
.
.
.
Carrina dibuat mendes*h oleh tindakan An padahal Ia tadi kelelahan tapi kini malah paling kuat desah*nnya, efek kehamilan Carrina membuatnya menjadi wanita mesum pada suami sendiri. An semakin semangat saja ketika Carrina malah menyambutnya dan menikmati sentuhannya lagi.
"jangan menyenggolnya lagi sayang atau kamu akan menyesal." bisik An ke telinga Carrina.
Carrina tidak tau maksud An pun mengangguk-ngangguk saja tanpa mengeluarkan suara seakan suaranya sudah habis karna melakukannya beberapa ronde Ia terus saja berteriak memanggil nama An saat mereka akan sampai ke puncaknya.
An bukan seorang Anggota bangsawan tapi ketika Ana menikah Keluarganya diberi pakaian bangsawan jadi An mengenakan pakaian khas seperti pangeran sehingga An yang sangat tampan bertambah tampan dan menjadi pusat perhatian setelah Sean dan Ana.
Carrina padahal di tatap banyak Lelaki juga tapi malah cemburu pada An yang ditatap banyak wanita, sementara Alena yang terlihat seperti seorang Tuan Putri Kerajaan pun menjadi sorotan para Pangeran dari negeri sebelah tapi Alena hanya cuek dan tidak mau diajak berdansa dengan alasan Alena tidak tau cara menari dan bukan anggota kerajaan.
.
kini Carrina tengah jalan-jalan sore dengan An menuju Taman Istana, Carrina terpana melihat banyaknya Bunga Mawar di sana.
"wahhh!!!?" senyum lebar Carrina melihat bunga favoritnya itu.
An mengulum senyum karna Ia sebenarnya sudah membuat Taman yang jauh lebih menakjubkan di Rumah Carrina, An memperluas Tanah Carrina sehingga luas kebelakang dan hal itu An manfaatkan untuk membangun Taman Bunga Carrina nanti.
"An?? Bunganya indah sekali." puji Carrina berjalan cepat ke arah Taman Bunga itu dan perlahan duduk semampunya karna perutnya itu Carrina tidak bisa duduk dengan leluasa.
Carrina memetik 1 bunga mawar merah lalu menciumnya dengan penuh perasaan, An memperhatikan saja tingkah Carrina yang sangat senang dengan Bunga itu.
"kenapa harus mawar merah?" tanya An penasaran.
Carrina tersenyum manis lalu kembali melangkah kearah An, "dulu aku selalu disebut memiliki kecantikan seperti Bunga Mawar Merah oleh Mama dan Papaku An..! mungkin itu penyebabnya aku suka mawar merah." jawab Carrina.
An mengulum senyum lalu mengetuk puncak hidung Carrina dengan gemas, "kenapa tidak menyukai Bungamu sendiri hmm?"
"Matahari juga aku suka karna itu dirimu An." jawab Carrina.
"bukan seperti itu, kamu harus menyukai Bunga yang hatimu inginkan sebagai Carrina bukan karna kedua Orangtuamu atau Aku Sayang." jawab An mengelus pipi Carrina.
Carrina tampak berpikir karna jujur saja Ia memang tidak punya Bunga kesukaan seperti yang dimaksud An, Carrina menyukai mawar karna mengingatkannya pada Kedua Orangtuanya dan menyukai Bunga Matahari karna mengingatkannya pada An tapi Bunga yang disukai Carrina untuk dirinya sendiri itu tidak ada.
"Mommy suka bunga apa An?" tanya Carrina.
"Higanbana." jawab An.
"Bunga apa itu?" tanya Carrina sambil dituntun oleh An duduk dibangku Taman.
"Bunga itu Bunga Dewi Kematian." jawab An membuat Carrina ngeri mendengarnya.
"apa ada semacam Bunga yang maknanya begitu menyeramkan An?" tanya Carrina yang tidak tau bunga itu.
__ADS_1
"iya." jawab An mengulum senyum.
"kalau Alena suka Bunga Apa?" tanya Carrina.
"mawar putih." jawab Sean.
"Ana?" tanya Carrina lagi penasaran.
"water hemlock." jawab An.
Contoh Bunga Water Hemlock,
"ha?" cengo Carrina sebab Ia belum pernah dengar ada Bunga itu.
