
.
.
.
"waktumu Alena..? waktumu berharga bagiku." kata Saga dengan serius.
Alena dan Saga bertatapan cukup lama lalu Alena yang mengalihkan pandangannya, "cepatlah!! jangan mengajakku berbicara, nanti pekerjaanku tidak akan siap." gerutu Alena.
Saga terkekeh lalu begitu semangat membantu Alena bahkan mendesain panggung menjadi lebih hidup sementara Alena melihat para Model yang sudah berkumpul di belakang panggung.
Alena juga melihat model tas yang akan dijadikan ajang fashionshow, Alena tidak ingin membuat kesalahan dengan adanya tas KW elit (mirip dengan Asli) karna tamu yang hadir bukan Orang sembarangan.
"selesai...!" gumam Alena lega lalu beranjak pergi ke Panggung Fashionshow.
Alena tercengang melihat panggung yang telah diatur oleh Saga, "a-apa ini? ke--kenapa begitu berbeda dari desainnya?" gumam Alena tapi Ia sebenarnya suka model yang Saga buat itu.
Alena menepuk keningnya sendiri, "ya ampun Alena..! kamu lupa kalau dia yang selalu membantumu mendesain model tasmu? dia seperti seorang Arsitek." dumel Alena mengomeli dirinya sendiri.
Alena awalnya terkejut dan hampir melupakan siapa Saga yang telah banyak membantunya selama ini baik dibelakang maupun secara tersembunyi.
"kenapa dia begitu cekatan?" gumam Alena ketika melihat Saga juga ikut turun tangan mengangkat barang-barang yang dijadikan pelengkap panggung (hiasan).
"Tuan Awas...!" pekik salah satu dari pekerja.
Saga menoleh dan segera melangkah mundur tapi ibu jari kakinya terkena batu-bata.
"akhh..?" Saga meringis mengangkat kakinya.
Alena melebarkan matanya lalu segera berlari ke arah Saga yang mulai di kerumuni Para Pekerja.
"kalian jangan mengelilingiku...! ini hanya masalah kecil, lanjutkan pekerjaan kalian." teriak Saga.
seketika semua Orang yang mengelilingi Saga segera membubarkan diri merasakan tekanan wibawa Saga.
Saga menarik dasi yang dikenakannya dan menggigitnya sambil melepas sepatu Pantofelnya juga kaus kakinya.
Saga melihat sepasang kaki cantik didepannya lalu Ia perlahan mendongak, "Ehh? Alena?" Saga menjatuhkan dasi yang di gigitnya.
Alena menghela nafas panjang, "kau itu terlalu bersemangat Saga.!"
__ADS_1
Saga nyengir lalu Alena meletakkan kotak Obat yang telah dibawanya di pangkuan Saga dan Alena duduk disamping Saga.
"naikkan kakimu ke pangkuanku..!" pinta Alena.
Saga malah meletakkan kepalanya di pangkuan Alena, awalnya Alena terkejut lalu Ia sadar menyentil kening Saga yang bangkit mengelus keningnya.
"aku bilang apa?" tanya Alena dengan datar.
"kaki." jawab Saga mengelus keningnya dengan cengengesan.
"apa kakimu sudah pindah di kepala?" ejek Alena.
Saga tertawa lebar sedangkan Alena menggeleng kepalanya dengan tingkah konyol Saga padahal seorang Reyza tidak pernah bertingkah konyol.
Alena mengobati ibu jari kaki Saga dengan hati-hati, Saga hanya memperhatikan Alena tanpa berkedip.
"dulu aku hanya bisa memandangmu dari jauh Alena..! sekarang kamu sudah ada didepan mataku, bagaimana aku bisa begitu terpikat denganmu selama bertahun-tahun ini? apa yang salah denganku Alena? apa hatiku begitu murahan?" batin Saga tersenyum intens sambil memperhatikan Alena.
Alena terkejut ketika Saga mengelus kepalanya sehingga Ia memutar kepalanya ke arah Saga, mereka bertatapan cukup lama seakan waktu berhenti berputar.
"kenapa tatapannya bisa seperti itu?" batin Alena merasa merinding dengan tatapan dalam Saga terhadapnya.
