Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
menggantikan


__ADS_3

.


.


.


Carrina kembali fokus bekerja dan tidak memikirkan hal yang membuatnya cemas lagi sebab An sendiri telah mengatakan bahwa An tidak melihat wajahnya.


"Tuan Muda adalah Pria Gentle sangat keren, mapan, punya kepribadian baik, sabar, dermawan, aiihh...?? Carrina menangkup kedua pipinya sendiri yang mengenakan masker.


wajah Carrina pasti merona saat ini membayangkan sosok pemilik hati tersembunyinya selama ini benar-benar tipe Pria sempurna dan idaman banyak wanita.


seketika senyum lebar Carrina menghilang, Ia memukul kepalanya sendiri.


"apa yang kamu pikirkan Carrina? Tuan Muda tidak akan menyukai siluman sepertimu." rutuk Carrina.


Carrina merasa dirinya pantas disebut siluman karna tidak percaya diri memperlihatkan wajahnya padahal jujur saja Ia sangat cantik tapi kecemasannya itu lah yang menjadi masalah hidup Carrina setelah bebas dari belenggu Lancord.


.


"ada apa Kak?" tanya Carrina heran melihat Ayunda mondar-mandir di Ruangannya sendiri.


"Carrina? kenapa? ada apa? ada masalah?" tanya Ayunda melangkah ke arah Carrina sambil menutupi masalahnya sendiri.


Carrina tau kalau Ayunda punya beban pikiran, "ada apa Kak? bisa katakan padaku? kita bersaudara kan? kata Tuan Wel kita sebagai bawahan Tuan Muda An bersaudara."


Ayunda terdiam lalu Carrina menuntun Ayunda duduk di sofa padahal niat Carrina tadi mau mengajak Ayunda makan siang di kantin baru Perusahaan BlackMalv tapi ternyata malah mendapati Ayunda sedang gelisah akan sesuatu.


"Tuan Muda memilihku sebagai Asistennya ke pesta sebagai undangan pertama Perusahaan ini tapi anakku sedang demam tinggi di Rumah Tetanggaku dulu..! dari tadi Tetanggaku menghubungiku katanya anakku terus saja memanggilku." ujar Ayunda dengan gelisah.


di gaji pertama Ayunda berhasil mengambil hak asuh anaknya dari mantan suaminya, Ayunda belum mengajak anaknya tinggal di Perusahaan yang menjadi tempat tinggal Ayunda sebab Ia belum membicarakannya dengan An.


Carrina awalnya senang lalu berubah cemas, "aku senang kakak telah mendapatkan hak asuh anak kakak tapi kenapa Anak kakak bisa demam? artinya dia butuh kakak kan? apa yang kakak pikirkan?" tanya Carrina malah heran masalah Ayunda.


"aku sudah berjanji dengan Tuan Muda, bagaimana caraku izin pada Tuan Muda? ak--aku..??


"biar aku yang bicara dengan Tuan Muda, nanti Tuan Muda bisa mengganti Kakak dengan Tuan Wel kan?" senyum lebar Carrina.


Carrina membujuk Ayunda untuk mengutamakan anaknya terlebih dahulu lalu Ia akan meminta izin pada An namun Ayunda merasa ini masalahnya sehingga Ayunda memberanikan diri menemui An dan mengatakan kebenarannya.

__ADS_1


An diam dengan wajah tenangnya mendengar masalah Ayunda, "hanya itu?" tanya An.


"Ha-Hanya itu?" beo Ayunda gelagapan berpikir An tidak memberinya izin sebab acara An pasti lebih penting dari apapun.


An menghela nafas panjang, "pergilah..! aku akan ajak Wel atau Rop nanti."


Ayunda merasa senang mendengar ucapan An lalu dengan hormat Ia pamit pada An dan berlari terburu-buru sampai tergelincir oleh heelsnya sendiri, Ayunda melepas Heelsnya dan berlari tanpa alas kaki sambil menenteng heelsnya itu.


An menghubungi para bawahannya yang tidak ada yang bisa menemaninya malam ini dan satu-satunya yang menganggur hanya Carrina, sebenarnya pekerjaan Carrina sangat bagus tapi An memikirkan kecemasan Carrina nanti saat di tatap banyak Orang.


"kalau begitu aku pergi sendiri saja." gumam An yang tidak mau mengajak Carrina.


An keluar dari Ruangannya dan kaget melihat Carrina sudah siap dengan gaun silver yang membalut tubuh rampingnya.


