Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
hari pertama


__ADS_3

.


.


.


An menyimpan ponselnya tanpa merasa berbelas kasih sama sekali pada wanita paruh baya yang An tebak adalah Bibi nya Carrina.


An tidak peduli hubungan Carrina dengan Wanita itu sebab jika mereka berani membuang Carrina berarti itu bukanlah Keluarga, wanita itu menganggap Carrina benalu tapi tanpa sadar diri bahwa dialah yang benalu sebenarnya.


"sedang apa?" tanya An.


Carrina buru-buru menutup buku album Pemotretan nya dengan An, "tidak ada An..! aku sangat menyukai foto-foto kita apalagi senyumanmu." jawab Carrina mengakui ketampanan An saat tersenyum dan tertawa.


An mengulum senyum, "baguslah kamu suka, aku merasa bersalah terlalu mendesakmu untuk menikah denganku."


Carrina menggeleng-geleng kepalanya, "aku sangat menyukai ini An jadi jangan pikirkan apapun lagi."


An terkekeh, "apa yang aku pikirkan? Carrina Carol sudah sah menjadi istriku hanya saja belum mengenalkan nya secara resmi ke Publik."


.


An dan Carrina tidur di Hotel terdekat itu saja bukannya langsung kembali ke Kota.


"kenapa lama di kamar mandi Carrin? apa perlu bantuanku?" tanya An yang masih duduk memainkan ponselnya.


"tidak An..! ak--aku...?" sahut Carrina tidak melanjutkan kata-katanya.


Carrina pun memberanikan diri keluar dari kamar mandi dan melihat An sedang bersantai diatas ranjang hotel.


"ya sudah kemarilah..!" pinta An melirik Carrina sesekali dan kembali fokus dengan game dalam ponselnya.


Carrina menurut dan duduk ditengah-tengah paha An yang langsung menyandarkan dagunya di bahu Carrina, An memeluk Carrina dari belakang sambil mengecup gemas leher Carrina.


"game waktu itu?" tanya Carrina mengerjab melihat layar ponsel An.


An mengangguk, "mau coba lagi?" tanya An sambil memberikan Ponselnya ke Carrina yang tersenyum lebar menerima ponsel An.


An sengaja mengajak Carrina bersantai terlebih dahulu dengan bermain game supaya tidak gugup dan kaku bersamanya, malam ini adalah malam pengantin mereka sebagai sepasang suami-istri dan apapun yang akan An lakukan tidak akan ada yang bisa menghalanginya kecuali Carrina yang tidak mau.

__ADS_1


1 jam, 2 jam telah berlalu tapi Carrina dan An masih asik dengan game mereka berdua, tiba-tiba Carrina memekik saat dirinya mati dalam permainan game itu.


"yaahhh...!! matiii??" rengek Carrina sangat menyayangkan nyawanya padahal sebentar lagi akan naik level.


An mengambil ponselnya dari Carrina dan meletakkannya di meja lampu, Carrina mengerjab-ngerjabkan matanya lalu perlahan menoleh ke An yang tengah menciumi pipinya.


An menurunkan baju Carrina dan menciumi bahu Carrina dengan lembut sementara Carrina semakin berdebar, bagaimana bisa jika An yang menyentuh Carrina sungguh tidak berkutik? An memiliki kekuatan Cintanya Carrina sehingga apapun yang An lakukan sudah jelas Carrina tidak akan mampu menolak.


"Carrin?" bisik An.


"i--iya?" sahut Carrina tergagap.


"maaf aku tidak bisa bersabar menunggumu siap Carrin, waktu aku melihat Fotomu itu aku tidak bisa lagi menahan diri." bisik An sambil memutar tubuh Carrina menghadap padanya.


Carrina menatap mata An yang begitu seksi dimata Carrina sementara wajah Carrina sangat merah karna bayangan hubungan yang dilakukan oleh sepasang suami-istri pernah dilihatnya akan terjadi pada dirinya.


