Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
tidak terima


__ADS_3

.


.


.


"a--apa?" Ina tidak menyangka An begitu mencintai Carrina dan takut Carrina pergi dari An.


"sayang? aku tidak mempercayainya dan aku hanya mempercayaimu kamu harus percaya padaku ya?" An berbicara dengan serius ke Carrina sambil menangkup pipi Carrina.


Carrina mengerjab-ngerjabkan matanya, "akting An? ke--kenapa bisa sebagus ini? apa dia diam-diam belajar berakting?" batin Carrina yang belum pernah melihat sisi keren An itu.


"tidak apa An!! aku mempercayaimu." jawab Carrina lalu memeluk An dengan manja didepan Ina.


Ina seperti kehilangan keseimbangannya dan jatuh pingsan entah berbohong atau sungguhan tapi yang jelas An maupun Carrina tidak memperhatikan wanita itu malah langsung putar badan berpamitan pada Ayahnya Regi sebagai Orang yang mengundang An ke Acara Pernikahan itu.


semua Orang sibuk dengan aktifitas masing-masing malah seorang Pria gendut dan jelek banyak mendekati Ina dengan santainya mereka memegang-megang tubuh Ina yang sangat geram ingin cepat memukuli kepala mereka semua tapi tidak mungkin Ia cepat bangun yang ada ketahuan oleh banyak orang kalau Ina hanya berpura-pura pingsan saja.


"sialan kau Carrina..! kau mempermalukanku seperti ini lihat saja nanti, aku akan meminta Ari untuk kembali mengejarmu dan kau akan ditinggalkan oleh Tuan An." batin Ina menjerit tidak terima atas segala penghinaan yang Ia rasakan malam itu.


An dan Carrina keluar dari Acara Pesta dan melihat salju.


"Saljuu??" pekik Carrina berlari mengangkat gaunnya dan berputar-putar menatap langit.


An terkekeh melipat kedua tangannya memperhatikan Carrina yang sangat senang melihat salju, Carrina baru pertama kali datang ke Korea dan selama ini hanya dengar cerita saja tentang hujan salju tapi belum pernah melihatnya secara langsung.


"ahhhh!! hahaha..!" pekik Carrina lalu tertawa gembira melompat-lompat mencoba menangkap bulir-bulir salju yang turun.


An masih menatap Carrina yang sangat riang itu lalu mendekati Carrina, "tidak dingin?" tanya An.


Carrina menggeleng kepalanya, "An? aku senang melihat Salju." pekik Carrina melingkarkan tangannya di leher An.

__ADS_1


An tergelak lalu membenahi rambut Carrina yang terkena deburan salju, "ayo kita kembali sayang? kamu memakai gaun dengan bahu terbuka nanti jatuh sakit bagaimana?"


"apa bisa sakit?" tanya Carrina dengan polosnya.


An mengangguk sambil mengusap-ngusap pipi Carrina, "hmm? aku mulai merasa dingin sayang." bisik An.


Carrina mendengar An kedinginan pun mengangguk langsung melingkarkan tangannya di lengan An seolah minatnya pada keindahan Salju itu langsung hilang ketika mendengar An kedinginan, An gemas dengan perhatian Carrina itu.


An sengaja berbohong pada Carrina dan tidak menyangka Carrina langsung berubah mood seperti tidak berminat lagi dengan kesenangannya itu.


Carrina diam saja ketika Ia merasa diawasi lagi dan tidak mau memberitau An sebab An sedang kedinginan, Carrina memutar kepalanya ke arah Gedung Hotel dan mendongak tinggi ke atas melihat kaca sebuah kamar Hotel yang Ia tebak tengah memperhatikannya.


"ada apa sayang?" tanya An melihat ke arah tatapan Carrina juga.


"tidak apa An..! seandainya kita bisa dapat kamar di Hotel itu pasti bagus sekali." jawab Carrina menekuk kedua alisnya membuat An tersenyum lalu merangkul pinggang Carrina.


insting Carrina benar-benar seperti Insting hantu yang bisa merasakan hal-hal diluar nalar padahal Ia tidak pernah melatih apapun kelebihan dalam dirinya itu kecuali memanfaatkan kemampuan itu untuk melindungi dirinya.


