Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
suruhan


__ADS_3

.


.


.


"penculik?" gumam Carrina pelan melihat kebelakang.


"ada apa Kakak Ipar?" tanya Alena penasaran.


"waktu kami di Korea memang selalu diganggu oleh Preman, sepertinya peneror itu benar-benar menargetkanku seperti ancaman boneka cantik yang berdarah itu." ujar Carrina.


"Hahh?" Alena dan Ana syok mendengarnya.


Carrina menoleh ke Alena dan Ana sambil mengangguk-ngangguk sebab Ia sudah begitu akrab dengan kedua Saudara Kandung Suaminya itu melebihi teman.


"coba ceritakan Carrin!" pinta Ana yang juga memanggil Carrin ke Carrina sama seperti An.


Carrina menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi lalu Alena menatap kesal kebelakang.


"sepertinya mereka meremehkan kita Kak." ujar Alena.


"apa dia tidak tau kamu seorang pemain Anggar?" kekeh Ana yang tidak takut dianggap remeh oleh musuhnya sebab Ana bisa menjatuhkan harga diri musuhnya tak bisa membalik keadaan walau hanya sedetik.


"bagaimana jika kita mencari tau dalangnya? Kakak benar-benar penasaran siapa Orang yang meneror kakak seperti itu." tanya Carrina.


Ana dan Alena saling melirik satu sama lain seakan ide mereka sama saja saat ini.


"kalau begitu kita harus pura-pura lemah lalu membiarkan mereka menculik kita semua." saran Alena.


Carrina melebarkan matanya, "mana bisa seperti itu."


"kenapa?" tanya Ana.


"nanti An khawatir padaku." cicit Carrina membuat Ana memutar kedua bola matanya dengan malas dan Alena terkikik saja.


"selagi ada kami berdua Abang tidak akan khawatir Kak." ujar Alena.


"benarkah?" tanya Carrina seperti mencari kebenaran dalam mata Alena tapi tidak menemukan apa-apa selain mata cerah Alena saja.


Ana terkekeh melihat Carrina meragukan mereka, biasanya Carrina selalu mempercayai apapun yang dilakukan oleh Ana dan Alena.


"jadi kakak Ipar punya Ide lain tidak?" tanya Alena.


Carrina menggeleng kepalanya karna tidak menemukan ide apapun sebab pikirannya hanya ada An, An dan An saja.


"paling isi kepalamu saat ini hanya An saja." ledek Ana.


Carrina menundukkan kepalanya malu-malu sedangkan Alena tertawa terpikal-pikal melihat tingkah Carrina yang seperti pencuri ketangkap basah oleh Ana.

__ADS_1


"kemana mereka?" tanya Ana tiba-tiba membuat tawa Alena terhenti dan menoleh kebelakang begitu juga Carrina.


"hati-hati Kak..! bisa saja dia lewat jalan pintas terus mencegat kita dijalanan." pinta Alena.


"iya juga." jawab Ana.


Carrina mengerjabkan matanya lalu beberapa saat kemudian Mobil yang tidak ada platnya itu muncul di jalanan sepi bertepatan tidak ada Mobil lain dibelakang Mobil yang ditumpangi Carrina.


"mereka benar-benar mencegat kita." gerutu Alena.


"kita cari tau ya Carrin?" tanya Ana.


Carrina mengangguk sebab Ia sudah tau dari An tentang kemampuan Ana dan Alena melebihi 10 Pasukan Elit jika mereka berdua bersama menjaga Carrina, Carrina sampai tidak mengira kalau kedua gadis cantik yang dianggap adik dan saudara olehnya itu punya kemampuan sehebat yang dikatakan An.


Carrina sangat mempercayai An walau An menceritakan dongeng sekalipun Carrina sangat percaya dengan An karna Carrina tau kalau An bukan tipe Pria yang banyak bicara jadi ketika An bercerita pada Carrina tentu saja Carrina dengan senang hati mendengarkannya.


.


Ana dan Alena serta Carrina keluar dari Mobilnya.


"mau apa kalian?" tanya Ana dengan datar.


Alena menatap tajam 7 Pria yang sedang menghadang jalannya itu.


"serahkan wanita itu pada kami..!" titah salah satu dari Preman bayaran itu.


