
.
.
.
"kalau begitu menikah saja lagi, kok susah." balas Saga dengan tatapan kesal karna mengusik acara bermesraannya dengan sang Istri.
Alena diam mendengarkan pembicaraan Ayah dan Anak itu sebab berita jarang akurnya Saga dengan Agam sudah tersebar kemana-mana, gosip tentang Saga pembawa sial yang telah merenggut Istri tercintanya Agam padahal itu semua hanya isu namun Agam maupun Saga tidak pernah membantah seolah tidak peduli publik mau berfikir apa tentang hubungan mereka berdua yang sebenarnya baik-baik saja memang watak mereka saja sama-sama keras.
"jadi kamu mau Papa menduakan Mamamu?" tanya Agam dengan datar.
"Mama pasti mengerti karna Papa sekarang duda tidak laku." balas Saga membuat Agam terasa pening.
"lebih baik aku pergi saja." kata Agam memilih meninggalkan pasangan itu.
Saga sumringah tak berdosa ke Alena yang menatap datar Saga, "sayang?" panggil Saga.
"sana minta maaf.!" titah Alena dengan serius.
Saga memelas tapi Alena memilih pergi dari Saga membuat Saga panik lalu menahan Alena dan bilang akan meminta maaf pada Agam.
Saga berlari menyusul Agam yang tiba-tiba heran mengapa Saga meminta maaf hingga Ia melihat arah tatapan Saga ke Alena, Agam pun langsung paham malah tertawa terbahak-bahak.
"memang enak di marahi Alena hah?" ejek Agam tapi Saga hanya diam saja menatap jengah Papanya yang dibela oleh Alena.
"Alena memang menantuku yang terbaik, nanti akan aku kasih dia hadiah Guci Antik yang aku beli saat itu." gumam-gumam Agam memilih meninggalkan Saga.
"Papa?? udah maafkan aku apa belum?" tanya Saga menahan Agam.
"tidak..?" jawab Agam meledek.
"kalau begitu aku akan menahanmu disini sampai memaafkanku." ketus Saga dengan keras kepala.
"coba saja kalau bisa." ejek Agam malah menantang balik sang Putra semata wayang.
__ADS_1
Alena dipanggung pengantin malah terheran-heran mengapa Agam dan Saga saling bertatapan dengan keangkuhan masing-masing itu, "apa yang mereka lakukan?" gumam Alena dengan raut wajah penasaran.
Alena hendak turun dari Panggung Pengantin tapi Ia langsung mengurungkan niatnya melihat Jimmy datang kepadanya.
"Oh Alenaku sayang.!" Jimmy memeluk Alena dengan gemas.
Alena terkekeh mengelus punggung Jimmy, "bagaimana pekerjaanmu?"
"baik Alena, berkatmu aku sangat bahagia.! sekarang aku mengerti kenapa hidupmu sangat sederhana padahal banyak uang, juga kesehatanku makin baik karnamu dan diperiksa oleh dokter Rahimku sudah sembuh total bahkan katanya aku bisa melahirkan anak kembar 3 nanti." oceh Jimmy.
"minuman keras memang tidak baik untuk kesehatan, karna kamu sudah sembuh maka jangan minum-minum lagi ya?" pinta Alena.
"baik sayangku, oh Babyku tercinta..! kamu sudah menikah entah bagaimana hidupku tanpa kamu sayang." kata jimmy menangkup kedua pipi Alena yang tertawa pelan.
Jimmy punya masalah di rahimnya sehingga suami pertamanya selingkuh dengan perempuan yang bisa mengandung benihnya, menikah dengan Pria Penguasa memang perempuan hanya dijadikan alat untuk melahirkan penguasa baru jadi ketika tidak bisa mengandung jelas itu aib si Penguasa itu sendiri.
Jimmy yang selama ini sudah banyak masuk dalam pergaulan bebas telah berubah sejak Alena menyelamatkan hidupnya dari Pria yang sakit hati akibat Jimmy terlalu jahat mempermainkan hati Pria itu, Alena menyembuhkan Jimmy dengan bantuan Ana dan Xabara yang selalu menuruti apapun yang Alena inginkan.
