Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
tidak mau memberitau


__ADS_3

.


.


.


Ana diam-diam saja sebagai sang Dewi Beracun yang dicari oleh pihak Istana, Sean tidak mau ikut campur dengan ketenangan Ana sehingga Ia pura-pura tidak tau siapa itu Dewi Beracun.


"bagaimana cara kita menemukan Dewi Beracun itu?" tanya Baboly tidak mengerti.


"dia di Indonesia kan?" sahut Etopy.


Sean hanya mendengarkan perbincangan mereka, keadaan Rebby semakin mengkhawatirkan bahkan pihak Istana sudah membawa banyak dokter dari berbagai macam keahlian hingga dukun dokter mengatakan Rebby terkena Racun tapi tidak bisa dideteksi oleh kemampuannya.


Racun biji semangka yang dibuat dari tangan dewi beracun benar-benar sangat tipis namun efeknya sungguh cepat, jika dewi beracun yang sudah turun tangan maka tidak ada yang bisa mengetahui racun itu.


"Sean? bukankah kamu tinggal di Indonesia selama beberapa minggu? bagaimana? Apa kamu menemukan dewi beracun? Ana bagaimana? apa dia tau?" tanya Baboly mencecar.


Sean menggeleng, "saat itu Ana memang bisa mengobatiku tapi saat itu aku hanya terluka Ayah..! bukan keracunan." jawab Sean dengan serius.


"iya juga." jawab mereka semua yang ada di Kamar Rebby.


"jika begini terus yang mulia pertama tidak akan bisa tertolong yang mulia raja." ujar Etopy prihatin.


"cari lagi dokter yang bisa mendeteksi apa yang salah dengan tubuhnya..!" titah Baboly pada perdana menteri disekitarnya.


"baik yang mulia." jawab mereka semua segera pamit undur diri.


di Kamar itu tinggal Sean, Etopy, Baboly dan Rebby saja yang terbaring.


"lebih baik kita keluar..!" ajak Baboly dibalas anggukan sopan oleh Sean dan Etopy.


Sean melangkah dibelakang Baboly dan Etopy yang berbincang masalah Rebby.


"apa menurutmu yang mulia pertama punya musuh?" tanya Baboly serius.


"aku yakin yang mulia, dia punya musuh tapi sepertinya sangat kuat seolah dewi beracun yang meracuninya." jawab Etopy.


"bagaimana bisa dewi beracun masuk ke Istana kita yang super ketat ini? apa maksudmu dia makhluk halus?" tanya Baboly.


"aku hanya berasumsi yang mulia..! aku tidak tau siapa musuhnya Yang mulia pertama, karna penyakitnya sulit di temukan bahkan jenis penyakitnya saja tidak diketahui." Etopy.


Baboly tidak memasukkan pikiran kata-kata Etopy karna menurutnya tidak ada yang bisa masuk ke Istana kecuali Ana dari Indonesia, sementara Sean bilang kalau Ana hanya bisa mengobati lukanya dan Baboly juga sudah melihat lewat rekaman CCTV tidak ada gerakan Ana yang mencurigakan terlihat oleh kedua matanya saat Ia memperhatikan Ana berbicara dengan Rebby.


bukan Dewi Beracun namanya jika pekerjaannya bisa diketahui musuh, Ana sangat cerdik dalam hal menipu Orang walau Orang itu punya mata sangat jeli sekalipun.

__ADS_1


Sean dibelakang mereka tertegun ditempat, "apa Ana yang melakukannya?" batin Sean menebak-nebak.


Sean diam sepanjang perjalanan berpikir tentang penyakit aneh yang menimpa Rebby.


.


ke esokan harinya dipagi hari,


Sean mencari Ana yang tengah berada di Taman bunga, Sean terpana melihat Ana memegang bunga Matahari dan dihadapkan ke Matahari yang ada dilangit.


"kenapa Carrina tiba-tiba suka bunga Matahari? sebelumnya bunga Mawar?" gumam Ana terheran-heran.


"menurutmu bagaimana Sophia?" tanya Ana ke Pelayannya.


Sophia garuk-garuk kepala tidak tau jawaban yang diinginkan Ana tapi Ana meminta Sophia mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.


"kamu Matahariku..! apa artinya itu?" tanya Ana ke Sophia lagi.


