Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
terpencil


__ADS_3

.


.


.


saat ini Libra tak berbeda jauh dengan seorang Pengemis yang kesulitan mencari makan.


An memberi hukuman pada Libra lebih menyedihkan daripada seorang tahanan didalam Penjara, kekejaman An bukan tanpa alasan tapi memang Libra sendiri yang harus diberi pelajaran dengan cara seperti itu.


Carrina terus melangkah tanpa berbalik ke arah Libra mau menjadi pengemis jalanan pun Carrina tidak akan peduli karna kejahatan Libra tidak pantas untuk dimaafkan.


"dasar tidak tau malu.! apa dia pikir aku menganggapnya Bibiku sendiri setelah apa yang sudah dia lakukan padaku? bisa tidak dia berkaca dengan perbuatannya sendiri? dia membunuh kedua Orangtuaku dengan semua bukti yang ada tapi enaknya dia bilang itu dimanipulasi, dasar tidak tau malu..! kenapa An membiarkan wanita seperti itu hidup? habisi saja dia, aku juga akan memakluminya." dumel Carrina yang kesal dengan watak Libra identik begitu tidak tau malu.


Carrina menarik nafas dalam-dalam, "aku harus tenang.! jangan pikirkan hal seperti itu Carrina ok? kamu sedang mengandung."


Carrina mengoceh sendiri lalu tersenyum manis setelah berhasil menghilangkan pemikiran tentang Libra, biarlah wanita itu bertahan hidup dengan caranya sendiri supaya merasakan apa yang dulu Carrina rasakan.


Carrina membeli apa saja yang ia butuhkan lalu menggunakan BlackCard suaminya, Carrina tidak segan lagi menggesek kartu sakti pemberian suaminya itu.


"begini enaknya jadi Orang Kaya." batin Carrina terkikik dalam hati melihat belanjaannya itu dan perlakuan para pekerja pada nya begitu hormat mungkin karna berbelanja dengan BlackCard padahal Carrina sudah terkenal saat ini seperti artis.


"Kakak?" 3 anak Kecil menyapa Carrina menawarkan bawa barang-barang Carrina lalu nanti mereka akan minta upah.


Carrina yang sudah tau pekerjaan anak-anak itu pun tersenyum manis membagi barang-barangnya pada anak itu yang bahagia sekali membawa belanjaan Carrina.


"apa kalian sudah makan?" tanya Carrina sedikit menunduk.


"belum Kakak." jawab ketiga anak-anak itu serentak.


Carrina pun mengajak mereka makan sebab Ia juga tidak mau makan seorang diri di Supermarket kecuali di tempat sepi yang tidak dilihat orang banyak.


"makan yang banyak ya!" pinta Carrina dengan senang hati melayani anak-anak itu yang makan berebutan seperti Orang tidak makan berhari-hari.


Carrina membayangkan suatu saat nanti Ia merawat 3 anaknya An kedepannya membuat bibir Carrina terus tersenyum cerah malah semakin semangat melayani anak-anak itu.


.

__ADS_1


"kakak masih membayar kami kan?" tanya Anak 1 dengan memelas.


"makan tadi kami kebanyakan, apa kami berhutang Kakak?" tanya anak 2 dengan nada sedih.


"kami tidak usah dibayar kakak tapi jangan berhutang ya?" tanya anak ketiga dengan menghiba.


Carrina tertegun melihat ekspresi anak-anak itu membuat Carrina langsung mengerti tentang kehidupan mereka saat bekerja membawa barang-barang.


"ayo bantu antar belanjaan kakak ke Mobil ya? nanti akan kakak beri bonus." pinta Carrina membuat ketiga anak itu langsung berubah riang mau menuruti Carrina.


di dalam Mobil,


"terimakasih anak-anak..! ini untuk kalian ya?" Carrina membagikan lembaran uang ratusan ribu per-anak dan anak-anak itu malah bersorak gembira dapat uang banyak.


"terimakasih Kakak cantik..!" ucap anak-anak itu serentak lalu mereka berbisik-bisik akan langsung pulang.


Carrina mendengarnya tersenyum lalu menawarkan diri untuk mengantar mereka pulang, ternyata mereka anak Panti Asuhan yang tinggal di Kota tapi masuk ke pedalaman jauh dari keramaian.


