Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
dekat


__ADS_3

.


.


.


Sean melihat perutnya yang terasa dingin, "ahh!! kenapa aku melupakannya? bukankah dia seorang Dewi Racun? sudah jelas hal seperti ini mudah dia lakukan." gumam Sean melihat perutnya dengan seksama yang semakin dingin saja.


beberapa saat kemudian,


Ana kembali memberikan Ramuan yang Ia buat dengan tangannya sendiri, "minum dan jangan sisakan walau setetes." pinta Ana sambil menyerahkan segelas ramuan ke Sean.


Sean menerimanya sambil menatap Ana.


"apa?" tanya Ana.


"i--ini tidak pahit kan?" tanya Sean.


"kamu pikir aku buat minuman untuk bocah? berapa umurmu?" tanya Ana dengan datar.


"bo--bocah??" beo Sean yang tidak tau arti bocah.


"huufft...!" Ana membuang nafas kasar.


"itu anak-anak, jangan berulah..! minum sampai habis." titah Ana dengan mata melebar penuh ancaman.


Sean pun meneguk minumannya membuat keningnya mengkerut dalam, sungguh pahit sekali minuman itu.


"ak--aku tidak tahan..!" Sean menyisakan minuman pahit itu.


"habiskan..! takarnya sudah pas." titah Ana.


Sean menutup hidungnya kembali menelan minuman pahit itu setelah habis dan diletakkan di meja terdekat Sean, Ana menunggu reaksi ramuannya.


"apa kau mau tidur?" tanya Ana.


"bagaimana aku bisa tidur kalau kamu sekarang ada didekatku Ana." batin Sean sambil mengusap-ngusap bibirnya yang terasa pahit.


"mau tidur apa enggak?" tanya Ana dengan datar.


"bu--bukan mau tidur Ana, bagaimana aku bisa tidur kalau ada kamu disini!" Sean.


Ana menarik nafas panjang, "lalu?? apa maumu? aku harus melihat tubuhmu 1 jam lagi, reaksi minuman pahit yang kamu minum itu 1 jam lagi harus aku periksa." gerutu Ana.

__ADS_1


Sean diam melihat arah lain, "tapi perutku memang sudah terasa baikan."


"hmm..! aku ini sang dewi beracun, racun biji semangka ini tidak ada artinya bagiku." jawab Ana dengan percaya diri.


Sean tersenyum mengusap kepala Ana yang menepis tangan Sean.


"maaf..! aku gemas dengan kata-katamu." ucap Sean yang merasa malu di tolak oleh Ana padahal sentuhannya sangat dinantikan oleh wanita di Negaranya.


"ckk...! tidak apa, aku memang sangat cantik dan menggemaskan." jawab Ana begitu percaya diri.


Sean yang awalnya kikuk tertawa pelan, "kamu benar-benar unik Ana."


"lain kali tidak usah pikirkan Keluargaku, maaf aku terlalu berlebihan mengerjaimu." ucap Ana.


Sean terperangah mendengar Ana meminta maaf padanya, "ti--tidak apa Ana."


Ana melihat perut Sean lalu memegangnya dengan tenang malah Sean yang jantungan nyaris lepas dari tempatnya saking gugupnya disentuh Ana.


Ana tampak begitu serius memperhatikan tubuh Sean sampai Sean mulai mengantuk dan mengucek-ngucek matanya.


"tidurlah..! obatku mulai bekerja..!" pinta Ana.


Sean pun berbaring dan memejamkan matanya ternyata dengan mudahnya langsung tertidur, Ana masih fokus dengan pekerjaannya bahkan setelah 1 jam Ana menusukkan jarum lagi ke Perut Sean ketika melihat warna jarumnya tidak ada lagi membuatnya lega.


"akhirnya siap juga, dasar Racun biji semangka..! akan aku hanguskan Racun itu malah menyusahkan seorang Dewi Beracun sepertiku merawat Manusia ini." gerutu Ana mulai mengantuk karna harus menahan kantuknya menunggu 1 jam untuk memeriksa kondisi Sean.


Ana tertidur di tepi ranjang Sean yang terlelap karna efek ramuan Ana membuat pemikiran Sean jauh lebih tenang.


pagi-pagi,


Sean terkejut melihat Ana tidur dengan posisi aneh di ranjangnya yaitu kepalanya di tepi ranjang Sean sementara tubuhnya duduk di kursi, Sean mengulum senyum lalu Ia bangkit dan mengangkat tubuh Ana meletakkan tubuh Ana diatas ranjangnya.


