Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
haru


__ADS_3

.


.


.


"Keluargamu sedang dalam perjalanan kesini." kata Sean mengusap kepala Ana.


Ana mengangguk, "tidak masalah, lagian mereka pasti kaget saat tau kalau aku tiba-tiba melahirkan."


Sean mengangguk karna semua memang diluar ekspetasi.


.


ke esokan harinya,


Sean, Baboly dan Etopy memandang sosok mungil dalam tabung kaca.


"tampannya." gumam Etopy begitu takjub dengan lentik bulu mata Bayi mungil itu, hidungnya yang mancung padahal masih bayi begitu juga bibirnya yang merah delima.


"matanya mirip Ana." sambung Baboly.


"hidung dan bibirnya mirip Ana juga tapi dahi dan rahangnya mungkin akan mirip Sean." sahut Etopy.


"gen mereka menyatu menjadi satu." kata Baboly dan Etopy mengangguk membenarkan.


Sean menatap takjub saja bayinya yang memang perpaduan antara wajahnya dan wajah Ana, sulit digambarkan betapa bahagianya hati Sean saat ini telah memiliki pewaris tahta, awalnya Sean memang ingin anak perempuan tapi tuntutannya sebagai Raja memang harus punya anak laki-laki.


Pengawal pun datang memberitau kalau Keluarga Ana telah tiba didepan Gerbang tapi Para Rakyat masih berkumpul didepan sana.


"kenapa aku bisa lupa kalau Permaisuriku dicintai Rakyat, mereka sampai berkemah menunggu kabar dari kami." gerutu Sean segera berlari meninggalkan Etopy dan Baboly yang ada di Ruangan itu.


bayi Sean memang masih kecil tapi Para Pengawal yang menjaga nya berjumlah 60 Orang dan Suster 6 Orang yang bertugas merawat calon Penerusnya itu.


Sean mendatangi Keluarga Ana didepan Gerbang serta tak lupa mengumumkan para Rakyat kalau Ana telah melahirkan normal dan bayinya baik-baik saja membuat semua Orang yang berkumpul merasa senang.


Keluarga Ana yang mendengarnya merasa lega dengan kabar itu.


.


"hai keponakan?" sapa Ana melihat Baby Kenan digendong oleh An.


Kenan mengerjabkan matanya seakan mencoba mengenali sosok yang menyapanya itu.


"sayang? kenalkan itu Aunty Ana." kata Carrina menggenggam tangan kecil Anaknya.


Kenan diam saja lalu memeluk An dengan malu-malu membuat Keluarga An tertawa lepas.

__ADS_1


"Kakak jarang ketemu sama Kenan maka nya dia tidak kenal." sahut Alena tersenyum lebar.


Carrina dan yang lainnya membenarkan hal itu.


"bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Xabara dengan lembut mengelus kepala Ana.


Ana tersenyum manja, "Ana baik-baik saja Mommy..! maafkan Ana yang sering membangkang sama Mommy ya? melahirkan 1 anak aja sangat sakit entah bagaimana caranya Mommy bisa melahirkan Ana sama An sekaligus hanya selisih menit aja."


Xabara tersenyum manis begitu juga Rovert mengecup puncak kepala Ana dan mengatakan mereka melakukan itu karna mencintai An dan Ana serta mereka sangat menantikan kedua anak kembar mereka lahir di muka bumi ini, sama seperti Ana yang menyayangi Bayinya maka apa yang Ana rasakan kini sama seperti yang Xabara rasakan dulu.


semua Keluarga Ana bersuka-cita melihat Pangeran kecil Sean dan Ana yang masih berada di dalam tabung kaca demi kelangsungan hidupnya.


Ana duduk di kursi Roda melihat Xabara dan yang lainnya berdiri di hadapan tabung kaca Pangeran Prematurnya.


"kenapa sayang?" tanya Sean mengelus kepala Ana.


Ana menggeleng, "aku sempat cemas kalau bayiku tidak selamat."


Sean mengangguk, "aku juga sempat takut anak kita tidak selamat." senyum tipis Sean.


Ana menarik nafas dalam-dalam lalu menertawai anaknya yang begitu tidak sabar hingga membuat Istana begitu khawatir karna pecah ketuban sebelum waktunya.


