Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
pertengkaran di Supermarket


__ADS_3

.


.


.


Carrina bersenandung pelan dan melangkah mundur membawa Trolynya sebab Ia merasa melewatkan makanan ringan yang paling enak menurutnya.


duggh...!!


Carrina menabrak punggung seseorang lalu segera Carrina berbalik badan dan meminta maaf.


"Carrina?" tebak Orang itu.


Carrina perlahan mendongakkan pandangannya bisa melihat sosok yang Ia kenai tadi ternyata adalah Zheyan.


Carrina melangkah mundur, "kenapa dia bisa ada disini?" batin Carrina merasa tidak senang.


"sepertinya kita berjodoh ya?" canda Zheyan dengan senyuman sebab Ia tau mata Carrina dan suara Carrina yang unik jadi mudah dikenali.


Carrina berbalik mendorong Trolynya, Zheyan dengan tidak tau malunya berlari mengejar Carrina sehingga sejajar dengan Carrina dan banyak bertanya keseharian Carrina. Carrina diam saja tanpa merespon ocehan Zheyan yang sok akrab sekali dengannya bertanya hal yang membuat Carrina malas menjawabnya.


"berhenti...!" titah Carrina seketika Zheyan tersenyum akhirnya Carrina mau bersuara.


"kenapa kau mengikutiku?" tanya Carrina dengan nada tak senang.


"bukankah kita berjodoh? kita tidak sengaja bertemu disini." tanya Zheyan.


Carrina menggeleng kepalanya, "aku tidak menganggap ini jodoh tapi tidak sengaja dan kau jangan mengada-ngada padaku ya? jodohku Tuan An bukan Kau."


Zheyan kehilangan senyumnya, "kenapa kau bisa begitu percaya dengan An? dia memiliki banyak wanita disisinya."


Carrina semakin tidak senang, "kau tidak akan bisa memprovokasiku, menjauh dariku.!" usir Carrina segera pergi dari Zheyan.


Zheyan tidak mendengarkan Carrina malah tetap mengejar Carrina yang kehilangan kesabarannya langsung menginjak kaki Zheyan tanpa hati.


"dasar keras kepala..! aku sudah bilang tidak usah mengikutiku." geram Carrina lalu pergi membawa belanjaannya ke meja kasir.


Carrina membayar semua belanjaanya dan Ia kaget melihat sebuah BlackCard ada di Dompetnya, "ini punya siapa? punya An? kenapa dia meletakkan Blackcardnya di dompetku?" batin Carrina.


"bayar tagihannya dengan apa kak?" tanya Kasir Supermarket.


"ahh..? ini." Carrina menyimpan BlackCard milik An lalu memberikan Kartu ATM miliknya untuk membayar tagihannya.


"pembayaran berhasil..? terimakasih telah berkunjung Kak." ucap Kasir dengan ramah memberikan plastik berisi makanan yang Carrina beli.


Carrina menerimanya sambil tersenyum dibalik maskernya dan mengucapkan terimakasih, belanjaan Carrina memang terlihat sangat besar dan banyak tapi sebenarnya tidak berat sama sekali.

__ADS_1


Carrina melihat Zheyan yang berdiri menunggunya di dekat meja Kasir sepertinya Carrina kurang menggunakan kekuatan saat menginjak kaki Zheyan tadi.


"Carrina..!" Zheyan mendekati Carrina yang melangkah mundur.


"jangan mendekat...!" pekik Carrina.


semua pengunjung Supermarket melihat ke arah Carrina yang berteriak.


"akh..! maaf semuanya, temanku sedang marah padaku." ucap Zheyan ke semua orang yang melihatnya.


"siapa Temanmu?? aku bukan temanmu." bantah Carrina.


"lalu kita sepasang kekasih?" tanya Zheyan.


"dasar tidak tau malu..!" geram Carrina melihat Zheyan malah tersenyum lebar tanpa merasa bersalah.


Carrina ingin mencekik Zheyan saat ini tapi tidak mungkin Ia lakukan didepan Umum, Carrina hanya punya 1 pemikiran yaitu lari.


Carrina menoleh sekitar, "lebih baik aku lari saja.! nanti kalau ada yang memotret kami An bisa salah paham." gumam Carrina sungguh pelan.


"apa yang kamu bicarakan Carrina?" tanya Zheyan dengan beraninya melepas topi Carrina.


Carrina melebarkan matanya lalu hendak mengambil topinya dengan santainya Zheyan meninggikan topi itu sehingga Carrina tidak akan bisa menggapainya kecuali bersentuhan fisik dengan Zheyan.


"Pria ini Gila..! dia seperti gambaran Lancord." batin Carrina melangkah mundur.


