
.
.
.
"ehh? hmm?" Carrina gelagapan mencari alasannya.
"maaf Tuan Muda, sa-saya pikir Heels itu disewa oleh Tuan." cicit Carrina.
"tempat itu tidak terima barang sewaan." jawab An.
"kalau begitu saya permisi Tuan Muda." ucap Carrina dengan sopan.
"hmm." jawab An tanpa menoleh ke Carrina.
Carrina sesekali menoleh kebelakang melihat An yang tidak berbalik ke arahnya bahkan melirik pun tidak.
"apa yang aku pikirkan?" Carrina memukul keningnya sendiri yang berani berharap An menoleh ke arahnya.
Carrina berlari Keluar dari Ruangan An, An memutar kepalanya melihat Carrina yang berlari.
"kenapa dia lari?" gumam An dengan heran lalu mengangkat bahunya acuh dan kembali melihat ke arah pemandangan gedung-gedung tinggi di Kotanya.
ke esokan harinya,
An akan pergi ke Jerman dan meminta para bawahannya berlatih santai saja sampai An kembali.
"apa Tuan pergi sendiri?" tanya Carrina.
An melirik ke Carrina dan mengangguk, "aku bukan anak kecil."
Carrina menurunkan pandangannya ke arah lantai lalu An meminta Ayunda mengurus sisanya bersama Carrina.
"baik Tuan." jawab Ayunda dan Carrina serentak.
siang itu juga An akan pergi ke Bandara lalu ketika An keluar dari Ruangannya terkejut melihat Carrina sudah menunggunya.
"saya bantu Tuan." kata Carrina mengambil Koper An dan membawanya pergi.
An menggeleng pelan lalu menutup pintu Ruangannya dan melangkah mengikuti Carrina yang sudah jauh didepannya.
Egy didepan Mobil segera mengambil Koper An yang dibawa oleh Carrina, Egy sadar kalau Carrina mengagumi An sebab indera keenam Egy terhadap wanita sangat kuat maka nya Egy lemah terhadap wanita (tidak sanggup menyakiti wanita).
__ADS_1
Carrina berbalik dan terkejut An berjalan ke arahnya segera Carrina menyingkir dari posisinya sehingga tidak menghalangi jalan An.
"apa ada yang harus dimasukkan lagi Tuan?" tanya Egy.
"tidak ada..!" jawab An.
Egy mengangguk lalu menutup pintu belakang Mobil dan berlari ke arah kemudi sebab ada Carrina yang membukakan pintu Mobil untuk An, benar-benar Asisten Pribadi yang pintar sangat tau cara memanjakan Tuannya.
"baik-baik disini." kata An.
"iya Tuan, berapa hari Tuan disana?" tanya Carrina.
"2 minggu." jawab An sambil membenarkan jam tangannya.
Carrina mengangguk-ngangguk lalu membuka pintu Mobil untuk An lebih lebar lagi dan An pun masuk ke Mobilnya itu merasa aman Carrina menutup pintu Mobil An.
Carrina menundukkan kepalanya sebab An tidak membuka kaca Mobil, Ia berulang kali mengumpati hatinya yang selalu berharap An akan melihatnya padahal Carrina juga bukan siapa-siapa.
Mobil An pergi dari pekarangan Gedung Perusahaan BlackMalv, Carrina berbalik dan menarik nafas panjang.
"berhentilah mengharapkan yang tidak-tidak Carrina, kau sudah berjanji tidak akan cemburu dan berharap hal lebih terhadapnya." gerutu Carrina.
"lebih baik aku belajar sembuh seorang diri." kata Carrina menyemangati dirinya sendiri.
selama berhari-hari Carrina menyibukkan diri dengan pekerjaannya, sesekali Ia ikut pelatihan Bodyguard An yaitu seperti memanah, menembak serta bermain di lumpur untuk mencoba hal baru ternyata sangat menyenangkan.
"aku pulang ke Apartemen saja ya? besok aku harus ke Rumah Sakit untuk Konsultasi." teriak Carrina.
"Ok...! cepat sembuh ya?" teriak Para Lelaki Bodyguard An yang memang menjaga Carrina seperti saudara perempuan.
Carrina tersenyum manis dibalik maskernya, selama beberapa hari ini mereka semua sudah tau tentang kecemasan Carrina bahkan mendukung Carrina untuk tetap tegar, belajar melatih hati supaya keras dan kebal terhadap perkataan Orang lain dengan begitu akan sedikit mengobati kecemasan Carrina yang terlalu memikirkan kata-kata Orang lain itu.
kini Carrina membawa Mobil Rop yang berada di Perusahaan, Ia telah bertekat akan membeli Mobil sendiri nanti ternyata punya kendaraan sendiri memang sangat menyenangkan.
