Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
karna luka kecil menangis


__ADS_3

.


.


.


Carrina melihat tetesan darah itu menuju ke batu besar.


"Tuan?" panggil Carrina.


An dan Egy mendengar suara Carrina terdiam memikirkan bagaimana Carrina bisa sampai ketempat ini.


Carrina mendekati batu Besar itu dan melihat ke balik batu, "Tuan? Egy?" Carrina memegang lutut An dan Egy yang duduk dengan waspada tadi mengira tipuan suara Carrina saja ternyata memang Carrina.


"bagaimana kau bisa ada disini?" tanya An memegang lengan Carrina.


"tadi mereka semua berlarian keluar Gedung dan berpencar mencari Tuan dan Egy yang katanya dalam bahaya, saya juga ingin membantu." jawab Carrina dengan serius.


"apa suara Mobil polisi tadi?" tanya Egy meringis.


"iya..! aku panik jadi melakukan hal itu untuk membantu kalian, apa itu ide yang buruk?" tanya Carrina.


"tidak buruk, lumayan." jawab An.


Egy tersenyum menunjukkan ibu jari tangannya memuji keberanian Carrina.


Carrina memegang lengan kanan Egy yang terluka, "apa tadi darahmu?" tanya Carrina dan Egy mengangguk.


"kenapa bisa terluka?" tanya Carrina sambil mencari-cari sesuatu dari saku baju formalnya dan menemukan perban.


An memperhatikan Carrina yang telah mempersiapkan semuanya, "bagaimana kau bisa menemukan kami?" tanya An.


Carrina menjawab semuanya dengan sejelas-jelasnya tapi mata dan tangannya sibuk membalut lengan Egy yang terluka.


Egy punya kelemahan yaitu bertarung dengan wanita dan tadi Ia bertarung dengan wanita sehingga Ia kalah dan terluka, An yang cemas Egy terjatuh ke Jurang segera menolong Egy dan lengan An terkena goresan peluru walau sempat mengelak tembakan peluru itu tapi kulitnya tetap tergores.


bantuan konyol Carrina datang tepat waktu sehingga mereka semua yang mengepung An dan Egy melarikan diri dan An serta Egy selamat.


"Carrina Instingmu kuat sekali dan bagaimana bisa kamu secerdas ini?" tanya Egy dengan takjub pada Carrina.


Carrina menyipitkan matanya tampak tersenyum manis dibalik maskernya, "syukurlah aku sedikit berguna untuk kalian."


"Tuan Muda juga terluka." kata Egy.


DEG!!


Carrina tersentak mendengarnya lalu beralih ke An yang tampak tidak terluka sama sekali, Carrina mencari luka yang dimaksud Egy sementara An diam saja sambil melihat lengan Egy yang di balut dengan sempurna sebagai pertolongan pertama dari Carrina supaya darahnya tidak banyak keluar.


"lengan Tuan Muda sebelah kiri." kata Egy yang tau perasaan Carrina terhadap An sedangkan An tidak tau Perasaan Carrina.

__ADS_1


"ini berbahaya..! lain kali jangan melakukan hal seperti ini lagi." titah An.


Carrina diam saja lalu memegang lengan kiri An yang memejamkan matanya seketika tidak ada suara apapun di bibir An tapi Carrina langsung tau kalau lengan kiri An memang terluka.


"hanya luka kecil..! ayo kita pergi dari sini..!" An bangkit dan berjalan duluan.


Carrina melihat lengan kiri An yang belum diobati olehnya lalu Egy berbisik kalau An sudah biasa terluka dan goresan peluru itu hanya seperti gigitan semut saja bagi seorang An.


Carrina tidak bersuara sepatah katapun tatapannya hanya lurus melihat lengan Kiri An.


.


setibanya di Mobil Egy dan Carrina.


"Carrina? kenapa kamu bawa Mobil ini?" tanya Egy kaget Mobil yang Carrina bawa adalah Mobil paling tua milik BlackMaster tapi masih bisa digunakan.


"kenapa? hanya Mobil ini yang tersisa." jawab Carrina ketus lalu berjalan duluan memasuki Mobil itu dan langsung pergi dari sana.


An dan Egy saling melirik satu sama lain, mereka heran mengapa Carrina tiba-tiba berubah? sungguh mereka tidak mengerti wanita.


"biar saya yang bawa Mobil Tuan." kata Egy.