"tidak perlu..! wanita itu saja karna Nona kami menginginkannya."


"Nona?" beo Ana, Alena dan Carrina saling melihat satu sama lain.


"sepertinya Orangnya berbeda Kakak Ipar." bisik Alena.


Carrina mengangguk,, "siapa Nona Kalian?" tanya Carrina.


"apa itu penting? lebih baik anda menurut saja..!" tegas Pria yang lain.


bukan Ana dan Alena namanya jika tidak bisa mengelabui Orang-orang bodoh itu sehingga keluar dari mulut mereka yang dimaksud Nona itu adalah Sarina (Sepupunya Carrina).


"siapa Sarina Kak?" tanya Alena.


"di--dia sepupu jauh yang sejak dulu suka merebut apapun yang Kakak miliki." jawab Carrina.


"tidak bisa dibiarkan..!" kata Ana.


"kemarilah Kalian kalau bisa melawan kami maka akan kami biarkan kalian tetap hidup." seringai Ana.


7 Pria itu malah celingukan ditempat lalu tertawa dan berpura-pura takut ke Ana.


"racun saja mereka kak.!" pinta Alena.

__ADS_1


"tentu saja..! kalian bisa menjadi Boneka Uji Cobaku yang kesekian kalinya." jawab Ana.


"Boneka Uji Coba yang kesekian kalinya?" beo 7 Preman abal-abal itu.


"cepat lawan kami...!" Carrina pasang kuda-kuda seolah sudah siap menunjukkan kehebatannya dalam ilmu beladiri.


perkelahian diantara mereka pun terjadi yaitu 7 : 3.


Ana menusuk satu Pria dengan jarumnya yang langsung terkapar mengalami kejang-kejang juga tubuhnya mulai membiru.


"kenapa? kau takut?" seringai Ana ke Pria yang malah mundur melihat rekannya mati karna jarum Ana.


Ana melempar jarumnya dan tertancap di kening Preman itu yang mengalami hal yang sama dengan Pria sebelumnya lalu dengan gerakan cepat Ana berlari ke Pria itu mencabut paksa jarumnya serta melemparnya lagi ke Punggung Pria yang sedang melawan Carrina hingga Pria itu tersungkur.


Carrina menendang 2 Pria yang sekaligus mengeroyoknya sebab sebelumnya 3 tapi dihabisi Ana 1 tersisa 2, Carrina juga memutar tubuhnya melakukan tendangan andalan yang baru-baru ini diajarkan oleh An selama Ia berada di Korea.


bruggg...


Carrina melompat-lompat senang ternyata jurus yang diajarkan Suaminya telah berhasil.


Ana menggeleng kepalanya sambil melangkah ke Preman yang punggungnya tertancap jarumnya dan mencabutnya serta mengelapnya dengan tisu lalu dengan santainya dibuang olehnya.


Carrina menoleh ke Alena yang cara bertarungnya sangat unik hanya menggunakan sebuah ranting kayu.


tak.. tak.. tak.. srakkh...


Carrina menganga melihat hal itu sampai kedua Preman itu terkapar dan tidak sadarkan diri dengan pukulan satu ranting pohon yang diameternya tidak besar tapi bisa membuat lawannya seperti itu.


"a--apa itu? jenis beladiri apa itu?" tanya Carrina menoleh ke Ana.


Ana tersenyum tipis, "Anggar."


Carrina berdecak kagum, "hebat sekali..!" puji Carrina sambil memperagakan gaya Alena bertarung dengan tangannya.


Ana terkekeh lalu Alena membuang Ranting pohon itu ke arah Preman-preman itu.


"kita laporkan sama Abang, Kakak ipar?" tanya Alena.


Carrina mengangguk, "kakak ingin mendatangi langsung Ina dan memberi pelajaran padanya."


"ayo kita kembali..! hanya Orang miskin membayar preman kampungan yang tidak punya tenaga sama sekali selain mulut besar saja." Ana.


Alena mengangguk setuju lalu mereka semua masuk ke Mobil dan pergi dari sana meninggalkan tempat itu tanpa rasa kasihan, siapa suruh mereka sok kuat melawan Ana dan Alena.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2