
.
.
.
"apa dia suka mawar putih?" gumam Alena lalu memutar wajahnya ke arah Kenan yang juga menatapnya dengan bingung.
Alena mengerjabkan matanya begitu juga Baby Kenan dengan gemas Alena mencium pipi Baby Kenan yang memekik kegelian sambil tertawa lucu.
"disini Pangeran kecil Mamah ya?" Carrina datang diTaman itu.
Alena dan Baby Kenan menoleh ke Carrina lalu Alena melangkahkan kaki kearah Carrina begitu juga Carrina.
"senang main sama Aunty sayang?" tanya Carrina yang sudah ada dihadapan Alena dan Baby Kenan.
Baby Kenan hanya menyeringai lebar lalu memeluk Alena dengan malu sehingga membelakangi Carrina membuat Alena maupun Carrina tertawa.
"sini sama Mamah sayang..!?" pinta Carrina mengulurkan tangannya.
Baby Kenan pun balik badan lagi ke arah Carrina dan melebarkan tangannya, Carrina menggendong Kenan dan mencium sayang bibir Baby Kenan lalu memeluk Putra Kecilnya dengan lembut.
"terimakasih Alena..?" ucap Carrina sambil tersenyum manis.
"Kakak ipar bicara apa sih? kan Abang An juga udah bilang kalau Keluarga tidak boleh berterimakasih, saling menolong itu wajar malah kewajiban." kekeh Alena.
Carrina tersenyum sambil mengangguk, "kalau begitu Kakak beri Putra Kecil kita ini Asi ya? dada kakak sudah terasa bengkak." izin Carrina dan Alena mengangguk mengerti.
Carrina membawa Baby Kenan pergi dari Alena yang melambai ke Kenan yang menyeringai lebar dengan malu menyembunyikan wajah imutnya itu di bahu Carrina, Alena terkikik saja dengan tingkah Kenan yang pemalu itu.
Baby Kenan sangat kuat asi dan berkat Ratu Asi Carrina begitu lancar juga banjir.
Alena melangkah kembali ke Ayunan dan memainkan Ponselnya hingga Ia teringat nama samaran Pria tadi segera Ia mencari nama itu di pencarian akun khusus.
"mawar Putih..!" gumam Alena dan tangannya juga mengetik tulisan itu.
__ADS_1
Alena melihat Profil Mawar Putih hanya ada 1 saja lalu diklik olehnya, mata Alena melebar melihat jumlah pengikut akun itu.
"ap--apa dia Artis? iya sih dia seorang Hacker ternama tapi jumlah pengikutnya melebihi artis." gumam Alena geleng-geleng kepala lalu melihat apa saja postingan sosok mawar putih itu.
Alena terus menggeser layar Ponselnya hingga matanya menangkap suatu postingan yang isinya.
"maaf..! aku mengganti nama akunku karna sosok gadis yang aku Cintai suka Mawar Putih."
Alena merasa tertohok lalu Ia melihat lagi Postingan lainnya.
"hari ini aku dapat ungkapan Cinta dari 50 wanita membawa mawar putih, aku sudah mengatakan pada kalian semua hatiku sudah terukir satu nama yaitu Alena, jadi ku mohon jangan usik aku karna aku tidak akan bisa membalas Cinta kalian semua."
"Alena??" gumam Alena apakah nama yang disebut memang namanya?
Jika Pria itu menyebutkan Alena Maldev jelas hanya lah Alena langsung tau tapi nama yang disebutkan hanya Alena sementara nama Alena bukan 1Orang di Negaranya ini.
"iya pasti aku ini..!" Alena meyakinkan diri lalu mencari lagi postingan paling bawah akun Pribadi Pria itu.
Alena yang tadi duduk bersandar kini terduduk tegak melihat Postingan pertama kali Akun Mawar Putih itu yang isinya,
"ja--jadi memang aku?" gumam Alena tampak berpikir.
"Sekolah Dasar?" gumam Alena teringat satu-satunya sekolah dasar yang Ia datangi hanya sekolah An, Ana dan sekolahnya saja.
