
.
.
.
An tersentak dengan apa yang Ia lakukan itu, mengapa tiba-tiba Ia memperhatikan wajah Carrina? apa yang salah dengan An? An bukan tipe Pria yang menyukai perempuan cantik saja kan.
An memang mengakui Carrina cantik tapi Ia belum pernah melihat Carrina sebagai lawan jenis (suka), sepertinya An memang mulai tersentuh dengan cara Carrina dalam merawatnya.
An turun dari ranjangnya lewat jalan lain lalu memutari Ranjangnya dan berjongkok dilantai yang menjadi tempat tidur Carrina, betapa tulus Carrina menjaga An sampai tertidur di lantai yang dingin padahal Carrina tidur di Ranjangnya pun An tidak akan marah sebab Ranjangnya juga lebar dan luas cukup untuk tidur 2 orang tanpa harus sempit-sempitan.
"apa aku menyukai gadis ini?" batin An tersenyum tipis memperhatikan wajah Carrina yang seperti bayi itu.
apapun yang Carrina lakukan pasti membuat siapapun ingin menjaga serta melindunginya termasuk An sendiri, setelah melihat wajah asli Carrina yang menangis malam itu membuat An mau diobati oleh Carrina supaya berhenti menangis, itu karna An tidak tega melihat Carrina menangis.
An menggendong Carrina dengan hati-hati lalu Carrina malah menduselkan kepalanya dalam dekapan An, seolah Carrina memang kedinginan kini mencari kehangatan digendongan An.
An meletakkan tubuh Carrina di ranjangnya lalu menyelimuti Carrina yang segera memutar tubuhnya kesamping dan meringkuk seperti kucing memeluk erat lengan An yang kebetulan berada dipunggung Carrina tapi saat An hendak melepaskan tangannya dari punggung Carrina sudah digenggam erat oleh Carrina.
An tersenyum tipis lalu tangan nya yang lain mengelus kepala Carrina, "tidurlah!" kata An dengan suara pelan.
An membiarkan Carrina memeluk lengannya selama 30 menit lalu Ia melepaskan tangannya dengan hati-hati dari pipi Carrina, Carrina melenguh lalu memutar tubuhnya ke arah lain dan kembali meringkuk seperti kucing.
An menyelimuti Carrina lalu bangkit dan pergi, "menggemaskan." gumam An dengan bibir melengkung keatas melihat cara Carrina tidur lalu Ia langsung putar badan melangkah menuju Kamar Mandinya.
.
sekitar jam 11 siang,
Carrina terbangun dengan raut wajah kaget malah mencari An tapi Ia malah tidur di Ranjang An, Carrina mengacak rambutnya dengan frustasi karna selalu saja merepotkan An.
"kenapa kau selalu merepotkan ha? tidak bisakah kau bersikap dewasa dengan menjaganya?" rutuk Carrina mengomeli dirinya sendiri yang malah ketiduran.
__ADS_1
Carrina bertekat akan menjaga An saja tidak berniat akan memiliki An sebab bagi Carrina mustahil An mau menatapnya sebagai Wanita (lawan jenis yang An sukai), Carrina akan senang jika An bahagia mencintai perempuan lain begitu juga sebaliknya.
bagi Carrina bisa berada didekat An dan dianggap adik oleh An sudah membuatnya bahagia, Carrina tidak berani berpikir serakah sebab yang Ia punya hanya ketulusan bukan Cinta yang penuh maksud sehingga ketulusan yang Carrina miliki membuat Carrina sanggup melepas An demi perempuan yang An Cintai suatu saat nanti.
Cinta yang paling besar dimiliki seseorang adalah sanggup melepas Orang yang dicintai demi kebahagiaan Orang yang dicintai nya itu, Carrina sadar bagaimana akibat hidup bersama Orang yang tidak dicintai, selama ini Carrina hidup bersama Lancord sebatas tawanan walau hidupnya mewah tapi hatinya tidak bahagia karna tidak ada Cinta. Carrina tidak mau An merasakan apa yang Carrina rasakan, maka nya Carrina rela melepas An jika ada perempuan yang bisa membuat An bahagia.
