Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
suka sejak dulu


__ADS_3

.


.


.


An mengajak Carrina ke Kamarnya dan meminta Carrina untuk istirahat.


"ta.. tapi??" Carrina hendak menolak.


"istirahatlah..! masih ada waktu 2 jam lagi, tidak usah pikirkan Ana dan Alena..! nanti aku akan bicarakan padanya kalau Calon Kakak ipar mereka sedang istirahat." ujar An mengelus kepala Carrina.


An hendak pergi tapi Carrina menahan lengan An sambil menggeleng-geleng kepalanya lalu An menggendong Carrina dan meletakkan tubuh Carrina di ranjangnya serta menyelimuti kekasihnya itu.


"tidur..! aku tidak akan meninggalkanmu, aku tadi melihatmu ketiduran dan aku mengganggu tidurmu kan? jadi sekarang patuhlah padaku ya? tidurlah." ujar An.


Carrina terpaksa menurut dan An mengusap kepala Carrina lalu pergi dari Kamarnya itu.


Carrina menarik selimut An lalu menutupi seluruh wajahnya dan memekik kegirangan dibalik selimut itu, Carrina menyembulkan kepalanya lalu hidungnya bisa mencium aroma tubuh An di bantal, selimut serta ranjang An membuatnya tersenyum lebar sambil memejamkan matanya. Carrina mudah sekali tertidur mencium aroma tubuh An yang sangat menenangkan dirinya.


.


"bagaimana Abang bisa langsung pacaran dengan Kak Carrina? kok bisa gercep banget sih?" tanya Alena penasaran.


An tersenyum tipis saja, "dia juga menyukai abangmu ini."


"ini semua karna idemu." kata An lagi mengusap kepala Alena yang menyeringai lebar.


"aku heran apa yang Ana sukai darimu An? aku lihat dia tidak mencintai Lancord lalu bagaimana denganmu?" tanya Ana merasa heran.


"mungkin saja Kak Carrina sudah menyukai Abang An sejak 10 tahun yang lalu tapi Abang An tidak mau membawanya sementara dia butuh tempat tinggal." celutuk Alena.


Ana dan An tertegun ditempat.


"akkh...! iya juga..? sejak awal dia mencintaimu sehingga dia tidak bisa mencintai Pria lain selain dirimu saja kan?" Ana.

__ADS_1


"ck.. ck.. ck..! kalau aku jadi kak Carrina pasti juga akan jatuh cinta sama abang..? bayangkan saja bagaimana perasaan Kak Carrina ketika Pria yang sama menolong nya dari kesulitan." kekeh Alena.


"dia sangat setia ya!!" gemas Ana.


An terdiam saja memikirkan kata-kata Alena, "Carrina menyukaiku sejak pertemuan pertama? waktu itu dia masih berumur 15 tahun, dia menyukaiku sejak umur 15 tahun?" batin An tidak percaya.


An menyukai Carrina memang setelah dewasa waktu masih remaja An tidak melihat Carrina sebagai lawan jenisnya, pantas saja hati Carrina tidak bisa mencintai Lancord dengan mempertahankan Perasaannya itu pada An walaupun Carrina di beri banyak cinta oleh Lancord.


Carrina pernah mengatakan kalau Lancord sangat baik pada Carrina hanya saja An tebak masalahnya Lancord itu Ialah sikap posesifnya itu sehingga membuat kecemasan tersendiri dalam diri Carrina.


An tidak menyangka pertemuannya saat itu dengan Carrina hanya dalam hitungan menit saja tetap tidak bisa mengalahkan Cinta Lancord selama 10 tahun pada Carrina, kuat sekali Cinta Carrina terhadapnya begitulah pikir An.


"Kak Carrina setia banget sama Abang..! Abang tidak boleh sia-siakan Kak Carrina, jarang sekali ada perempuan begitu setia seperti Kak Carrina, zaman sekarang perempuan kebanyakan modusnya terus kesetiaannya mudah terguncang kalau ada Pria yang lebih tampan dan lebih-lebih kaya mendekati nya, kak Carrina beda." Alena.


"aku akui Carrina memang punya hati yang kokoh..!" Ana memuji perasaan Carrina yang tidak mudah terguncang oleh waktu dan kemewahan.


"kalian yakin Carrina mencintaiku sejak 10 tahun yang lalu?" tanya An memastikan ke Ana dan Alena.