"aku cari tau." gumam Alena menghubungi temannya yang menjadi guru muda di Sekolah Dasarnya dulu.
"aku minta kamu berikan data siswa/i sekolah dasar dari angkatan kakakku sampai dia Lulus." pinta Alena serius.
"baiklah Alena tapi aku tidak bisa sekarang, aku akan tanyakan sama Kepseknya ya? data-data yang dia simpan lebih akurat dariku." jawab teman Alena.
Alena mengangguk lalu mematikan panggilannya, sebenarnya Alena banyak teman tapi untuk diajak keluar tidak pernah ada sebab Alena sangat dikekang oleh Keluarganya untuk tidak berkumpul dengan teman-teman diluar yang kebanyakan sudah terkena pergaulan bebas.
Alena menatap profil nama samaran Pria yang selalu mengikutinya, "sangat aktif di sosmed, rajin curhat tapi tidak pernah menunjukkan wajahnya." gumam Alena.
Alena terus melihat foto-foto yang diposting sosok itu hingga matanya melebar seketika ada potret dirinya lewat kaca seperti berada dalam Mal, walau gambarnya tidak jelas tapi Alena tentu tau bentuk dirinya sendiri walau di blur.
__ADS_1
"tidak salah lagi..! dia memang stalker jelek." tebak Alena dengan yakin.
Alena tertawa membayangkan hal itu lalu menjulurkan lidahnya dengan kesal, "main tebak-tebakan dengan Alena? aku akan mencekikmu nanti kalau sudah ketahuan."
selama beberapa hari Alena mencari tau tentang Pria itu lalu temannya memberikan data-data yang dimaksud lewat paketan, kini Alena duduk di balkon melihat 10 Buku tebal berisi semua profil singkat angkatan An-Ana sampai lulus.
Alena yakin kalau sosok itu berada diantara itu, ingatan Alena memang tajam tapi kalau masalah tebak-tebakan mengenal hanya dengan menunjukkan tanda pengenal yaitu sebongkah permen Caramel jelaslah Alena geram dan tidak tau sebab Ia merasa sosok ini menantangnya untuk dikenal.
"aku akan menemukanmu." seringai Alena.
Alena membuka satu persatu isi buku itu serta membacanya dengan sangat berhati-hati hingga matanya mulai lelah lalu istirahat sejam dan melanjutkannya lagi.
2 jam, 3 jam, 4 jam.
Alena sampai sudah makan siang lalu ngemil lagi membaca berkas-berkas penting itu hingga matanya menangkap sosok anak lelaki yang membuatnya teringat dengan hal yang sama.
"di--dia?" gumam Alena kembali mencoba mengingat-ngingat masa kecilnya.
Alena mencari lewat Ponselnya nama Ibu dari data itu yang membuat Alena membekap mulutnya syok belum lagi tanggal kejadiannya, Ibu dari anak kecil itu meninggal dalam kecelakaan dan lebih parahnya lagi sedang mengandung.
"tragis banget." gumam Alena kembali mencari nama Ayah dari anak lelaki itu yang ternyata sejak lama Duda beranak 1 belum pernah menikah setelah meninggalnya ibu dari anak kecil itu.
Alena memijit pelipisnya seketika, "pantas saja dia mengingatnya sampai sekarang ternyata saat itu dia memang sedang membutuhkan dorongan semangat untuk bertahan hidup."
Alena melihat lagi nama anak kecil itu adalah SAGA, "Saga?" gumam Alena yang membaca nama depannya saja bukan dibaca panjang.
Alena bergidik ngeri membayangkan derita anak lelaki itu yang masih kecil sudah ditinggal Ibu kandungnya dengan cara yang tidak bisa diterima.
"Ehh?" Alena kembali membuka akun Pribadi Mawar Putih itu lagi.
Alena mencari-cari sesuatu karna Ia sempat melihat postingan sosok itu dan ternganga ternyata Ibu Kandung Pria itu meninggal Kecelakaan karna sudah direncanakan oleh musuh dari Pihak Keluarga Suaminya yang iri dengan kebahagiaan mereka.
.
.
__ADS_1
.