"kenapa kalian tidak beristirahat?" tanya Sean kepada Keluarganya.


alhasil Sean memerintahkan Pelayannya mengantar tamu istimewa mereka ke Kamar masing-masing.


"kamu baik-baik ya sayang?" bisik Ana tersenyum lembut.


Sean tiba dibelakang Ana dan mengelus kepala Ana, "anak mu pasti akan kuat sayang sama sepertimu yang tangguh bahkan kaki kecilnya ini bisa menendang ketubanmu sampai pecah kan?"


Ana terdiam menatap kaki Pangeran Kecilnya lalu tertawa beralih ke Sean yang juga ikut tertawa mendengar ledekan Sean.


"kaki sekecil itu bisa menendangnya?" tanya Ana.


Sean menjelaskan berdasarkan logikanya saja sebab Ana baik-baik saja tidak melakukan apapun yang bisa menyebabkan pecah ketuban, artinya anak nya yang bar-bar menendangnya supaya cepat keluar.


Ana berterimakasih karna Sean menghiburnya dengan penuh kelembutan Sean meminta Ana untuk tidak memikirkan apapun selain istirahat saja.


di kamar An dan Carrina,


"mommmmm...!"


Baby Kenan merangkak heboh disekitar Kamar barunya seperti baru mencoba mengenali tempat baru itu.


An dan Carrina terkekeh melihat Putra kecil mereka begitu aktif. Kenan sudah bisa berjalan dan berlari kecil dengan lucunya tapi lebih suka merangkak.


"sayang sini nak..?" panggil Carrina.

__ADS_1


Kenan memutar kepalanya ke arah Carrina lalu menyeringai lebar sambil berdiri dan berlari ke arah Carrina namun ditangkap oleh An yang langsung mengangkat tinggi tubuh kecil Kenan.


Kenan tertawa lucu membuat Carrina dan An sangat terhibur dengan tingkah belahan jiwa mereka itu.


"sini Sayang!!?" ajak Carrina mengulurkan tangannya ke Kenan.


Kenan melebarkan tangannya ke arah Carrina lalu diambil alih oleh Carrina.


"kesayangan Mama..!" Carrina menciumi wajah Kenan lalu tangan mungil Kenan menggapai-gapai wajah cantik Carrina.


"muahh..!" kecup sayang Carrina bertubi-tubi dan An juga ikut mencium pipi Kenan.


Kenan masih kecil tentu mau dicium oleh An tapi nanti saat sudah dewasa pasti tidak akan mau di cium apalagi digendong, berdasarkan sifat keturunan Maldev jelas kelak Putra Kecil An akan memiliki harga diri yang tinggi tidak mau dicium apalagi dikecup.


hidup Carrina semakin lengkap dengan kehadiran Putra Kecilnya yang tingkahnya bikin senyam-senyum sendiri.


"mau nyus* sayang?" tanya Carrina.


Kenan memekik dengan seringai lebarnya lalu tanpa pemandu Carrina menurunkan resleting bajunya dan menyusu* Baby Kenan yang menatap Carrina dan An bergantian.


An dan Carrina memandang buah hati mereka dengan senyuman, An mengelus sayang kepala Kenan mencium kening Kenan.


"An anak kita sangat lucu, aku membayangkan apakah tingkahmu sepertinya." kata Carrina tertawa lebar.


An beralih menatap Carrina, "aku tidak tau Carrin..! apa kamu tidak bertanya pada Mommy?" tanya An lalu mereka terkikik bersama.


kedua tangan Baby Kenan memegang dagu An dan dagu Carrina serta memainkan nya.


.


kini Baby Kenan tertidur pulas dengan posisi terlentang ditengah-tengah Carrina dan An.


"bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Carrina ke An terkadang memanggil Sayang, An, dan suamiku ke Pria yang telah merajai hatinya itu.


An tersenyum, "kamu yang lebih lelah sayang jangan pikirkan aku, istirahatlah."


"tapi kamu belum makan An!! aku akan buatkan makan malam untukmu ya?" kata Carrina hendak bangkit tapi dicegah oleh An.


"tidak sayang..! aku akan makan kalau memang lapar tapi kita sudah makan tadi dijalan kan? aku benar-benar tidak lapar." tolak An.


Carrina mengerjab, "lalu kita tidur saja?"


"badanku lelah jadi hari ini kita tidur saja ya?" pinta An dan Carrina mengangguk sambil tersenyum begitu menawan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2