Alena yakin tidak pernah menggoda Saga lalu bagaimana Saga bisa begitu dalam memandangnya? Alena tau kalau Saga mencintainya tapi Ia tidak bermaksud mempermainkan Saga karna Ia sudah menjelaskan diawal ketika mau berteman dengan Saga bahwa Alena tidak mencintai Saga sebab Alena bukan gadis munafik.
"mau lanjut atau istirahat?" tanya Alena.
Saga tersenyum, "aku tidak akan berhenti sampai pekerjaanku selesai."
"jadi mau lanjut?" tanya Alena dan dibalas anggukan oleh Saga.
Alena ingin berbicara lagi tapi perkataan Saga membuat Alena tidak jadi mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.
"jika kamu melarangku artinya kamu mencintaiku sayang." begitulah perkataan Saga sehingga Alena memilih diam.
Saga pun bangkit dan melanjutkan pekerjaannya dengan jalan yang sedikit tertatih-tatih, jujur ibu jari kakinya masih terasa berdenyut nyeri tapi sedikit lebih baik ketika diobati oleh Alena.
Alena melihat sekilas pekerjaan Saga lalu pergi melanjutkan pekerjaannya hingga selesai.
.
jam yang di tunggu-tunggu pun tiba, satu persatu tamu undangan yang berasal dari berbagai Negara pun tiba dan tampak begitu terkesan dengan desain panggung yang ditata oleh Saga.
__ADS_1
Alena tampak begitu sibuk sampai acara selesai begitu juga Saga yang begitu serius memperhatikan panggung sekiranya ada masalah Ia akan langsung bangkit dari duduknya membantu memperbaikinya karna semua serba dadakan jadi menatanya juga apa adanya.
"inilah Presdir tertinggi kita yang memiliki acara..!" kata MC Wanita dengan semangat membara dan terdengar tepuk tangan meriah semua Orang yang hadir.
Alena berjalan dengan senyuman diatas panggung begitu anggun dan berkelas mengenakan tas Brand serta berlian dari Tiffany, pakaian Alena juga dari Brand milik Taylor yang merajai mancanegara.
Saga terpana melihat kecantikan Alena yang tengah berpose diatas panggung, banyak kamera memotret Alena yang begitu cantik dan sangat berkelas.
"terimakasih atas waktu para tamu undangan yang mau berpatisipasi di acara saya malam ini." kata Alena dengan gaya anggunnya itu.
Saga menatap sengit para lelaki yang hadir tengah memuji-muji kecantikan Alena juga seorang perempuan Karir termuda yang sangat sukses.
Alena pun menyelesaikan pembicaraannya dan acara pun berakhir, segala tas Brand yang Alena pamerkan malam ini langsung lenyap tidak tersisa dipesan oleh banyak kalangan.
Alena tidak menerbitkan Tas Brand dengan jumlah besar hanya terbatas dan paling banyak itu jumlahnya hanya 5 selain itu hanya 2,3 dan 4 yang saja sebab modalnya 1 tas itu juga sangat mahal berlapis berlian sehingga jika 1 tas terjual saja sudah sangat menakjubkan.
Alena turun dari panggung dikejar oleh banyak lelaki dari Pengusaha ternama, mereka semua mengajak makan malam dengan Alena.
"memangnya apa yang spesial dari makan malam?" batin Alena.
"minggirlah kalian..!" ketus Alena sehingga Para Lelaki mapan itu memberi jalan dan begitu terpana dengan Alena saat berpaling.
Alena melihat Saga yang tengah bersidakap dada memandang ke arahnya, Alena memiringkan pandangannya sejenak lalu Saga pun melangkah ke arah Alena.
"ikut aku Alena..!" kata Saga menarik lengan Alena yang terpaksa mengikuti Saga tapi tidak menolak ajakan Saga.
para lelaki yang mengejar Alena tadi terbelalak begitu juga tamu undangan yang ada, mereka bertanya-tanya siapakah Saga? kenapa Alena tidak menolak ajakan Saga? publik belum banyak tau tentang pertemanan Saga dengan Alena.
di tangga darurat,
"kenapa lagi?" tanya Alena dengan malas.
"Alena? kamu tidak mendengarkan mereka kan?" tanya Saga dengan serius.
"kamu sudah berjanji makan malam denganku kan?" sambung Saga lagi.
Alena terkekeh pelan, "aku menolak mereka puas..?!" kata Alena berubah serius seperti seorang Artis yang bisa berakting saja.
.
.
__ADS_1
.