
.
.
.
di Amerika,
"siapa ini sayang?" tanya Xabara pada Ana melihat seorang Pria tengah menyapanya sejak tadi hanya melihat Ana saja namun saat bertatapan dengan Xabara dengan beraninya Pria itu menyapa Xabara.
Ana menoleh ke Pria itu dan terkejut, "Sean? kenapa kau bisa ada disini?" tanya Ana mendorong tubuh Sean sehingga sedikit menjauh dari Xabara.
"aku hanya ingin melihat penampilan Alena." jawab Sean tersenyum lebar.
Ana menepuk keningnya sambil menggerutu pelan pasti Alena yang membuatkan Passport untuk Sean sehingga bebas keluar Negeri, Xabara memperhatikan interaksi keduanya seperti sudah akrab.
"kamu mau menyembunyikan pacarmu dari Mommy sayang?" tanya Xabara.
Ana melebarkan matanya lalu berpindah ke Xabara dan menjelaskan situasinya kalau Sean adalah seorang Pangeran yang ditemukan oleh Ana tapi tidak mau pulang kalau Ana tidak mau ikut dengannya, Ana dengan santainya mengatakan kalau Ia punya pesona Xabara yang disukai banyak Pria.
Xabara terkekeh seketika lalu melihat ke arah Sean yang tanpa disuruh mendekati Xabara.
"halo Nyonya..! saya Sean temannya Nona Ana." sapa Sean lagi.
Ana memijit pelipisnya seketika sebab Ia dalam masalah saat ini, Ana tidak menyangka kalau Sean begitu gigih ingin menemui Keluarganya demi rakyatnya di Negara sana.
"saya merasa kagum dengan kehebatan Nona Ana dalam meracik ramuan dan Obat sehingga saya bertanya-tanya Orangtua mana yang bisa melahirkan anak begitu berbakat seperti Nona Ana, ternyata seorang Ratu Mafia yang sangat terkenal dahulunya." Sean berucap dengan sopan.
Xabara melihat ke Ana yang memberitau Identitasnya lalu Ana membisikkan ke Xabara kalau Ia sengaja melakukan itu supaya Sean kabur dan tidak mau bertemu dengan Xabara tapi bukannya kabur Sean malah semakin mendesak Ana untuk mempertemukannya dengan Keluarga Ana.
Xabara mengangguk lalu beralih ke Sean yang memiliki nyali baja, "ayo kita duduk bicarakan lebih rinci." ajak Xabara.
disaat Xabara dan Sean berbincang, An bersama Rovert mendatangi Xabara.
"siapa dia sayang?" tanya Rovert dengan nada cemburu.
Xabara mendengar nada suara Rovert hanya menghela nafas, "dia ini temannya Ana."
"Ana?" beo Rovert dan An menatap tajam Ana yang cuek saja sebab Ia memang tidak punya hubungan apapun dengan Sean.
__ADS_1
"ada apa ini Ana?" tanya Carrina yang baru tiba setelah dari Toilet bersama Alena, dan Ratu.
"Abang Ipar disini?" sapa Alena.
"abang Ipar?" beo Ratu menganga lebar.
DEG...!!
situasi semakin menegangkan, Ana memejamkan matanya dipelototi horor Oleh Rovert yang bisa-bisanya Ana menyembunyikan hal sebesar ini darinya.
"Papa..? Abang..? aku dengan dia tidak punya hubungan apapun." jelas Ana dengan sangat sabar.
Sean akhirnya berbicara mengatakan tujuannya untuk membawa Ana ke Negeri nya untuk membantunya dalam menyelesaikan masalah supaya Rakyatnya bisa terbebas dari kekangan Orang serakah.
Xabara dan Rovert terkejut lalu membantah permintaan Sean namun ketulusan Sean mengatakan tujuannya demi Orang-orang yang tertindas mengetuk hati Xabara dan Rovert, An memicingkan matanya ke Ana yang tampak menjelaskan dengan kode gerakan tubuh kalau Ia dengan Sean tidak punya hubungan yang dipikirkan mereka semua.
Ana saja sampai tidak percaya kalau Sean memang Gentle begitu berani menemui Orangtuanya dan menjelaskan maksudnya.
"baiklah..! tapi dengan syarat." kata Rovert.
"iya Tuan." jawab Sean menerima syarat Rovert.