"kalau berdasarkan insting Alena Abang, Alena yakin pasti sejak 10 tahun yang lalu." jawab Alena.


"bukankah Egy bilang kalau Carrina sampai menahan rasa sakit di kakinya demi menunjukkan Jalan menuju Rop? aku merasa dia memang menyukaimu sebelum pertemuan kedua kalian itu, kalau tidak? bagaimana dia bisa membantumu yang jelas-jelas sudah menghabisi Lancord?" jelas Ana.


An mengangguk mendengar pemikiran Ana jauh lebih masuk akal.


"Abang beruntung dicintai oleh kak Carrina selama 10 tahun bahkan cintanya tidak terkikis oleh waktu, kalian sangat cocok." senyum lebar Alena.


mereka berbincang selama 1 jam lalu An kembali ke Kamarnya melihat Carrina masih terlelap di Ranjangnya, sepertinya Carrina tidak tidur dengan lelap tadi malam sehingga membuat Carrina mengantuk disiang hari.


"apa benar yang mereka tebak Carrina? kamu mencintaiku sejak pertama kali kita bertemu?" tanya An ke Carrina tapi hanya dalam hati saja.


An tersenyum melihat cara Carrina terlelap, An mulai mengantuk lalu mengirim pesan pada Orang-orang blackMalv bahwa Ia tidak kembali sore ini.


An membaringkan tubuhnya di Sofa dan Ia juga tertidur lelap saking bahagianya tadi malam An juga kekurangan jam tidur padahal biasanya Ia kuat sekali begadang (tidak tidur) tapi karna An sudah sembuh dari sakit suka tidak tidurnya itu jadi An pun terbiasa tidur yang cukup dimalam hari.


.

__ADS_1


Carrina terbangun dengan raut wajah panik lalu menoleh ke kiri-kanan betapa terkejutnya Carrina hari sudah menunjukkan pukul 4 Sore, Carrina merutuki dirinya yang pasti ditinggal oleh An.


Carrina menghubungi Ponsel An namun Ia malah mendengar getar ponsel An di meja sofa sehingga Carrina melangkah ke Sofa dan tertegun melihat An juga ketiduran disana.


Carrina mengirim pesan pada Ayunda ternyata An sudah mengatakan bahwa An tidak bisa kembali sore ini mungkin akan kembali di malam hari.


"apa Tuan tidak tidur yang cukup?" batin Carrina lalu mencari selimut dan menyelimuti An sambil tersenyum lembut.


Carrina tidak menyangka buah dari kesabarannya selama 10 tahun ini begitu memuaskan, awalnya Carrina memang kesal dan tidak terima mengapa Carrina tidak bisa melupakan An padahal Lancord begitu baik padanya walau punya masalah sendiri tapi cinta Lancord juga tulus padanya, rasa bersalahnya Carrina itulah yang membuat Carrina mau bertahan dengan Lancord walaupun diam-diam Carrina memang mengharapkan An datang padanya serta membawanya pergi dari sangkar emas Lancord.


Carrina menatap alis An yang tebal, garis mata yang tajam juga memiliki bulu mata yang panjang bahkan lentik seperti perempuan, garis hidung An yang sangat sempurna belum lagi bentuk bibir An begitu seksi.


"Ehhh? apa yang aku pikirkan?" batin Carrina menggigit bibir bawahnya.


Carrina perlahan bangkit lalu hendak berbalik tiba-tiba Ia memekik kaget ketika An memegang tangannya.


"kenapa pergi?" tanya An.


"An?? kamu mengagetkanku." keluh Carrina.


An mengulum senyum tanpa membuka mata lalu Ia menarik lengan Carrina yang memekik pelan masuk ke pelukan An serta membaliknya ke arah samping dan punggung Carrina berada disandaran sofa sementara tubuhnya menghadap An begitu gugup dengan situasi intim mereka.


"aku tidak bisa tidur tadi malam..!" kata An dengan suara serak masih memejamkan matanya.


"a-aku juga..!" cicit Carrina.


"kalau begitu temani aku tidur lagi." pinta An tanpa membuka mata nya.


Carrina tersenyum melihat An lalu dengan segala keberaniannya menyandarkan keningnya di dagu An dan memejamkan matanya, An tersenyum tulus mengelus kepala Carrina tapi matanya masih terpejam seperti berat sekali An membuka mata.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2