Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
sambutan meriah


__ADS_3

.


.


.


Ana memeluk satu persatu Keluarganya dan melarang mereka untuk menangis karna Ana akan tetap datang ke Indonesia sekedar berlibur.


Rovert berjanji akan datang ke Negara Sean dan lucunya lagi Rovert minta di sambut meriah karna Ia seorang Ayah Mertua Raja jadi harus dihormati melebihi Raja, Sean tergelak dan Xabara hanya menatap datar suaminya itu sambil menggeleng-geleng kepala.


"kami akan mengadakan Pesta Besar dalam waktu dekat jadi Nona Carrina juga bisa datang." ujar Sean tiba-tiba.


Carrina tersenyum manis dan mengangguk dalam rangkulan An.


"Tuan Master?" sapa Sean tersenyum lebar.


"panggil An saja..! kita seumuran kan?" titah An.


Sean berdehem lalu memanggil An walau tergagap sebab Ia memang mengidolakan An yang seorang Master dari segala Master.


"kau tau kemampuanku kan?" tanya An dan Sean mengangguk-ngangguk.


"kamu tenang saja An..! aku akan menjaga Saudara kembarmu dengan baik lagian dia sangat ahli dengan Racun, dia meracuni siapa saja yang dia benci." kekeh Sean yang sudah tau maksud pertanyaan An.


An tersenyum tipis dan mengangguk, "aku tidak meragukan kemampuannya aku hanya mengkhawatirkanmu, jika kau punya Selir maka aku jamin belum dimalam pertama Racunnya sudah menghabisi Selirmu."


Sean tertawa, "aku tidak minat punya selir An..! aku hanya ingin punya 1 Ratu yang akan aku jaga sampai aku tua nanti."


Alena berdecak kagum lalu meminta Sean untuk berhati-hati pada dewi Beracun itu yaitu Kakaknya, terkadang Ana lebih berbakat daripada Artis dan berharap Sean tidak termakan akting Ana.


Sean yang tersenyum seketika mematung, bayangan ketika Ana menangis memegang tangan Asoka menari-nari dibenaknya.


"ada apa?" tanya An dan Alena serentak.


Sean tersentak lalu menceritakan tentang Asoka, Alena tertawa terbahak-bahak dan An hanya menyunggingkan senyum tipisnya sementara Carrina hanya menoleh saja ke Alena dan juga An dengan heran mengapa mereka tertawa sebab Carrina tidak tau kalau Ana dan Alena itu Ratu Drama.


"kenapa kalian tertawa?" tanya Sean seketika merinding.


"bukankah sudah jelas? berarti wanita bernama Asoka itu membuat sang Dewi Beracun marah." jawab Alena.


"dia ingin menunjukkan pada Wanita itu siapa Ratu Akting yang sebenarnya." sambung An dengan santai.


Sean terperangah karna Ia tidak tau kalau saat itu Ana berakting karna segala ekspresi, tangis juga tatapan Ana saat itu sangat real hingga Sean pun menangis ketika itu.

__ADS_1


.


di dalam Pesawat,


"apa ini Pesawat pribadi kalian?" tanya Ana.


Sean mengangguk-ngangguk sambil memandang Ana dengan intens, Ana mendorong pipi Sean supaya tidak melihatnya tapi Sean kembali ke menatap Ana.


"kenapa memandangku?" tanya Ana dengan nada datar.


Sean menanyakan apa yang ada dalam benaknya namun respon Ana terlihat biasa saja.


"cuma nanya itu?" tanya Ana dengan tenang seakan hal itu bukan masalah besar baginya.


Sean menganga, "ja--jadi saat itu??"


Ana diam saja sambil melihat arah lain, Sean membekap mulutnya seperti orang yang sangat syok telah di tipu selama ini.


"Ana?? kenapa kamu tidak menjadi Artis saja? hatiku bahkan sakit saat kamu menangis waktu itu, pasti kamu menertawaiku kan?" tanya Sean.


"hmm." jawab Ana tidak membantah.


Sean meraup wajahnya, "untung aku Cinta kan?"


Sean menggeleng-geleng kepalanya memeluk Ana dengan posesif sambil menyelusupkan wajahnya di ceruk leher Ana yang diam saja sambil tersenyum tipis.


"aku sangat ingin makan masakanmu lagi Permaisuriku." bisik Sean.


Ana mendorong tubuh Sean menjauh, "jadi kamu melamarku supaya jadi tukang masakmu?"


