
.
.
.
Xabara mendengar perkataan Alena pun memilih pergi dan berpesan untuk Alena segera mandi lalu ke dapur.
Alena mengangguk-ngangguk patuh sembari melangkah ke Ranjangnya dan meletakkan kotak kado berisi banyak Permen Caramel itu.
Alena perlahan membuka bajunya satu persatu memasuki Kamar mandi lalu menghidupkan shower yang telah di atur airnya (hangat), dibawah pancuran Shower Alena terdiam.
"siapa ya kira-kira? Permen Caramel?" batin Alena.
Alena yakin orang itu pernah bertemu dengan Alena waktu kecil karna sejak Kecil Alena suka sekali menghibur Orang dengan Permen Caramel, saking banyaknya Orang yang dihiburnya tidak tau mana Orang yang mengirimkan Caramel itu sebab Alena tidak memberinya pada 1 Orang saja melainkan banyak orang.
Alena menggeleng kepalanya, "kenapa aku memikirkannya? udah jelas dia penggemarmu kenapa harus penasaran? toh kamu tidak minta balasan kan? dasar Pria aneh." batin Alena sambil menggosok-gosok badannya cukup kuat seolah melampiaskan rasa kesalnya pada sosok yang selalu mengikutinya persis seperti Stalker tapi rela melakukan apapun demi melindungi Alena benar-benar sosok Kesatria tersembunyi.
setelah selesai sarapan diluar Alena membawa Baby Kenan ke Kamarnya.
"Kenan?" gemas Alena menepuk-nepuk tangannya didepan Kenan.
Baby Kenan menyeringai lebar lalu berlarian ke arah Alena yang terus melangkah mundur dan berhasil menangkap Aunty cantiknya, Alena tertawa lepas memeluk gemas Baby Kenan seperti anaknya sendiri saja padahal Alena belum menikah.
"muahh...!" Alena mencium pipi, kening, puncak hidung dan bibir Baby Kenan.
Kenan menyeringai lebar dengan malu-malu membuat tawa Alena pecah membahana.
"kenapa kamu menggemaskan sekali sayang? Aunty rasa kamu akan dicintai banyak perempuan nanti ya? kenapa kamu jadi Keponakan Aunty sih? kenapa tidak menjadi suami Aunty?" gemas Alena semakin menciumi wajah malu Kenan.
Baby Kenan sangat dekat dengan Alena tapi tingkah malu Baby Kenan sangat menggemaskan padahal Baby Kenan berjenis kelamin laki-laki.
"Nty.. ntyy.. ntyy." oceh Baby Kenan.
"akhirnya keponakan kecil Aunty mau berbicara ya?" Alena semakin sayang saja dengan Putra An dan Carrina itu.
"Mpah?" tanya Baby Kenan sambil memiringkan kepalanya dan mengerjabkan matanya.
Alena juga ikut memiringkan kepalanya ke arah Baby Kenan sambil tersenyum gemas, "Papah lagi sibuk berduaan sama Mama." bisik Alena.
__ADS_1
"Mah?" beo Baby Kenan lalu dibalas angguk-anggukan oleh Alena.
"Kenan belum lapar kan?" tanya Alena.
Kenan melihat perutnya sambil memainkannya, Alena beralih ke Perut Kenan pun terbahak, ada-ada saja tingkah Baby Kenan yang satu ini menjawab pertanyaannya untuk memberitaunya kalau Kenan sudah kenyang.
"kalau begitu kita jalan ya? naik bum-bum." Alena menggendong Baby Kenan lalu mencium bibir baby Kenan yang melingkarkan tangan mungilnya di leher Alena.
jika Carrina dan An bermesraan maka Baby Kenan akan bermain bersama Alena, Xabara, Ratu atau Rovert tapi Baby Kenan belum kenal dengan Ana karna belum pernah bertemu walau wajah Ana mirip dengan An.
Alena membawa Baby Kenan duduk di Mobil khusus area Istana milik Khas Istana Kerajaan untuk Ratu (Ana) tapi Para Pengawal tentu menuruti perintah Alena meminjamkan barang-barang apapun yang dikenakan Ana karna Alena percaya kakaknya itu tau barang terbagus dan terbaik pasti apapun milik Ana bagus.
"pakai sabuk pengaman nya ya Kenan?" pinta Alena memakaikan pengaman di tubuh mungil Baby Kenan serta mengatur sabuk pengamannya karna tubuh Kenan sangat kecil dan Sabuk pengamannya harus pas dengan tubuh kecil Kenan.
