Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
menyembunyikan


__ADS_3

.


.


.


An kembali membawa makanan sederhana tapi bau nya membuat Carrina semakin kelaparan dan tidak sabar ingin memakan makanan yang dibawa oleh An.


"Ayam kukus bumbu bakar jumbo?" gumam Carrina berbinar.


An melihat Carrina yang tau nama makanan itu pun hanya diam saja lalu menurunkan meja khusus makan di tempat tidur Carrina dan meletakkan plastik yang Ia bawa di atas meja itu.


An pergi ke Sofa dan duduk disana, "buka saja penutup wajahmu itu aku tidak akan berbalik." kata An.


Carrina melepaskan penutup wajahnya dan langsung menyerbu makanan biasa itu tapi bagi seorang Carrina sudah seperti harta karun sebab selama ini makanannya mewah dan jujur saja Carrina sudah bosan.


"hemm...? lezatnya..! aku sudah lama sekali tidak memakan ini dan rasanya masih sama." batin Carrina begitu berbinar dan semangat melahap semua makanannya sampai benar-benar bersih.


biasanya Carrina tidak bisa makan sendiri tapi karna makanan yang An bawa membuatnya terlalu senang sehingga bisa makan sendiri namun ditemani juga oleh An walau tidak berada disampingnya langsung tapi ada disekitar Carrina.


An benar bertanggung jawab menjaga Carrina sesekali Ia melihat Rop yang dirawat di kamar sebelah dan dijaga bergantian oleh Egy terkadang rekan sesama BlackMalv yang lainnya tapi kalau Carrina memang harus An sehingga An harus bekerja di Sofa Ruangan Carrina sesekali Ayunda datang membawa setumpuk pekerjaan untuk An.


Carrina melihat Ayunda dengan teliti, "apa dia kekasihnya? Istrinya? atauu...?" batin Carrina merasa minder dengan kecantikan Ayunda tapi Carrina tidak merasa dirinya sangat cantik.


kalaupun Carrina merasa dirinya sangat cantik tetap saja Ia tidak percaya diri berhadapan dengan An sebab An punya segalanya, sementara Carrina tidak punya apa-apa untuk dibanggakan selain tubuhnya saja tapi Carrina tau kalau An bukan tipe Pria penjahat kelam*n.


"apa Wel mengajarimu dengan baik?" tanya An dengan wajah datar andalannya itu.


"saya belajar banyak Tuan Muda, Terimakasih telah menerima seorang Janda yang memiliki masalah Rumah Tangga yang rumit seperti saya, jujur saja saya sudah mencoba melamar pekerjaan di luar sana tapi mereka menolak saya hanya karna masalah yang saya hadapi sehingga saya bekerja di Kasino." ucap Ayunda dengan kepala tertunduk.


"tidak usah sungkan..! kau bekerja keras itu sebagai balasan ucapan terimakasihmu padaku." kata An dengan tenang sambil fokus ke Laptopnya.


"baik Tuan Muda." jawab Ayunda tersenyum lega akhirnya bisa mengungkapkan kata-kata itu.

__ADS_1


Ayunda tidak sengaja bertatapan mata dengan Carrina yang segera membuang muka membuat bibir Ayunda berkedut menahan rasa gemas dengan tingkah Carrina seperti seorang pencuri yang tertangkap basah olehnya.


"saya permisi Tuan, saya ingin melihat keadaan Pria bernama Rop bagaimana pun dia saudara saya..! kata Tuan Wel kami semua yang bekerja dengan Tuan Muda bersaudara." pamit Ayunda.


"hmm..! pergilah..!" usir An.


Ayunda pun keluar dari Ruangan Carrina.


Carrina melihat ke arah An yang membelakanginya, "apa dia sangat sibuk?" batin Carrina.


selama 2 jam An tidak beranjak dari tempatnya itu, An yang sedang serius bekerja pun melihat ke arah Ponselnya ada panggilan masuk dari Xabara membuat An menarik nafas panjang lalu mengangkat panggilan Xabara.


"Mommy?" sapa An.


Carrina melebarkan matanya, "Mommy?" batin Carrina yang malah jantungan lagi mendengar suara lembut An padahal bukan tertuju padanya melainkan pada sosok Wanita yang telah melahirkan An.


