
.
.
.
malam hari,
Alena terkapar di lantai dengan semua Pekerjanya, para pekerja Alena tak heran lagi kalau Alena tidak jijik tidur dilantai sebab mereka sudah tau watak baik Nona Muda Bungsu Maldev itu yang sangat sederhana tapi pekerjaanlah yang menuntutnya harus selalu tampil glamor walau mode nya ingin sederhana.
Alena memejamkan matanya, "huh..! akhirnya semua berakhir juga." gumam Alena dengan lega.
"Nona?" panggil Vinny dan beberapa Pekerja Alena lainnya sambil mengguncang kaki, lengan, leher dan tangan Alena.
"apaan sih?" kesal Alena menepis tangan para pekerjanya itu.
"aku lelah loh, kalian cari saja makanan yang kalian mau nanti aku bayar." oceh Alena lagi tapi matanya masih terpejam.
Saga berjongkok di atas kepala Alena sambil tersenyum tipis lalu jemari tangannya mengelus puncak kepala Alena.
"kerja bagus Sayang..?!" kata Saga dengan bangga.
"sayang?" bisik-bisik para Pekerja Alena.
Alena seketika membelalakkan matanya dan bangkit dari tidurannya berbalik arah ke Saga.
"Saga kau??" Alena menuding Saga dengan mata melotot galak karna memanggilnya Sayang didepan banyak Pekerjanya sehingga kesalahpahaman akan terus berlanjut.
"aku membawa banyak makanan untuk para pekerjamu." kata Saga menoleh kesamping.
Dyrga yang di lirik pun segera mengibaskan tangannya dan datanglah pengantar makanan yang sudah dipesan Saga lalu dikumpulkan di meja mana saja.
"ambillah..?!" titah Saga ke Para Pekerja Alena.
"yeee...!! terimakasih Tuan Muda." ucap Para Pekerja Alena sambil berdiri dengan semangat lalu berhamburan menuju meja yang diletakkan banyak makanan.
Alena melirik semua itu lalu seluruh Para Pekerjanya kebagian makanan, "berlebih?" tanya Alena.
"itu lebihnya untukku, kamu dan Dyrga." jawab Saga.
Alena memicingkan matanya lalu bertanya mengapa Saga membelinya dengan jumlah pas-pasan bagaimana jika ada pekerjanya yang ingin nambah, Saga terkekeh dan melihat sekitar.
Alena melihat ke arah tatapan Saga dan mata Alena melebar lalu memejamkan matanya menahan malu karna satu porsi paket makanan yang Saga belikan sudah diberi tambahan nasi.
__ADS_1
"ayo bangun..!" ajak Saga mengalihkan rasa malu Alena.
Alena berdiri dengan cepat tapi karna terlalu tergesa-gesa dan Alena sedang mengenakan heels membuat kaki Alena tergelincir, Saga dengan cepat menarik tangan Alena dan masuk dalam dekapannya.
Alena memejamkan matanya di pelukan Saga dan terkejut mendengar suara detak jantung Saga yang tidak beraturan.
"jangan takut..! jantungku seperti ini jika aku selalu berdekatan denganmu." bisik Saga.
Alena merona seketika segera menjauhkan dirinya dari Saga dan tertawa kikuk, "aku tiba-tiba sangat lapar." kata Alena melangkah pergi melewati Saga.
Alena mendumel tanpa suara ketika membelakangi Saga karna Ia tidak terima mudah terperdaya dengan rayuan Saga walau mendebarkan tapi Alena tidak boleh terlihat mudah didapatkan oleh Saga.
.
"terimakasih Tuan Muda? Nona?" ucap Para Pekerja Alena serentak.
Saga mengangguk sekali sedangkan Alena tersenyum melambaikan tangannya ketika Para Pekerjanya melambai pamit pulang ke Rumah masing-masing.
Dyrga melirik Saga yang terlihat begitu terpikat pada Alena, "terkadang aku tidak mengenalimu Tuan." batin Dyrga merasa malu dan tak percaya dengan segala tingkah tak biasa Saga ketika berdua dengan Alena.
.
"kamu sengaja kan?" tanya Alena berkacak pinggang.
Alena mendengus, "panggilanmu tadi sengaja kan? apa maksudmu memanggilku seperti itu didepan mereka semua? kau mau aku tidak dapat jodoh?"
Saga berubah serius, "dengan siapa kamu menikah Alena jika bukan denganku?"
Alena semakin menantang Saga, "banyak." jawabnya juga tak kalah serius.
