
.
.
.
selama 1 bulan Carrina benar-benar menjaga jam tidur An, An mulai sadar bahwa Ia memang kepincut (tersentuh) dengan segala perhatian Carrina bukan sebagai atasan kebawahan tapi sebagai lawan jenis. An tidak pernah mengira kalau Ia benar-benar menyukai seorang perempuan yang selama ini tidak pernah dilihat olehnya sebagai lawan jenis.
selama 1 bulan juga An telah menemukan dalang yang menargetkannya dibandara tapi Ia sengaja mencari waktu yang tepat untuk membalas perlakuan Orang itu.
An maupun Carrina sama-sama menyembunyikan perasaan sendiri-sendiri selama 1 bulan dan tidak ada ungkapan apapun diantara mereka, An merasa Ia jatuh Cinta terlalu cepat jadi akan menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan rasa sukanya dan An sungguh tidak tau kalau Carrina sudah lama sekali menyukainya bahkan sudah mencintainya selama 10 tahun.
berbeda dengan pemikiran Carrina yang selalu saja mengatakan mustahil An menyukainya jadi Carrina hanya menikmati hari-harinya bersama An sebagai bawahan An kapan lagi Ia mendapat kesempatan untuk selalu dekat dengan sosok pemilik hatinya selama ini.
"mau kemana?" tanya An melihat Carrina berpakaian berbeda.
Carrina melihat penampilannya sendiri, "ahh? itu Tuan..? sa-saya ada janji makan besar dengan Orang-Orang BlackMalv."
"makan besar? kenapa aku tidak tau?" tanya An balik.
Carrina malah kaget dengan pertanyaan An, "t-tapi mereka bilang Tuan tidak akan mau membuang waktu bersama kami."
"kata siapa? aku mulai bosan tidur dan kerja tanpa menghirup udara segar, aku ingin keluar." jawab An sambil meregangkan persendiannya.
Carrina mengerjab-ngerjabkan matanya, "kalau Tuan Muda ikut jam berapa kami harus bubar? Tuan Muda tidak mungkin pulang larut malam, dia baru saja sembuh tidak boleh tidak tidur lagi." batin Carrina.
"apalagi? ayo pergi..!" ajak An.
Carrina gelagapan ternyata An memang mau ikut dengan mereka, Carrina menahan lengan An yang hendak keluar.
"Tuan sebaiknya Tuan tidak usah ikut, kami akan merasa canggung jika Tuan ada bersama kami." pinta Carrina tersenyum kaku.
An menaikkan sebelah alisnya, "apa aku membuat kalian canggung?"
"iya..! Tuan seperti Kulkas dingin yang tidak banyak bicara sama sekali, kami akan ikut kedinginan." jawab Carrina masih tersenyum.
"kau mengataiku Kulkas yang tidak banyak bicara?" tanya An melangkah maju ke arah Carrina.
Carrina melebarkan matanya sambil terus melangkah mundur, "haha..! Tuan tidak banyak bicara, sa-saya hanya mendengar perkataan mereka yang mengatai Tuan Kulkas tidak banyak bicara." gagap Carrina sambil melihat arah lain tidak berani menatap mata An yang terus saja memandangnya belum lagi tingkah An yang secara tidak langsung mendorongnya untuk selalu mundur dan mundur saja.
"siapa yang mengatakan hal itu?" tanya An memiringkan pandangannya sehingga wajahnya begitu dekat dengan Carrina.
__ADS_1
Carrina melebarkan matanya, "Tu-Tuan anda tidak akan saya izinkan pergi walaupun anda mencoba merayu saya, saya tidak akan menurut untuk hal ini." kata Carrina dengan serius memandang bola mata An yang sangat mendebarkan hatinya.
An menundukkan kepalanya sehingga rambutnya mengenai hidung Carrina yang kian berdebar saja mencium aroma rambut An begitu dekat tiba-tiba Carrina melototkan matanya mendengar kekehan keluar dari bibir An yang sedang menunduk.
"Tuan?" panggil Carrina.
"tidak akan menurut walau aku mencoba merayumu?" tanya An seperti mempertanyakan tantangan Carrina tadi.
Carrina tersadar dengan kata-kata An sepertinya tersinggung oleh perkataannya.
"Tuan? saya sudah terlambat, saya permisi." kata Carrina segera melarikan diri dari An yang menoleh ke arah Carrina yang lari darinya.
