
.
.
.
Carrina memperhatikan bingkai Fotonya itu seolah merasakan punya Keluarga Besar.
"kenapa kak?" tanya Alena tersenyum lebar ke Carrina.
Carrina menoleh ke Alena dan menggeleng kepalanya kembali memeluk bingkai Fotonya dengan Album Foto Keluarga Besar Maldev yang didalamnya ada Carrina.
Ana menoleh ke 3 Ponsel yang bergetar ternyata Ponsel Carrina, "ehh? Carrina? ini Calon suamimu menelfonmu."
Alena tertawa cekikikan sedangkan Carrina segera bangkit mengambil Ponselnya dan sedikit menjauh dari Alena serta Ana sebab Carrina sangat malu berbicara manja ke An.
"halo An??" sapa Carrina.
"tetaplah disana ya? jam makan siang nanti aku akan pulang ke Mansion sekalian menjemputmu." kata An serius.
"kenapa meninggalkanku An? aku rasa masih banyak pekerjaan." tanya Carrina sambil memanyunkan bibirnya.
An terkekeh lalu mengatakan kalau Ia sengaja meninggalkan Carrina supaya Kekasihnya itu bisa istirahat yang lebih atau setidaknya menenangkan pikiran agar tidak lelah karna selalu suka dipaksakan dalam bekerja maupun belajar.
Carrina memilin-milin ujung bajunya berbincang sama An sungguh Carrina suka sekali berbicara dengan An, membahas apapun itu Carrina sangat suka mungkin Carrina tidak merasa kaget lagi kalau Cintanya lebih besar dari pada Cinta An terhadapnya malah lebih kaget kalau Cinta An lah yang lebih besar darinya sebab Carrina sudah lama memendam rasa.
"ngapain Kakak Ipar?" tanya Alena.
Carrina menoleh ke Alena lalu menyerahkan Ponselnya ke Alena karna An ingin bicara dengan Alena.
Alena yang tadinya tersenyum lebar langsung tertawa terbahak-bahak seketika mendengar perintah An sehingga Carrina penasaran berusaha untuk menguping dengan menempelkan telinganya di Ponsel nya di telinga Alena.
"iya Bang..! iya..! Alena akan menjaga Kekasih hati Abang ini." jawab Alena patuh.
Carrina menjauhkan telinganya dengan muka memerah, Ia tidak menyangka An banyak sekali menitipkannya pada Keluarga An dan Carrina semakin malu saja ketika Ana mengomel tentang pesan An yang juga meminta Ana menjaga Carrina.
__ADS_1
"udah bucin dia ya?" ejek Ana menatap tajam ponselnya sendiri seolah itu adalah An.
Carrina sibuk bersama Keluarga An sementara An sedang mengurus masalah Flo sampai tuntas dan Carrina tidak melihat Ponselnya malah masak-masak Kue bersama Xabara dan Ratu.
Alena dan Ana hanya juri yang kerja nya makan serta menilai rasa makanan yang dibuat oleh Carrina dan lainnya sekaligus mereka juga masak untuk makan siang.
ditempat lain,
An menghancurkan Karir Lidya sampai gila dan begitu juga ke Flo yang saat ini nyaris gila karna An membuka semua Aib Flo selebar-lebarnya tanpa ada yang di tutupi lalu mengirim Orang untuk memberi ramuan gila.
"lakukan sama seperti Lidya." titah An pada seseorang lewat panggilan telfonnya.
ternyata apa yang terjadi pada Lidya juga campur tangan An, kegilaan yang menimpa Lidya dan Flo benar-benar natural sebab siapa yang akan tahan karirnya hancur didepan mata serta menjadi bahan ejekan dan selalu diinjak-injak semua Orang termasuk anak-anak yang mengolok-ngolok mereka jadi wajar Lidya dan Flo bisa mengalami guncangan jiwa hingga berujung pada kegilaan (sakit jiwa).
An menutup panggilan telfonnya lalu menghela nafas lega, Ia tidak akan mengampuni siapapun Orang yang berani menyentil kekasih nya apalagi membuat malu Carrina.
An menghubungi Wel lalu menanyakan pekerjaannya yang sudah selesai juga menyuruh Ayunda datang ternyata juga sudah selesai.