"aku saja..! tangan mu harus diobati ke Rumah Sakit." jawab An.


didalam Mobil Carrina,


Carrina yang tadinya pura-pura ketus dan tegar seketika menangis terisak memeluk setir Mobilnya dengan erat, matanya terus saja mengeluarkan bening kristal tanpa mau berhenti.


.


malam hari di Rumah Sakit,


Egy diobati oleh Dokter bahkan memuji Orang yang mengikat erat Luka Egy sehingga tidak perlu donor darah lagi apalagi golongan darah Egy langka.


"benarkah? Carrina yang melakukannya?" tanya Rop dengan takjub.


"adik kecil kita sangat mengagumkan." kata Wel dengan bangga.


"aku yang melatihnya." ungkap yang lainnya.


mereka tertawa mengingat sosok Carrina yang sangat polos sehingga siapapun Orang yang berada didekatnya ingin selalu melindungi Carrina tapi tidak disangka Carrina diam-diam punya kelebihan tersendiri dan bisa menyelamatkan kawanannya.


"lalu kemana Carrina?" tanya Rop.


"apa tidak ada di Perusahaan? seharusnya dia sudah tiba disana." jawab Egy.


Wel segera menghubungi Carrina tapi tidak diangkat sedangkan yang lain mencari kabar lewat Ayunda.


"Carrina belum pulang." jawab Ayunda membuat Wel dan yang lainnya mematung mendengar kata-kata Ayunda yang bilang Carrina belum ada di Perusahaan.

__ADS_1


Egy melihat ke arah An sepertinya Carrina marah karna An yang tidak mau diobati, "Tuan lebih baik anda mencarinya, tadi saya juga heran kenapa tiba-tiba dia marah."


"marah?" beo mereka semua yang ada di Ruangan Pengobatan Egy.


"biar aku yang cari, kalian disini saja." pinta An.


An pun keluar dari Ruangan Egy dan berlari Keluar Rumah Sakit mencari Carrina yang entah berada dimana.


An mencari keberadaan Carrina di Apartemennya terlebih dahulu ternyata benar Mobil yang Carrina bawa tadi terparkir disana.


"sebenarnya kenapa dia marah?" gumam An setengah berlari memasuki gedung Apartemennya dengan heran.


An sangat jenius tapi tidak mengerti pemikiran wanita dan Ia terlalu gengsi bertanya pada Ana maupun Alena, nanti mereka mengira An punya perasaan pada Carrina.


.


An menekan pintu Apartemennya tapi tidak ada tanda-tanda Pintu Apartemen akan terbuka.


"apa dia memang ada didalam?" gumam An menekan sandi Apartemennya lalu masuk mencari keberadaan Carrina.


"hiks.. hiks..!hiks.. hiks.."


tiba-tiba An mendengar tangisan Carrina dibelakang Apartemen sepertinya Carrina menangis di Kolam berenang.


"kenapa dia menangis?" batin An heran lalu melangkah ke arah Kolam Berenang.


Carrina duduk dilantai sambil memeluk kedua kakinya dan keningnya bersandar di atas lututnya, Carrina yang punya pendengaran bagus pun seketika terdiam, Ia mendongakkan pandangannya merasakan detak jantung Orang lain didekatnya walau tidak mendengar langkah kaki dan tertegun melihat An berdiri dihadapannya.


(Nae : bukan berdebar tapi berdetak normal, pendengaran Carrina memang sangat baik)


"menangis? kenapa? kau terluka?" tanya An.


Carrina yang tersadar memegang wajahnya sendiri yang tidak mengenakan masker tapi melihat reaksi An malah membuat Carrina semakin gerogi dan menoleh ke kiri-ke kanan mencari maskernya yang entah ada dimana.


"aku sudah melihat wajahmu hari itu." kata An.


"saat itu?" seketika Carrina menatap An tidak percaya.


"apa yang kau takutkan? Lancord sudah mati kan?" tanya An.


Carrina terdiam lalu menurunkan pandangannya tidak lagi mencari sesuatu untuk menutupi wajahnya, "sa--saya tau."


An berjongkok didepan Carrina, "apa kau terluka? kenapa menangis?"


"Tuan tidak mau diobati sa-saya sangat sedih." jawab Carrina dengan jujur.


An tertegun mendengar kejujuran Carrina, "kau menangis seperti ini karna luka kecilku ini?"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2