"hah??" Carrina kaget melihat jam dinding, berulang kali Carrina mengucek matanya yang bisa saja salah melihat ternyata memang sudah jam 11 siang.
"haisshhh!" Carrina berlari keluar dari Ruangan An dan melihat Ayunda berbicara dengan An.
Ayunda terkejut melihat Carrina keluar dari kamar An dan pakaiannya masih sama dengan yang kemarin.
"sudah bangun?" tanya An.
Carrina malah kikuk sendiri tidak tau harus melakukan apa ditambah ada Ayunda yang pasti berpikir yang tidak-tidak tentangnya.
"Kak? ka-kami tidak ada melakukan apapun, tadi malam kakiku sakit jadi Tuan mengobati kakiku, aku malah ketiduran." kata Carrina.
An yang sedang melihat berkasnya perlahan melihat Carrina yang berbohong pada Ayunda, Ayunda mendekati Carrina dan menanyakan kondisi Carrina yang Ayunda dengar dari satpam kalau Carrina memanggil dokter, Carrina masih bisa berbohong tidak memberitau Ayunda kalau Carrina mencari Dokter untuk An.
"sudah baikan setelah minum obat." jawab Carrina tersenyum lebar.
Ayunda dan Carrina izin keluar dari Ruangan An.
An melihat punggung Carrina yang sudah menghilang dari pandangannya, "apa dia melindungiku?" gumam An menebak.
An menggeleng kepalanya lalu kembali bekerja setelah ini An akan mencari musuh yang berani menyergabnya di Bandara.
seberapa kuatnya An untuk tetap fokus dengan pekerjaan membuatnya malah memikirkan maksud kata-kata Carrina tadi, An ingin memastikan apakah Carrina menjaga rahasianya pada yang lainnya atau hanya di depan Ayunda saja.
jam makan siang,
Ana dan Alena datang ke Perusahaan An seperti biasa mengantarkan makan siang lalu mencari Carrina, An cemas Carrina akan memberitau adik serta kembarannya tentang mimisannya tadi malam.
__ADS_1
jam 13.12 siang,
Carrina memasuki Ruangan An yang mengirim pesan padanya lewat Ponsel untuk segera datang ke Ruangannya setelah selesai berbincang dengan Ana dan Alena.
"Tuan?" panggil Carrina.
An bangkit dari bangku nya lalu mengitari meja Kerjanya malah duduk di atas mejanya sambil bersidakap dada.
"ada apa Tuan?" tanya Carrina penasaran sebab Ia yakin sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat walau Ia sendiri kesiangan demi An supaya bisa tidur siang selama 1 jam.
"apa yang Ana dan Alena tanyakan?" tanya An.
Carrina langsung sadar maksud An, "Tuan tenang saja, saya tidak mengatakan apapun asalkan Tuan rajin minum obat dan istirahat sesuai dengan perintah dokter maka saya janji akan menjaga rahasia ini."
An diam menatap Carrina.
"apa Tuan sudah minum obat?" tanya Carrina.
An melihat arah lain membuat Carrina sontak saja melebarkan matanya, "Tuan belum minum obat?"
Carrina mendumel pelan sambil melangkah memasuki Kamar Pribadi An mengambil obat dan air hangat memaksa An menuruti permintaannya.
"saya sudah undur jam Kerja Tuan selama 1 jam, Tuan bisa istirahat dengan tenang tanpa gangguan." kata Carrina dengan senyuman.
An membaringkan tubuhnya di Sofa lalu memejamkan matanya dan Carrina mengambil selimut dari Kamar An tentu gunanya untuk menyelimuti An yang perlahan membuka matanya sehingga mata tajamnya bertemu dengan mata indah Carrina.
Carrina malah dengan berani menutupi mata An dengan telapak tangannya, "tidurlah Tuan, waktu terus berjalan."
Carrina berdiri lalu berlari Keluar dari Ruangan An, An mengulum senyumnya kembali memejamkan matanya yang memang mengantuk karna efek obat.
Carrina di Ruangannya seperti biasa selalu jantungan bertatapan mata dengan An, hanya ditatap An saja sudah membuat Carrina jantungan lalu bagaimana jika An melakukan hal lain? Carrina takut pingsan sehingga merepotkan An saja nantinya.
.
__ADS_1
.
.