
.
.
.
Carrina sangat cantik itulah penilaian pertama Para bawahan baru An yang melihat wajah Carrina secara langsung, menurut mereka pantas saja An sangat mencintai Carrina dengan paras yang tidak nyata seperti yang Carrina miliki.
"lain kali mereka tidak akan membuatmu menunggu Carrin." senyum tipis An ke Carrina yang mengangguk menahan malu.
An mengelus kepala Carrina, memiliki Carrina sudah jelas keberuntungan bagi An selain sangat perhatian juga memiliki hati yang sangat cantik seperti parasnya itu, Carrina sangat penurut pada An walau khawatir pada Carrina jika keluar Mansion namun bisa membuat An tidak terlalu khawatir dengan segala ide cerdasnya itu.
"ayo kita temui Agus..!" ajak An menggenggam tangan Carrina meninggalkan rapat dadakan yang An lakukan hanya untuk mengenalkan Carrina pada bawahannya itu.
Rovert terkekeh geleng-geleng kepala melihat kepergian An, mentang-mentang sudah jadi Presdir bahkan mantan Presdir seperti Rovert pun di suruh hadir di acara rapat dadakannya itu padahal Rovert sudah tau kalau Carrina adalah Istri An.
Penguasa memang suka mengatur orang lain itulah darah Penguasa yang sebenarnya, Barrest mendekati Rovert memaksa Rovert untuk membawa menantunya Xabara itu datang ke Rumah mereka, Aya pasti senang sekali melihat Carrina yang bisa membuat An berubah seperti itu.
An dan Carrina pergi ke Kantin dan mendatangi Agus yang baru saja kenyang makan enak di Kantin Perusahaan Rovert, ini pertama kalinya Agus bisa memasuki Perusahaan ternama itu hanya karna Carrina menunjukkan foto pernikahannya dengan An didepan Satpam sehingga mereka mengizinkan Carrina masuk sebab Foto Carrina sangat nyata tidak ada editannya sama sekali dan juga foto-foto yang ditunjukkan juga bukan hanya 1 melainkan banyak.
"Tuan? Nona?" sapa Agus berdiri dari duduknya.
"ikut aku.!" titah An dan Agus segera mengangguk mengerti.
"apa sudah bayar?" tanya An.
"sudah Tuan." jawab Agus melihat Carrina tersenyum seperti itu membuat Agus mengerti kalau An hanya membahas hal baik saja jadi tidak perlu takut.
.
di Ruangan An,
"apa kau mau menjadi Asisten keduaku?" tanya An ke Agus dengan serius.
Agus tersentak, "bolehkah Tuan?"
"ha?" An malah heran mengapa Agus seperti menolak dan ragu dengan tawarannya.
"saya hanya tamatan kampus biasa bukan berpendidikan tinggi dari kampus ternama, jika saya bekerja disini pasti sudah jelas akan menjadi hal yang sangat patut dipertanyakan, bekerja dengan anda adalah hal yang sangat menguntungkan Tuan, jika saya tidak bertemu anda mungkin saya menganggur saat ini." kata Agus.
"kenapa bicara seperti itu Agus? kamu hanya tinggal menunjukkan pada mereka semua kalau kamu akan bekerja dengan baik sama seperti aku yang tamatan SD tapi bisa menjadi Asisten An dengan kerja kerasku." Carrina bersuara.
__ADS_1
"sa--saya tidak bermaksud menyinggung Nona." bela Agus.
Agus tau dari gosip para Pekerja BlackMalv kalau Carrina menguasai hampir 8 bahasa Asing, jika dibandingkan dengan Agus sangat jauhlah perbedaannya.
"kalau begitu kamu harus tegakkan kepercayaan Tuan Muda An ya?, jangan peduli perkataan Orang lain, aku sangat ingat kata An kesetiaan itu mahal harganya mungkin diluar sana banyak yang lebih baik darimu dari segi pendidikan tapi dibanding mereka kesetiaanmu jauh lebih baik." Carrina.
Agus menundukkan kepalanya sedangkan An tersenyum tipis melihat Carrina dengan tatapan bangga, An tidak perlu bersusah payah membujuk Agus karna Carrina sudah melakukannya untuk An.
"baiklah Tuan..! akan saya lakukan apapun yang Tuan inginkan, maafkan saya yang sempat goyah karna tidak percaya diri." Agus menjawab dengan nada merasa bersalah.