"tidakkk..! kamu bukan tukang masakku tapi calon Permaisuriku, sayang? jadikan aku pembantumu ya? asalkan kamu memasak untukku akan aku lakukan apa saja untukmu." rengek Sean seperti bocah meminta pada Ibunya.


bibir Ana berkedut menahan tawanya mendengar rengekan Sean, sejujurnya Ana juga heran bagaimana bisa Ana menaruh hati pada Pria seperti Sean yang seperti anak anj*ng selalu mengekorinya.


Ana terkadang merasa sudah tidak waras, dimana-mana perempuan akan jatuh Cinta pada Pria yang menyelamatkannya, keren dan sangat Cool tapi Ana malah menaruh hati pada Pria kekanakan seperti Sean yang malah mengemis perhatiannya (anak terlantar minta diperhatikan) mengingatkan Ana pada sosok Rovert juga bermanja pada Xabara.


.


di Negara Sean,


Ana keluar dari Bandara dan terkejut melihat banyaknya Orang tengah bersorak-sorak menyambutnya.


"Ratu...?? Ratuuu??? Ratu Suci.??" teriak para rakyat Negara Sean memuja-muja Ana.

__ADS_1


Sean tersenyum lebar ke Ana lalu menggenggam tangan Ana yang merasa terharu dengan sambutan mereka, awalnya Ana ragu ingin menerima Sean tapi Ia hanya mengikuti hati kecilnya saja yang merasa dirinya akan bahagia bersama Sean tapi sekarang Ia sangat senang diperlakukan seperti itu padahal Ia bukan keturunan bangsawan.


"Sean? i--Ini?" tanya Ana dengan takjub ke Sean.


"sudah aku bilang mereka adalah dukungan terbesarku, aku tidak akan menikahi perempuan manapun selain Gadis Suci kepercayaan mereka." ujar Sean.


Ana melambaikan tangannya seperti seorang Artis membuat suara mereka semakin heboh disana dan melompat-lompat ditempat.


"jadi ini rasanya jadi selebriti Papan atas." batin Ana terkikik padahal selama ini Ia juga diperlakukan seperti itu tapi tidak seheboh itu juga.


.


di Istana,


semua Pelayan dan Perdana Menteri menyambut kedatangan sang Ratu Penguasa setelah Raja di Negara mereka, Ana belum menikah dengan Sean saja sudah diperlakukan bak Ratu yang sesungguhnya.


Sophia terlihat berbinar bersitatap dengan Ana yang tersenyum ke arahnya, tatapan Sophia seakan ingin memeluk Ana karna jika mereka berdua tidak ada larangan berpelukan.


"Terimakasih atas sambutan kalian..! sebagai rasa terimakasihku hari ini aku akan masak besar-besaran untuk kalian dan Rakyat yang menyambutku."


para Perdana Menteri terbelalak tidak percaya Ana mau memasak untuk mereka, Sean berdecak tidak senang tapi melihat Ana begitu semangat Ia tidak tega juga melarangnya, Para Pelayan bersorak gembira.


.


semua bekerja dengan sangat baik, Para Rakyat pun menyiapkan berbagai sayuran dan jenis makanan pokok semampunya karna mendengar calon Ratu mereka akan memasak, inilah awal kebangkitan Kerajaan mereka yang kelak ditangan Ana akan dihapuskan perbedaan kasta.


Sean pun turun tangan membantu Ratunya bersama Para Pelayan, mereka begitu heboh layaknya berada di Pasar tapi jujur saja Sean bangga dengan sosok Ana yang bisa membuat Para Pelayan tidak canggung bersamanya dan Ana.


Ana sudah biasa masak besar-besaran jadi takar bumbu dan segalanya bisa disesuaikan terlebih lagi Ana memiliki indera pengecap yang tajam.


Para Perdana Menteri pun ikut mondar-mandir membeli buah segar dan dipotong-potong sesama anggota bangsawan harus bekerja sama dengan sangat baik supaya acara yang Ana inginkan berjalan lancar.


"bagaimana sayang?" tanya Sean memanggil Ana Sayang.


Ana tidak mempermasalahkan panggilan Sean lalu mengambil satu sendok masakannya dan ditiup disuapkan ke Sean yang dengan senang hati memakannya.


"bagaimana?" tanya Ana mengerjab menunggu respon Sean.


Sean terbelalak lalu mengacungkan 2 ibu jarinya menyukai masakan Ana.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2