Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
selalu saja


__ADS_3

.


.


.


Carrina menatap Jus nya saja dengan seksama merasa bulir-bulir jeruk yang Ia rasakan sangat segar seolah tau kalau pemilik acara Pesta ini pasti menggunakan buah yang baru dipetik langsung dari pohonnya.


jujur saja ini pertama kalinya Carrina berada di Acara yang ramai dan rasanya sangat mendebarkan apalagi semua yang ia lakukan demi An, tanpa Carrina sadari rasa sukanya pada An membuat keberanian itu tumbuh dalam dirinya.


demi An, demi kebaikan An, tidak boleh An dipermalukan, jangan merepotkan An, jangan membuat rusak nama An, jangan sampai An diremehkan karna punya Asisten penyakitan aneh sepertinya, jangan sampai An dicemoohkan oleh Orang lain punya Asisten tidak berpendidikan seperti Carrina.


itulah semua isi kepala Carrina sehingga bisa bertahan di keramaian selama kurang-lebih 2 jam dan sekarang Carrina masih baik-baik saja.


"aku makan apa ya?" gumam Carrina mengedarkan pandangannya dan tidak sengaja Carrina melihat banyak mata lelaki memandang nya intens.


Carrina meremas gaun Silvernya, "tenang Carrina..! tenang..! jangan membuat Tuan Muda Malu..! jangan merepotkan Tuan Muda." batin Carrina menenangkan diri dan berulang kali Carrina mengatakan hal itu sampai Ia benar-benar tenang dan tersenyum dibalik maskernya.


Kekuatan Cinta Tersembunyinya itu membuat Carrina bisa sembuh tanpa Obat.


Carrina berjalan dengan tenang ke arah meja makan membiarkan para lelaki yang memandang bola mata indahnya itu, walau jantung Carrina berdebar kencang bukan karna Cinta tapi efek Kecemasannya masih ada walau ditekan paksa dengan segala kekuatan Cinta Tersembunyinya itu demi sosok yang tidak akan Carrina izinkan direndahkan Orang banyak karena dirinya itu.


Rovert melihat itu menoleh ke An dengan tatapan tidak percaya, "aku tidak yakin dia punya gangguan kecemasan, dia baik-baik saja An."


An tersenyum tipis melihat ekspresi Carrina yang jelas berusaha menahan rasa cemasnya itu dengan sekuat tenaga.


"An?" Rovert memukul lengan An dengan pelan bagi sesama lelaki.


"dia memang punya gangguan kecemasan Pa..? aku melihat catatan medisnya." jawab An.


Rovert ternganga, "tapi kenapa Papa melihat dia normal-normal saja?"


"Papa tidak melihatnya dengan jelas kalau dia menahan kecemasannya itu." jawab An.


Rovert memicingkan matanya curiga, "kenapa kau bisa tau apa yang dia kerjakan? apa kau menyukai gadis itu?"


"apa dia cantik?" tanya Rovert.


An memutar kedua bola matanya dengan malas, "apa penting dia cantik?"

__ADS_1


Rovert melebarkan matanya, "tentu saja kamu harus jatuh Cinta pada Gadis cantik lalu apa ada yang bisa membuat Pria jatuh Cinta tanpa memandang fisiknya?"


An menggeleng kepalanya, "bukankah Papa jatuh Cinta pada Mommy saat berganti kulit?"


Rovert menatap datar An yang mengungkit cerita ratusan abad yang lalu, "Papamu ini punya selera yang tinggi."


"aku tidak butuh hal itu." jawaban An yang terlalu santai itu membuat Rovert mendengus padahal Rovert memang jatuh cinta pada Xabara yang sedang misi penyamaran ditengah hujan kulit hitamnya luntur sedang menolongnya tapi harga dirinya yang terlalu Rovert jaga itu tentu Ia tidak mau mengaku pada Putranya.


.


Carrina sedang makan dengan memasukkan sedikit demi sedikit lewat maskernya itu.


"Haii?" sapa Pria gagah ke Carrina.


Carrina menoleh ke Pria itu mata besar Carrina mengerjab pelan.


"mata mu indah sekali..! kamu Asistennya Tuan Muda An ya?" tanya Pria itu sok akrab.


Carrina mengambil tisu dan mengelap tangannya yang kotor, "Tuan Zheyan ya?" tebak Carrina yang memang diajak An tadi berbincang serta berkenalan pada rekan bisnis An yang suka dengan jasa Bodyguard Perusahaan An.


