yang ketagihan mencari uang.


Alena melihat-lihat akun Online Perusahaan nya yang banyak keluhan karna barang terlambat datang.


"sepertinya aku harus tambah pekerja bagian pengantar barang langsung." gumam Alena.


Alena tersenyum lebar menemukan cara untuk menyenangkan pembeli yang tidak suka cara keterlambatan tukang antar paketan barang sebab kebanyakan dari pembeli ingin memakai tasnya untuk acara penting tapi barangnya terlambat datang tentu kurang memuaskan walau paketan mereka tidak ada cacat.


Alena bergerak cepat mencari pekerja Pria maupun Wanita yang bisa mengendarai Motor juga harus memiliki SIM sementara Motor dari pihak Perusahaan Alena yang tanpa basa-basi membeli Motor yang sudah dibentuk khusus untuk antar paketan barang dengan jumlah 20 Motor dan 10 Mobil lambang Perusahaan Alena.


.


di Perusahaan Saga,


"kenapa Alena?" tanya Saga serius ke Dyrga yang tiba-tiba menghentikan perkataannya padahal menyebut nama Alena.


"Nona Muda sangat brilian Tuan, dia membuat pekerja antar Paketan milik Perusahaannya sendiri dan sekarang Nona kelihatan sibuk menerima pekerja baru untuk antar paketan." jawab Dyrga.


Saga tersenyum tampan, "Alena adalah gadis yang mandiri, dia sangat pintar mengembangkan Perusahaannya padahal masih muda."


"kapan anda akan menikahi Nona Alena Tuan? saya rasa Para Lelaki dari kalangan Pengusaha akan semakin menggebu memperebutkan Nona Alena yang kian sukses." Dyrga.


Saga terdiam seketika, "kau benar Dyrga."


Dyrga memutar kedua bola matanya dengan jengah bisa-bisanya Saga mengatakan hal itu, jelaslah apa yang Dyrga katakan benar, siapa yang tidak akan jatuh Cinta pada Alena? Alena secantik dan sesukses itu pasti banyak lelaki yang antri padanya terlebih lagi Alena semakin bersinar di publik.


An dan Carrina sangat terkenal di Sosmed sedangkan Alena masuk kedalam jajaran perempuan karir yang sukses dimasa muda, Ana seorang Ratu dari Negara tetangga yang dicintai Rakyatnya.


Keluarga Rovert dan Xabara benar-benar sukses dalam hal apapun dari segi Cinta dan Karir.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2