Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
menemui


__ADS_3

.


.


.


"dia begitu sukses." gumam Xabara.


"jangan terlalu keras padanya nak..! dia itu tidak punya Ibu sama sepertimu yang tidak punya Ayah." kata Ratu serius ke Rovert.


"tapi kenapa Putriku harus dijadikan temannya Mom? anakku tidak boleh dimanfaatkan menjadi seorang teman untuknya." protes Rovert.


"dia izin pada Mom kalau Alena bersamanya, Mom kenal Agam, dia anak yang baik apalagi Istrinya tentu buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya." ujar Ratu dengan tegas.


Rovert ingin bicara lagi lalu Xabara bersuara, "sudahlah Rovert..! anak kita sudah memasuki usia matang untuk menikah, kalau kamu mempersulit Pria yang datang padanya kapan anak kita akan menikah? jangan sok muda Rovert..! anak kita sudah dewasa dan kita sudah tua."


Rovert kehabisan kata-kata.


"kalau kamu sudah tua sayang lalu Mom ini bagaimana?" tanya Ratu menunjuk dirinya sendiri dengan raut wajah sedih.


Xabara beralih ke Ratu lalu tertawa kecil segera Ia merangkul lengan Ratu dan berkata, "Mom? habis aku kesal sama Putramu Mom..? dia memperlakukan Alena seperti Alena masih dibawah umur padahal anakku itu seorang pemain Anggar Internasional dan usianya sudah matang untuk berumah tangga."


Ratu terkekeh, "iya juga..! suamimu sangat kekanakan."


Ratu dan Xabara melenggang pergi meninggalkan Rovert yang menganga lebar.


"sayanggg???" rengek Rovert berlari menyusul Xabara.


.


di Apartemen Saga,


"kenapa harus kesini Tuan Muda?" tanya Dyrga penasaran sambil meletakkan tumpukan dokumen yang harus Saga lihat.


"apa ada masalah di perkebunan sawitku?" tanya Saga tanpa menjawab pertanyaan Dyrga.


"saya sudah mengutus 20 Orang pekerja untuk meracun rumput-rumput di perkebunan sawit Tuan tapi malah ada masalah." jawab Dyrga.


"apa?" tanya Saga.


Dyrga mengatakan kalau Perkebunan sawit Saga buahnya diambil oleh Orang-orang yang tidak bertanggung jawab, semua pelepah sawit berserakan dan para pencuri itu hanya mengambil buah serta berondolannya tanpa tersisa.


Saga menyeringai, "ada tikus masuk ke Perkebunanku." seringai Saga.


Dyrga diam saja, "lalu apa yang harus kami lakukan Tuan?" tanya Dyrga beberapa saat kemudian.

__ADS_1


Saga langsung memerintahkan untuk memesan banyak alat penjebak tikus dengan jumlah yang sangat banyak lalu diletakkan di setiap tempat perkebunan Sawit Saga, dan Saga juga mengutus banyak pekerja (pengawal) untuk berjaga-jaga disana selama 3 bulan dan juga menyewa 6 Orang Detektif gunanya untuk mencari tau pelakunya.


"aku tidak akan memberi celah untuk pelakunya apapun alasannya, ini pelajaran buat mereka yang berani macam-macam dengan seorang Reyza." kata Saga tersenyum misterius.


Dyrga tidak berbicara apapun karna sudah tau Reyza adalah Pria yang kejam tak punya rasa kasihan tapi akan berbeda jika sudah bersama Alena.


"apalagi?" tanya Saga berubah serius.


mereka berbicara hal bisnis cukup lama hingga waktu sudah menunjukkan pukul 16.39 WIB.


Alena keluar dari kamar Saga dengan langkah terseok-seok dan Saga melihatnya di Ruang Tamu segera berdiri lalu berlari ke arah Alena, Dyrga membekap mulutnya syok.


"ternyata ini alasannya Tuan minta kerja di Apartemen." gumam Dyrga yang tidak menyangka hubungan Alena dan Saga sudah sejauh ini.


"Alena?" Saga memegang kedua bahu Alena.


Alena mengucek-ngucek matanya, "kenapa aku bisa ada disini?" tanya Alena dengan suara serak bangun tidur.


"aku sudah menghandel para Pekerjamu Alena, kamu bisa Istirahat lebih puas disini." jawab Saga dengan lembut tidak ada Saga yang kasar dan tak punya hati.


