Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
semakin jatuh cinta


__ADS_3

.


.


.


An melihat Carrina serius sekali melihatnya bermain game, "mau coba?" tanya An.


Carrina mengangguk-ngangguk lalu An memberikan ponselnya ke Carrina yang tersenyum cerah memegang ponsel An, An menyandarkan dagunya di bahu Carrina lalu bibirnya mengendus sisi kepala Carrina yang terdiam sesaat dengan apa yang An lakukan itu.


"kenapa tidak bermain?" tanya An.


"ahh..! iya." jawab Carrina mengerjab-ngerjab pelan lalu fokus memainkan ponsel An.


An tertawa melihat permainan Carrina yang banyak larinya, "lawan...! tembak..!"


"i-iya.." jawab Carrina malah gerogi dengan permainannya sendiri.


An pun memegang tangan Carrina membantu Carrina bermain game dengan benar, Carrina berusaha untuk tetap fokus dengan game nya itu walau jantungnya tidak berhenti berdentum keras.


"sudah?" tanya Carrina bingung.


An tercengang lalu tergelak seketika membuat Carrina bertanya mengapa An bisa tertawa, An malah memuji Carrina yang membuatnya naik level.


"ternyata melarikan diri ada bagusnya juga ya? hebat sekali kamu Sayang." puji An mengusap kepala Carrina dengan gemas.


Carrina membeku ditempat mendengar kata-kata sayang dari bibir An.


"lebih baik kita istirahat.!" kata An sambil mengangkat tubuh Carrina dan mereka berbaring di Sofa seperti biasa.


An mengambil selimut yang berada di sandaran Sofa dan hanya melimuti Carrina saja, Carrina yang sejak tadi jantungan masih bisa sadar membagi selimutnya dengan An.


"nanti kamu kedinginan juga An." begitulah kata-kata Carrina.


"aku hanya butuh kehangatan dari tubuhmu saja." jawab An.


Carrina yang malu segera menyembunyikan wajahnya di belahan dada An, An mengelus kepala Carrina sambil terkekeh.


mereka tertidur seperti itu lagi bukannya di ranjang melainkan sofa walau kaki An tidak nyaman karna terlalu panjang sementara sofa nya pendek tapi berada di Sofa yang sempit bersama Carrina lebih disukai oleh An.


pagi-pagi,


Carrina menggeliat di tubuh An lalu perlahan Ia menjauhkan wajahnya dari belahan dada An sehingga Carrina bisa melihat wajah An saat tertidur, Carrina tersenyum mengusap kedua matanya lalu memperhatikan wajah An yang seperti mimpi bagi Carrina.

__ADS_1


"aku merasa semua ini masih mimpi." batin Carrina.


Carrina tidak sengaja melihat komentar Orang-orang saat melihat Ponsel An yang menunjukkan berita tentang Lidya yaitu besar Cinta An terhadap Carrina, An melakukan hal seperti itu pada Lidya demi kebaikan Carrina begitulah kesimpulan Netizen.


Carrina tersenyum manis lalu tangannya meraba rahang An yang secara tiba-tiba memegang lengan Carrina, "a-apa aku membangunkanmu?" tanya Carrina tergagap.


"tidak..! aku terbangun mendengar nafasmu yang menjauh dariku." jawab An.


Carrina akhirnya sadar kalau An sudah terbangun ketika Carrina menjauhkan wajahnya yang bersandar di dada bidang An padahal Carrina ingin melihat wajah An saja bukan berniat membangunkan An.


"ma-maaf..!" cicit Carrina.


"kenapa meminta maaf? apa kesalahanmu?" tanya An dengan suara khas bangun tidur.


"aku membangunkanmu." jawab Carrina.


An terkekeh, "kenapa harus meminta maaf karna hal kecil hmm? seharusnya kamu meminta maaf kalau sedang menduakanku."


"aku tidak mungkin melakukan itu." pekik Carrina membantah perkataan An seketika Ia membekap mulutnya sendiri yang berbicara dengan nada cukup keras.


An mengangguk sambil mengulum senyum, "jadi tidak perlu meminta maaf."


Carrina mengangguk malu lalu mencoba untuk duduk tapi An malah memeluk Carrina lagi.


"An?" cicit Carrina.


"ta-tapi kamu bisa tidur di Ranjang tidak perlu disini." jawab Carrina.


An menggeleng kepalanya, "aku malas bangkit."


