
.
.
.
Alena menggeliat di pelukan Saga, Ia perlahan membuka matanya dan terbelalak melihat situasinya yang memeluk Saga seperti bantal guling.
"Alenaaaa?? apa yang kamu lakukan haa?? kenapa memeluknya?? apa kamu sudah gila?." batin Alena merutuk.
Alena perlahan mendongak dan lega Saga tertidur dengan sangat berhati-hati Alena melepaskan tangan serta kakinya yang melingkar ke tubuh Saga.
cup...! tiba-tiba bibir Alena tidak sengaja mencium belahan dada bidang Saga karna tangan Saga langsung menarik pinggang Alena untuk kembali merapat ke tubuh Saga.
"sudah bangun sayang?" tanya Saga dengan mata terpejam.
Alena berusaha melepaskan dirinya dari Saga sambil mengatup bibirnya yang tidak sengaja mencium tubuh Saga itu sampai benar-benar terlepas.
"Saga, kamu sudah bangun sejak kapan?" tanya Alena dengan kesal.
Saga berpose layaknya model dan Alena diam-diam cukup terpana dengan pose Saga, "aku tidak melakukan apa-apa sayang, kamu yang memelukku."
Alena sontak saja membekap mulut Saga dan tertawa canggung, "Hahaha..! jangan bicara apa-apa Saga? aku tidak sengaja." kata Alena dengan kikuk lalu segera bangkit dari ranjangnya.
"jadi aku harus diam? sampai kapan sayang?" tanya Saga.
"sampai aku menyuruhmu bicara dan juga lupakan saja bagian aku memelukmu..!! jangan ingat-ingat." titah Alena dengan mata melotot penuh ancaman.
Saga terkekeh pelan, Ia tidak mengatakan apa-apa karna permintaan Alena.
Alena segera mengalihkan perhatiannya dengan mencari Ponsel, "dimana Ponselku?" gumam Alena.
Alena mencari sekeliling tapi tidak melihat Ponselnya padahal Ia yakin tadi malam Ponselnya ada di Meja lampu.
"dimana Ponselku?" tanya Alena ke Saga.
Saga tersenyum lebar lalu membuka laci lemari kecil disampingnya dan memberikan Ponsel Alena, Alena melebarkan matanya.
"sejak tadi aku mencari Ponselku kenapa kamu diam saja hah?" geram Alena kesal.
"bukankah kamu bilang aku harus lupakan sayang? jadi aku juga melupakan bagian itu." bela Saga membuat Alena semakin kesal lalu melompat ke arah Saga.
Saga tergelak ketika Alena memukulinya dengan bantal guling sambil menindih Saga, Alena tidak peduli lagi situasi intim mereka asalkan Alena bisa melampiaskan rasa kesalnya itu, Alena mencari Ponselnya sudah hampir setengah Jam tapi Saga diam saja padahal Saga tau letak Ponsel Alena (disimpan), Saga malah memandang Alena yang kebingungan benar-benar seperti Orang kesasar arah tapi Saga tidak niat menolong.
__ADS_1
pertengkaran kecil nan manis diantara mereka terus berlanjut berhari-hari dan berminggu-minggu setelahnya, Saga yang senang sekali menggoda Alena tapi masih bisa menyalahkan Alena sehingga gadis menawan itu emosi tentu melakukan perlawanan.
.
di Cafe,
"bagaimana Suamimu Alena? apa dia sangat baik padamu?" tanya Jimmy antusias.
"apanya yang baik? dia selalu mengerjaiku." geram Alena.
Jimmy terkekeh, "benarkah? mengerjai bagaimana?"
Alena menceritakan betapa jahilnya Saga terhadapnya bahkan mengalahkan jahilnya Alena kalau mengerjai Orang, Jimmy tertawa terpikal-pikal seolah kilas-balik memori itu ada dalam benaknya mendengar cerita Alena.
"apa yang kamu tertawai hah?" bentak Alena.
"Alena.. Alena..? Tuan Reyza itu dikenal tak punya hati dan tidak asik sama sekali, Ia juga Kaku serta tak pandai mengerjai Orang lain karna wajahnya yang datar dan dingin itu, tapi setelah mendengar ceritamu aku jadi sangat iri padamu Alena, ku harap aku akan menemukan Pria yang baik untukku kelak." senyum lebar Jimmy.
Alena memutar kedua bola matanya dengan malas, "terserahmu mau iri atau tidak."
