Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
cemburu


__ADS_3

.


.


.


Carrina pun ketiduran setelah sibuk berpose mengikuti gaya Flo sampai larut malam sebab Ia sebenarnya sudah puas tidur di Mansion An.


pagi-pagi,


Carrina sarapan di Kantin BlackMalv,


Carrina tertegun mendengar cerita Ayunda pada Rop dan Egy membahas tentang pertengkaran Flo dengan Lidya sampai jambak-jambakan rambut.


"apa mereka gila?? aku tidak menyangka Tuan Muda segitu populernya." kata Ayunda.


Egy dan Rop menertawai Ayunda bahkan mengejek Ayunda pemburu Dolar, disaat semua Janda sibuk mencari Ayah sambung kaya raya untuk anak mereka tapi Ayunda malah menyibukkan diri mengejar uang demi masa depan Putri nanti.


"hei..? Carrina?? kenapa disana?? cepat kemari..!" teriak Ayunda melihat Carrina tengah menunggu pesanan.


"iya kak.." sahut Carrina menunjuk meja pesanan seolah memberitau akan datang setelah mendapatkan pesanannya.


"kenapa memanggil Carrina? kalau dia sedih gimana?" tanya Egy.


"sedih kenapa?" tanya Rop yang memang tidak tau.


"tidak ada..!" jawab Egy dan Ayunda kompak.


Rop pun mengangkat bahunya tidak peduli apa yang mereka berdua sembunyikan darinya sebab bukan urusannya juga.


Carrina duduk didepan Ayunda lalu mereka berbincang kecil mengenai Putri yang semakin menempel pada Wel.


"apa Kak Wel belum memaafkan kakak?" tanya Carrina dengan nada hati-hati.


Ayunda menoleh ke Egy dan Rop lalu Carrina, Ia pun tertawa pelan.


"kenapa dia harus memaafkanku? aku tidak meminta maaf padanya karna aku tau aku tidak pantas dimaafkan, biarkan saja dia membenciku." kata Ayunda.


"aku memang pantas dibenci olehnya." kata Ayunda sambil tersenyum.


"tapi sudah 6 tahun berlalu kan? kenapa masih tidak bisa melupakan semua itu? dia bahkan bisa dekat dengan anakmu." tanya Rop.

__ADS_1


Ayunda tersenyum saja, "dia itu baik hanya saja aku yang jahat."


Egy mengangguk, "Wel memang baik..! asal kamu tau waktu dia putus denganmu dan menikah dengan Pria lain, hhuhh..! dia sangat gila selama beberapa bulan sampai tidak mau istirahat dan tidak membiarkan kepalanya berhenti berpikir."


Ayunda mengangguk, "seperti yang kamu bilang Gy..! jadi apa menurutmu pantaskah dia memaafkanku? tidak kan??" kekeh Ayunda menertawai nasib cintanya yang tragis menurut Ayunda sendiri.


"tentu saja pantas..? aku bisa memaafkanmu jika itu terjadi padaku, lagian kalau dipikir-pikir saat itu kan kamu masih naif tidak tau apa-apa selain ingin diperhatikan saja sementara dia sibuk bekerja bukan memperhatikanmu. menurutku wajar saja kamu terperdaya oleh Pria brengs*k itu." kata Egy.


"iya kau benar Gy..! lagian Wel saja yang masih dendam padamu, dia tidak sadar kalau dia juga salah..! mana ada perempuan yang tahan diacuhkan." kata Rop.


"dia bertindak seolah-olah kamu yang mengabaikannya dan selingkuh darinya padahal dia juga salah tidak memberi kabar padamu walau hanya 10 menit..! wajarlah kamu berpikir percuma memperjuangkan Pria yang pasti kamu anggap tidak mencintaimu kan?" Egy.


"dan kebetulan si brengs*k itu yang mengisi kekosongan hatimu itu, dia yang memberi perhatian padamu saat kamu membutuhkan perhatian dari Wel." sahut Rop lagi.


Carrina diam saja sambil mengangguk-ngangguk sementara Ayunda tersenyum kecut tanpa mereka sadari Wel mendengar pembicaraan mereka berdua, awalnya Wel ingin memanggil Ayunda untuk masalah pekerjaan walau masih pagi tapi ternyata malah mendengar hal yang tidak terduga.


"benarkah?? aku yang salah?" batin Wel memikirkan kata-kata Egy dan Rop.