"ini tempat tinggal kalian?" tanya Carrina tidak percaya ada Panti Asuhan yang terlihat seperti sudah tidak layak di huni.


ketiga anak-anak itu malah berlari riang memasuki tempat tinggal mereka dan melapor pada ketuanya seorang Wanita berumur 40-tahunan.


"biar dedek bayi bisa minum susu Ibu." jawab ketiga anak itu dengan tulus.


Carrina tiba di sana mendengar hal itu terenyuh hatinya, "halo Bu?" sapa Carrina.


"Ehh?" Ibu Panti itu kaget melihat Carrina karna wajah Carrina sangat terkenal saat ini sebagai Istri Tuan Muda An yang terhormat.


dalam waktu singkat Akun sosmednya dibanjiri pengikut dengan jumlah yang tidak biasa seperti Artis saja padahal bukan sama sekali.


"ibu kenal saya?" tanya Carrina.


Ibu Panti mengangguk-ngangguk lalu mengajak Carrina masuk ke Rumahnya, sejujurnya Ia syok saat melihat Orang penting mau masuk ke kawasan terpencilnya walau sekitar 10 KM lagi menuju Kota tapi masuk ke pedalaman lumayan jauh juga dan jarang diketahui banyak Orang disini ada Panti Asuhan.


"sejak kapan panti ini buka bu?" tanya Carrina basa-basi.


"kira-kira sudah 5 tahunan Nona..! saya melihat sendiri banyak bayi di buang oleh Pasangan yang tidak bertanggung jawab sehingga saya bertekad membuat Panti Asuhan kecil." jawab Ibu Panti itu dengan jujur.

__ADS_1


Carrina mengangguk menyukai pemikiran wanita itu, "apa sudah ada yang menyumbang ke Panti ini Bu?" tanya Carrina.


Ibu Innah menggeleng kepalanya sopan dengan bibir tersenyum, "saya hidup sendiri Nona, saya tulus merawat mereka dan saya tidak punya sertifikat resmi untuk mengasuh anak-anak ini hanya kemauan hati saja Nona."


Carrina berdecak kagum, mereka berbincang cukup lama ternyata sudah ada 5 Bayi yang dibuang oleh Orang yang tidak bertanggung jawab lalu dirawat oleh Ibu Innah, sementara yang lainnya diasuh karna tinggal di kolong jembatan, anak jalanan dan lainnya.


Carrina melihat Ponselnya yang bergetar lalu izin mengangkat panggilan suaminya.


"iya An?" sahut Carrina tersenyum manis menyapa An.


"dimana sayang? kenapa belum pulang? aku pulang cepat, tadi aku telfon Mommy katanya kamu izin keluar belanja di Supermarket, apa belanja selama itu?" tanya An.


Carrina memberi tau lokasinya ke An lalu tanpa basa-basi An meminta Carrina menunggunya.


panggilan terputus,


"maaf Bu..! suami saya khawatir kenapa belum pulang." cengir Carrina ke Ibu Innah yang tersenyum tulus.


"sepertinya Tuan Muda memang benar sangat hebat bisa menemukan wanita seperti Nona." kata Ibu Innah langsung tau kalau Carrina adalah wanita baik-baik.


Carrina seketika tersenyum malu, "Ibu bisa saja, saya yang beruntung dicintai oleh Pria sehebat suami saya bu, sebenarnya saya juga anak yatim-piatu."


Ibu Innah tertegun ternyata rumor yang beredar nyata, Ia pikir penerbit rumor itu hanya ingin mencari ketenaran saja.


beberapa saat kemudian,


terdengar oleh Carrina suara Mobil, Ia segera bangkit dan keluar dari sana menyambut suaminya yang ternyata diantar oleh Agus.


"saya permisi Nona!" izin Agus.


"terimakasih Agus..! hati-hati lah." pinta Carrina.


"baik Nona." jawab Agus pun segera memasuki Mobilnya.


Carrina memegang lengan An yang memandang sekitar Panti yang sungguh tidak layak, bagaimana bisa Carrina menemukan ada Panti Asuhan yang terpencil seperti ini.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2