Jimmy tertawa pelan, "kamu beruntung Alena..! terkadang Rumah Tangga itu tidak harus dilalui dengan terlalu serius nanti akan bosan, lebih baik punya pasangan yang bisa diajak debat kan? Rumah akan ramai walau hanya ada 2 kepala saja penghuninya."
Jimmy juga mengatakan Saga adalah teman yang baik untuk Alena sampai tua nanti, Pria yang mengerjai perempuan dicintainya itu adalah tanda Cintanya ingin perempuan itu terus mengingatnya walau setiap diingat selalu menguji kesabaran.
"tapi aku lihat kamu cukup pucat Alena..! kamu sakit ya?" tanya Jimmy.
Jimmy menautkan kedua alisnya, "tidak Alena..! kamu memang pucat."
"aku baik-baik saja, sungguh..!" jawab Alena dengan serius.
"kita ke Rumah Sakit yuk...!" ajak Jimmy segera bangkit dan menarik lengan Alena tapi Alena cukup kesal karna Ia mengatakan dirinya baik-baik saja namun Jimmy bersikeras membawanya ke Rumah Sakit.
di Rumah Sakit,
"benar kan? aku baik-baik saja..!" Alena menatap kesal Jimmy.
Jimmy mendorong pelan pipi Alena dengan telapak tangannya supaya menghadap ke arah dokter bukan melihatnya.
"bagaimana Dok?" tanya Jimmy.
"Nona Alena hanya Kekurangan Vitamin, Nona.!" jawab si Dokter.
Jimmy mendengarnya pun lega lalu bertanya ke Alena mengapa bisa kurang Vitamin, Alena diam saja tanpa menjawab.
__ADS_1
"sepertinya aku harus mengomeli Suamimu." gerutu Jimmy.
"dia sudah memberiku ini." Alena mengeluarkan Vitamin untuknya sehingga Ponsel Jimmy terjatuh dipahanya saking syoknya.
"kalau kamu diberi Vitamin lalu kenapa tidak diminum hah?" tanya Jimmy dengan kesal.
"nanti saja aku minum." jawab Alena santai.
si Dokter pun memberikan resep ke Jimmy ternyata resep obatnya itu sudah ada ditangan Alena tapi ajaibnya Alena itu yang keras kepala tidak mau minum Vitamin.
"sebenarnya apa yang ada dalam otak kecilmu ini Alena?" omel Jimmy.
Alena diam saja sambil membuang muka seperti anak kecil yang tak terima diomeli.
Saga adalah suami siaga untuk Alena yang tau Alena sedang tidak enak badan, Jimmy sempat berprasangka pada Saga yang tidak bisa menjaga Alena sampai pucat begitu, ternyata Saga sudah tau dari awal.
Jimmy benar-benar takjub Cintanya Saga pada Alena tapi memang Alena nya saja yang keras kepala.
.
"bagaimana Kontrak dengan Tuan Viken bisa berhasil?" tanya Alena.
"huh..! ak--aku pernah tidur dengan Tuan Viken itu." jawab Jimmy membuang nafas panjang.
Alena melebarkan matanya, "A--Apa??"
"iya..! itu pertama kalinya aku melakukan hubungan bad*n dengan lawan jenis karna aku sedang marah saat itu pada si brengs*k pacar pertamaku tidur sama jal*ng..! dia memakiku tidak mau berhubungan se*s padahal aku sudah bilang kalau aku sibuk membuat tugas."
"lalu??" tanya Alena tidak sabar menunggu lanjutannya.
"aku melampiaskannya pada Pria itu, awalnya dia bilang mau bertanggung jawab karna dia sadar kalau dialah yang pertama kali menyentuhku, aku mana mau menikah dengannya padahal baru kenal."
"kamu kabur??" tanya Alena.
"iya..! kami kehilangan kontak setelah itu, aku benar-benar sudah melupakan semua itu. dia menikah dengan seorang Artis juga sudah punya anak dan aku juga menikah dengan si Brengs*k itu."
"kenapa si brengs*k mu banyak sekali hmm?" ledek Alena.
Jimmy mendengus, "perempuan sepertiku memang selalu bertemu Pria brengs*k."
Alena tertegun lalu meminta maaf dan berkata, "Jimmy..! kamu harus percaya dirimu itu berharga, percayalah kamu nanti pasti akan menemukan Pria yang menganggapmu berharga lebih dari apapun."
.
__ADS_1
.
.