
.
.
.
"ahh..! sorr--sorry..?" ucap Alena segera menjauh namun Saga menarik tangan Alena sampai terduduk dipangkuan Saga.
Alena mengerjabkan matanya dengan linglung karna Ia tidak pernah dekat dengan Pria manapun bahkan bisa dikatakan masih polos walau bar-bar.
"lihat ini...??" pinta Saga memutar kepala Alena ke arah Komputer.
Alena pun mulai fokus dengan layar Komputernya sedangkan Saga terlihat nyaman dengan situasi mereka itu, Alena mengerjab-ngerjab melihat cara Saga memutar balikkan situasi bahkan memberi tau lewat sebuah Postingan yang akan muncul disetiap beranda akun pribadi setiap warga +62.
"waahh...!" Alena merasa kagum dengan cara kerja Saga yang sangat sederhana tapi mampu membuat Idenya yang telah bocor itu kembali lagi padanya.
.
.
semua warga +628 menghina Perusahaan yang mencuri ide Desain milik Alena bahkan Saga tidak segan memposting foto si Penghianat yang membocorkan Idenya ke Perusahaan lain.
"kejam..!! tapi aku suka cara kerjanya." batin Alena tersenyum tipis.
"bagaimana?" tanya Saga.
Alena mengangguk lalu tersadar dengan situasinya segera Ia berdiri dan berdehem menetralkan kegugupannya.
"hubungi aku kapanpun kamu butuhkan Alena.!" kata Saga sambil berdiri membenarkan dasinya.
Alena mengangguk saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun, "terimakasih." ucap Alena setengah berbisik berharap Saga tidak mendengar ucapannya tapi ternyata Saga mendengarnya.
"sama-sama." jawab Saga lalu mengusap kepala Alena dan pergi dari sana dengan cara yang yang keren tapi Alena tidak terlalu memperhatikan itu.
Alena kembali duduk di kursinya sambil melihat layar Komputernya yang menampilkan komentar Netizen menyerang Perusahaan saingan Alena.
Alena tersenyum lebar, "tidak perlu susah-susah." kata Alena menepuk tangannya dengan senyuman seolah sedang menghapus debu.
__ADS_1
Ponsel Alena berdering lalu diangkat oleh Alena sambil tersenyum lebar.
"apa yang terjadi?" tanya An terdengar sangat serius.
"kebetulan ada yang bisa menyelesaikan pekerjaan Alena bang..!" jawab Alena dengan bangga akan pesonanya sendiri.
An mendengus, "kalau tau begini akhirnya kenapa abang harus susah-susah mengundur pekerjaan abang demimu? ckk..! merepotkan saja..!" gerutu An lalu mematikan panggilannya secara sepihak.
Alena tidak tersinggung malah tertawa lepas mendengar gerutuan An.
tok.. tok... tok. !
Alena yang tertawa seketika menghentikan tawanya dan menoleh ke arah pintu, "siapa?"
hening..
Alena pun melangkah ke arah Pintu, ketika membuka pintunya Alena malah berubah dingin dan tidak bersahabat sama sekali.
"N.. Nona??" cicit seorang wanita dan ternyata dia adalah penghianat yang sedang menjadi bulian 1 Netizen.
Alena melihat seluruh karyawannya berada disana tengah menatap remeh ke arah Wanita itu, Alena tidak merasa kasihan sama sekali karna Ia memang baik hati tapi tidak terima Penghianatan dengan alasan apapun itu.
Alena tidak merasa kasihan sama sekali, "kau sudah tau aturan di Perusahaanku kan? aku terima kesalahan apapun yang kalian lakukan di Perusahaan tapi tidak dengan yang namanya Penghianatan.! apa kau begitu meremehkanku sampai berani menghianatiku?? apa kurangku??"
wanita itu menggeleng-geleng kepala, "bukankah Perusahaan Nona baik-baik saja? sekarang nama saya yang tercemar karna hal ini, Nona tidak rugikan? saya yang rugi sekarang."
Alena tertawa hambar, "Benar-benar tidak punya otak!" umpat Alena.
"hanya karna aku berhasil menyelesaikan masalahku dengan baik sekarang kau mengatakan aku tidak rugi? jadi kau mau aku Rugi?" bentak Alena dengan dingin juga menggelegar.
wanita itu begitu ketakutan segera menundukkan kepalanya dengan cemas, "ma--maaf Nona."