"apa ini Carrina kekasihnya Tuan An ya?" tanya Flo memperhatikan penampilan Carrina dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Carrina mengumpat dalam hati mengapa kesialan bertemu 2 serangga bisa terjadi di hari yang sama bahkan didepan Umum padahal Carrina sudah mendatangi Supermarket yang tidak terlalu mewah sehingga jarang didatangi kalangan atas.


"aku penasaran rupamu." kata Flo.


Carrina memegang plastik belanjaannya di tangan kiri dan kanannya sehingga tidak bisa melawan Flo yang berusaha melepas maskernya, Carrina berusaha mengelak tapi Flo bergerak sungguh licik bisa melepas masker Carrina.


Carrina menatap tajam Flo yang cukup terpana melihat paras Carrina, "kenapa kau masih ada disini?"


"kenapa? kau ingin aku kembali ke Jerman? aku ini WNI asli yang tidak bisa menetap di Negeri Orang kecuali ada Kontraknya .. aku tidak menyangka Kau secantik ini, apa wajahmu ini asli?" tanya Flo dengan meledek.


Carrina melihat banyak Orang yang tampak begitu terpesona dengan kecantikannya dan terlihat bertanya-tanya apakah Carrina Operasi.


"apa maksudmu?" tanya Carrina dengan tajam.


"berhenti mengganggu Carrina!" Zheyan sok menjadi pahlawan kesiangan didepan Carrina.


"minggir..!" usir Flo dengan tidak senang ke Zheyan.


Carrina mengambil kesempatan itu untuk lari tapi Ia malah seperti terkurung ditengah kerumunan Orang yang melihatnya dengan takjub bahkan memuji Carrina yang sangat cantik.

__ADS_1


Carrina tersenyum kikuk dan hendak menerobos mereka semua tapi lengannya di tarik oleh Flo.


"aakhh..!" wajah Carrina disiram air oleh Flo sampai Carrina terbatuk-batuk.


"kalau bukan Operasi plastik pasti karna make Up kan?" sinis Flo dengan beraninya mengambil tisu basah dan mengelap-ngelap wajah Carrina.


Carrina menoleh ke kiri-ke kanan menghindari kekasaran Flo terpaksa Ia melepaskan belanjaannya sampai berserakan dilantai lalu mendorong Flo sampai terjatuh oleh heelsnya sendiri.


"memangnya kita sama hah?? kau yang seharusnya berkaca..!" teriak Carrina dengan marah.


Zheyan terpana melihat wajah Carrina yang tidak berubah sama sekali setelah dibersihkan paksa oleh Flo, begitu juga yang lain mulai berbisik-bisik kalau Carrina punya wajah natural yang tidak dipoles apapun.


Carrina mengambil air di meja Kasir lalu menyiramnya ke wajah Flo dan melakukan hal yang sama sehingga bulu mata Flo lepas.


"bagaimana? sekarang siapa yang bermake up?" tanya Carrina dengan puas melihat Flo memekik menutupi matanya yang tidak memakai bulu mata.


Carrina melempar tisu basah yang ada bulu mata Flo, "ambil sana bulu mata palsumu itu."


"apa kau tidak tau siapa aku ha?" teriak Flo dengan segala kekuatannya bangkit menuding Carrina sedangkan tangan lainnya tetap melindungi matanya.


Carrina menarik lengan Flo sehingga banyak Orang yang syok melihat Flo lalu menertawai Flo terlihat aneh ketika tidak memakai bulu mata.


"kau mau mempermalukanku tapi kau sendiri yang mempermalukan dirimu sendiri." kata Carrina dengan sinis lalu berbalik mengutip cemilannya dan memasukkannya ke plastik belanjaannya.


Flo yang terlanjur malu memilih lari dari tempat itu, Ia tidak percaya diri kalau tidak ada bulu mata palsunya itu sebab wajahnya jadi memang terlihat aneh tanpa bulu mata palsu.


"biar aku bantu..!" kata Zheyan.


Carrina mendorong Zheyan sampai terduduk dilantai, Carrina menatap tajam dan benci ke Zheyan.


"pergi dariku...!" nada bicara Carrina terdengar begitu dingin dan sangat tidak suka pada Zheyan.


"aku hanya ingin membantumu." bela Zheyan.


"tidak butuh..!" jawab Carrina.


Carrina bangkit memegang belanjaannya lalu hendak pergi dan dicekal lagi oleh Zheyan, Carrina menghembuskan nafasnya.


"lepaskan...!" titah Carrina.


"ada apa Carrina? kenapa kamu begitu benci padaku?" tanya Zheyan.


"apa karna An? jangan dengarkan kata-katanya, dia hanya bicara omong kosong tentangku. pasti dia menjelek-jelekkanku padamu kan?" tanya Zheyan enggan melepaskan Carrina.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2