"baiklah..! maafmu aku terima, ketidak percayaan dirimu itu adalah tanggamu untuk menuju keberhasilan, karna kebanyakan dari mereka pekerja keras." An tersenyum lalu mengulurkan tangannya.
Carrina bergelayut di lengan An sambil mengucapkan selamat pada An telah mendapatkan Asisten kedua.
"aku antar kamu pulang ya sayang?" pinta An dan Carrina segera menggeleng tidak terima.
"suamiku sangat sibuk..! aku tidak mau diantar olehmu An, besok kita akan bekerja bersama ya?" Carrina.
"tapi sayang?" bantah An dengan lembut.
Carrina bersikeras tidak mau merepotkan An yang baru saja bekerja di Perusahaan X Company Group terlebih lagi Carrina tidak mau disebut Wanita manja yang merepotkan An.
Drrrtt... drrrt...!
Ponsel Carrina bergetar lalu segera Ia mengangkatnya dan tersenyum lebar memberikan Ponselnya ke An.
"kalian akan menjemput Carrin-Ku?" tanya An.
"maaf Bang...! kami sangat sibuk tapi Kakak Ipar bersikeras tetap jalan di menit itu juga karna takut Abang kelaparan, Cinta Kakak Ipar itu benar-benar patut diberi Piala Emas." gerutu Alena.
An mengulum senyum menatap Carrina yang malu-malu karna terlalu khawatir An belum makan siang membuatnya suka mengatur Orang lain seperti Nyonya Sungguhan saja.
"ya sudah...! kalian datanglah..!" titah An lalu panggilan pun di putuskan oleh An.
An meminta Agus untuk menemui Barrest di Lantai 36 lalu An malah pergi ke Lobi Utama dengan santai sambil merangkul pinggang Carrina.
"mereka pasti mengajakmu bermain nanti sayang, kamu mau bersama mereka? kalau tidak mau aku bisa meminta mereka langsung pulang saja." tanya An dengan serius.
"aku ingin bermain dengan mereka." cengir Carrina dengan manja.
An mengusap kepala Carrina, "baiklah...! ingat beritau aku dimana pun kamu berada ya?" pinta An menyibakkan rambut Carrina dan melihat leher Carrina kosong sehingga terbesit dalam pikiran An ingin memberi Kalung untuk Carrina.
__ADS_1
"kenapa An?" tanya Carrina meraba lehernya.
"tidak ada..! kenapa jejaknya bisa hilang total?" tanya An dengan senyuman Carrina memukul bahu An.
"jangan seperti itu An..! kalau ada yang lihat nanti bagaimana? kamu bisa dinilai sebagai Pria mesum." bisik Carrina menjaga harga diri suaminya.
An tertawa lepas dan Carrina malah menyandarkan sisi kepalanya dilengan An sambil memeluk erat sebelah lengan An.
"memang iya kan?" tanya An balik.
"tidak boleh ada yang tau, hanya aku saja yang boleh tau rahasiamu." jawab Carrina membuat An mengangguk-ngangguk setuju.
mereka berbincang sambil menunggu Alena dan Ana datang, An tidak memarahi kedua saudaranya itu hanya fokus dengan Carrina saja lalu mengelus kepala Alena untuk berhati-hati begitu juga Ana.
di dalam Mobil,
"terimakasih Kakak Ipar sudah membela kami." Alena memeluk Carrina dengan gemas.
Carrina tersenyum lebar melihat Ana dan Alena bergantian, "kalian memang tidak salah kan? memang kakak saja yang pemaksa." cengir Carrina.
Alena terkekeh dan Ana tertawa saja didepan mereka.
"kita kemana?" tanya Ana yang sedang mengendarai Mobil.
Carrina melihat kebelakang dan tidak sengaja melihat Mobil yang berada tepat di 2 Mobil dibelakang Mobil mereka kini.
"kenapa ada Mobil yang tidak ada Platnya?" tanya Carrina ke Alena.
"jelas ada yang salah dengan Mobil itu." jawab Ana.
"penculik..!" jawab Alena lagi.
"hah?" cengo Ana dan Carrina.
Alena menjelaskan kebanyakan Mobil Penculik menyembunyikan Platnya dan itu lumayan Viral di Medsos.
.
.
.
__ADS_1