
.
.
.
Kabar baik lahirnya Baby Kenan dengan normal di Rumah Sakit bagi An pun menjadi kabar baik juga bagi Sean.
"Seann..!" Ana menepis tangan Sean yang asik sekali menciumi wajahnya.
Amalia tersenyum takjub seorang Raja yang sangat disegani di Negaranya kini bersikap layaknya manusia normal yang sangat manja dan sangat menyayangi Istrinya.
"aku senang sekali sayang." ucap Sean dan Ana menghela nafas saja.
Ana kembali ke Amalia dan menanyakan situasinya yang ternyata sangat baik.
setelah berbincang dengan Amalia Ana dan Sean pun keluar dari Ruangan itu lalu Sean merangkul pinggang Ana begitu posesif, Ana melirik Sean yang nyengir kuda dan Ana tersenyum tipis saja menggeleng pelan kepalanya.
"tidak usah kekanakan Sean..!" pinta Ana.
"kenapa sayang? aku saat ini mode anak kecil." cengir Sean.
Ana melihat situasi, "banyak yang mengenali kita diIndonesia."
Sean dengan polos melihat sekeliling ternyata banyak yang melihat mereka berdua, Sean pun kembali menatap kekasih hatinya.
"biarkan saja..! aku sedang bahagia sekarang." jawab Sean lantang.
"kalian dengar...?? saat ini Permaisuriku sedang hamil, cepat sebarkan beritanya..!" teriak Sean membuat Ana melebarkan matanya seketika langsung membekap mulut Sean.
suara riuh yang melihat mendengar berita itu menggetarkan kedua telinga Ana, Sean malah melambai-lambaikan tangan seperti Raja di Negaranya sendiri.
Ana menutupi kedua telinganya dan hendak pergi namun pinggangnya ditahan oleh Sean.
"kita berangkat sayang..! nanti kamu tergelincir." kata Sean menuntun Ana dengan sangat berhati-hati meminta semua Orang memberi jalan untuk Permaisurinya.
Ana sampai pusing dengan tingkah Sean yang menjadi sok Raja disini padahal Sean memang Raja hanya saja bukan di Indonesia.
"kenapa sayang? pusing?" tanya Sean dengan khawatir.
"kepalaku pusing karnamu Sean..!" kesal Ana.
"kenapa aku sayang? apa salahku?" tanya Sean seakan merasa tidak tau kesalahannya sambil memijit kepala Ana.
suara sorak gembira para pengunjung Rumah Sakit semakin membahana disana, Ana sampai tidak berkutik dan tidak bisa berkata-kata lagi dengan situasi itu.
Ana dan Sean tiba di Kamar VVIP milik Carrina serta seluruh Keluarga An juga.
__ADS_1
"ada apa ini? kenapa ramai diluar?" tanya Ratu penasaran.
"apa kamu hamil Ana?" tanya Xabara.
Ana melihat satu persatu keluarganya dan mengangguk pelan sedangkan Sean berdecak bangga akan menjadi seorang Ayah.
"selamat ya Kak!!?" ucap Alena dengan ceria.
Carrina mengucapkan selamat begitu juga yang lainnya, hari ini adalah hari yang sangat penting untuk diingat Keluarga Maldev yaitu kelahiran Baby Kenan dan juga hamilnya Ana.
An dan Ana saudara kembar yang saling mengikuti seolah jika An menikah maka Ana akan mengikut menemukan jodohnya, ketika An juga punya anak maka Ana juga mengandung.
rantai mereka sangat erat satu sama lain membuat Kerabat An begitu takjub dengan hubungan Saudara Kembar yang satu itu.
An dan Carrina sibuk dengan bayi mereka berdua maka Ana bersama Sean juga sibuk dengan urusan mereka.
"Bayiku mau menyu*u ..! kalian semua keluarlah.!" usir An dengan posesif tidak ingin ada yang melihat bunga kembar Istrinya.
Rovert mendengus lalu Ratu, Alena dan Xabara memilih pulang serta akan kembali di sore atau besok pagi.
Ana dan Sean melangkah keluar mengikuti Rovert bersama Alena, Ratu berangkulan dengan Xabara.
"Mommy?kami keluar berdua ya?" izin Sean.
Ana terkejut dan Xabara menoleh ke Sean lalu mengangguk serta meminta mereka untuk berhati-hati dijalan.
"mau kemana Sean?" tanya Ana yang dibawa pergi putar arah oleh Sean.