"Bunga yang paling beracun di dunia." jawab An.
"racun?" gumam Carrina begitu ngeri.
An terkekeh, "Ana itu dewi Beracun tentu saja suka Bunga Beracun karna itu melambangkan dirinya." jawab An.
Carrina pun manggut-manggut sambil berpikir bunga apa yang pantas untuknya.
"tidak perlu terburu-buru sayang..! nanti juga akan ketemu." gemas An dan Carrina mengerucutkan bibirnya karna Ia memang tidak tau banyak Bunga.
.
"An kamu mau bawa aku kemana dengan Mobil Sean?" tanya Carrina menoleh ke An yang meminjam Mobil Sean membawa Carrina pergi.
"kita akan bulan madu di taman Bunga." jawab An dengan senyuman.
"Taman Bunga?" beo Carrina berbinar.
An mengusap kepala Carrina, "bukankah kamu tidak tau macam-macam Bunga Carrin? aku bisa memperlihatkanmu semua Bunga yang sangat disukai perempuan selain mawar."
Carrina tersenyum cerah karna An sangat tau cara menyenangkan hati Carrina bukan dengan Uang atau emas permata, An sudah tau karakter Istrinya itu.
"kyuu--Kruyyukk...!!"
An menoleh ke Carrina yang nyengir malu memegang perutnya bernyanyi meminta jatah.
"tidak makan?" tanya An dengan serius.
"An?? ak--aku tidak suka menu makanan yang mereka buat." cicit Carrina.
An menghela nafas panjang, "kenapa tidak bilang? aku bisa memasakkannya untukmu kan?"
Carrina menggeleng, "suamiku sangat kelelahan lalu bagaimana aku setega itu meminta dibuatkan makanan?"
__ADS_1
An tidak bisa berkata-kata dengan sikap pengertian Carrina, "kalau begitu kita makan ya? Sean tadi memberitau tempat makan yang enak disini."
Carrina menatap An dengan penasaran, "apa kamu pernah kesini An? bagaimana kamu tau jalannya?" tanya Carrina.
An terkekeh, "hanya melihat sekali denah yang diberitau Sean denah itu sudah ada dikepalaku."
Carrina berdecak kagum, "suamiku punya otak monster."
"lalu kamu otak apa? otak udang?" ledek An.
Carrina melototkan matanya, "Annn?" rengek Carrina tidak terima disamakan dengan otak udang.
An tertawa lepas sementara Carrina menekuk kedua alisnya begitu masam tapi matanya jujur saja suka memandang tawa An.
alhasil mereka berdua makan di tempat yang direkomendasikan oleh Sean, Carrina bukannya terlalu menyukai masakan Restaurant itu malah terpana dengan pemandangan Kota itu sebab mereka makan di balkon.
An tidak menyangka dirinya juga dikenal oleh pemilik Restaurant itu hingga memberi tempat khusus bagi An makan dengan Istrinya.
cekrekk...!
Carrina menoleh ke asal suara ternyata An tengah tersenyum memotretnya, Carrina semakin tertawa lebar ketika An melangkah ke arahnya sambil memotretnya.
"cantik sekali." puji An menurunkan Ponselnya lalu mencium bibir Carrina.
Carrina membalas ciuman An lalu mereka tertawa sambil meradukan kening dan beralih ke pemandangan Kota.
"An? tempat ini indah sekali." puji Carrina dengan takjub lalu An memeluk Carrina dari belakang.
"tapi kamu jauh lebih indah Carrin." bisik An dengan mesra.
Carrina tersenyum lebar lalu mengecup pipi An dan kembali melihat ke depan, An tergelak saja mengelus kepala Carrina yang sangat pandai membuat An gemas dengan segala tingkahnya itu.
"bagaimana dengan taman bunganya?" tanya An dengan pelan.
Carrina tersentak lalu tersenyum manis, "di Indonesia juga ada Taman Bunga kan?"
"tapi disini jauh lebih indah." jawab An.
"ayo kita kesana!!" seru Carrina membuat An terkekeh kembali memeluk Carrina.
"tidak perlu terburu-buru sayang, waktu kita masih panjang." bisik An.
Carrina mengangguk-ngangguk membenarkan lalu memegang punggung tangan An yang asik mengelus perut buncitnya.
.
.
.
__ADS_1