"Ehhh?" Carrina tersentak melihat sosok Alena yang tengah menendang-nendang ban Mobil.
"bu-bukankah itu adiknya Tuan ya?" gumam Carrina segera menepi dan keluar dari Mobilnya.
Alena melihat ada Mobil lain berhenti dibelakang Mobilnya lalu Ia terkejut melihat sosok Carrina.
"dunia sangat sempit." batin Alena merasa gemas bertemu dengan Carrina.
"N-Nona?" sapa Carrina.
__ADS_1
Alena yang pura-pura tidak tau itu melihat ke arah Carrina, "Kakak? bukannya Kakak Asistennya abangku ya?" tebak Alena.
"benar Nona, ada apa ya Nona? apa Mobilnya rusak?" tanya Carrina penasaran.
Alena manggut-manggut lalu menoleh kebelakang dimana Ana baru saja keluar dari Toilet umum juga terlihat kaget melihat Carrina, Ana melihat Alena yang sedang memberi kode padanya untuk bermain drama.
sebenarnya Mobil Alena tidak rusak melainkan Ana yang tiba-tiba kebelet buang air kecil sehingga mereka berhenti disana, Alena menendang-nendang ban Mobilnya karna kesal saja tidak bisa bebas seperti Abangnya yang bisa Ke Luar Negeri dan kemana saja yang diinginkan.
Alhasil Ana dan Alena berakting seolah Mobilnya rusak dengan seriusnya Carrina membantu kedua gadis malang itu tanpa Carrina ketahui dirinya sudah masuk dalam jebakan 2 Ratu Drama itu.
"terimakasih kakak sudah membantu kami ya?" ucap Alena dengan senang.
Carrina tersenyum lebar dibalik maskernya, Ia tidak menyangka kedua Tuan Putri Maldev itu punya Kepribadian yang baik sama seperti An bahkan langsung akrab saja dengannya.
"kenapa Carrina?" tanya Ana heran melihat Carrina malah melamun.
"ahh? tidak ada..! sa-saya hanya terpikir akan sangat menyenangkan jika saya punya adik perempuan." ujar Carrina dengan malu.
"aku bisa menjadi adikmu kak." kata Alena dengan semangat.
"aehh??" Carrina malah tidak mengira kalau Alena akan menawarkan diri menjadi adiknya.
Ana yang paham dengan pemikiran Carrina segera menjelaskan kalau Alena memang suka seperti itu, Ia akrab pada siapapun bahkan suka menghibur Orang-orang jalanan dengan segala ocehannya itu.
Carrina terkekeh seketika merasa lucu dengan cerita Ana sementara Alena mengerucutkan bibirnya begitu lucu sebab aibnya dibongkar oleh Kakaknya sendiri.
Mobil Ana ditinggal saja dijalanan sementara Ana dan Alena malah naik Mobil Carrina serta mengajak Carrina main-main di Pasar, Carrina merasa senang memiliki teman yang begitu asik seperti Ana dan Alena ditambah mereka punya pemikiran yang sangat sederhana dengan mau bermain dipasar disaat anak Orang Kaya senang berbelanja di Mal.
"makan es krim." pekik Alena.
ketiga gadis cantik itu pun makan es krim tapi Carrina tampak kesulitan sehingga dengan tangan gemetar Ia melepas maskernya, lagian mereka duduk ditempat yang sunyi.
"waahhh?" Alena menganga melihat paras Carrina.
Carrina seketika tertegun ditatap oleh Alena, Ia pun hendak mengenakan maskernya lagi tapi tangannya ditahan oleh Alena lalu memanggil Ana yang segera melihat wajah Carrina benar-benar cantik dimata Gadis cantik seperti Ana dan Alena.
"kakak cantik sekali." puji Alena.
"pantas saja Romeo gila itu membandingkan kami." batin Ana akhirnya mengerti mengapa Romeo sampai tergila-gila pada Carrina.
Pria gila Wanita Cantik memang menyukai gadis cantik yang jinak dari pada gadis cantik yang kasar serta liar kecuali Pria yang hatinya Baik akan suka gadis menantang dan mahal maksudnya gadis kasar yang tidak suka sembarang Pria.
.
__ADS_1
.
.