Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
orang gila mana


__ADS_3

.


.


.


"mana Ma?? nggak ada sahutan sama sekali." tanya Ina.


"bisakah kau diam Ina? Mama heran sejak dulu kamu selalu mendapatkan apa yang kamu mau kan? bagaimana pun caranya kamu harus merebut apa yang Carrina miliki sama seperti bonekanya dulu juga pacar kecilnya itu." marah Libra ke Ina.


Ina tersentak, "ahh..? iya Ma..? Pria itu pasti mau mengejar Carrina lagi."


"iya..! apapun caranya terserahmu tapi sekarang kamu harus bantu Mama memanggilnya, mama tidak punya Uang untuk membiayaimu menghadiri pernikahan teman kampusmu itu." kata Libra.


Ina mengangguk lalu ikut berteriak memanggil Carrina.


.


"aku capek Ma..! aku rasa dia memang tidak mau menemui kita lagi." keluh Ina mengelus-ngelus lehernya.


"jangan menyerah!" kata Libra kembali berteriak.


Egy tiba-tiba datang dan mengusir mereka berdua seperti pengemis yang tidak pantas dikasihani.


"berani-beraninya kau mengusir kami? apa kau tidak tau siapa pacar dari Perusahaan tempatmu ini bekerja ha? Carrina?? dia pacarnya Tuan Muda An kan? jadi jangan macam-macam dengan bibinya Carrina, cepat buka Pintu ini...!" teriak Libra marah-marah.


Egy terkekeh, "silahkan saja kalian berteriak sampai mulut kalian berbusa pun tidak akan ada yang membuka pintu gerbang ini kecuali Tuan An yang mengizinkannya."


Libra dan Ina saling pandang lalu meminta Egy memberi tau An kalau mereka adalah Keluarga Carrina yang merupakan kekasih An.


"Nona Carrina bilang tidak punya Keluarga." jawaban Egy membuat Ina marah.


Egy sengaja memanggil Nona untuk memprovokasi kedua makhluk tidak tau malu itu.


"kata siapa?? apa wanita itu mengatakannya?" tanya Ina dengan geram.


"iya." jawab Egy dengan santai.

__ADS_1


"Mama lihat?? sudah aku bilang kalau jal*ng itu tidak akan mengingat kita, dia sangat sombong mentang-mentang sudah menjadi Kekasih Tuan An." teriak Ina ke Libra.


"diam...!" teriak Libra juga membuat Ina semakin memerah bukan karna marah dibentak Libra tapi Ia semakin iri dengan keberhasilan Carrina bisa memanjat tingkat sosial yang paling tinggi disaat Ina bersusah payah mendapatkan posisi itu tapi Carrina yang tamatan SD pun bisa mengalahkannya.


"kalau begitu minta Tuan Muda kesini..? kami akan ceritakan bagaimana masa lalu Carrina dulu, jika Tuan Muda tau pasti Tuan mu tidak akan mau berhubungan dengan Carrina." pinta Libra ke Egy.


Egy tertawa terbahak-bahak lalu menatap sinis kedua wanita yang sangat pengganggu itu, "sehebat apa kalian sampai berani meminta Tuan Muda kami yang mendatangi kalian ha??" bentak Egy.


Libra dan Ina terlonjak kaget.


"sana pergi sebelum aku panggil satpol PP untuk menyeret kalian pergi.!" usir Egy dengan menatap rendah mereka berdua lalu pergi dari sana.


Libra berteriak memaki Egy.


"sudahlah Ma..! kita cari Uang lain saja, diacara pernikahan temanku itu nanti pasti Tuan Muda An akan datang, aku akan cari cara supaya bisa berbicara dengan Tuan An." kata Ina dengan muka memerah marah sebab Ia tidak suka ditatap seperti itu oleh Egy yang menurutnya berada di kelas bawahnya.


"pinjam kemana? Sugar Daddymu apa memintamu datang lagi?" tanya Libra.


"belum..! dia masih takut dengan Tuan Muda An yang menghancurkan karir rekan-rekannya berhubungan dengan Flo dan Lidya, kami tidak putus hanya saja dia minta tolong diberi waktu." jawab Ina lagi.