Carrina memasuki Lift dan memegang serta mengelus dadanya yang semakin berdebar berada didekat An tadi.
"kenapa aku merasa Tuan Muda berbeda? apa karna efek sudah sembuhnya? apa pengaruh obat? Tuan Muda seperti Pria Na-kal?" oceh Carrina lalu suaranya mencicit di bagian Nakal.
Carrina menggeleng-geleng kepalanya, "mungkin aku saja yang berpikir berlebihan, Tuan Muda tidak mungkin seperti itu."
.
sementara An lewat Balkon melihat Carrina di bawah berlari menuju kawanan laki-laki yang mengelus kepala Carrina, An tidak suka ada Pria lain yang mengelus kepala Carrina belum lagi yang makan bersama Carrina 98% Pria, perempuannya hanya Carrina, Ayunda dan Putri (anak Ayunda) saja.
Carrina hendak masuk Mobil tapi tiba-tiba Ia melihat ke Ponselnya muncul panggilan masuk dari An.
"memangnya kamu masih ada kerjaan Carrina?" tanya Ayunda heran.
Carrina menggeleng, "tidak ada hanya saja."
"hanya saja apa?" tanya mereka semua serentak.
"Tuan Muda ingin ikut dengan kita jadi aku melarangnya lalu lari darinya, sepertinya dia marah padaku, hm? apa kita bawa Tuan saja?" Carrina.
"TIDAK BISA!?" jawab mereka semua serentak.
Carrina menekuk alisnya, "lalu aku harus bagaimana?" tanya Carrina.
"angkat saja dulu panggilan Tuan Muda." pinta Egy.
"siapa tau penting." sahut Wel.
Carrina mengangkat panggilan An yang membuat alisnya ditekuk masam, pada akhirnya Orang-Orang BlackMalv pergi meninggalkan Carrina yang menjadi syarat An tidak ikut, jika Carrina ikut maka An juga akan pergi begitu pun sebaliknya. .
__ADS_1
"huuhh...! sebenarnya apa masalahnya? kenapa malah mempersulitku?" gumam Carrina menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal sesekali Carrina meninju serta menendang angin lalu memasuki gedung BlackMalv.
Carrina tidak sadar tingkah menggemaskannya itu dilihat oleh An yang tertawa pelan karna tau Carrina pasti menggerutu tentangnya yang membuat Carrina tidak bisa ikut dengan kumpulan lelaki itu.
jika Carrina tau An sedang cemburu sudah jelas Ia akan bahagia bahkan Carrina pasti rela dirantai emas oleh An (ditawan dalam sangkar emas) jika An yang mengurungnya maka Carrina pasti bahagia.
.
Carrina menemui An dengan memakai masker padahal An sudah melihat wajah Carrina.
"kau menyumpahiku?" tanya An tersenyum miring.
Carrina menggeleng kepalanya, "tidak berani."
"tapi ekspresimu seperti menyumpahiku." An mendekatkan wajahnya diwajah Carrina memperhatikan mata Carrina.
Carrina menangkup wajahnya sendiri lalu melihat arah lain, "aku mau pulang saja." kata Carrina dengan lesu lalu hendak berbalik pergi.
An memegang pergelangan tangan Carrina yang sontak saja membuat Carrina melihat ke tangannya.
"pulang kemana?" tanya An.
Carrina menjawabnya dengan polos ke Ruangannya yang menjadi Rumahnya sekarang.
"apa dia mengejarmu?" tanya An.
Carrina menautkan kedua alisnya tidak mengerti, "siapa yang mengejar saya Tuan? saya tidak berlari sejak tadi." tanya Carrina malah menoleh kebelakang.
An menarik nafas pasrah dengan kepolosan Carrina, "sudah makan?" tanya An.
"bagaimana saya bisa makan kalau Tuan membuat pilihan yang membuat saya tidak bisa ikut dengan mereka, padahal saya ingin makan ayam kukus bakar." gerutu Carrina.
"aku akan membawamu ke tempat makanan yang paling enak." jawab An sambil menarik lengan Carrina pergi.
Carrina berjalan seperti robot dibelakang An, mata indahnya tertuju pada tangannya yang disentuh oleh An.
"aku jamin kau akan ketagihan makan ditempat yang aku pilihkan nanti." ujar An dengan serius tanpa melihat ke arah Carrina yang sudah nyaris kehilangan jiwanya disentuh tangannya oleh An.
.
.
__ADS_1
.