Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
mengalah


__ADS_3

.


.


.


Carrina terlihat semakin menawan saat tertawa dan tersenyum mengucapkan Terimakasih pada semua tamu undangan yang hadir.


malam harinya,


Acara Pernikahan An dan Carrina dikhususkan untuk Tamu Undangan dari tempat yang jauh juga Kerabat yang paling dekat dengan Keluarga Maldev.


Barrest dan Aya datang bersama mengucapkan selamat memberi Kado untuk pasangan itu padahal Ia juga sudah memberi amplop pada Kedua Orangtua mereka, Aya senang dengan kebahagiaan An jadi berapa pun pengeluarannya tidak dipermasalahkan olehnya sebab Barrest juga banyak Uang dari hasil segala pemasukan Restaurantnya yang semakin banyak saja cabangnya.


"ayo foto..!" ajak Aya dengan senyuman lalu mereka berfoto bersama.


setelah Aya dan Barrest juga kedatangan Irene dengan Lion.


"jadi ini Istrimu An?" tanya Irene ke An dengan senyuman.


"iya Ma." jawab An yang juga memanggil Irene dengan sebutan Mama.


An menoleh ke Carrina, "ini yang aku bilang sahabat baik Mommy, Mama Irene."


Carrina melebarkan matanya lalu tersenyum manis, "terimakasih Mama." ucap Carrina tanpa canggung memanggil Mama.


Irene tertawa lalu cium pipi kiri-kanan Carrina mengucapkan selamat dan memuji kecantikan Carrina yang malah tersenyum, jika An yang memuji Carrina pasti merona dan malu tapi selain An bisa-bisanya Carrina tidak malu malah merasa biasa saja tidak meninggi sama sekali.


Dr. Shen dan Clara juga datang mengucapkan selamat pada Putra kesayangan Xabara itu.


Obel dan Vellen tamu istimewa Xabara dan Rovert dari Singapura juga mengucapkan selamat berbahagia pada pasangan itu.


.


"Oma?" senyum tipis An ketika Taylor menaiki Panggung Pengantin.


"Oma?" beo Carrina.


"itu Oma Taylor, Sahabat Nenek dan seorang Desaigner ternama Amerika." jawab An.


Carrina berdecak kagum dengan kesuksesan Kerabat Maldev.

__ADS_1


"selamat ya sayang? istrimu juga cantik sekali." ucap Taylor memeluk An seperti cucu sendiri.


"terimakasih Oma." balas An sambil tersenyum.


Taylor juga memeluk Carrina serta memberikan hadiah berupa gaun megah untuk acara undangan Pesta Carrina kedepannya karna telah resmi menjadi Istri Tuan Muda An yang seorang pemimpin tertinggi Perusahaan X Company Group.


Lienda dan Retro (Orangtua Barrest) juga datang mengucapkan selamat, belum lagi anak-anak Irene, anak Nur, Anak Aya, dokter kandungan Xabara dulu yaitu Dr. Astah padahal Ia yang membantu Xabara melahirkan sikembar Maldev tapi sekarang anak itu telah tumbuh begitu besar dan telah menikah dengan perempuan yang begitu cantik.


.


"dokter juga datang?" senyum lebar Carrina ketika dokter Amalia juga hadir ke acara bahagianya.


"saya diundang Tuan Muda Nona." jawab dr. Amalia sambil tersenyum lebar.


"terimakasih sudah mau datang Dokter." ucap Carrina dengan bahagia.


dr. Amalia tersenyum lebar lalu mengucapkan selamat dan berfoto.


"kenapa naik lagi?" tanya An dengan datar ke Barnes dan Tania.


"Foto bersama..!" jawab Tania dengan semangat lalu mendekati Carrina.


mereka berfoto berempat di Kamera juga dengan Ponsel Tania, Tania juga foto berdua saja dengan Carrina untuk di Posting lewat akun sosmednya nanti.


Dokter Agne (Dokter Psikolog) Carrina juga datang memenuhi Undangan Carrina, sebelum pesta Carrina mendatangi Dokter itu untuk menanyakan keadaannya ternyata Carrina memang sudah pulih sempurna mungkin karna kekuatan Cintanya pada An membuat Carrina menjadi pemberani dan tidak takut apapun lagi termasuk melawan kecemasannya itu.