"waah..! ingatanmu sangat bagus Nona." puji Pria yang akrab dipanggil Zheyan.


Zheyan mengulurkan tangannya sementara Carrina melihat tangannya yang masih kotor, Carrina pun memperlihatkan tangannya yang kotor lalu izin ke Toilet untuk membersihkan kedua tangannya itu.


Carrina berjalan di tengah keramaian sambil mengedarkan pandangannya mencari letak toilet untuk mencuci tangannya, ketika Carrina mencari Toilet malah melihat An berbicara dengan seorang Wanita padahal terakhir Carrina izin dari An yang sedang berbincang dengan Rovert Maldev.


Carrina yang tau Rovert adalah Ayah kandung An tentu memilih pergi sebab Ia bukan siapa-siapa sehingga berani ikut campur dalam pembicaraan Ayah dan Anak itu.


"siapa itu?" batin Carrina berjalan ke arah An tetapi Ia malah di dorong-dorong oleh tamu undangan yang berdesakan sehingga kaki Carrina tergelincir oleh heelsnya yang tingginya 17 cm itu.


"akkh??" Carrina menutupi kepalanya tiba-tiba Zheyan datang membantu Carrina.


"Kamu tidak apa-apa Nona?" tanya Zheyan dengan cemas.


Carrina menggeleng kepalanya lalu meringis seketika saat Zheyan memegang tangan Carrina.


"kenapa? luka?" tanya Zheyan melihat punggung tangan Carrina yang merah.


"sepertinya terkena heels seseorang tadi." jawab Carrina tersenyum dibalik maskernya sambil membenarkan posisi maskernya yang Carrina takutkan lepas atau turun.

__ADS_1


"ayo aku bantu..!" Zheyan hendak membantu Carrina tiba-tiba Zheyan menoleh kesekitar yang merasa kosong.


Carrina melihat sekeliling tidak ada Orang yang berkerumunan didekatnya lagi ketika Ia mendongak melihat sosok An yang berdiri gagah memandangnya dengan wajah andalannya yaitu datar.


"terluka?" tanya An.


Carrina tersenyum lalu menggeleng kepalanya, "saya baik-baik saja Tuan."


An mengulurkan tangannya dan Carrina awalnya malu menyambut tangan An tapi melihat wanita yang tadi berbicara dengan An membuatnya yakin menyambut tangan An.


Zheyan melihat saja interaksi keduanya lalu Ia berdiri, "saya membantu Asisten anda yang terjatuh Tuan Muda." ujar Zheyan.


"hmm!" sahut An lalu tangannya menggenggam tangan Carrina dan menariknya lebih dekat di dadanya namun sorot mata tajamnya melihat punggung tangan Carrina yang terluka.


"siapa?" tanya An dengan sorot mata dingin.


Carrina tersenyum kikuk karna berpikir An hanya melindunginya sebagai bawahan.


"saya tidak tau Tuan." cicit Carrina.


An melirik situasi yang dimana semua Orang membuang muka seolah tidak mau terkena tuduh telah menginjak punggung tangan Carrina.


"Tuan siapa perempuan aneh ini?" tanya Wanita yang sejak tadi mencoba dekat dengan An malah membuat perhatian An cepat teralihkan karna Carrina.


An menoleh tajam ke arah Wanita itu ternyata Lidya yang tidak tau malu selalu saja mencoba dekat dengan An yang jelas-jelas mengabaikan serta menolaknya.


"iya benar..! aku hanya perempuan Aneh..! kenapa aku begitu berani bersikap cemburu." batin Carrina menundukkan wajahnya.


An melihat ke arah Carrina yang tampak tertekan dengan kata-kata Lidya, An menarik Carrina yang berjalan sedikit pincang mengikutinya ketika An sadar lagi-lagi Ia merasa geram mengapa Carrina bisa mengenakan heels setinggi itu?


(Nae : jelas-jelas An tadi yang minta Carrina pakai heels yang senada dengan gaunnya, malah nyalahin Carrina? 😂😂).


"aakhh?" Carrina membekap mulutnya ketika An menggendongnya.


semua yang melihat perlakuan An terbelalak kaget bahkan Lidya dan Zheyan pun syok melihatnya.


"jangan salah paham Carrina..? Tuan Muda seperti ini karna kamu bawahannya, kenapa kamu selalu merepotkannya hah?" batin Carrina seketika wajahnya menjadi murung padahal Ia sedang berada digendongan Pria yang Ia kagumi selama ini seharusnya Carrina bahagia.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2