Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
suhu


__ADS_3

.


.


.


Carrina muncul di hadapan Verdy.


"Carrina?" sapa Verdy menerobos Orang-orang An ke arah Carrina.


Carrina melangkah mundur lalu berlari menjauhi Verdy, "ja-jangan kejar aku..?" teriak Carrina.


"iya-iya aku tidak akan berlari kamu juga berhenti Carrina." pinta Verdy.


"tidak mau....! anda lah yang harus berhenti Tuan." pekik Carrina.


Verdy pun berhenti lalu Carrina juga ikut berhenti sambil menarik nafas dalam-dalam, An diam memperhatikan semuanya.


"Carrina? kamu baik-baik saja?" tanya Ayunda.


Carrina menoleh ke Kawanan BlackMalv lalu tersenyum lebar dibalik maskernya, "aku sedang mencoba untuk sembuh." kata Carrina menyemangati dirinya sendiri.


"aku bisa menyembuhkanmu Carrina." kata Verdy yang entah sejak kapan sudah berada dekat Carrina.


Carrina seketika mengeluarkan belatinya membuat Verdy angkat tangan.


"woo.. wo.. wooo...! aku tidak menyangka kamu punya taring juga ya?" Verdy terlalu meremehkan Carrina.


Carrina punya pendengaran yang bagus tentu saja Ia sadar Verdy mendekatinya jadi Carrina mengeluarkan belatinya.


"mau makan malam denganku?" tanya Carrina dengan mata menyipit misterius.


"ha? apa ada syaratnya? jangan seram-seram ya? buat tato di tanganku juga boleh." kata Verdy mengulurkan tangannya.


Carrina memutar kedua bola matanya dengan malas, "hiyaaa??" Carrina berlari ke arah Verdy yang melototkan mata.


"Ehh?? Ehh? tunggu..?" kata Verdy pun berbalik.


aksi kejar-kejaran pun diantara mereka terjadi membuat Orang yang melihatnya tertawa terbahak-bahak bahkan Gigy pun menganga melihat kelakuan Carrina yang diluar nalar.


Egy dan yang lainnya sontak saja memegang inti mereka masing-masing, Carrina dengan bar-barnya mengancam akan memotong inti Verdy lalu dikukus dijadikan makanan untuk Verdy sendiri baru Carrina mau makan bersama Verdy dengan syarat Verdy harus makan intinya sendiri.


"apa itu Carrina?" tanya Rop ke Egy.


"aku tidak menyangka adik bungsu kita sangat bar-bar." bisik Egy.


anggota BlackMalv seketika merasa ngeri dengan keganasan Carrina hingga tiba-tiba Verdy berbalik ke arah Carrina yang memekik kesal seketika saat Verdy memegang lengan Carrina yang memegang belati.


"tidak bisa lagi kan?" senyum lebar Verdy merasa Carrina semakin menarik.

__ADS_1


Carrina melototkan matanya dan lulutnya terangkat mengenai inti Verdy yang langsung mengapit kedua pahanya lalu merosot ke lantai.


Carrina mengibaskan rambutnya kebelakang, "dasar Pria..? apa aku seperti Perempuan murah dimatamu ha? siapa yang mau makan denganmu?"


Gigy merasa ngilu dibagian intinya begitu juga yang lainnya, Carrina mengubah posisi belatinya tiba-tiba saja tubuh Carrina diangkat oleh An dan dinaikkan diatas bahunya.


Carrina mematung dibahu An beberapa saat lalu belatinya terjatuh dengan cepat Ayunda mengambil belati Carrina dan memerintahkan saudara-saudaranya mengusir Verdy juga Gigy.


An membawa Carrina memasuki Lift, sementara Carrina memegang leher An sebab Ia takut dijatuhkan oleh An, "lain kali jangan seperti itu." kata An serius.


"seperti apa Tuan?" tanya Carrina diam saja dibahu An.


An berpikir kalau Carrina patuh itu karna takut dijatuhkan.


"jangan mengancam akan memotong bar*ng lelaki." jawab An.


"kenapa? saya tidak akan memotong bar*ng Tuan kok, tenang saja masa depan Tuan akan tetap aman hehehe.. hanya saja saya menjaga diri supaya tidak ada Pria yang melec*hkan saya dengan bar*ngnya itu maka nya mengancam melakukan itu." jelas Carrina dengan serius.


An melirik bagian bawahnya, "jika masa depanku hilang kau harus bertanggung jawab."


Carrina membeku mendengarnya, "ha?? sa-saya tidak akan menghancurkan masa depan Tuan."