"sikecil kesayangan Maldev." Alena mencium pelipis Baby Kenan yang tersenyum lebar menunjukkan gigi kecilnya yang sudah tumbuh.
Alena pun ikut tersenyum lebar, "siap Kenan?"
"iaaapp!!" jawab Kenan pun semangat.
Alena pun melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang berkeliling Istana, mata besar Kenan berbinar melihat sekeliling namun tubuhnya sangat tenang.
Kenan sangat sering dibawa naik Mobil dan Motor jadi sudah terbiasa sangat tenang padahal Ia masih kecil seharusnya suka banyak bergerak.
Kenan pun melambai-lambai menyapa banyak Pengawal dan Pelayan yang dilewatinya, "daddaahhhh??"
Para Pengawal dan Pelayan yang disapa juga ikut tersenyum lebar melambaikan tangannya menyapa sosok mungil yang mirip-mirip dengan Ana (An kan Saudara Kembar Ana jadi mereka memang mirip).
Alena tentu dengan senang hati membawa Kenan kemanapun malah ingin 24 jam selalu bersama Kenan tapi mau bagaimana lagi Kenan itu hanya Keponakan Alena bukan anak kandung Alena, yang dibutuhkan Kenan itu Carrina (asi).
puas naik Mobil mengelilingi Istana tiba-tiba ada seorang Pelayan melaporkan ke Alena bahwa An dan Carrina mencari Kenan.
"mau sama Mamah sayang?" tanya Alena dibalas geleng-geleng oleh Kenan malah menepuk-nepuk Mobil itu seperti ingin jalan-jalan sekali lagi.
Alena terkekeh lalu mengatakan pada Pelayan itu untuk mencari Putra Kecilnya sendiri.
Alena membawa Kenan ke Taman dan membawa Baby Kenan duduk di Ayunan yaitu dengan cara dipangku oleh Alena.
"lihat sayang? Mamah cantik yah?" Alena menunjukkan Foto Carrina diakun pribadi Carrina.
__ADS_1
"mahh?" Kenan menggapai-gapai layar Ponsel itu.
Alena mencium sayang Baby Kenan lalu Ia melihat sekeliling dan terkejut melihat sosok Pria di balik jeruji pagar belakang Taman membuat Alena tersentak tidak percaya sosok itu selalu ada dimana-mana akhir-akhir ini padahal sebelumnya tidak.
Sosok Pria itu pun tersenyum tipis dibalik maskernya lalu berbalik pergi setelah melihat Alena.
Alena melebarkan matanya, "Heiii?? jangan jadi Pengecut dan main tebak-tebakan denganku!! katakan saja siapa kauu?" pekik Alena.
sosok itu berhenti ditempat lalu membalik separuh badannya ke Alena, Alena melihat sosok itu berhenti pun segera bangkit dari Ayunan sambil menggendong Kenan yang tidak cengeng (menyusahkan) sama sekali.
Alena mendekati pagar tinggi yang dipenuhi oleh pepohonan Bunga itu, "katakan siapa namamu?"
"kamu tidak mengingatku?" tanya Pria itu dengan suara beratnya yang keren diluar ekspetasi Alena mengira suara Pria itu cempreng karna selalu datang dan pergi tanpa berbicara.
"aku tidak mengingatmu hanya dengan memberiku Permen Caramel, aku banyak memberi Permen Caramel pada siapapun itu." jawab Alena.
"nanti...! aku akan datang kepadamu dengan wajah asliku, aku bukan Pengecut tapi aku akan datang diwaktu yang tepat." kata Pria itu.
Alena mendengus lalu Pria itu beralih menatap Baby Kenan yang mengerjab melihatnya yang cukup aneh karna serba tertutup.
"aku pergi..!" kata Pria itu.
Alena memegang jeruji besi, "nama samaranmu?" tanya Alena.
Pria itu tersenyum tipis, "mawar putih."
Alena melebarkan matanya lalu Pria itu pun benar-benar pergi darinya.
"mawar putih?" gumam Alena.
Alena teringat sosok Misterius yang memiliki nametage Mawar Putih seorang Hacker ternama digadang-gadangkan mendapatkan nilai IT terbaik saat berguruan tinggi tapi sosoknya tidak dikenal selain lambang Bunga Mawar Putih saja.
"ke--kenapa harus mawar putih?" gumam Alena yang suka Bunga Mawar Putih kenapa bisa sama dengan Pria itu? sejak kapan Pria suka Bunga Mawar?
.
.
yap...! An dan Ana sudah bahagia kan? kita lanjut ke Alena namun Part lainnya akan menyusul.
__ADS_1
.
.