"awas saja wanita jal*ng ini..! begitu kamu mendapatkan Tuan Muda kamu harus menginjak-nginjaknya seperti sampah.!" pinta Libra dengan benci ke Perusahaan An yang Ia anggap Carrina tidak mau menemuinya.


mereka berdua pun pergi dari pintu gerbang Perusahaan An, sementara An yang mendengar pembicaraan mereka lewat CCTV pun tersenyum meremehkan.


"benar-benar tidak punya malu..!" gumam An menggeleng kepalanya dengan Keluarga yang tidak tau diri itu.


An tidak mengenal Libra tapi cukup mengenali Ina yang memang sempat mengejarnya, An memiliki daya ingatan yang bagus jadi sekali melihat saja langsung tau ingat siapa Orang yang pernah di temuinya itu walau tidak senang.


An meletakkan Ponselnya lalu melihat jam dinding sudah memasuki jam makan siang, tanpa berpikir An menemui Carrina yang ternyata sedang terlelap memeluk album foto pemotretan pernikahan mereka berdua saja.


An menindih tubuh Carrina yang belum terusik dengan gerakan di ranjangnya itu, "sayang?" bisik An.


Carrina seketika mengerjabkan matanya dan samar-samar Ia melihat An langsung saja matanya terbuka lebar seperti tidak mengantuk sama sekali.


"An? maaf..? apa aku susah dibangunkan?" tanya Carrina yang seperti kehilangan instingnya saking lelahnya lembur berdua dengan An tadi malam.


An tergelak lalu mengelus pipi Carrina, "ayo makan siang..! kita makan di kantin saja, kebetulan mereka semua minta di traktir makan."

__ADS_1


Carrina mengangguk dengan malu-malu posisi intim mereka, An mengulum senyum.


"nanti malam akan ada ranj*ng bergoyang lagi, sekarang tidak." Ujar An membuat Carrina semakin malu kembali manggut-manggut mengiyakan apa yang An maksud itu.


makan siang di Kantin diiringi tepuk tangan meriah pekerja BlackMalv, An duduk santai meletakkan tangannya dibelakang kursi Carrina, malah Carrina yang malu nya minta ampun tapi An yang tidak ada malunya itu tidak membantah apapun ledekan BlackMalv tentang malam pertama mereka.


Ayunda terkikik saja dirangkulan Wel sedangkan Putri ada dipangkuan Wel begitu asik dengan cemilan buahnya.


"apa Tuan memakai pengaman?" tanya Egy seperti meledek.


"kenapa aku harus memakai pengaman? aku memang mau dia hamil." jawab An tanpa beban.


Egy dan yang lainnya tertawa, Carrina yang malu menurunkan pandangannya mendengar langsung dari bibir An ingin Carrina hamil anaknya.


Carrina tidak tau masalah Libra yang 2 hari belakangan ini selalu datang ke Perusahaan, Carrina tidak diberitau sebab bukan masalah penting juga.


setelah makan siang,


paketan untuk Carrina sudah ada didepan Gerbang dan ternyata An kebetulan melihat Plat Mobil yang meletakkan Paketan khusus di depan Gerbangnya.


An jalan sendiri keluar Perusahaannya mengambil paketan itu dan melihat isinya adalah teror yang sama.


"itu paketan yang sama seperti kemarin-kemarin waktu Tuan pergi kan?" tanya Wel tiba-tiba dibelakang An.


Wel sudah melihat isi paketan itu ketika Carrina membakarnya, awalnya Wel terkejut dan berencana akan memberitau An kalau Carrina di teror.


An menoleh ke Wel, "apa maksudmu? apa waktu aku pergi Carrina menerima paketan ini lagi?" tanya An dengan datar.


Wel mengangguk, "saya melihatnya sendiri Tuan, dia berlari membawa kardus ini dan membuang semua itu di tempat pembakaran sampah kita dibelakang."


An meremas surat ancaman Teror itu, "lain kali jangan biarkan paketan ini sampai ke Carrina."


Wel mengangguk, "Orang gila mana yang mengoyak boneka secantik ini dan melumurinya darah?" gumam Wel yang tidak takut melihat isi paketan itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2