.


Carrina berada di Ruangannya sambil melihat berita sosmed yang memperlihatkan sosok Lidya mendatangi Kamar Hotel Flo dan mereka berdua bertengkar hebat ala perempuan lewat rekaman seorang penghuni hotel lain menyebarkan Vidio itu.


komentar Netizen,


"aku penasaran siapa wanita yang bisa memenangkan hati Tuan Muda."


"bukan hanya mereka tapi banyak lagi wanita yang mengejar Tuan Muda hanya mereka berdua saja begitu berani terang-terangan menunjukkan rasa tertarik mereka pada Tuan Muda An."


"tapi aku pernah dengar kalau Tuan Muda punya kekasih yang sangat cantik, saat itu Lidya melihatnya bahkan menjerit seperti Orang gila di Supermarket."


"aku penasaran secantik apa kekasihnya Tuan An, tapi bagaimana Lidya bisa datang ke Hotel itu? seharusnya dia melabrak Kekasihnya Tuan An kan?"


"itu karna aku dapat kabar dari grup sebelah kalau Flo memancing amarah Lidya dengan mengirim pesan bahwa dia pernah berhubungan bad*n dengan Tuan Muda."


Carrina seketika membelalak melihat komentar terakhir.


"berhubungan bad*n??" gumam Carrina mengucek-ngucek matanya membaca ulang komentar itu seketika membuat kepala Carrina berasap (cemburu).


tingkah Carrina seperti An sudah lama sekali pacaran dengan Carrina padahal umur mereka resmi menjadi sepasang kekasih belum cukup 2 hari, sungguh geram sekali Carrina seperti ingin mencakar-cakar wajah Flo.


Carrina bangkit dari duduknya lalu berjalan dengan raut wajah memerah ke Ruangan An untuk menanyakan kebenarannya.

__ADS_1


tok... tok... tok. !


Carrina mengetuk pintu Ruangan An lalu pintu terbuka segera Carrina masuk, Carrina memperhatikan sekitar sekiranya tempat itu aman atau tidak.


"Tuan? apa anda sibuk? apa ada Orang lain?" tanya Carrina dengan wajah datar.


An mendongak lalu melihat ekspresi Carrina seperti marah akan sesuatu.


"kenapa dia imut sekali ketika marah? menggemaskan." batin An menahan kedutan bibirnya yang begitu gemas.


An berdehem lalu berdiri dari kursinya melangkah menuju Carrina.


"membahas apa calon Nyonya Maldev?" tanya An seperti menggoda.


Carrina melebarkan matanya memang jantungan tapi rasa cemburunya lebih besar dari pada terpesona dengan godaan An itu.


"apa maksudnya ini?" tanya Carrina memperlihatkan komentar yang membahas tentang An sudah pernah berhubungan bad*n dengan Flo.


An menaikkan sebelah alisnya membaca komentar itu, "jadi sejak tadi kamu seperti banteng berasap karna komentar ini?"


"Annn...! aku serius..!" kesal Carrina dengan mata melotot galak betapa lucunya Carrina.


An tertawa terbahak-bahak seketika membuat Carrina semakin emosi lalu mendekati An memukul-mukuli bahu An yang malah menertawainya, peduli amat An marah yang penting Carrina ingin makan orang saat ini (marah besar).


An mengunci kedua tangan Carrina lalu mengecup bibir Carrina yang membelalak seketika.


"tidak ada..! aku tidak pernah melakukan hubungan apapun dengannya." ujar An serius dengan jarak wajah yang begitu dekat dengan Carrina.


Carrina membeku lalu tersadar dan memicingkan matanya curiga ke An yang bisa saja berbohong padanya.


"mau dengar penjelasanku?" tanya An dengan gemas.


Carrina melepaskan tangannya dari cekalan An lalu bersikadap dada begitu angkuh malah kelihatan lucu, senang sekali An melihat Carrina cemburu.


"kalau begitu datanglah ke Ruangan Pribadiku..!" ajak An sambil berjalan ke Ruangan Pribadinya dan membukakan pintu untuk Carrina.


Carrina mendengus tapi dengan gaya sok angkuhnya itu melangkah juga memasuki Ruangan Pribadi An.


An tertawa begitu tampan dengan raut wajah menggemaskan Carrina itu, An seolah ingin mengantongi Carrina dan membawa Carrina ke mana-mana.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2