.


Ayunda naik lagi ke Panggung Pengantin meminta Foto berdua saja dengan Carrina tentu dipenuhi oleh Carrina, begitu juga Wel yang minta berfoto dengan An menunjukkan betapa akrabnya mereka sebagai atasan dan bawahan padahal derajat mereka dikatakan berbeda tapi An tidak memandang status Orang setianya.


An berubah datar ketika Ari juga naik ke Panggung Pengantin dengan posesifnya An merangkul pinggang Carrina untuk menunjukkan pada Pria masa lalu Carrina itu kalau Carrina telah menjadi milik An.


"selamat ya Carrina?" ucap Ari dengan senyuman pahitnya.


Carrina mengangguk, "terimakasih sudah datang."


Carrina menoleh ke An yang terlihat tidak suka jika Carrina berbicara dengan Ari pun menjaga ekspresi wajahnya supaya tidak membuat An semakin tidak senang.


"aku ingin menyampaikan salam terakhir ibuku padamu Carrina, dia meminta maaf padamu karna telah meragukan karaktermu." kata Ari dengan serius.


Carrina terhenyak mendengar hal itu karna Ia sempat dekat dengan Ibunya Ari walau terjadi kesalahpahaman diantara mereka.

__ADS_1


"ja--jadi?" tebak Carrina dan Ari mengangguk menjawab tebakan Carrina kalau Ibunya sudah tiada.


"aku turut berduka." kata Carrina.


"terimakasih." balas Ari.


"Tuan? anda adalah pilihan terakhirnya buat dia bahagia sehingga saya juga ikut senang dengan kebahagiaannya." kata Ari ke An yang mengangguk saja.


"Carrin aku sudah tenang menyampaikan salam terakhir Ibuku, mulai besok aku akan pergi ke Kota Palembang untuk memulai hidup baru." kata Ari.


Carrina mengangguk, "terimakasih Ari..!? aku berdoa semoga kamu menemukan Perempuan yang jauh lebih baik dariku dalam hal sifatnya."


Ari tersenyum kecut lalu tetap memaksakan dirinya untuk tetap tegar lalu mengulurkan tangan pada Carrina.


Carrina menoleh ke An yang membuang muka lalu Carrina pun membalas tangan Ari ketika Ari bilang ini salam terakhir, Ari juga berjanji akan mengundang Carrina jika Ia menikah nanti.


Ari pun turun dari Panggung pengantin, hatinya terasa lapang setelah mengungkapkan semua isi pikirannya pada Carrina lalu Ia melangkah pergi keluar dari Acara itu.


melawan An sama saja melawan matahari terbit dari Timur ( artinya mustahil) jadi Ari hanya bisa mengikhlaskan apalagi Carrina sejak awal selalu bahagia bersama An, Ari sudah memperhatikan bagaimana manjanya Carrina pada An itu dan yang paling utama Carrina juga sudah mengandung benih Tuan Muda Penguasa itu, tentu saja celah Ari mendapatkan hati Carrina tidak akan ada walau hanya setitik saja.


"Sayang?" panggil Carrina ke An.


An melihat Carrina, "hmm?"


"apa suamiku sayang cemburu?" tanya Carrina.


"iyalah, aku mengundangnya untuk memperlihatkan padanya kamu sudah bahagia bersamaku tapi dia malah berpamitan padamu dan berjabat tangan denganmu." gerutu An.


Carrina tersenyum manis lalu mengambil tisu basah dibelakang tempat duduknya dan mengelap kedua tangannya didepan An.


An melihat perbuatan Carrina lalu terkekeh seketika saat Carrina menjatuhkan tisu itu dan menginjaknya sebagai hiburan untuk suaminya yang sedang cemburu itu.


"aku memaafkanmu sayang." kata An dengan senyuman tampannya.


Carrina tersenyum kian melebar lalu melingkarkan tangannya ke Lengan An, tiba-tiba seorang Fotografer meminta mereka untuk tetap seperti itu supaya bisa difoto dan berbagai pose lainnya untuk diabadikan.


disudut Ruangan masih ada Libra yang sejak siang tadi ada di Acara itu, makan enak dan gratis tentu sangat menyenangkannya terlebih lagi Libra sudah lama tidak makan enak karna tidak punya uang yang cukup.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2