
.
.
.
Carrina tersenyum lebar dibalik maskernya dan mengangguk pelan, Ia tidak mungkin mengatakan bahwa Carrina menyusahkan An bisa saja Ayunda merasa bersalah nanti.
"bagaimana keadaan anak kakak?" tanya Carrina penasaran.
"sudah baikan..! rencananya nanti kakak akan membawanya kesini, Tuan Muda mengizinkan Kakak membawa Anak asalkan tidak mengganggu kakak bekerja." jawab Ayunda tersenyum lembut.
Carrina senang mendengarnya, "pasti tempat ini akan menyambut anak kakak dengan baik."
"terimakasih." ucap Ayunda.
"Tuan Muda baik sekali kan Carrina?" tanya Ayunda tiba-tiba membuat senyum Carrina menyusut.
Ayunda heran mengapa Carrina berubah ekspresi matanya lalu Ia menanyakan lagi tapi Carrina hanya menjawab kalau Carrina memang merasa malu dengan An yang malam itu Carrina disebut aneh.
Ayunda tertegun mendengarnya, "aneh?"
"aku mengenakan masker disaat semua Orang tidak memakai apapun." jawab Carrina dengan lesu.
Ayunda memegang kedua tangan Carrina, "kamu tidak aneh Carrina, para wanita disana memang suka berkata hal yang tidak menyenangkan apalagi kalau ada perempuan dekat dengan Tuan Muda An, mereka akan mencari keburukan wanita yang dekat dengan Tuan Muda karna merasa cemburu."
Carrina terdiam mendengar penuturan Ayunda, "benarkah? mereka cemburu?"
Ayunda mengangguk pelan, "ya iyalah mereka akan cemburu, siapa yang tidak akan jatuh cinta pada Tuan Muda An coba? udah kepribadiannya sempurna, baik lagi sama pekerjanya belum lagi ada bonusnya."
"ha?" Carrina tidak mengerti bonus yang dimaksud Ayunda.
"Tampan dan Tubuhnya bagus." jawab Ayunda dengan gemas menangkup pipi Carrina.
Carrina mengerjab-ngerjab, "Kakak juga suka Tuan Muda?"
Ayunda tergelak mendengarnya, "rasa kagumku pada Tuan Muda hanya seperti aku mengidolakan Artis yang tidak berpikir untuk memilikinya, aku ini Janda tentu saja aku tidak segila itu berani memikirkan Tuan Muda sebagai Pria."
Carrina diam saja memikirkan kata-kata Ayunda.
"Tuan Muda bukan tipe Pria yang suka dengan Perempuan cantik, kamu tau Lidya?" tanya Ayunda sambil membawa Carrina duduk disofa.
"siapa Lidya?" tanya Carrina balik.
Ayunda memberitau kalau Lidya salah satu wanita seksi dan Cantik memiliki karir yang bagus sebagai Artis mengejar An, An menolaknya dengan santai seperti tidak punya hati tapi Lidya yang muka tembok tidak pernah menyerah.
__ADS_1
"aku tidak tau banyak Artis." cengir Carrina.
Ayunda menepuk keningnya lalu mengeluarkan ponsel dan mengetik nama Lidya setelah itu Ayunda memperlihatkan wajah Lidya yang terkenal.
"ini Lidya?" tanya Carrina mengerjab.
"iya ini Lidya, bagaimana? dia secantik dan seseksi ini saja ditolak oleh Tuan Muda, iyakan?" Ayunda.
Carrina melihat pose Lidya memang sangat menggiurkan jika dilihat oleh lawan jenis, bahkan Carrina saja suka dengan pose seksi Lidya.
"di-dia yang mengatakan aku aneh." cicit Carrina.
Ayunda melebarkan matanya lalu tersenyum dan mengatakan semakin yakin kalau Lidya tidak suka dengan Carrina yang dekat dengan An, Lidya memang sangat posesif pada An padahal An juga tidak menganggap Lidya ada.
"jangan dengarkan perkataan dia ya?" bujuk Ayunda.
"apa kakak mau melihat wajahku? ak-aku ingin kakak menilaiku, se-sebenarnya aku punya gangguan kecemasan jika ada Pria yang melihatku mungkin kalau Kakak aku akan baik-baik saja." tanya Carrina.
Ayunda terhenyak lalu tersenyum manis, "tentu saja..! kita bersaudara."
