Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
lahir cepat


__ADS_3

.


.


.


siklus wanita hamil memang tidak ada yang bisa menerka-nerka.


Kini Ana malah menangis meminta pulang ke Negara Sean padahal Keluarganya disini, Keluarga Ana juga tidak mengekang Ana untuk tetap tinggal di Indonesia jika Ana sendiri yang menangis seperti itu ingin kembali ke Negara Sean.


Sean dibuat mati kutu dengan tingkah Ana tapi sebenarnya Ia senang karna berpikir bayi dalam perut Ana pasti suka di istana dan ingin tumbuh besar disana.


dengan segala terdesaknya waktu Ana pun pergi ke Negara Sean bersama Baboly, Sean dan Etopy dijemput Pesawat Pribadi lambang khas Kerajaan Sean.


.


"kenapa An?" tanya Carrina melihat An tertawa menggendong Baby Kenan.


An menoleh ke arah Carrina sambil tertawa, "aku tidak menyangka kalau Ana akan bertingkah seperti itu, selama ini dia sangat menjaga harga diri dan imagenya yang setinggi langit itu tapi sejak hamil harga dirinya hancur."


Carrina tersenyum manis, "iya An kamu memang benar, Sean sangat hebat bisa menakhlukkan hati Ana."


"kenapa begitu?" tanya An menguji saja apa yang ada dalam pikiran Carrina.


"Ana sangat Kaya An, dia Putri Konglomerat dengan penghasilan yang tidak diragukan lagi tapi dia mau menerima lamaran Sean yang seorang Raja jelaslah hidupnya akan terkekang padahal dia suka kebebasan." jelas Carrina.


An mengangguk, "Sean Pria yang gigih maka nya Ana meliriknya, menggoda Ana sekali saja tidak akan mempan butuh waktu lama untuk mengisi setitik pena dalam hatinya."


Carrina terkikik, "yang penting aku senang Ana sudah menikah dan kini sedang mengandung, Ana adalah wanita tangguh. aku tidak meragukan kehebatan dia dalam mengendalikan hidupnya dan aku yakin dia bisa menciptakan rasa aman untuk dirinya sendiri."


An tersenyum, "kamu sangat mengenalnya sayang."


Carrina mengatakan kalau An lebih mengenal Ana dibanding Carrina sendiri, An kan besar bersama Ana tentu saja karakter Ana lebih diketahui An.


"aku bahkan baru melihat sisi berbedanya hari ini." kata An lalu mereka tertawa bersama-sama.


Carrina dan An menoleh ke arah Pintu dimana Xabara kembali memberikan Baby Kenan ke Carrina.

__ADS_1


"terimakasih Mommy..! Carrina janji kalau sudah pulih Carrina akan mengerjakannya sendiri." ucap Carrina.


Xabara menggeleng kepalanya, "Baby Kenan adalah Penguasa Maldev yang baru tentu saja Mommy harus merawatnya."


An mengelus kepala Carrina dan berkata kalau hidup itu tidak sesulit yang Carrina pikirkan, Xabara adalah Keluarga An dan tidak ada rasa hutang budi antara anggota Keluarga satu sama lain.


di Istana Negara Sean,


"Yang Muliaaa??" heboh para Pelayan berlarian seperti semut ke arah Ana.


Ana tersenyum lebar lalu mereka berpelukan satu sama lain layaknya sahabat baik, Baboly dan Etopy sampai ternganga melihat tingkah Ana yang tidak ada wibawa Ratunya sama sekali malah seperti teman baik.


"kalian bau..!" pekik Ana tiba-tiba.


Para Pelayan sibuk mengendus tubuh mereka satu sama lain lalu Ana berlari ke arah Sean serta bersembunyi dibelakang Sean.


"Sean? mereka bau...!" adu Ana menempelkan hidungnya di punggung Sean.


Sean menahan tawanya lalu meminta Para Pelayan untuk berganti pakaian dan Mandi serta tidak diizinkan mengenakan wewangian apapun sebab hidung Permaisurinya sangatlah sensitif.


"baik yang mulia." jawab Para Pelayan serentak lalu mundur teratur mengerjakan perintah Sean.


