
.
.
.
sesuai dengan idenya Sean maka Ana merenovasi Gedung pemberian Sean dan mengajari para Pelayan untuk memasak sesuai resepnya.
butuh waktu 1 bulan bagi Ana mengajari mereka semua dan selama 1 bulan itu juga Ana bersama Sean semakin dekat namun belum melakukan hubungan suami-istri.
di kamar,
"sayang..? sekarang kandungan Carrina sudah 8 bulan kan? mungkin akan memasuki 9 bulan, mau kesana?" tanya Sean.
"apa bisa?" tanya Ana balik mengerjabkan matanya.
Sean tersenyum, "aku bisa mengatasi masalah dengan Online kan? yang penting Keluargamu."
Ana tersenyum.
"Ana, aku bukan tidak tau berterimakasih pada Keluargamu yang telah menjagamu selama ini, malah aku sangat beruntung dipercaya oleh Keluargamu dan melepaskanmu padaku." Sean.
"aku ingin kamu bahagia Ana..! dan aku tau kebahagiaan terbesarmu adalah bersama Keluargamu." sambung Sean lagi.
Ana tertawa lebar lalu mengelus rahang Sean, "kamu sudah sangat mengenalku ya?"
Sean mengecup sayang telapak tangan Ana, Ia sudah sangat terpikat pada Ana tidak peduli rasa suka Ana padanya hanya secuil saja dibanding Perasaan Sean, bagi Sean balasan secuil perasaan Ana adalah kebahagiaan yang sangat berharga yang Sean miliki.
Ana tersenyum melihat Sean tengah menciumi jemari tangannya, "kapan berangkatnya?" tanya Ana.
"nanti malam..!" jawab Sean dengan senyuman.
Ana tersenyum manis, "aku tidak sabar." kata Ana lalu berlari kearah lemarinya dan menarik koper yang bersembunyi dibawah Lemarinya serta membukanya.
Sean bisa melihat betapa semangatnya Ana membawa segala barang-barang yang dibelinya di Negara nya Sean.
"kenapa bawa itu? bajumu bagaimana sayang?" tanya Sean sembari melangkah ke arah Ana.
"pakaianku sudah banyak disana Sean." jawab Ana dengan santai tapi tangannya masih sibuk memasukkan segala benda yang dibeli Ana di Negara Sean sudah jauh-jauh hari sekali sebelum saat ini tiba.
"kalau begitu aku juga akan beli pakaian disana saja." sahut Sean.
"baiklah..! aku yang akan membelikanmu disana Sean, mata uang kita berbeda jadi biarkan aku yang memanjakanmu disana." kekeh Ana.
Sean tertawa lebar mengelus lembut kepala Ana yang menyibukkan diri dengan kegiatannya, Sean jelas tau kalau Ana begitu tidak sabar kembali ke Indonesia melihat Carrina yang dalam waktu dekat akan melahirkan keponakan kecilnya Ana.
.
__ADS_1
di Indonesia,
Ana terkejut melihat para pengunjung di Bandara begitu takjub kepadanya, Ana mana tau kalau selama ini Negaranya banyak mengetahui apa saja yang Ana lakukan di Negaranya Sean.
"kamu sudah sangat terkenal Sean." dengus Ana merasa Seanlah penyebabnya.
Sean tertawa tanpa berbicara padahal Ia tau kalau penyebabnya bukan karna Sean tapi itu adalah hasil perbuatan Ana sendiri yang telah mengangkat namanya di Negara sendiri.
"ayo sayang..!?" Sean merangkul pinggang Ana.
mereka naik taksi menuju Mansion Maldev, Ana memberi kejutan besar pada Keluarganya yang tidak tau Ana akan datang.
"Kakaaakkk?" Alena berteriak melihat Ana membuat seisi Mansion gaduh keluar dari tempat kesenangan masing-masing.
"Alenaaa?" senyum manis Ana melebarkan tangannya.
hap...?
Ana dan Alena berpelukan seperti anak kecil sambil melompat-lompat riang.
"dimana Carrin, Dek?" tanya Ana.
Alena mengerucutkan bibirnya dipanggil adek oleh Ana, "Kakak Ipar dan Abang sudah pindah ke Rumah Impian mereka berdua."
"Ana sayangg?" pekik Ratu sedangkan Xabara tersenyum manis.