"maaf? kau fikir semua selesai hanya mendengar kata maaf mu itu? kau tidak sadar juga akibat dari perbuatanmu?" geram Alena.
Alena pun melangkah pergi tapi Karyawannya yang berkhianat itu meminta ampunan pada Alena lagi bahkan tanpa malu memeluk kaki Alena.
Alena menepis kakinya hingga wanita itu tersungkur, "aku bukan orang mulia yang mudah memaafkan seorang penghianat..! pergi jauh dariku sebelum aku memenggal kepalamu." desis Alena dengan tatapan nyalang.
__ADS_1
Wanita itu menangis histeris sedangkan Alena langsung pergi tapi tiba-tiba Ia berhenti dan berkata,
"itu hanya bagian kecil bayaran dari seorang penghianat..! aku tidak terima alasan apapun jika ada yang berani berkhianat, jika kalian berani menghianatiku itu artinya kalian telah mengangkat senjata padaku dan aku tidak akan tinggal diam akan hal itu."
Alena bicara begitu tegas lalu pergi dari sana dengan raut wajah kesal seolah amarahnya itu belum terlampiaskan sama sekali.
sementara Para Pekerja Alena bergidik ngeri melihat amarah Alena untuk pertama kalinya, mereka selama ini memang selalu dimanja oleh Alena yang tidak pernah marah lebih banyak baiknya dari pada marahnya tapi sekarang mereka semua melihat sisi Alena yang berbeda.
bagi Keluarga Maldev kesetiaan memang sangat mahal harganya sementara kesalahan lainnya masih bisa diperbaiki namun tidak jika dengan sebuah penghianatan, jika Orang yang pernah berkhianat dipercaya bukan tidak mungkin Orang itu akan berkhianat lagi, itu sebabnya bagi mereka semua Kesetiaan itu mahal harganya.
kesalahan mencuri itu bisa dipecat atau diberi surat peringatan tapi jika sudah berkhianat maka Keluarga Maldev akan langsung BlackClist orang itu tanpa berbelas kasih karna itu adalah bayaran atas penghianatan orang itu sendiri.
.
"dasar menyebalkan..? apa selama ini aku terlalu memanjakan mereka? berani sekali meminta maaf setelah menusukkan pisau ke jantungku, hufftt..! kenapa dunia bisnis ada perang juga sih? apa tidak ada hal-hal baik yang bisa dilakukan selain bermusuhan? apa mereka tidak mau olahraga? bermain alat musik? nyanyi di Club? kenapa harus ada yang namanya bersaing dengan cara tidak sehat? dasar manusia zaman sekarang benar-benar sudah tercemar." Alena marah-marah di dalam Mobil sambil memukul-mukul setirnya.
Alena menggeram kesal tiba-tiba Ponselnya berdering dan ternyata dari Jimmy yang minta dijemput dibandara karna Ia datang demi Alena.
"ok!" jawab Alena segera memutar kendaraannya menuju bandara dengan kecepatan tinggi lalu tiba di sana ternyata Jimmy sudah tersenyum lebar menyambutnya.
"Alenaa?" Jimmy berlari ke arah Alena.
Alena keluar dari Mobilnya dan mengerutkan keningnya melihat Jimmy mengenakan Rok panjang juga baju lengan panjang karna menurutnya sangat aneh sebab selama ini Jimmy sangat suka dengan pakaian seksi.
"ada apa?" tanya Jimmy tidak sadar dengan keanehan dalam dirinya itu ketika dipandang oleh Alena.
"kemana pakaian kekurangan bahanmu?" tanya Alena seperti meledek.
Jimmy tersenyum manis lalu memeluk Alena dengan gemas, "ternyata berpakaian sepertimu sangat nyaman Alena..! aku suka." senyum manis Jimmy.
Alena memutar kedua bola matanya dengan malas sambil melepaskan diri dari pelukan Jimmy, "cepat masuk..!" titah Alena segera memasuki Mobilnya.
Jimmy berlari membawa kopernya ke Mobil Alena, Jimmy telah bercerai dengan suaminya yang dinikahinya 2 tahun lalu karna ketahuan berselingkuh, mungkin ini bagian dari karma Jimmy yang suka mempermainkan Pria sekarang Pria juga mempermainkannya, Jimmy tidak sedih karna Ia akan menghabiskan waktunya bersama Alena yang pernah menyelamatkan hidupnya.
.
.
__ADS_1
.