"lindungi dia..! anakku memang hebat tapi di Istana bisa saja dia membuat kekacauan, kami terbiasa hidup tanpa aturan sementara di Istanamu pasti banyak beraturan, aku akan memenggalmu sendiri dengan kedua tanganku jika aku melihat Anakku terluka." kata Rovert berterus terang.
An diam saja melirik Sean sebab sebagai lelaki Ia tau betul karakter sesama lelaki jika saling berhadapan, dengan nyali sebesar ini tidak mungkin Sean adalah seorang Pecundang.
Xabara dan yang lainnya tidak keberatan dengan saran Rovert sebab mereka semua tau Ana memang hidup bebas tanpa aturan jika hidupnya diatur oleh Peraturan jelas akan membahayakan hidupnya kelak.
"berapa lama kamu akan membawa Ana-Ku?" tanya Xabara.
"2-3 Bulan paling lama Nyonya..! jika 1 Bulan selesai saya janji akan mengembalikan Nona Ana dengan kedua tangan saya sendiri." jawab Sean.
Carrina sampai kagum dengan Ana bisa menemukan Pria seberani Sean, Alena menggoda Ana yang memasang wajah datar saja.
.
Alena sedang tanding di panggung.
Ana duduk disamping Sean, "apa kau gila? kenapa kau begitu berani mendatangi Keluargaku?"
__ADS_1
"aku tidak bisa membiarkan Abangku semakin semena-mena Ana..! Orang kepercayaanku bilang dia memang memungut pajak dengan harga yang 35% dari biasanya hanya hanya 5%." jawab Sean serius.
Ana melebarkan matanya, "aku tidak menjamin keselamatan rakyatmu ada ditanganmu, Keluargaku tidak melakukan apa-apa karna sedang berada dimuka umum jika kau ditempat tertutup aku yakin kau tidak akan sempat memperbaiki Rakyatmu malah mereka yang harus mendoakan rohmu ke alam lain."
Sean terkekeh tidak tersinggung sama sekali dengan kata-kata tidak sopan Ana, "aku pikir Keluargamu tidak seburuk yang kamu katakan."
Ana mendengus kesal, niatnya ingin membuat Sean takut malah dirinya yang terjebak diizinkan pergi bersama Sean kembali ke Negaranya, Ana sama sekali tidak mengerti mengapa Sean bisa tau kalau Keluarganya adalah Orang baik sehingga menggunakan kepentingan Orang banyak untuk mendapat izin Xabara dan Rovert.
"bagaimana kau bisa punya uang kesini?" tanya Ana dengan cuek.
"aku menjual kancing berlian baju kerajaanku." jawab Sean garuk-garuk kepala dengan kikuk.
Ana sampai menganga sejenak lalu berubah datar dan tidak peduli.
.
"kenapa An?" tanya Carrina berbisik.
An merangkul bahu Carrina, "aku tidak menyangka Ana akan menemukan sebuah permata balok ukuran besar." jawab An.
"permata balok ukuran besar?" beo Carrina tidak mengerti.
"apa kamu tidak tau dia seorang Pangeran?" bisik An.
Carrina mengangguk, "iya.. aku tau, aku kan udah dengar tadi tapi apa hubungannya dengan permata balok?"
An mencubit pipi Carrina dengan gemas, "tentu saja ada..! itu menggambarkan kalau Pria itu punya kedudukan tinggi."
Carrina akhirnya paham, "tapi sepertinya Ana tidak mencintainya."
An mengangguk, "dia gadis yang hatinya sangat sulit jatuh Cinta, biarkan berlian balok itu sendiri berusaha mendapatkan hati Ana."
Carrina terkikik pelan lalu menoleh ke Ratu yang bertanya mereka berdua tentang perberbincangan mereka sehingga Carrina bisa tertawa, Carrina pun memberitau ke Ratu yang tertawa seketika.
"acaranya akan dimulai Mom..!" ucap Xabara membuat Carrina dan Ratu segera menutupi mulut masing-masing yang tertawa.
Alena tampak sibuk memakai atributnya lalu melambai ke Keluarga Besarnya, Carrina bertepuk tangan meriah sambil bersiul menggoda Alena yang membuat An geleng-geleng kepala dengan tingkah preman Carrina itu.
.
__ADS_1
.
.