"apa kamu mau sayang?" tanya An dengan suara serak.


tangan Carrina yang gemetar karna gugup perlahan memegang lengan An lalu mengusap rahang An dan perlahan jemari lentiknya memainkan daun telinga An yang memejamkan matanya seketika.


"Carrin?" bisik An.


An mendorong tubuh Carrina hingga terlentang di atas ranjang dan An menindihnya, Carrina memejamkan matanya ketika An menciuminya serta tidak melawan ketika An melepas baju Carrina sehingga terlihatlah br* nya yang menyembulkan payud*ranya yang sangat padat dan menggairahkan.


An duduk masih menindih Carrina sambil memegang sebelah tangan Carrina sedangkan tangan lainnya melepas satu persatu kancing bajunya dan melepaskannya didepan Carrina.


"waahh!! lebih bagus dilihat secara langsung daripada di foto." batin Carrina terpana.


Carrina mengerjab-ngerjab melihat tubuh atas An yang sangat seksi dengan beraninya Ia meraba dada bidang An sampai ke perut kotak-kotak An, An memejamkan matanya seolah membiarkan Carrina melakukan kesenangannya itu.


"bisa kita mulai?" tanya An menahan tangan Carrina yang begitu senang dengan apa yang dilakukannya itu.


Carrina tidak menjawab hanya menunduk malu dan An langsung tau kalau Carrina memberi izin terhadapnya.


malam itu juga Carrina dan An telah bersatu dimalam pernikahan mereka, An melakukannya secara perlahan walau tidak sabar tapi Ia harus berhati-hati sebab dirinya merasa kalau inti Carrina memang sangat sempit menandakan Carrina belum pernah melakukan hubungan bad*n dengan Pria manapun.


suara erang*n dan desah*n memenuhi Kamar Hotel, itu bukti penyatuan Cinta Sejati diantara mereka berdua, An resmi menjadi milik Carrina seutuhnya begitu juga sebaliknya.


.

__ADS_1


.


pagi-pagi,


Carrina perlahan membuka matanya dan melihat An tengah memandangnya tanpa mengenakan baju atas, Carrina memegang selimut nya dan menyadari kalau dirinya tidak mengenakan apapun dibalik selimutnya itu.


"aku sudah melihat semuanya." kata An sambil tersenyum tampan mengalahkan mentari pagi saja.


Carrina menarik selimut menutupi wajahnya yang malu membayangkan penyatuannya dengan An tadi malam, An benar-benar seperti Pria berpengalaman bisa membuat Carrina yang polos ketagihan dan suka semua sentuhan An dengan pose apapun.


"apa nyeri?" tanya An serius sambil menurunkan selimut Carrina sehingga bisa melihat wajah Carrina yang malu.


Carrina mengangguk-ngangguk malu lalu tangan An mulai nakal bermain di gun*ng kemb*r Carrina yang membuang muka menahan rasa malu, Carrina memekik saat An menggigit serta ******* pay*dar*nya sehingga Ia merasa menggelinjang tidak karuan.


terjadilah hal yang seharusnya terjadi, hampir seharian mereka tidak keluar Kamar dan sekarang Carrina yang polos tidak ada lagi karna otak serta tubuhnya sudah di cuci oleh kehebatan An diatas ranj*ng.


.


di tempat lain,


"dimana Abang kalian?" tanya Xabara ke Ana dan Alena.


"Abang kan menikah dengan Kakak Ipar Mommy." jawab Alena.


"ahh.. iya juga." jawab Xabara.


"kenapa Mommy? apa An harus mengantar Mommy dan Papa kebandara?" tanya Ana.


"ckk...! mana mungkin An mau mengantar kita kalau dia sudah punya Istri apalagi tadi malam adalah malam pernikahan mereka, biarkan saja..! Papa mengerti dia karna kami sama-sama lelaki." Rovert tiba-tiba menyahut sambil membawa Koper yang dibantu oleh Pelayan dibawa ke Mobil.


"sudahlah..? kalian baik-baik saja ya?" Ratu menengahi.


Xabara dan Rovert pun mengangguk lalu mereka semua berangkat menuju Mobil.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2