"dimana sayang? apa kamu sudah makan?" tanya Xabara.


"aku sedang di Rumah Sakit Mom, Mommy sudah dengar dari Ana kan kalau Rop masuk Rumah Sakit dan harus dirawat selama 1 Minggu." jawab An.


"iya Mommy." jawab An tersenyum mendengar omelan Xabara.


"apa Ana dan Alena sudah tiba di Rumah Sakit?" tanya Xabara membuat An berdiri seketika.


"mereka kesini Mommy?" tanya An dengan serius.


"Iya..? dia kesana katanya mau menjenguk Rop, apa belum juga tiba? seharusnya sudah tiba kan?" Xabara.


Xabara pun memberitau An untuk mencoba menghubungi Ana dan Alena.


An mematikan panggilannya lalu melihat ke arah Carrina yang tampak bingung dengan reaksi An, "aku akan ke Tempat Rop, bahaya jika mereka melihatku bersamamu." kata An lalu segera keluar dari Ruangan Carrina.


Carrina melihat pintu Ruangannya tertutup, "siapa mereka yang datang ya? apa Istri nya? atau pacarnya bersama adiknya?" gumam Carrina merasa penasaran tapi tidak punya nyali untuk bertanya.

__ADS_1


An memasuki Kamar penginapan Rop ternyata Ana dan Alena memang sudah ada di sana.


"Abang kemana aja sih?" tanya Alena berlari mendekati An lalu memeluk An dengan manja.


Ana memicingkan matanya ke An, "tadi kata Rop kamu ke Toilet ya? kenapa keluar dari Ruangan ini? bukankah disini ada Fasilitas Toiletnya juga?"


An melihat ke Rop yang tersenyum kikuk karna Rop merasa gugup ditanya oleh Ana jadi jawabannya itu adalah An tidak ada di Kamarnya karna pergi ke Toilet padahal di dalam Ruangannya ada Kamar Mandi mewah+Toiletnya juga.


"Kakak curiga apaan sih? sejak kapan Abang An beritau alasan dia mau pergi kemana pada bawahannya coba?" Alena terkekeh membela An.


An mengangguk membenarkan perkataan Alena, "aku mencari udara segar." jawab An tenang.


Ana pun tidak lagi curiga dan hal itu membuat Rop lega karna mereka semua sudah sepakat untuk tidak memberitau Adik-adik An ada seorang Gadis yang dijaga oleh An bisa pecah perang ke 3 jika ketahuan oleh adik serta saudara kembarnya An itu.


An terpaksa menunggu di Kamar Rop selama beberapa jam sambil memainkan Ponselnya sedangkan Ana dan Alena sibuk bercerita hal Ekstrim dengan Rop tentang masalahnya di tawan oleh Lancord.


"lalu bagaimana rupa gadis tawanan Lancord itu Rop?" tanya Ana tiba-tiba.


Rop terbatuk-batuk seketika sehingga Alena dengan cepat mengambil air memberikannya ke Rop, Orang-Orang setia An sudah tau betapa baik hatinya keluarga Maldev jadi tidak merasa canggung berbicara dengan adik serta kembaran An itu.


"apa kalian tidak melihat gadis tawanan Lancord itu?" tanya Ana dengan heran.


An diam saja melihat Ponselnya tanpa menjawab pertanyaan Ana.


"sa-saya tidak tau Nona, sa-saya pingsan saat itu dan baru sadar waktu di Rumah Sakit sudah ada Tuan Muda dan Egy yang ada didekat saya." jawab Rop.


Ana menarik nafas kecewa, "padahal aku penasaran bagaimana rupa gadis itu, bisa-bisanya Pria brengs*k itu membandingkanku dengan Bunga Jinak sepertinya, aku ingin tau seberapa jinaknya dia itu." gerutu Ana.


"sudahlah kakak, kenapa harus penasaran dengan perempuan yang bahkan kita tidak kenal coba? lagian ngapain juga kakak terganggu dengan Pria yang kakak katakan brengs*k itu." Alena tersenyum lebar menghibur Ana.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2