"Matahariku? bukankah Matahari penerang dari kegelapan Nona Putri? bisa saja orang yang dimaksud itu mengatakan bahwa Mataharinya itu penerang dalam hidupnya atau sangat berarti bagi Orang itu, makna Matahari ini sangat banyak Nona tapi kesimpulan yang saya ambil Matahari itu melambangkan hal yang paling berarti di dunia ini, jika tidak ada Matahari maka dunia ini akan terus gelap Nona?"


Ana mengangguk-ngangguk, "jadi An Mataharinya Carrin?" gumam Ana akhirnya tau mengapa Carrina memakai kalung dengan bentuk Matahari.


"Ana?" panggil Sean.


"tinggalkan kami..!" titah Sean ke Sophia.


Sophia pun memberi hormat lalu pergi dari Taman itu, jika Sean menyuruh seperti itu maka Sophia harus pergi berkelana buana entah kemana dan akan kembali kalau Sean sudah memanggilnya.


Ana tersenyum tipis, "kamu sudah tau?" tanya Ana tanpa menoleh namun matanya fokus dengan Bunga Matahari yang kini dipetik olehnya.


Sean terhenyak, "tau apa?"


Ana tersenyum ke arah Sean, "aku mau cepat kembali..! hukuman di Negara kalian tidak memuaskanku."


Sean melebarkan matanya, "ja--jadi kamu yang..?"


"hmmm." jawab Ana tenang.


"Ana kamu tau apa yang mau aku tanyakan?" tanya Sean.


"hmm..!" sahut Ana lagi.


"Ana kenapa menjawabku seperti itu?" protes Sean.


"hmm." sahut Ana lagi.

__ADS_1


"sayangg??" panggil Sean.


"hmm." sahut Ana seketika tersadar panggilan Sean tapi kembali fokus dengan Bunga Mataharinya.


Sean menangkup kedua pipi Ana, "aku ingin menciummu sayang."


Ana memukul-mukul kening Sean dengan Bunga Matahari yang Ia pegang, Sean memejamkan matanya dengan senyuman tampannya malah pasrah dipukuli oleh Ana.


"sayang?" panggil Sean.


Ana menatap datar Sean yang tersenyum begitu tampan lalu Sean memeluk Ana dengan gemas.


"apa ini tanda kepemilikanmu? kamu sengaja memanfaatkan ketidaktahuanku dengan memelukku didepan banyaknya mata yang melihat kita?" tanya Ana dengan nada pelan terdengar menyeramkan.


Sean menelan salivanya bersusah payah lalu melepaskan pelukannya dari Ana.


"aku memegang racun Sean..!" senyum Ana sambil memiringkan kepalanya.


Sean bergidik ngeri, "jangan lakukan di Istana ya sayang?" Sean mengusap-ngusap pipi Ana.


"hiyaaa....!!" Ana mengangkat tinggi-tinggi kepalan tangannya memukuli Sean.


alhasil Ana dan Sean berlarian mengelilingi kebun itu, Ana terlihat geram sementara Sean tertawa melihat raut wajah menggemaskan Ana kalau sedang marah.


Istana sibuk dengan masalah Rebby tapi pasangan itu malah bertingkah seolah tidak punya masalah sama sekali.


.


beberapa hari kemudian,


Rebby semakin kurus dan tubuhnya semakin menyedihkan hingga Baboly memanggil Ana berharap Ana mengetahui siapa Dewi Beracun itu karna jika Rebby tidak segera diobati maka nyawa Rebby tidak akan tertolong.


"saya tidak tau yang mulia..? sosok itu memang terkenal tapi saya tidak tau siapa dia." jawab Ana yang tidak mau memberitau identitas dirinya.


Baboly menghela nafas berat lalu memijit pelipisnya yang terasa pusing, Ana bisa melihat dari raut wajah Baboly bahwa Pria itu selalu begadang setiap malam untuk membantu Rebby tapi ternyata hasilnya sia-sia saja.


"dia Raja yang bijak dan baik tapi kebaikannya itulah kelemahannya membuat suatu hukuman dengan sangat lembek dan tidak tegas, berbelas kasih boleh tapi pada penghianat seharusnya tidak kan?." batin Ana.


Ana pun dipersilahkan Keluar dari Ruangan itu dan bertemu dengan Sophia juga 10 Pelayan yang selalu mengekorinya, Ana melangkah pergi melewati mereka yang segera mengekor bagai anak ayam mengikuti induknya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2