"aku penasaran sebenarnya ramuan yang kamu dapat itu dari siapa sih Alena? aku ingin berterimakasih padanya." tanya Jimmy penasaran.
Jimmy menautkan kedua alisnya, "siapa sih sayang?" rayu Jimmy dengan tingkah imutnya itu.
Alena menarik sudut bibirnya bukan terpesona malah geli segera Alena memukul kepala Jimmy yang mengerucutkan bibirnya sambil mengelus kepalanya yang di pukul Alena, Alena memang sedikit bar-bar pada Jimmy tapi emang Jimmy nya saja yang bertingkah seperti anak kecil pada Alena seolah-olah Alena adalah Ibunya.
"yakin mau dengar?" tanya Alena menyeringai.
Jimmy mengerjab melihat seringai Alena terlihat menyeramkan seolah-olah ingin mengatakan hal yang akan membuat Jimmy tidak sadarkan diri saat ini.
"ahahaha...! tidak jadi sayangkuh, aku makan dulu ya? byee??" Jimmy tertawa canggung pamit ke Alena lalu segera melarikan diri dari Alena yang tergelak lepas.
Alena tersadar telah menjadi pusat perhatian Orang banyak pun merubah ekspresinya, Para Tamu Undangan merasa yakin kalau Jimmy adalah sahabat baik Alena sehingga Pria yang dulu pernah menjadi mantan Jimmy mencoba mendekati Jimmy supaya ada celah dekat dengan Keluarga Alena, namun Jimmy tau kalau mereka semua hanya ingin mencari muka saja dan Jimmy memilih menjaga jarak.
"dimana minuman non-alkohol ya?" gumam Jimmy yang telah ketularan Alena tidak suka minuman beralkohol padahal dulu kuat sekali minum wine.
di Acara Pernikahan Alena saat ini semua Tamu di beri oleh-oleh untuk dibawa pulang berupa satu botol Wine termahal namun rendah alkohol diminum 1 botol itu tidak akan membuat mabuk kecuali banyak.
__ADS_1
Jimmy mengedarkan pandangannya, "ahh disana??" Jimmy menemukan meja yang banyak kotak es dan gelas kosong tersusun rapi.
kotak Es berjumlah 6 dan 1 kotak bisa menampung air berpuluh-puluh liter, setiap Kotak ada bervariasi rasa minuman sehat dan dipisah Es nya sebab tidak semua Orang bisa minum Es, Jimmy tak heran lagi dengan persediaan Keluarga Maldev sebab Alena sudah pernah bilang Keluarganya tidak suka minum-minuman beralkohol.
.
Alena mendekati Saga dan Agam yang tengah perang tatap-tatapan.
"ada apa sih?" tanya Alena muncul ditengah-tengah Ayah-anak itu.
"sayang? aku sudah minta maaf tapi Papa tidak mau memaafkanku." adu Saga melingkarkan tangannya di lengan Alena.
Agam memutar kedua bola matanya dengan malas, "aktingmu buruk sekali." decih Agam.
"Pa? Papa tidak mau maafkan Saga?" tanya Alena ke Agam.
"Papa merasa ngeri kalau dia meminta maaf menantu." jawab Agam membela diri.
Alena menepis tangan Saga, "oh gitu ya? kamu baru kali ini meminta maaf pada Papa?"
Saga gelagapan sedangkan Agam menahan tawanya melihat wajah panik Saga.
"sayang!" rengek Saga.
"aku suamimu sekarang, kenapa malah membela Papa sih? kan aku udah minta maaf." rengek Saga lagi.
Alena menarik nafas dalam-dalam, "nanti kita bicarakan, setelah ini kamu harus minta maaf dengan tulus pada Papa dan Ingat...!! jangan buat Papa berdiri terlalu lama." omel Alena memilih merangkulkan tangannya di lengan Agam.
Saga melototkan matanya ke Agam yang dengan santainya mencium kening menantu kesayangannya itu, Saga mencegah Agam yang hendak membawa kabur istrinya tapi di pelototi Alena pun nyalinya menciut terpaksa membiarkan saja Alena dibawa kabur Agam.
"maafkan Saga ya Pa? dia memang sangat menyebalkan." ucap Alena.
.
.
__ADS_1
.