
.
.
.
"tidak ada sayang." jawab Saga tersenyum lebar mengelus-ngelus punggung Kenan.
.
acara terus berlanjut,
Keluarga Maldev berfoto bersama pun harus curi-curi waktu (maksudnya kalau ada celah untuk istirahat), Aya foto berdua dengan Alena, Irene juga sama untuk di posting ke akun sosmed masing-masing.
Carrina duduk di Kursi memposting Foto Alena dan Saga tengah menggendong Kenan.
"foto mereka seperti keluarga yang telah sempurna, selamat untukmu adikku sayang."
begitulah postingan Carrina yang ramai di komentari banyak Orang, Pernikahan Alena dan Saga digelar besar-besaran tapi yang bisa memasuki acara itu juga bukan sembarangan Orang.
Anggota Mafia BlackMaster tiba di sore hari beramai-ramai, An sampai pusing melihat hebohnya mereka pada Alena yang pada dasarnya periang juga akur pada semua Anggota An.
An yang duduk disamping Carrina tertawa seketika melihat Saga menekuk alisnya karna Alena tampak akrab dengan Anggota BlackMaster yang hampir semua Pria kecuali Ayunda saja dan Putrinya.
"kenapa suamiku?" tanya Carrina melingkarkan tangannya di lengan An.
"lihat adik iparmu cemburu sayang." lirikan An ke Saga.
Carrina melihat itu pun akhirnya paham langsung tertawa lebar, "biarkan saja suamiku.! cemburu itu wajar malah kalau tidak cemburu perasaannya dipertanyakan."
An mengangguk, "dimana Kenan sayang?" tanya An.
"Kenan tadi membawa adik-adiknya ke meja makan, paling sembunyi di kolong meja." jawab Carrina lalu An geleng-geleng kepala.
"beruntung saja aku sudah menjaga Aula ini dengan sangat baik, kalau tidak? aku tidak mau anakku dibawa Orang." dumel An.
Carrina tertawa dan tak heran lagi An yang punya sikap posesif pada anak-anaknya.
"tapi aku penasaran, Pangeran Wales dimana?" tanya Carrina tersenyum lebar.
An melirik ke sudut Ruangan dimana Pangeran Wales bermain game ponsel dengan raut wajah imutnya itu saat begitu serius.
Carrina mengerutkan keningnya, "emangnya dia boleh main game gitu sayang?" tanya Carrina ke An.
An mengangguk, "kalau dia sedang tidak jam belajar boleh saja oleh Ana tapi tidak di jam belajar, Ana bisa marah besar."
__ADS_1
Carrina mengangguk, "waktu itu aku pernah tidak sengaja melihat Wales berlari kejar-kejaran dengan Adara tapi tiba-tiba dia menabrak Pelayan Mansion Maldev sampai terjungkal, Wales kelihatan ketakutan gitu dan cepat membantu Pelayan Mansion Maldev, dia juga berkali-kali minta maaf dan memohon untuk tidak mengadu pada Ana."
An mengangguk,
"kenapa Wales bisa seperti itu An? apa yang Ana lakukan pada Pangeran kecilnya kalau berbuat salah? dia sampai gemetaran gitu." tanya Carrina penasaran.
An terkekeh, "mungkin sedikit kejam tapi kamu tidak perlu khawatir sayang, Ana itu Mommynya Wales pasti dia tau yang terbaik untuk anaknya."
Carrina mengangguk, "Ana hebat bisa membuat anaknya seorang Pangeran mau menghargai Pelayan kecil."
Carrina dan An pun berpandangan mesra lalu saling merangkul satu sama lain melihat ke arah depan.
.
Sean tengah menggendong Putri Adara yang tersenyum ceria.
"sayang? jangan mencuri disini ya?" pinta Sean dengan memelas ke Putri Kecilnya.
"tidak Daddy.! Adala cuma sedikit memaksa Olang untuk bayal pajak." jawab Adara dengan senyuman polosnya itu yang tak berdosa.
Sean menganga, "pajak? siapa yang kamu mintai bayar pajak sayang?" tanya Sean dengan kepala berkunang-kunang nyaris pingsan saja detik ini mendengar perkataan polos putrinya itu.
Sean punya anak tidak ada yang bisa dipahami tapi ajaibnya Sean sangat memanjakan anak-anaknya malah sangat senang, namun ditempat ramai itu berbahaya sebab takut ada saja yang berusaha menjatuhkan putra-putrinya yang masih kecil dengan membuat artikel yang tidak-tidak.
