
.
.
.
Carrina pun membawa kendaraan nya dengan hati-hati dan tidak berani menoleh sedikitpun ke An yang sedang tidur, Carrina takut kehilangan fokus dan membahayakan nyawa An nantinya.
setibanya di Perusahaan BlackMalv.
"akhirnya sampai juga." batin Carrina merasa sangat lega telah berhasil menjaga kepercayaan An terhadapnya dengan membawa kendaraan disaat An sedang terlelap.
Carrina memutar kepalanya ke arah An yang tertidur pun benar-benar sangat tampan, "kenapa bisa setampan ini?? aduuh..! ak-aku?" batin Carrina menundukkan pandangannya tidak berani memandang An lebih lama.
Carrina menggigit bibir bawahnya tidak punya nyali membangunkan An yang sedang tertidur pulas itu.
"bagaimana caraku membangunkannya?" batin Carrina ragu-ragu.
Carrina melihat An lagi lebih lama, "apa dia kelelahan?" batin Carrina lagi penasaran.
Carrina bahkan tidak berani bergumam pelan saking takutnya An terbangun, Carrina melepas jaket luarnya lalu menyelimuti An dengan hati-hati setelah menyelimuti An tentu Carrina harus tetap sadar untuk menjaga An yang tertidur di Mobil.
lama-lama mata Carrina terasa berat ketika Ia melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 2 malam tapi An belum ada tanda-tanda keluar dari alam mimpinya, Carrina melihat sekitarnya.
"mana mungkin aku tidur disini, nanti nama Tuan Muda bisa saja tercoreng karnaku." batin Carrina lalu keluar dari Mobil itu begitu hati-hati.
"akhirnya bisa bernafas." gumam Carrina yang sudah bebas dari Mobil An.
Carrina tau kalau An memiliki tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi sehingga Carrina sangat berhati-hati dalam bergerak bahkan saat bernafas pun Carrina sangat berhati-hati.
Carrina hanya mengenakan kaus lengan panjang lumayan tipis dan celana panjang, Ia merasa dingin juga lalu duduk didekat Mobil An yang terparkir dan memeluk lututnya sendiri sambil memandang setengah mengantuk ke arah An.
"aku tidak boleh tertidur, nanti kalau ada yang melukai Tuan Muda bagaimana?" gumam Carrina menepuk-nepuk kedua pipinya untuk tetap sadar.
beberapa saat kemudian,
Carrina tertidur dengan dagu bersandar di atas lututnya dan kakinya dipeluk oleh kedua tangannya, Ia ingin menjaga An tapi mata nya memang tidak sanggup.
sekitar jam 4 pagi,
An menggeliar di dalam Mobil lalu perlahan membuka matanya, "aku ketiduran?" gumam An yang jujur saja tidak pernah seperti ini.
__ADS_1
An menoleh ke arah samping tidak ada siapapun ketika Ia menegakkan badannya malah melihat sosok Carrina tertidur dengan posisi terbilang lucu tak jauh dari Mobil yang terparkir.
"apa yang dia lakukan? apa dia tidak kembali ke Kamarnya? tidak kedinginan?" An sendiri kaget dengan apa yang Carrina lakukan di cuaca yang dingin itu.
An lagi-lagi terhenyak melihat jaket Carrina yang seharusnya dipakai Carrina kini jadi selimutnya sedangkan Carrina malah kedinginan disana.
"ckk..?" An berdecak tidak percaya ada seorang perempuan yang melindunginya padahal selama ini An selalu menjaga adik serta kembarannya tapi apa yang ia rasakan sekarang malah sosok asing itu yang menjaganya.
An keluar dari Mobilnya dan melangkah ke arah Carrina yang terlelap, An mengetuk kepala Carrina dengan jari telunjuknya.
"jangan menggangguku..! aku sedang menjaga Tuanku." racau Carrina menepis tangan An.
An mengerutkan keningnya, "siapa Tuanmu?"
"Tuan-ku ada didalam Mobil." jawab Carrina segera berdiri tegak menunjuk ke arah Mobil An tadi dengan mata terpejam.
An tersenyum lalu terkekeh tanpa suara melihat tubuh Carrina tidak bisa berdiri dengan benar, Carrina menguap lebar dibalik maskernya lalu Ia yang kesal merasa terganggu dengan maskernya itu malah melepas maskernya sehingga An bisa melihat wajah Carrina dengan jelas.