"kita cari makan ya? kamu harus isi perutmu biar calon anak kita tidak kekurangan nutrisi." pinta Sean.
Ana pun menurut saja karna sebenarnya Ia juga lapar tapi harga dirinya itu terlalu dijaga walau didepan Sean yang seorang suaminya sendiri.
.
Sean menanyakan tempat makanan yang enak pada Ana tentu diberitau oleh Ana.
"nanti mau makan apa sayang?" tanya Sean.
Ana tampak berpikir, "entahlah..! aku ingin memakan makanan serba hijau."
"nanti kita cari apapun makanan warna hijau." jawab Sean yang memanjakan langsung Permaisurinya.
kabar Carrina telah melahirkan bayinya sudah menyebar dimana-mana belum lagi kabar kehamilan Ana sampai ke Negaranya Sean, memang Sosmed dizaman sekarang sangat mengagumkan dalam hitungan menit kabar itu sudah tersebar dimana-mana.
.
di meja makan,
__ADS_1
Ana makan dengan lahap sayur-sayuran serta jenis makanan apapun berwarna hijau.
Sean menoleh ke Ponselnya yang bergetar pun mengangkat panggilannya ternyata dari Baboly yang penasaran kabar yang beredar.
"Ana memang hamil Ayah..! kabarkan pada Rakyatku yang sangat menyayangi Permaisuriku." jawab Sean dengan bahasa Negaranya.
Ana melirik sekilas saja karna Ia tidak tau betapa hebohnya Istana di Negara Sean saat ini mendengar Kabar Ana telah mengandung calon pewaris tahta.
Ana hanya fokus makan saja bagaimana pun sifatnya sangat sederhana dan tidak suka memperbesarkan hal apapun, Ana memang hamil tapi pikirannya malah tidak ke urusan tahta sebab dimata Ana nanti anaknya adalah anak normal yang butuh kasih sayang bukan diberi harta serta tanggung jawab yang belum sesuai dengan umurnya serta dimanjakan dengan tidak manuasi.
contohnya Frans yang dicintai kedua Orangtuanya tapi dimanja berlebihan walau anaknya berbuat hal tidak manusiawi pun malah di lindungi, hal itu sangat tidak cocok bagi Ana sebagai seorang Ibu yang kelak akan tegas nanti pada anaknya kalau salah maka Ana hukum kalau tidak bersalah tidak akan Ana apa-apakan.
Ana akan mengajarkan anaknya berbuat hal baik saja dan tidak mengizinkan anaknya melakukan hal jahat bahkan Ana tidak akan segan menghukum anaknya walaupun seluruh Pelayan bersimpuh meminta ampunan untuk anaknya nanti.
"makan yang banyak sayang..!" senyum tampan Sean melayani sang Permaisuri yang kini tengah mengandung anaknya.
Ana diam lalu menoleh ke Sean.
"mau apa sayang?" tanya Sean dengan senyuman.
"jus alpokat..!" pinta Ana.
"iya sayang..! aku minta." jawab Sean segera berdiri dan mencari Pelayan membuatkan jus Alpokat untuk Istrinya.
Ana biasa saja dengan sikap Sean yang memanjakannya karna menurut Ana itu sudah kodratnya lelaki memanjakan Ana bukan kebalikannya.
Ana tersenyum tipis, "sekarang dia mode Pria dewasa?" gumam Ana yang tau Sean bertindak dewasa demi menjaga Ana.
Sean selalu berubah-ubah kepribadian jika bersama Ana dan selalu tau menempatkan situasi nya itu seperti Bunglon, kini Sean tidak bermanja pada Ana melainkan memanjakan Ana.
.
satu minggu Ana di Mansion Maldev.
Ana menganga melihat banyaknya Pengawal Istana Negara Sean datang ke Indonesia demi mengawalnya kemana-mana karna Ana mengandung calon penerus tahta.
"ke--kenapa begini? siapa yang memberi perintah?" tanya Ana yang tau mereka semua pasti diperintahkan oleh seseorang.
"Ayah nak..?" sahut Baboly dan Etopy yang muncul dibelakang para Pengawal itu.
Ana menjatuhkan rahangnya, "ta--tapi ini terlalu berlebihan Ayah? Ibu, kenapa kalian jauh-jauh kesini?" tanya Ana sembari melangkah ke arah mertuanya itu.
.
.
.
__ADS_1