"sangat multitalenta." gumam Sean mengusap lembut kepala Ana lalu menyelimuti tubuh Ana yang terlelap.


Sean melakukan aktifitasnya kesehariannya yang menjadi lebih ringan, Sean bersenandung merasa tubuhnya sangat sehat dari sebelum-sebelumnya.


beberapa jam kemudian,


Ana terbangun dan kaget Ia berada di Ranjangnya Sean, Ana mengacak-ngacak rambutnya dengan kesal bagaimana bisa Ana tertidur di kamar Sean padahal Sean bukan siapa-siapa bagi Ana.


"awas aja kalau dia mengejekku nanti." gumam Ana dengan kesal sambil turun dari ranjangnya membenahi kembali rambutnya serta menggulungnya asal.


berbeda dengan Ana maka An dan Carrina juga sedang berbulan madu di Dubai layaknya pasangan suami-istri yang tidak punya masalah.

__ADS_1


(Nae : Kita biarkan saja An dan Carrina bulan madu ya? mereka sedang asik foto-foto terlalu banyak gula bisa diabetes jadi kita di Indonesia aja bahas Ana sama Sean, 😂)


Ana mencari Sean untuk memastikan apakah Sean menertawainya yang tertidur di dekat Sean, Ana tidak mau Pria itu berpikir Ana menyukainya sebab Ana hanya menganggap teman saja.


"sedang apa dia?" gumam Ana mencari keberadaan Sean yang tidak ada hingga tiba-tiba ia mendengar suara Kuda mengingkik membuat Ana berlari ke asal suara.


"Ehh?" Ana kaget melihat Sean menunggangi si Putih (Kudanya Ana) dan berkeliling lapangan.


"Putiih?" panggil Ana sambil berkacak pinggang.


Kuda Putih yang larinya tadi kencang seketika melambat membuat Sean terpana lalu meloncat turun dari atas kuda Ana.


"kenapa kau menunggangi kudaku?" tanya Ana dengan datar ke Sean.


"aku ingin mencobanya, aku sudah lama sekali tidak naik Kuda ternyata masih sama." jawab Sean.


Ana memperhatikan raut wajah Sean, "sepertinya kau sedang senang ya? kenapa kau bisa senang malah menunggangi Kudaku?"


"maaf Ana..!" ucap Sean.


Ana mengelus leher Kudanya, "kaki Kudaku kemarin terkena goresan ranting pohon yang tajam dan dia baru saja sembuh." kata Ana sambil menunduk memperhatikan kaki depan Kuda kesayangannya.


"oh..! luka itu karna goresan Ranting Pohon ya? aku pikir itu sudah lama sekali." Sean menggaruk kepalanya yang tidak gatal pantas saja rekan-rekannya tadi bilang jangan tunggangi Kuda Bos mereka walaupun Sean bisa membuat Kuda itu tunduk pada Sean.


"masalahnya ranting pohonnya terkena tetesan racun bunga hutan." kesal Ana.


Sean terpaku seketika lalu meminta maaf lagi pada Ana padahal Sean bukan tipe Orang yang mau meminta maaf entah mengapa bersama Ana bisa membuat seorang Sean mau menurunkan harga dirinya meminta maaf pada Ana.


"tidak apa..? lagian Kuda ini sangat genit mau di tunggangi olehmu." jawab Ana mengerti sambil berdiri lalu mengelus-ngelus wajah kuda nya itu.


Sean tersenyum kikuk saja merasa bersalah lalu Ia juga ikut mengelus Kuda nya Ana.


Ana membawa Kudanya melangkah ke padang rerumputan yang sengaja di buat oleh Ana untuk menjadi makanan ternak Kudanya, rerumputan itu juga ditambah vitamin oleh Ana supaya kuda-kudanya semakin tumbuh besar dan gagah.


"bagaimana keadaanmu?" tanya Ana.


Sean tersenyum ke arah Ana, "aku tidak pernah tidur senyenyak tadi malam."


Ana mengangguk pelan, "itu karna aku sudah mengangkat racun semangka dalam tubuhmu."


"iya aku tau..! Terimakasih Ana, aku tidak akan melupakan jasamu ini." ucap Sean dengan tulus membuat Ana tersenyum tipis sambil menggeleng kepalanya seolah tidak menganggap penting Kata-kata Sean.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2