"heiii?" An menutupi kepala Carrina dengan Jaket Carrina sendiri lalu Carrina masuk ke pelukan An.
"apa dia memang tidak tidur sejak tadi?" gumam An yang malah biasa saja melihat paras Carrina yang sangat cantik.
An mengambil masker Carrina lalu menggendong tubuh Carrina dengan kepala Carrina terbungkus jaket.
"Tuan..? jangan culik aku..! aku sedang menjaga Tuanku." racau Carrina dibalik Jaket yang menutupi wajah cantiknya itu.
An mengulum senyum tipis tanpa menjawab racauan Carrina yang bilang akan menjaga Tuannya sementara Carrina sendiri sudah masuk ke Alam mimpinya.
An membawa Carrina masuk Lift lalu memasuki Ruangan Carrina sampai tiba di tempat Istirahat Carrina, An meletakkan tubuh Carrina di atas Ranjang.
"panas..!" racau Carrina lalu An menatap Carrina yang kesulitan melepas jaket yang menutupi kepala Carrina itu.
An mengangkat pinggang Carrina dan melepas jaket yang menutupi wajah Carrina, An menyibakkan rambut Carrina yang menutupi wajah nya itu lalu Ia hendak pergi namun tiba-tiba Ia berhenti dan menoleh ke Carrina lagi.
"dia pasti tidak ingin aku tau wajahnya." gumam An lalu memperbaiki rambut Carrina dan dengan hati-hati An memakaikan masker di wajah Carrina lagi.
Jika An penggila perempuan cantik pasti sejak hari itu An sudah jatuh cinta pada Carrina tapi An tidak bisa jatuh Cinta hanya karna cantik bak dewi saja melainkan hatinya harus bisa terpaut oleh pesona unik seorang Gadis siapapun itu, jika An suka walau wajahnya tidak cantik pun An akan genggam sebab An tidak memandang fisik seseorang.
An menyelimuti Carrina lalu pergi dari Ruangan Carrina tanpa menoleh sedikitpun.
.
__ADS_1
pagi-pagi,
Carrina tersentak bangun dari tidurnya, Ia menoleh ke kiri dan ke kanan.
"kenapa aku bisa ada disini?" gumam Carrina meraba-raba wajahnya yang masih mengenakan masker dan hal itu membuatnya merasa aman.
"apa Tuan Muda yang membawaku?" tebak Carrina.
Carrina menjerit kesal seketika bisa-bisanya Ia malah merepotkan An padahal niatnya Carrina ingin menjaga An yang tertidur begitu pulas malah Carrina yang ketiduran.
.
tok.. tok. tok...!
Pintu Ruangan An diketuk oleh Carrina,
ceklek..!
Carrina memasuki Ruangan An dan melangkah dengan hati-hati lalu melihat An tengah duduk di meja sambil memainkan Pulpen dan sorot mata nya itu tengah serius melihat berkas penting.
"ada apa?" tanya An tanpa melihat ke Carrina.
"Tu-Tuan Muda.? sa-saya ketiduran ma-maafkan saya, anda jadi keberatan menggendong saya ya?" ucap Carrina.
An menyunggingkan senyum miringnya, "aku tidak selemah itu." jawab An tidak melihat Carrina.
"bu-bukan begitu Tuan Muda, hm..? sa-saya ingin bertanya apa masker sa-saya.. eh?? Hmm?" Carrina seperti ragu untuk menanyakan hal yang mengganggu pemikirannya.
An meletakkan berkasnya dimeja lalu bersidakap dada memandang Carrina dengan wajah datar, Ia tau maksud pertanyaan Carrina yang ingin tau apakah An melihat wajah Carrina beberapa jam yang lalu, jika iya maka Carrina tidak akan punya muka lagi karna Kecemasannya itu.
"tidak..!" jawab An.
Carrina tersenyum lega mendengarnya, "Terimakasih Tuan Muda..!? saya permisi." tunduk sopan Carrina lalu segera pergi dari Ruangan An.
An melihat pintu Ruangannya yang tertutup lalu Ia kembali membaca berkas pentingnya tanpa peduli kesenangan Carrina yang tidak tau kalau An sudah melihat wajahnya itu tapi An berbohong demi keprofesional-an Carrina kedepannya.
.
.
.
__ADS_1