"banyak daddy." jawab Adara tersenyum lebar.
Adara membuka tas kecilnya dan mengeluarkan isinya banyak uang ratusan ribu membuat Sean merasa pusing.
"sayang?? ini bukan Istana nak..? kenapa kamu meminta pajak di Negara ini? siapa yang mengajarimu hmm?" tanya Sean dengan gemas.
"Om ek dan tante Ophia." jawab Adara tersenyum cerah.
(Ek maksudnya (X) Eks (bawahan Sean) telah menikah dengan Sophia dan tinggal di Istana).
"dasar si Eks ini, awas saja dia." desis Sean dengan kesal sebab X memang suka sekali mengajari Putra-Putri Sean yang pada dasarnya adalah anak Ajaib yang mudah sekali memahami ajaran X.
"sayang? ini Indonesia ya? disini model pajaknya pada pemerintahan dan kamu harus tau Indonesia bukan daerah kekuasaan kita sayang." jelas Sean dengan sabar.
"tapi Adala minta nya baik-baik tok..? meleka asih segini aja adala tidak plotes." bela Adara dengan polos.
"sayang? kalau Mommy tau bagaimana?" jurus andalan Sean membuat Adara menggeleng tidak ingin Ana tau kelakuan premannya itu.
"kalau begitu pulangin uangnya ya? kamu boleh minta pajak sama Daddy sebanyak yang kamu mau ya sayang?" bujuk Sean tersenyum lembut.
Adara mengangguk-ngangguk patuh lalu segera menjalankan perintah Sean yang menghela nafas lega.
__ADS_1
"huh..! kenapa anak-anakku pencuri semua? satu hobby menyembunyikan sepatu Pelayan dan Pengawal, satu Hobby melukai Pelayan-Pengawal lalu minta maaf, satunya suka memalak Orang alasan Pajak." gerutu Sean pelan lalu terkekeh mengingat semua itu.
Sean mengedarkan pandangannya dan melihat Wales tengah bermain game, Sean mendekati Putra sulungnya itu.
"sudah berapa jam main game nya?" tanya Sean dengan serius.
"baluu 2 jam Daddy." jawab Wales dengan serius.
"mau Daddy kaduin Mommy?" tanya Sean seketika Wales menutup permainannya dan menyembunyikan Ponselnya kebelakang.
"Haha..! Daddy jangan ngadu dong..!" tawa kikuk Wales yang tampak memang takut Sean mengadu pada Ana.
"sekarang makan terus baru boleh main lagi." pinta Sean.
Wales mengangguk, "janji..?"
"janji..?!" jawab Sean lalu Wales tersenyum lebar berjalan dengan sangat berwibawa, padahal wajahnya sangatlah imut.
Sean tertawa lagi, "huh..! dimana anakku satu lagi." gumam Sean celingukan mencari Putra Bungsunya yaitu kembaran Adara.
"dimana Adrick ya?" gumam Sean tidak menyerah mencari Pangeran bungsunya ditengah keramaian.
Sean hendak putar balik namun terhenti seketika melihat sosok bocah laki-laki menggemaskan tengah sibuk menghitung kaki setiap tamu Undangan Pesta.
"Ya Tuhan.!? jangan bilang Adrick mau menyembunyikan sepatu atau Heels Tamu Undangan." Sean segera berlari ke arah Adrick.
Adrick melirik ke arah Sean yang duduk disampingnya.
"sedang apa?" tanya Sean.
"mencali sepatu yang paling limited." jawab Adrick.
Sean menganga lalu menggeleng kepalanya untuk tetap sadar.
"jangan macam-macam nak..! disini tamu Undangan Mommymu ya? jangan sampai mereka mengadu pada Mommymu lalu kenakalanmu ketahuan." kata Sean melebih-lebihkan seperti Raja Drama saja.
Adrick seketika menggeleng keras, "jangan deh..! daddy benal..? meleka tamu Mommy, tidak boleh mengambil sepatu meleka."
Sean tersenyum lebar, "kalau gitu kamu harus pergi mandi nak..? badanmu masih gatal-gatal kan?"
"iya Daddy." jawab Adrick.
Sean pun menggendong Putra bungsunya dan dibawa ke Kamar Hotel yang telah Sean sewa untuk Adrick yang sedang alergi sehingga tubuhnya gatal-gatal jadi Ana barusan sudah memberikan ramuan khusus supaya gatal-gatal di tubuh anaknya hilang tanpa meninggalkan jejak.
.
__ADS_1
.
.