Kedua Orangtua Sean mengangguk, sebenarnya Etopy merasa senang ketika Sean memanggilnya Ibu bukan dengan sebutan yang mulia Ratu atau panggilan asing yang jelas sangat tidak nyaman didengar oleh Etopy tapi tidak protes apapun.


Sean berbalik ke Ana yang mengerjab-ngerjabkan matanya memandang Sean, "sudah kan?"


Ana mengangguk lalu melebarkan tangannya dengan gemas Sean menggendong Ana yang menyembunyikan wajahnya dileher Sean sambil memejamkan mata.


Sean senyam-senyum seperti Orang tidak waras menuju kamarnya sesekali bibirnya mencium kening Ana dengan penuh Cinta, sungguh Sean sangat menyukai Ana yang sedang hamil ini.


sementara Ana sudah terlelap di pelukan Sean karna kelelahan padahal Ia sudah banyak tidur didalam pesawat tapi jika berdekatan dengan Sean entah apa yang salah dengan matanya itu bisa mengantuk berat dan akan mudah terlelap.


selama beberapa bulan Sean begitu sabar menjaga Ana bahkan melakukannya dengan senang hati, tidak ada Sean yang kekanakan demi Permaisurinya itu Sean belajar memasak walau rasanya hambar tapi melihat Ana makan begitu lahap mengobati segala pengorbanannya itu.


tidak terasa di usia 7 bulan Ana sudah melahirkan dan bayinya lahir prematur membuat Istana tepatnya diluar Gerbang dikerumuni banyak Rakyat yang khawatir dengan keadaan Permaisuri dan Calon Penerus tahta Kerajaan mereka.


"bagaimana Dok?" tanya Sean dengan cemas melihat keadaan bayinya dalam tabung khusus.

__ADS_1


"sepertinya yang mulia pangeran kecil tidak sabar melihat dunia ini yang mulia." jawab Dokter dengan senyum lebarnya.


Sean menatap haru sosok bayi mungil dalam kotak kaca, "kalau begitu aku akan menemui Permaisuriku Dok."


"baik yang mulia." jawab Dokter wanita itu dengan senyuman.


Sean pergi ke Kamarnya dan melihat Ana tengah duduk sementara Para Pelayan juga Suster sibuk membersihkan kamar.


"sayang?" panggil Sean.


Ana menoleh ke arah Sean lalu mengulurkan tangannya dengan cepat Sean berlari menyambut tangan Ana.


"bagaimana keadaan Putraku Sean?" tanya Ana cemas.


"anak kita baik-baik saja sayang..! dokter mengatakan bayi kita tidak sabar melihat dunia ini maka nya lahirnya lebih cepat dari perkiraan kita." jelas Sean dengan lembut merapikan Rambut Ana.


Ana menghela nafas lega, "syukurlah..! aku sempat cemas kenapa tiba-tiba bisa pecah ketuban padahal aku tidak kemana-mana, tidak terjatuh."


Sean mengangguk, "mungkin selama beberapa minggu Anak kita akan berada di Inkubator."


Ana mengangguk lalu berterimakasih pada Sean yang telah menyiapkan Kamar serta perlengkapan wanita melahirkan di Istana sehingga ketika hal terdesak terjadi Ana tidak perlu dilarikan ke Rumah Sakit hanya memanggil dokternya ke Istana.


"aku seorang Ayah dan Suami yang bisa diandalkan untuk kalian berdua, terkadang kita ingin hal baik terjadi tapi jujur saja hal baik tidak selalu mengikuti kita, persiapan itu perlu." kata Sean mengecup punggung tangan Ana.


"terimakasih telah melahirkan anakku Ana..! kamu adalah Istriku bukan hanya Ibu Negeri ini saja tapi kamu Belahan jiwaku dan Bayi kita nanti."


"apa kamu sudah menyiapkan nama untuk bayi kita?" tanya Ana.


Sean menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "hanya persiapan nama saja aku belum ada sayang."


Ana pun tersenyum, "baiklah..! aku menunggu nama yang gagah untuk Putraku."


Sean mengangguk lalu menanyakan keadaan Ana yang baik-baik saja sedangkan Para Pelayan dan Suster yang melihat kemesraan Ana bersama Sean hanya senyam-senyum walau tidak tau arti pembicaraan mereka berdua yang menggunakan bahasa kelahiran Ana.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2