"Neneeekkk?" senyum cerah Ana berlari ke Ratu lalu berpelukan, Xabara mengelus kepala Ana.
di Istana Sean sosok Ana akan menjelma seperti seorang Ratu yang sangat mandiri namun ketika berada di Mansion Maldev maka sosok Ana hanya akan menjadi seorang gadis manja yang ceria.
"Ana?" Rovert nyelonong dengan baju terbalik dan rambut basah ternyata dari kolam berenang mendengar laporan Ana kembali membuat Rovert kocar-kacir mengenakan pakaian biar bisa menemui Putri sulungnya.
"Papaa??" Ana melebarkan tangannya dan mereka berpelukan dengan erat.
"sayangg..? Papa kangen nak..?" gemas Rovert mengelus kepala Ana dengan lembut.
Ana terkikik lalu melepaskan pelukannya dari Rovert dan berkata, "Papa pakai baju terbalik."
Rovert melihat pakaiannya membuat Keluarganya menertawai Rovert yang menggaruk kepala dan melarikan diri dari sana seolah harga dirinya tertampar, Xabara menggeleng kepalanya melihat tingkah suaminya itu.
"sini sayang??!" pinta Xabara.
Ana pun beralih ke Xabara dan memeluk Mommynya dengan penuh kerinduan.
"kamu sangat dicintai ya sayang? mommy bangga padamu nak." ucap Xabara dengan sangat bangga.
"hah?" Ana melepaskan pelukannya dari Xabara.
__ADS_1
"maksud Mommy?" tanya Ana yang memang tidak tau betapa terkenalnya Ana saat ini sebagai Ratu kebanggaan Indonesia.
Alena menceritakan berita tentang Ana sudah merambat kemana-mana hingga Ana tercengang karna jujur saja selama ini Ana tidak pernah berniat ingin menjadi pusat perhatian.
.
di tempat lain,
Carrina tengah bersenandung menyiram Taman Bunganya yang menjadi tempat kesayangan Carrina sebagai hadiah spesial dari An.
Carrina sangat menyukai tempat itu serta tidak mengizinkan siapapun masuk ke Taman itu tanpa sepengetahuan Carrina saking sayangnya Carrina pada kebun Bunga itu.
"Eh??" Carrina menoleh kebelakang seolah Ia merasakan kedatangan An.
Carrina meletakkan tabung air untuk menyiram bunga, Ia berjalan memegang perutnya menuju pintu Utama dan ternyata An memang telah tiba dikawasan Rumah baru Carrina yang sudah ditempati sekitar 1 minggu yang lalu.
"An?" senyum manis Carrina seperti biasa begitu pengertiannya menyambut sang suami.
"kenapa kamu selalu tau kepulanganku hm?" tanya An dengan lembut mengecup kening Carrina.
Carrina tersenyum begitu lebar sampai gigi putihnya terlihat lalu Ia hendak mengambil tas An tapi ditahan oleh An.
"biar aku yang bawa sayang..?" kata An lalu merangkul leher Carrina dengan gemas sambil melangkah memasuki Rumah mereka.
Carrina memang seorang diri tinggal di Rumah itu tapi tidak membuatnya kesepian, beberapa kali An ingin membawa Asisten Rumah Tangga tapi Carrina belum mau seolah Ia memang masih ingin bernostalgia di Rumah Peninggalan Keluarganya selama ini hampir 10 tahun lebih tidak pernah ada disana.
Model Rumah Carrina memang sudah berbeda tapi hati Carrina bisa merasakan keberadaan Keluarganya di tempat itu.
.
An membawa Carrina duduk di sofa,
"kapan kita periksa?" tanya An mengelus perut buncit Carrina.
"hari ini." jawab Carrina dengan manja menyandarkan sisi wajahnya dibahu An.
An tersenyum, "ayo kita berangkat..!"
An pun menuntun Carrina keluar dari Rumah menuju Mobil nya dan periksa kandungan setelah itu mereka pergi ke Mansion Maldev.
"Ana?" pekik Carrina.
"Carrin??" Ana putar badan melihat Carrina yang tampak terkejut.
An menaikkan sebelah alisnya mengapa Ia tidak diberi kabar kalau Ana telah kembali ke Indonesia.
.
__ADS_1
.
.