"Carrina ?? kau?" An menunjuk Carrina yang mengenakan Gaun.


"saya akan menggantikan Kak Ayunda Ehh? Asisten Ayunda Tuan Muda." ujar Carrina dengan mata menyipit seperti sedang tersenyum lebar.


"apa tidak akan bermasalah? disana sangat ramai." tanya An serius.


Carrina tersentak mendengar pertanyaan An yang sepertinya meragukan Carrina bisa ditempat ramai, Carrina dengan mantap mengangguk lalu dengan polos menunjukkan isi tas yang di pegangnya ada segala obat untuk Kecemasannya itu.


An melihat kaki Carrina yang mengenakan sepatu Formal bukan Sepatu Kaca untuk acara pesta lalu Ia berjalan duluan dan Carrina mengikuti An sambil bergumam menyemangati diri sendiri.


"Nona harus berani di lihat oleh banyak Orang walau memakai Masker, anggap saja itu pelatihan pertama untuk awal penyembuhan Kecemasan Nona." kata-kata Dokter Psikolog yang menjadi dokternya Carrina.


di dalam Mobil,


"apa Tuan Muda akan berpakaian seperti itu?" tanya Carrina penasaran sebab setaunya acara penting dimalam hari Orang Kantoran itu tema nya berkilau tapi An malah memakai baju santai, Carrina jadi ragu mengenakan Gaun.


"aku mampir di Toko." jawaban An akhirnya membuat Carrina paham.


di Toko Pakaian Pria/Wanita ternama milik Sahabat baik Ratu (Taylor).


An diperlakukan bak Raja oleh para pekerja nya Taylor begitu juga Carrina yang sebenarnya sudah terbiasa diperlakukan seperti itu saat di Mansion Lancord.


"Gaunnya sudah pas kalian carikan dia Heels warna yang senada dan rambutnya di tata dengan baik." titah An.


"rambut saja Tuan Muda? wajah Nona tidak?" tanya salah satu pekerja dengan sopan.

__ADS_1


An melirik ke Carrina yang mengerjab-ngerjab saja kepalanya di pegang oleh para pekerja Toko itu, An bisa melihat mata Carrina dan pantas dikatakan sangat indah tanpa dipoles lagi lalu An pun mengatakan pada Pekerja itu untuk menata rambutnya Carrina saja.


.


Carrina seperti Tuan Putri dari belakang ketika menoleh kesamping jelas Ia sangat menawan walau ada masker yang setia terpasang di wajahnya itu.


"wajahnya tidak didandan Ke?" tanya salah satu penata rias wajah.


"Tuan Muda bilang rambut Nona ini saja." jawab pelayan yang dipanggil Ke itu.


Carrina diam mendengarkan percakapan mereka seperti biasa An selalu menghargai dirinya bahkan disaat Orang lain tidak bisa menemani An datang ke acara pertama Perusahaan An itu malah tidak mengajak Carrina yang jelas-jelas bisa dan Carrina tebak An pasti memikirkan Kecemasan Carrina.


.


di Acara Pesta,


Carrina tersenyum dibalik maskernya, Ia harus percaya diri walau yang lain tidak mengenakan apapun menutupi wajah dan hanya Carrina saja yang malah memakai masker, Carrina tidak mau membuat An malu telah membawanya atau merepotkan An bagi Carrina cukup sekali saja Carrina merepotkan An yang menggendongnya saat itu.


"masih bisa?" tanya An melirik ke Carrina.


"bisa Tuan Muda." senyum lebar Carrina dibalik Maskernya.


An sudah biasa menjadi pusat perhatian sementara Carrina belum terbiasa namun di biasa-biasakan oleh Carrina dengan jantung yang berdebar-debar Carrina berhasil bertahan selama 2 jam-an.


"dia Asistenmu An?" tanya Rovert yang ternyata juga ada di acara itu.


An melirik sekilas ke Carrina yang sedang meminum jus dengan sedotan terlihat sekali Carrina begitu asik dengan minumannya sampai tidak sadar mata indahnya itu menjadi pusat perhatian setiap laki-laki yang ada disana.


"hmmm..!" jawab An dengan tenang.


"Papa dengar cerita dari Ana dan Alena, kenapa kamu mengajaknya kalau dia punya masalah?" tanya Rovert.


"dia bersikeras untuk menggantikan Asisten yang seharusnya menemaniku hari ini Pa." jelas An begitu santai supaya Rovert tau kalau An tidak sekejam itu memaksa Carrina ikut padahal tau Carrina punya masalah Psikolog.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2