Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
berlebihan


__ADS_3

.


.


.


Libra tidak mau bertemu dengan Carrina dan An diatas Panggung Pengantin karna terlalu memalukan baginya.


Verdy Nase juga datang setelah berusaha keras melupakan Carrina, rasa kagum itu masih ada hanya saja tidak ada perasaan ingin merebut Carrina dari An lagi.


"sudah move-on?" ledek An.


Verdy Nase mengangguk, "masih ada tersisa sedikit." jawab Verdy dengan senyuman kagum ke arah Carrina.


An menutupi pandangan Verdy dengan tubuhnya membuat Verdy mendengus karna tau An pasti akan posesif pada Istrinya, jika An berada di Posisi An sudah jelas Ia juga akan posesif.


"ckk..!" decak sebal Verdy.


"ya sudah selamat teman..? aku mau cari perempuan lain yang jauh lebih cantik dari Istrimu." kata Verdy menepuk pundak An.


"apa ada?" ledek An.


"kalau tidak ada istrimu saja." jawab Verdy tertawa lalu An meninju dada Verdy yang terbatuk-batuk seketika dengan wajah memerah.


"kejam sekali." ketus Verdy mengusap dadanya yang sakit dipukul An.


Carrina duduk di Kursi Pengantin sambil memainkan Ponselnya, kini Carrina sudah membuat akun Sosmed baru dan pengikutnya langsung membludak.


"aku posting fotoku dengan An deh." gumam Carrina tersenyum manis menguploud Fotonya bersama An dengan memakai 3 model Gaun yang berbeda sejak sore tadi.


Carrina terperangah Fotonya yang baru saja Ia posting semakin banyak saja yang memberi tanda Love akan postingannya itu, Ia terkikik membaca komentar ada yang tidak mengira bisa melihat senyum tampan An di foto.


Carrina jadi ketagihan main Sosmed juga membaca komentar yang sangat menyukai postingan Carrina, mereka malah izin menyimpan foto An dan bercanda pada Carrina untuk tidak cemburu malah menyalahkan Carrina karna mencintai Pria setampan dan sepopuler An jelas akan di sukai wanita manapun.


"Nona jangan cemburu ya? lagian Nona sudah hamil kan? tidak ada yang merebut Tuan An dari Nona Kok, kami mau foto nya yang tersenyum saja lebihnya milik Nona."


komentar itu berhasil membuat Carrina kembali tertawa, rasa lelahnya seakan hilang entah kemana membaca komentar menghibur itu.


"sedang apa?" tanya An sudah duduk disamping Carrina dan melingkarkan tangannya dibelakang Carrina.


Carrina menyandarkan sisi kepalanya di bahu An yang langsung dirangkul oleh An.


"lihat An? mereka sangat menyukai senyummu." pamer Carrina ke An.


An melihat layar Ponsel Carrina lalu mengulum senyumnya, "ayo foto lagi..!"


"bolehkah? kamu tidak lelah sayang?" tanya Carrina memegang rahang An.

__ADS_1


An menggeleng, "jika itu bisa membuatmu tersenyum seperti tadi aku tidak akan lelah."


Carrina tersenyum bahagia lalu mereka berfoto berdua dengan berbagai ekspresi imut yang diajarkan oleh Carrina, walau An sangat lucu berfoto seperti itu tapi sepertinya Carrina tidak akan membiarkan foto menggemaskan An dilihat Orang lain pasti hanya menyimpannya untuk dirinya sendiri saja.


"Kakak iparr?" panggil Alena tersenyum manis membawa nampan buah segar.


An berdiri lalu mengambil nampan itu dan mengusap kepala Alena, Alena dengan manja memeluk An.


"selamat ya Abang..! Abang sudah menikah dan bahagia, maaf baru bisa ngucapin sekarang." ucap Alena dengan manja.


An terkekeh lalu mengangguk memaafkan Alena, Alena mengintip Carrina yang tersenyum lebar.


"Kakak Ipar tidak cemburu kan?" tanya Alena seperti meledek.


Carrina dengan senyuman menggeleng kepalanya, "apa kamu sudah punya pacar Alena?"


Alena melebarkan matanya, "mana ada..? pacar Alena cuma Abang An." jawab Alena memeluk An dengan posesif membuat tawa An pecah seketika.