"kenapa kalian tumben sekali bekerja lebih cepat?" tanya An memicingkan matanya curiga.
"kami harus pulang cepat kan Tuan?" tanya Wel dengan senyuman meledeknya.
"kapan Tuan menikahi Carrina?" tanya Wel penasaran.
"aku lagi memikirkan Ide untuk melamarnya dengan cara yang sangat berkesan." jawab An cuek.
"tapi saya pikir Carrina tidak suka kemewahan Tuan, dia hanya mencintai Anda sekalipun Anda hanya memberinya Cincin pinggir jalan untuk melamarnya, dia akan senang hati menerima lamaran Tuan tanpa melihat harganya." kata Ayunda.
An menoleh ke Ayunda, "apa dia mengatakan sesuatu padamu? apa dia ingin dilamar dengan cara apa??"
Ayunda tersenyum lalu mengatakan hal yang sama membuat An berdecak sebab Ia seorang Penguasa Maldev, bagaimana bisa seorang An melamar kekasih hatinya hanya dengan cara biasa? apa kata dunia? apalagi An sangat menjaga Harga dirinya.
An tidak mau kehilangan muka dengan anak-anaknya nanti seperti Rovert yang menikah dengan Xabara memang aneh tapi awalnya Xabara tidak cinta, berbeda dengan An yang lebih menang dari Papanya itu bersusah payah mendapatkan hati Xabara sementara An malah sudah mendapatkan Cinta Kekasihnya jauh sebelum An mencintai Carrina.
siang harinya,
__ADS_1
An kembali ke Mansion Maldev dan mendengar percakapan Carrina dengan kedua Saudara Perempuannya bahwa Carrina mencintai An apa adanya bukan karna ada apanya jadi bagaimana pun cara An melamarnya Carrina tidak akan melihat kejutannya tapi kebahagiaan Carrina lah yang menjadi tiangnya.
"jadi Kakak diberi cincin ular hidup pun mau?" tanya Alena bercanda.
"iya.!" jawab Carrina malu-malu.
"aku heran apa yang kamu sukai dari An, Carrina? sudah 10 tahun loh? bagaimana Cintamu bisa sekokoh itu?" tanya Ana.
Carrina tersenyum manis, "aku sangat mengaguminya, menurut kalian bagaimana rasanya di cintai dan dilamar oleh Orang yang kalian kagumi sejak dulu?"
Ana memutar kedua bola matanya dengan malas, "tidak ada yang aku kagumi."
"tapi kakak ipar memang beruntung dicintai Abang An, kami pikir dia tidak akan pernah menikah dan Kak Ana yang akan menikah duluan tapi ternyata Abang An yang menemukan Kakak terlebih dahulu apalagi waktu dia menyimpan gelang Kakak Ipar selama 10 tahun? hahaa..!" oceh Alena sambil tertawa.
Ana mengatakan bahwa An pasti akan memberi berlian termahal untuk Carrina sebagai lamaran untuk Carrina.
Carrina bersikeras mengatakan Ia tidak meminta berlian apapun pada An yang penting An bahagia maka Carrina dengan senang hati berada disisi An apalagi Carrina-lah penyebab An bahagia begitu juga sebaliknya.
Alena dan Ana melihat An dibelakang Carrina lalu berpura-pura menanyakan pada Carrina tentang dimana Carrina ingin dilamar.
Carrina tampak berpikir, "apa itu penting?" tanya Carrina.
"tentu saja..!" jawab Ana dan Alena serentak.
"sepertinya didalam kapal romantis juga." jawab Carrina lalu An mengulum senyum seketika Carrina menoleh kebelakang merasakan kedatangan An tapi tidak ada siapa-siapa.
"kenapa Kak?" tanya Alena penasaran.
"tidak..? kakak merasa ada..?" jawab Carrina tidak jadi melanjutkan kata-katanya sebab Ia merasa malu dijadikan bahan ejekan kedua gadis menawan itu.
"lebih baik kita makan!" ajak Ana sembari berdiri.
mereka bertiga berjalan ke arah Pintu sebab mereka tengah bersantai di Kolam berenang dan Carrina kaget melihat An yang melangkah ke arahnya seolah An baru saja tiba dan tidak mendengar pembicaraan Carrina dengan saudara kandungnya An itu.
.
__ADS_1
.
.