Saga berubah memelas dan memegang tangan Alena, "sayang? jangan begitu dong!!? ya--ya- ya?? kamu satu-satunya perempuan yang aku jaga selama ini, masa kamu tega padaku yang tidak punya Ibu dengan masa lalu tragis sekarang harus mengalami kegagalan Cinta? aku tidak mau menjaga jodoh Orang." rengek Saga.
Alena merasa pusing mendengar kata-kata Saga, "jadi apa maumu sebenarnya?"
"MENIKAH DENGANKU..?!" pinta Saga tersenyum lebar.
Alena tiba-tiba merasa sakit kepala, "Oh tidak kepalaku..! kepalaku seperti mau lepas dari batangnya." dumel Alena dengan geram.
"mana sayang? masih nyatu kok." Saga memegang batang leher Alena dan memperhatikan garis leher Alena.
pletakkk...!
"aah..!" Saga memegang keningnya yang di sentil kuat oleh Alena yang menatap datar dirinya.
__ADS_1
"biar sadar sekalian supaya ngomong itu tidak asal aja." desis Alena dengan mata melotot lalu memukul-mukuli bahu Saga dan Dada bidang Saga yang sampai terbatuk-batuk di tempat.
hap...!
Saga memegang tangan Alena dan menatap dalam Alena, "Alena aku tidak tau dengan perasaanmu tapi bisakah kamu menikah denganku? aku berjanji tidak akan meminta hak apapun padamu tanpa seizinmu asalkan kamu menikahiku."
"apa kamu mau dikejar-kejar para Lelaki Alena? aku bisa jadi tamengmu sementara kamu bisa fokus dengan karirmu tanpa memperdulikan aku yang penting aku yang akan selalu menempel padamu." lanjut Saga lagi.
Alena terdiam karna Ia merasa tidak dirugikan, dengan menikahi Saga maka Alena akan hidup tentram dari kejaran lelaki yang haus tahta dan kekayaan karna punya status Istri seseorang, sementara keuntungan Alena lagi tidak harus melayani Saga tanpa izin dari Alena, Alena bukan gadis bodoh yang tidak tau hal menguntungkan untuknya.
"baiklah." jawab Alena.
Saga melebarkan matanya, "apa sayang? kamu setuju menikah denganku?"
"pake Kontrak..! aku tidak mau ada pelanggaran nantinya." jawab Alena dibalas anggukan oleh Saga tapi syarat dari Saga boleh memeluk Alena tapi berjanji tidak akan diluar batas.
Alena menyetujuinya sebab bagi Alena pelukan bukan hal yang istimewa, lalu Saga mengulurkan tangannya dan Alena menyambutnya.
"deal..!" kata Alena dibalas senyuman terlebar Saga seolah begitu bahagia dengan persetujuan Alena.
.
di Mobil Saga,
"Tuan? ini sama saja nikah Kontrak apa anda bahagia?" tanya Dyrga penasaran tapi dengan nada hati-hati.
Saga yang senyam-senyum pun kembali terkekeh, "tidak masalah apapun alasan Alena yang penting dia akan menjadi Istriku, aku tidak rugi apapun karna tidak akan ada Pria yang berani mendekatinya."
Dyrga diam saja, "Tuan Muda sudah sakit Cinta yang sangat parah..! bisa-bisanya dia senang hanya dengan status, apa gunanya punya Istri tidak bisa dimiliki seutuhnya? aku tidak bisa membayangkan bagaimana Tuan bisa menahan diri dari nafs* Cintanya itu." batin Dyrga menggeleng-geleng kepalanya mendengar Saga tertawa seperti orang gila.
.
Saga langsung membeli segala mahar yang akan dihantarkan ke Mansion Alena dengan harga yang tidak biasa sementara Pabrik Caramel milik Saga juga sudah mulai siap dari Renovasi mewahnya, Saga tidak mempermasalahkan jumlah uang Keluarnya karna Ia sudah bekerja keras selama bertahun-tahun demi bisa berada di tahap ini dengan Alena.
"Reyza?" panggil Agam yaitu Papanya Saga.
"Papa? kapan kembali?" tanya Saga mendekati Agam yang duduk di kursi Roda.
Agam terlalu bekerja keras demi Saga sehingga mengalami penyakit aneh di kakinya yang tak kuat berdiri lagi tapi tidak berbahaya dan hal itu membuatnya terpaksa mundur dari posisinya sebagai Presdir di gantikan Saga.
.
.
__ADS_1
.