Carrina tertawa lebar karna tau Alena memang hanya mengagumi si Master dari segala Master itu, Alena tau ada yang melindunginya tapi siapa Pria itu tentu Alena tidak tau namun Ia akan menunggu Orang itu muncul dengan sendirinya di hadapan Alena.


"makanlah Kakak Ipar nanti dedeknya lapar..! Alena turun dulu ya?" kata Alena dengan lambai cerahnya.


Carrina mengangguk sambil ikut melambai membalas Alena.


"ayo makan sayang..!" ajak An.


"apa kamu lelah sayang?" tanya An dengan lembut.


Carrina menggeleng, "aku senang mereka yang datang jauh-jauh hanya untuk mengucapkan selamat bahagia untuk kita An."


An terkekeh, "tentu saja mereka kan rekan bisnisku berlomba-lomba mencari perhatianku."


Carrina tersenyum manis, "tapi waktu itu berharga An, apapun alasan mereka."


An mengangguk mengiyakan kata-kata Carrina.


.


Ana tengah menyapa teman-teman kampusnya dulu lalu mereka histeris melihat Sean yang mendekati Ana dan berdiri disamping Ana.


Ana menoleh ke Sean dan mereka berdua bertatapan cukup dekat, "apa tujuanmu ini?" tanya Ana dengan bibir merapat tapi matanya melebar penuh ancaman.


"haii?" sapa Sean tersenyum tipis tidak menyangka dirinya juga sangat terkenal di Indonesia.


"akkkh!!" mereka semua menjerit histeris.


Ana memutar kedua bola matanya dengan malas melihat ekspresi lebay teman-teman kampusnya itu.

__ADS_1


"kalian mengenalku?" tanya Sean.


"waah..! bisa berbahasa Indonesia." pekik salah satu wanita yang ternyata Fans fanatik Sean tapi tidak akan membahayakan siapapun perempuan yang Sean pilih menjadi permaisuri Sean.


"Ana? apa dia memang yang mulia kedua?" tanya teman Ana.


Ana mengangguk, "iya..! dia Sean Sanders." jawab Ana malas.


Ana memejamkan matanya mendengar pekikan teman kampusnya dulu itu, "kalian bisa tidak jangan menjerit?" sentak Ana dengan kesal.


"aahh.. iya.. maaf Ana." ucap mereka segera membekap mulut masing-masing.


Sean tersenyum ke Ana yang sangat menggemaskan kalau sedang kesal.


Ana menoleh ke Sean, "lebih baik kamu pergi Sean." usir Ana mendorong Sean pergi.


semakin menjerit saja teman kampus Ana karna dengan lancangnya Ana bisa memanggil nama Yang Mulia Kedua, Ana melototi mereka semua sehingga membekap mulut lagi supaya tidak mengeluarkan suara padahal mereka ingin sekali menjerit malam ini mengalahkan suara musik pernikahan An dan Carrina.


"aku tidak mau pergi Ana." elak Sean.


"mau menantangku ha?" tanya Ana berkacak pinggang.


"am--ampun." kata Sean segera berbalik dan melarikan diri dari Ana.


Ana menghela nafas berat lalu berbalik ke Teman-teman Kuliahnya yang segera mencecar Ana dengan berbagai pertanyaan Reporter menyebalkan, bahkan ukuran celana dal*mnya pun ditanyakan pada Ana.


"kenapa malah bertanya padaku? tanyakan saja padanya." bentak Ana dengan wajah memerah karna kesal ditanya seperti itu oleh Fans fanatiknya Sean.


"kenapa kamu tidak pernah bilang kalau Yang Mulia Kedua datang ke Indonesia untuk mengejarmu Ana? kamu sangat hebat Ana."


"Ana...! kok bisa Yang Mulia Kedua berbahasa Indonesia? apa karnamu?"


"ya Tuhan...? Anaaa..? bagaimana bisa kamu membuat Pria sepertinya tunduk padamu? aku merasa bermimpi melihat Yang Mulia Kedua didepan mataku."


"bagaimana pertemuan pertama kalian?"


"bisa diam tidak?" tanya Ana dengan datar.


"kalian ini terlalu berlebihan..!" gerutu Ana.


mereka sampai menganga tidak percaya akan kata-kata Ana yang bilang mereka berlebihan padahal Ana lah yang sangat hebat bisa membuat seorang Calon Penguasa Negara Kerajaan Terpopuler tunduk dan terpikat pada pesonanya Ana itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2