"kenapa?" tanya An tersenyum tipis.


"karna Tuan Orang baik." jawaban Carrina membuat An tertegun sendiri.


Carrina tersenyum tulus lalu mengatakan perkataan yang sangat jujur, "Tuan adalah Pria yang baik, saya tau itu."


"dari mana kau tau aku baik?" tanya An penasaran.


Carrina diam lalu mengeluh perutnya sakit dan An pun langsung menurunkan Carrina yang wajahnya memerah.


"kenapa wajahmu?" tanya An menundukkan wajahnya ke Carrina sehingga wajah Carrina dan An sejajar.


DEG!! DEG !?


jantung Carrina yang berdetak tidak normal dengan situasi itu.


"wajahmu merah? apa kau demam?" tanya An meletakkan telapak tangannya di kening Carrina.


"tidak apa Tuan..! haha..!" kata Carrina memegang lengan An yang memakai kemeja tapi lengannya dilipat tiba-tiba saja Carrina kaget.


An melihat lengannya yang dipegang oleh Carrina.


"kenapa tangan Tuan Panas?" tanya Carrina serius sambil menyentuh tangan An merasakan suhu tubuh An.


"benarkah? aku pikir suhu tubuhku baik-baik saja." jawab An.


"tidak--tidak..! Tuan anda mengatai saya demam tapi tubuh anda juga panas." kata Carrina berbalik menggenggam pergelangan tangan An membawanya menuju Ruangannya.

__ADS_1


An menaikkan sebelah alisnya hanya menonton tindakan Carrina saja, Carrina berlari ke meja Kerjanya dan membuka laci meja nya menemukan termometer (alat mengecek suhu tubuh).


Carrina tersenyum lebar menemukan alat yang ia butuhkan lalu kembali ke An dan meletakkan ujung Termometer di telinga An sambil menunggu Carrina memperhatikan saja alat yang Ia pegang bekerja, matanya fokus ke Termometernya saja.


"apa kau itu apotik berjalan? kenapa bisa ada alat-alat seperti ini di Ruanganmu?" tanya An.


"Tuan tidak tau kalau pekerjaan Kalian semua berbahaya bahkan waktu Tuan berada di Jerman kaki Rop tertimpa barbel, kalian sangat rentan terluka dan menurut saya tidak ada salahnya menjadi Apotik berjalan untuk Saudara-saudara saya." jawab Carrina tersenyum manis.


An menatap Carrina dengan serius, "kau menjadi Apotik berjalan untuk mereka semua?"


"ralat..! untuk Tuan juga." jawab Carrina.


"aku?" tanya An lagi heran.


Carrina beralih pandangan ke An, mereka bertatapan cukup lama lalu Carrina duduk disamping An.


"Apa Tuan keberatan saya menjadi bagian dari Kalian semua? saya tidak punya Keluarga dan mereka sangat baik pada saya Tuan." tanya Carrina dengan polos.


An tersenyum mendengar pertanyaan Carrina membuat mata Carrina mengerjab-ngerjab memandang wajah An yang tengah tersenyum seperti itu.


"baiklah..? kamu memang bagian dari kami." kata An mengusap kepala Carrina lalu hendak menurunkan tangannya tapi Carrina menahan lengan An untuk tetap memegang kepalanya.


"hmm?" An.


"Ehh? hmm? sa-saya suka kepala saya dielus Tuan." cicit Carrina.


An mengacak pelan rambut Carrina, "itu sebabnya kau membiarkan kepalamu disentuh oleh banyak lelaki?"


"Ehh? mereka bukan lelaki tapi Saudara saya." bela Carrina.


An menggeleng saja kepalanya, "lalu siapa yang kamu anggap lelaki ha?"


Carrina diam saja sambil melihat termometernya, "suhu tubuh Tuan memang tinggi..! Tuan memang panas." alih Carrina.


An memegang keningnya, "aku rasa tubuhku baik-baik saja, mungkin alatmu rusak."


Carrina menggeleng kepalanya, "saya yakin alat ini tidak rusak."


An bangkit hendak melangkah pergi seketika kepalanya terasa pusing, Carrina melebarkan matanya melihat tubuh An mulai oleng dan dengan cepat Carrina menarik lengan An hingga melingkar di bahunya.


"sudah saya bilang badan Tuan sangat panas." kata Carrina dengan kesal.


"kalau begitu bantu aku ke Ruanganku.!" pinta An memijit kepalanya yang memang terasa berputar.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2