
.
.
.
tidak sampai hitungan jam Rebby telah meninggal dunia membuat Istana berduka kecuali Ana dan Sean yang biasa saja.
Sean juga memerintahkan X (Eks) bawahan setianya menyebarkan berita tentang Rebby yang telah menjadi tersangka percobaan pembunuhan pada Sean.
Rebby dimakamkan dengan hormat layaknya anggota Kerajaan dan setelah itu Istana sunyi seolah masih kehilangan, tidak ada yang tau betapa kejamnya Rebby sebenarnya tapi sebentar lagi Sean akan membuka rahasia besar yang disembunyikan oleh Rebby.
Rumor yang disebarkan oleh Orangnya Sean benar-benar cepat merambat ke berbagai kalangan sampai berita itu terdengar ditelinga Baboly yang seketika memukul meja.
"siapa yang menyebarkan berita itu?" tanya Baboly sebenarnya merasa marah jika itu benar maka selama ini Ia memelihara Seorang Monster tapi jika itu salah maka yang menyebarkan berita harus dihukum.
Baboly segera memerintahkan bawahannya memanggil Sean sehingga Sean dengan cepat menemui Baboly sebab Ia sudah tau akan dipanggil oleh Baboly yang artinya rumor itu telah sampai ke telinga Raja.
"kamu tau Rumor yang beredar pangeran kedua?" tanya Baboly serius.
Sean tersenyum tipis, "sudah aku bilang kalau dia yang menghabisiku Ayah..! aku memiliki buktinya."
Baboly tertegun ternyata Rumor itu benar lalu Ia memperhatikan gerak-gerik Sean yang memanggil seorang Pria berpakaian tertutup ternyata selama ini Sean punya Orang yang sangat dipercaya tapi wajahnya disembunyikan.
Baboly melihat berkas yang Sean berikan betapa terkejutnya Baboly lalu terakhir Sean memperlihatkan rekaman CCTV yang begitu jelas lewat Ponselnya.
"i--ini..?" Baboly benar-benar merasa di khianati selama ini.
"ja--jadi kamu yang meracuninya?" tanya Baboly.
"bukan.! sebelumnya aku hanya mencurigainya saja dan aku baru menemukan buktinya saat dia sakit parah Ayah." jawab Sean.
Baboly mengepalkan tangannya kuat-kuat, "bagaimana bisa aku memelihara seorang anak Monster?" gumam Baboly dengan tangan terkepal kuat.
"tenangkan dirimu Ayah..! aku akan kembali." kata Sean lalu berlalu pergi di ikuti oleh X (Eks).
.
"kamu bisa bebas kemana pun kamu pergi X..? aku harus pergi ke Indonesia tapi aku akan selalu menghubungimu untuk memberitauku masalah Istana." kata Sean sambil berjalan.
__ADS_1
"baik yang mulia." jawab X dengan patuh.
Sean mencari Ana yang tengah berbicara dengan para Pelayan, Ia mengulum senyum melihat betapa sederhana nya sosok gadis yang dicintainya itu mau berbicara dengan seorang Pelayan dari kasta rendah.
Sean mendekati Ana lalu para Pelayan segera bangkit dan merubah sikap layaknya Pelayan Istana, sebelumnya mereka merasa sedang berbicara dengan teman.
"bersiaplah..! besok kita akan pergi ke Indonesia." kata Sean serius.
Ana berdiri seketika, "benarkah?" tanya Ana.
Sean mengangguk lalu mengusap kepala Ana yang tersenyum senang membayangkan Ia berkumpul dengan Keluarganya, Istana memang sangat megah tapi Ana tidak merasa bebas walau tinggal di Istana seluas itu.
ke esokan harinya,
Ana dan Sean pergi ke Bandara dikawal oleh banyak Bodyguard pilihan bahkan diantar sampai ke dalam pesawat saking berkuasa nya Sean sebagai Penerus tahta satu-satunya.
Sean meminta maaf pada Ana karna tidak bisa membawa Ana keluar selama tinggal di Istana saking takutnya Sean jika nanti Ana terluka atau tidak nyaman dengan sambutan rakyat terhadapnya, sosok Ana sudah semakin dicintai Rakyat sejak Ana mau menyentuh tangan Putri Asoka yang punya penyakit menular, Ana dianggap sebagai gadis suci yang tidak punya keinginan memiliki sesuatu (tahta atau kedudukan) selain Cinta saja.
dalam kepercayaan Rakyat Negara Sean sosok Gadis Suci itu ialah seorang Gadis yang tidak mau tahta ataupun kedudukan di Istana dan diyakinkan akan menjadi Ratu yang bijak dimasa depan, memberantas kemiskinan serta pajak yang memberatkan mereka dan memakmurkan Rakyat dari kejahatan apapun.