"datanglah padaku pengecut..! kau tidak akan bisa bersembunyi lebih lama lagi dariku karna aku akan segera menemukanmu." Batin An.


An tau kalau Hotel itu sudah di pesan selama 1 malaman oleh Keluarga Regi untuk para tamu undangan Pesta tertentu yang minta dipesankan kamar padanya berbeda dengan An yang datang ke Negara Korsel sendiri serta mencari Kamar sesuka hati sebab An sudah biasa beraktifitas sendiri dari kecil di Negeri Orang, tadi An tidak kebagian kamar karna sudah penuh untuk tamu undangannya jelas pengecut yang An cari juga bagian dari Tamu undangan dari acara Pesta itu.


.


di sebuah kamar,


Ina mengamuk-ngamuk mengacak ranjang penginapannya mengingat perlakuan Carrina padanya yang tidak mengakuinya sebagai sepupu.


"ada apa dengannya? kenapa dia bisa begitu berubah? dia bukan anak lugu dan polos lagi, apa yang salah dengannya?? kenapa dia bisa begitu berani mencelaku???" maki Ina marahnya menggebu-gebu.


dahulu Ina pernah Ulang tahun ketika mereka masih kecil, saat itu Carrina sangat riang juga begitu tulus mau membantu acara Ulang tahun Ina sebagai seorang Saudara sehingga Carrina kelihatan seperti anak pembantu yang pakaiannya telah dikuasai oleh Ina, setiap anak lain menanyakan siapa Carrina dengan santainya Ina bilang kalau Carrina itu anak pembantu padahal Ia menumpang di Rumahnya Carrina.

__ADS_1


Carrina gadis polos yang lugu hingga mudah dipermainkan oleh Ina tapi sekarang Carrina tidak ada polos-polosnya sama sekali, Ina tidak terima kekalahan dari Carrina yang sekarang adalah Seorang Pacar dari Pria yang paling berkuasa di Negara Indonesia.


"huh..! huh..! tenang Ina.. tenang Sarina..!" Ina mengelus-ngelus dadanya sendiri untuk tetap tenang sehingga bisa berpikir lagi.


"dimana aku harus mencari Ari?" gumam Ina dengan tangan terkepal erat.


Ina dan Ari sudah lama putus kontak jadi tidak tau kemana Ari pergi dan bertempat tinggal, Ari mengetahui kebenarannya bahwa Carrina tidak pernah seburuk yang dikatakan Ina ketika sadar Ia sudah sangat terlambat sebab Carrina saat itu diadopsi oleh Orang kaya raya (Ayahnya Lancord), Ari sangat benci dengan Ina yang membuatnya salah paham pada Carrina jadi memilih pindah dari Kota itu sehingga mereka putus kontak sampai detik ini.


Ina melihat ponselnya ada panggilan masuk dari Libra dengan kasar Ia mengangkat panggilan Libra.


"apa Mama tau kalau wanita jal*ng itu mempermalukanku?" sambar Ina tanpa embel-embel manis seperti yang Ia tunjukkan jika didepan umum.


Ina sibuk dengan Libra melampiaskan amarahnya pada Carrina yang semakin berani melawannya tanpa Ina sadari bahwa apa yang Ia lakukan dulu sama dengan yang Carrina lakukan sekarang tapi Ina tidak paham dengan kejahatannya sendiri.


siang hari,


di Kamar Hotel penginapan Carrina dan An,


Carrina memeluk An tanpa mengenakan apapun dibalik selimutnya, mereka baru tertidur sekitar 6 jam yang lalu akibat adegan pan*s keduanya sampai pagi.


Carrina menggeliat pelan di samping An dan perlahan membuka matanya lalu tersenyum manis mengusap dada bidang An, dengan wajah memerah Carrina menurunkan selimut An sehingga Ia bisa melihat tubuh Kekar An.


"bagusnya." gumam Carrina tersenyum manis.


Carrina tiba-tiba saja ingin menci*mi tubuh bagus An antara ragu dan cemas akan membangunkan An.


"An suamiku sekarang..?" batin Carrina menyemangati diri kalau Ia tidak salah sehingga Carrina harus berani lagi.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2