Alena mengangguk-ngangguk, "apa ada makanan?" tanya Alena sambil menguap lebar.


Saga merapikan rambut Alena sambil tersenyum tampan, "akan aku masakkan untukmu."


"aku sudah kelaparan." kata Alena menolak dan melenggang pergi melewati Saga padahal Ia tidak tau mana dimana letak dapur Saga.


"mau kemana Alena?" tanya Saga sambil berlari kecil menyamai langkah Alena yang terseok-seok.


"dapur cari makanan di kulkas." jawab Alena sempoyongan.


Saga menggendong Alena ala brydal style tapi Alena tidak berteriak malah nyaman saja digendong oleh Saga dengan mata terpejam.


"kamu mau ke kolam berenang hmm?" ledek Saga dengan gemas.


Alena tak membalas kata-kata Saga karna Ia sangat mengantuk tapi perutnya meronta minta makan.


Dyrga diam-diam memotret Saga dan Alena yang terlihat seperti sepasang kekasih padahal tidak punya hubungan apapun.


Saga mendudukkan Alena di Meja Makannya, "mau Roti?" tanya Saga menyibakkan rambut Alena.


Alena masih memejamkan matanya, "apa saja." jawab Alena.


Saga mengambilkan Roti apa saja yang ada di Kulkasnya juga mengambilkan susu untuk pujaan hatinya itu dengan senang hati seperti sudah menikah saja dengan Alena.


"mau aku buatkan apa Alena?" tanya Saga sambil menyibakkan rambut Alena kebelakang.

__ADS_1


"apa saja yang cepat siap terus bisa dimakan." jawab Alena.


Saga melihat Alena tampak kesulitan makan karna rambutnya itu lalu Ia berinisiatif menyanggul rambut Alena yang sibuk makan seolah tidak terganggu dengan apa yang Saga lakukan itu.


Saga membuatkan Pasta untuk Alena, Saga senyam-senyum melihat cara makan Alena seperti bayi yang sedang mengantuk berat membuatnya gemas saja.


"sudah kenyang?" tanya Saga.


Alena mengangguk, "terimakasih." ucap Alena berdiri dari duduknya lalu melangkah pergi.


Saga pun ikut bangkit segera menggendong Alena, "biar aku antar ya?" bisik Saga.


Alena tidak berbicara apapun malah Ia seperti Orang pingsan saja di gendongan Saga, Dyrga kembali menganga melihat Saga menggendong Alena menuju Kamar.


"apa mereka berpacaran?" gumam Dyrga sangat penasaran.


.


Saga meletakkan Alena di atas Ranjang lalu menyelimuti Alena, "tidur yang pulas ya sayang? kalau kamu gemuk bisa berolahraga nanti." kekeh Saga mengelus pipi Alena.


Saga keluar dari Kamar Alena dan menemui Dyrga dengan santainya meminta Dyrga melanjutkan pekerjaannya padahal Dyrga menunggu Saga cukup lama, Dyrga tak heran lagi sikap Saga yang terlihat tidak punya hati itu tapi malah heran kalau Saga sangat baik pada Alena seakan hatinya itu memang ada disaat semua Orang meragukan Saga punya hati.


ke esokan paginya,


Alena bangun dari tidurnya setelah puas dengan tidurnya hampir 2 hari 2 malam.


"uuhh...! nyenyaknya." gumam Alena tersenyum lebar sambil menggeliatkan tubuhnya.


Alena mengucek-ngucek matanya lalu tersentak mendengar dering ponselnya, "mampus..?" gumam Alena panik segera mengangkat panggilan telfonnya.


Alena ingin berbicara tapi ternyata Xabara menanyakan apakah Alena sudah puas tidurnya seolah-olah Xabara sudah tau dimana Alena saat ini.


"Mommy?" gumam Alena.


"tidak apa sayang..! tadi malam Reyza kesini dan mengatakan semuanya, dia benar-benar Pria Sejati." kekeh Xabara.


Alena menganga mendengar perkataan Xabara, "Saga ke Mansion Mom? Apa Papa tidak marah? apa Papa tidak meninjunya?"


"kenapa Papamu harus marah hmm? kenapa Pria tulus itu harus di tinju? usiamu sudah matang untuk menikah kan? lagian dia sudah jelaskan alasan dia bersembunyi selama ini pada Kami." Xabara.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2