"tidak perlu diingat." jawab Ana dengan santai.
.
Mansion Maldev,
"Anaaa sayang?" Xabara berlari menyambut kepulangan Putri sulungnya secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Ana tersenyum manis memeluk Xabara lalu Rovert pun ikut memeluk Putri dan Istrinya sekaligus, Sophia merasa canggung ditempat baru ketika Pelayan Mansion Maldev mengambil Kopernya tentu Sophia yang kikuk hanya diam saja.
Ana memerintahkan Pelayannya mengantarkan Sophia ke Kamar Tamu, kamar tamu di Mansion Maldev banyak bukan hanya 1.
"Kakak?" Alena berlari ke arah Ana lalu melompat memeluk Kakaknya.
Ana dan Alena melompat-lompat ceria seperti anak kecil saja.
Sean mengulum senyum melihat betapa harmonis nya Keluarga Ana, Ratu pun begitu senang Ana telah kembali ke Indonesia.
"dimana Carrin Mommy?" tanya Ana menoleh kekiri dan kekanan.
__ADS_1
"Carrin ke Perusahaan X Company Group, dia selalu menempel pada Suaminya itu mungkin bawaan bayinya." jawab Xabara.
Ana tertawa lebar, "Cinta Carrin ke An memang sangat tidak nyata..! pantas saja An sangat mencintainya." gemas Ana.
mereka mengangguk membenarkan kata-kata Ana lalu mereka melangkah menuju Ruang Tamu serta mendengar celotehan Ana tentang banyaknya aturan Istana, Alena sampai melongoh betapa menyebalkannya di ikat dengan aturan yang tidak ada untungnya itu.
Sean garuk-garuk kepala ditatap sengit oleh Rovert sebab membuat Putrinya merasa sesak di Istana megah karna dicekik oleh berbagai Peraturan.
.
sore harinya,
An dan Carrina kembali ke Mansion lalu Carrina dengan ceria memanggil Ana.
"ahahaa!" Ana dan Carrina berpegangan tangan sambil tertawa lepas lalu mereka berpelukan dengan gemas.
Ana mengusap pipi Carrina, "kamu makin tembem aja Carrin."
Carrina tersenyum malu-malu melihat An yang selalu memanjakannya dengan berbagai makanan enak namun masih bergizi, sebelumnya Carrina memang sudah kurus kering dan sedikit berisi sejak bersama An sehingga tubuh Carrina semakin berisi tapi tidak gendut.
Carrina tidak diizinkan berolahraga karna sedang hamil dan akan berolahraga setelah melahirkan.
An juga memeluk Ana sambil mengusap kepala Ana, "kamu hebat bisa bertahan di Negara itu."
Ana dan An melepaskan pelukan bersaudara itu lalu Ana tersenyum manis, "kalian akan mengadakan pesta besar-besaran bagaimana aku bisa tenang disana? aku harus ada disini sampai hari bahagia kalian tiba."
Carrina tersenyum lebar dengan pipi meronanya dan An mengelus perut Carrina yang semakin malu saja digoda oleh Ana.
An dan Carrina hidup tenang selama ini sementara VeroBoy telah menjadi buronan Polisi karna An berhasil menangkap kelemahan Vero serta menyebarkan bukti perdagangan Ilegal yang dilakukan Vero juga memberi Vero racun biji semangka yang pernah berikan oleh Ana ketika pertama kali meracik racun jenis baru versi dewi beracun itu.
An yakin kalau Vero tengah meregang nyawa di suatu tempat sebab tidak ada yang bisa menyembuhkan racunnya dewi beracun. itu sebabnya An tidak cemas jika mereka mengadakan Pesta besar nanti.
bibinya Carrina yaitu Libra diam-diam mencari cara bertemu dengan Carrina (empat mata) tapi selalu gagal sebab Carrina selalu mengikuti An dan menempel pada An sementara Libra takut bertemu An yang sudah membuat kedua Putrinya menghilang entah kemana.
.
.
.
__ADS_1