Carrina bingung sendiri mengapa An malas bangkit lalu dengan polosnya Carrina akan menggendong An berhasil membuat An tertawa keras, Carrina terpana melihat tawa An yang selepas itu.


"baiklah..! coba saja, bagaimana caramu menggendongku?" tanya An penasaran sebab Ia melihat Carrina terlihat serius.


Carrina segera bangkit dan duduk ditepi Sofa membelakangi An, "sini..?" Carrina menepuk bahunya.


An pun mengikuti permintaan Carrina yang begitu yakin bisa menggendongnya padahal berat badannya terbilang tidak sama dengan berat tubuh Carrina.


An terkejut melihat Carrina bisa menggendongnya dari belakang, An berulang kali mengerjab dengan tingkah Carrina yang persis seperti seorang Ibu menggendong anaknya padahal Carrina kekurangan kasih sayang masih juga bisa memberi kasih sayang yang begitu tulus pada An.


Carrina mendudukkan An di Ranjang sambil tersenyum manis, "tidurlah An..! aku mau ke Ruanganku." kata Carrina merebahkan kepala An dengan sangat hati-hati lalu menyelimuti tubuh An.


Carrina hendak bangkit tapi tangannya di tarik oleh An betapa jantungannya Carrina tiba-tiba An sudah ada diatasnya mengunci kedua tangannya.

__ADS_1


"bagaimana bisa tubuh sekecil ini menggendongku hmm?" tanya An dengan nada setengah berbisik.


Carrina menggeleng kepalanya, "aku kecil-kecil cabe rawit." kata Carrina tergagap.


An mengulum senyum lalu bibirnya mengecup kening Carrina, pipi dan bibir, Carrina tidak bisa berkutik.


"a-aku belum gosok gigi." cicit Carrina.


"aku juga belum." bisik An.


Carrina melebarkan matanya ketika An memang*t bibirnya tapi tidak melawan sama sekali, Carrina tidak tau kalau An jatuh cinta lagi pada Carrina yang bisa menggendongnya dan memindahkannya ke Ranjang hanya karna An bilang malas bergerak.


.


.


di Kamar Mandi Carrina,


Carrina melihat wajahnya di pantulan cermin yang sungguh merah, mata indahnya melihat bibir serta lehernya yang ada jejak kepemilikan disana.


"aakkhhh...!" Carrina menjerit antara gugup dan senang.


sungguh bersama An bisa membuat Carrina kehilangan akal sehatnya.


Carrina membersihkan diri lalu menutupi bekas gigitan nyamuk besar di lehernya itu dengan Foundation jadi tidak terlihat bekasnya sambil senyam-senyum, Carrina memang polos tapi apapun yang An lakukan terhadapnya malah senang sebab Carrina tau An adalah Pria yang bertanggung jawab tidak akan memanfaatkan dirinya.


jika An memang penjahat perempuan mengapa tidak dari dulu An melakukannya pada perempuan seksi yang mengejarnya? itu sebabnya Carrina merasa senang menjadi satu-satunya perempuan yang diperlakukan seperti itu oleh An, Carrina bahagia merasa dirinya begitu istimewa bagi An.


.


siang harinya,


Carrina melihat dari balkon gedung Perusahaan BlackMalv ada Lidya yang mengamuk di depan Gerbang.


"lepaskan aku...! aku mau bertemu dengan Tuan An..! lepass...! aku butuh penjelasan nya." teriak Lidya menggema di pegang oleh beberapa Orang yang lalu lalang sebab mereka panik melihat Lidya berusaha memanjat Gerbang setinggi itu.


Pintu Gerbang tidak terbuka menandakan An tidak mengizinkan wanita itu masuk ke Perusahaannya, Carrina sama sekali tidak mengasihani Lidya yang seperti itu sebab Ia sudah kesal juga dengan tingkah Lidya yang semena-mena mengakui An calon suaminya Lidya padahal An sendiri yang mengaku pada Carrina bahwa An tidak pernah jatuh cinta selain pada Carrina saja dan tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun.


"enak saja mengaku Tuan An calon suamimu? Tuan An calon suamiku." dumel Carrina yang tanpa sadar bibir merahnya mengakui An adalah calon suaminya.


Carrina sudah lama sekali mencintai An jadi wajar saja Ia sudah mengakui An sebagai Calon Suaminya bahkan detik ini pun Carrina mau jadi Istri An walaupun mereka pacaran belum cukup 1 bulan bahkan belum 1 Minggu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2