Carrina belajar berani seorang diri tanpa melibatkan An, walau dokter Psikolog Carrina meminta nya untuk lebih terikat pada An tapi Carrina tidak mau memanfaatkan An untuk kepentingannya sendiri.
Ayunda memperhatikan Carrina yang sedang memegang telinganya hendak melepaskan maskernya.
Ayunda mengerjab-ngerjab melihat wajah Carrina tanpa mengenakan masker, "Carrina kamu cantik sekali..!"
Carrina tersenyum kikuk, Ia harus belajar melawan perasaan cemasnya itu seorang diri.
"te-terimakasih kak." ucap Carrina.
"kamu seperti permata didalam cangkang tiram, kenapa kamu takut dibilang aneh oleh perempuan ini hmm? dia tidak akan berhenti julid padamu walaupun dia melihat wajahmu ini." kata Ayunda yang benar-benar terpana kecantikan Carrina.
Carrina mengerjabkan matanya lalu melihat Ayunda tersenyum manis dan bercanda pada Carrina tentu berhasil membuat Carrina tersenyum tidak merasa tegang lagi.
.
Carrina kembali mengenakan maskernya dan menarik nafas dalam-dalam.
"aku baik-baik saja kok ditatap oleh Kak Ayunda, tapi kalau Pria?" gumam Carrina memilin jemari tangannya sendiri.
memang yang membuat Carrina cemas dilihat Pria bukan perempuan.
Carrina terlonjak kaget ketika teleponnya berbunyi, Ia menenangkan diri terlebih dahulu lalu mengangkat panggilan teleponnya.
"keruanganku..!" titah An mutlak.
__ADS_1
Carrina yang sudah ramah dan bicara banyak hal lagi-lagi terdiam ternyata dari An, mengapa An menggunakan telepon seharusnya pakai kode biasa saja Carrina akan datang.
"tenang Carrina!" Carrina menyemangati dirinya sendiri bahwa kata-kata Lidya malam itu bukan apa-apa.
Carrina memasuki Ruangan An yang sudah terbuka lalu mencari keberadaan An, "dimana Tuan?" gumam Carrina.
"Tuaaann?" panggil Carrina.
An berada di balkon tidak menyahut sama sekali, biarkan saja Carrina mencarinya sendiri sampai Carrina merasakan angin dan menoleh ternyata An berada di balkon.
"kenapa dia tidak menyahut?" batin Carrina lalu menggeleng kepalanya sebab Carrina juga bukan orang penting sehingga An harus menyahut jika Ia memanggil An.
"Tuan?" sapa Carrina.
An tidak menoleh sedikitpun, "apa kakimu sudah baik-baik saja?" tanya An dengan pandangan tetap sama yaitu lurus kedepan.
"baik Tuan Muda, terimakasih atas kebaikan Tuan." ucap Carrina dengan sopan.
An mendengar perkataan Carrina sepertinya Carrina sudah baik-baik saja, "baguslah..!"
"apa Tuan memanggilku hanya karna ini?" batin Carrina penasaran.
"dimeja ada laporan dari Jerman..! terjemahkan dan berikan padaku." titah An.
"baik Tuan." jawab Carrina lalu pergi ke Meja Kerja An.
Carrina tidak sengaja melihat foto Keluarga An, ada Ana, Alena, Xabara, Rovert dan Ratu juga An.
"keluarga bahagia, beruntung sekali punya Keluarga yang utuh." batin Carrina tersenyum kecut.
diam-diam Carrina melihat paras Xabara, "pantas saja Tuan Muda sangat tampan, Ibunya sangat cantik dan terlihat awet muda." batin Carrina lalu kembali fokus melihat berkas yang dimaksud An.
"ini dia." senyum lebar Carrina.
Carrina hendak pergi tiba-tiba Ia tersadar akan sesuatu lalu kembali ke An menanyakan tentang heels malam itu, Carrina harus mengembalikannya pada siapa.
An terkekeh pelan membuat Carrina yang sudah menyerah akan perasaannya kembali lagi jantungan padahal An tidak melihat ke arah Carrina hanya mendengar suara saja sudah seperti itu apalagi melihat ke arah Carrina, melupakan sosok An memang sangat mustahil bagi seorang Carrina kecuali sosok yang Ia sukai itu punya sifat yang buruk.
"aku sudah membelinya untukmu, kau bilang akan mengembalikannya padaku? untuk apa heels itu bagiku? bisa kau jawab?" tanya An tanpa melihat ke arah Carrina.
.
.
.
__ADS_1