
.
.
.
An memeluk Carrina dari belakang bahkan tanpa menutupi perasaannya An menciumi leher Carrina yang tersenyum manis diperlakukan seperti itu oleh An.
"kenapa kesini?" tanya An.
"mereka berteriak memanggilku, maafkan aku ya? karna ku kalian jadi repot, aku dengar mereka datang bukan pertama kalinya disini." jawab Carrina.
Libra melongoh sedangkan Ina semakin geram dengan kemesraan An dengan Carrina.
"aku akan mendapatkan apapun yang kau miliki Carrina." batin Ina.
"biarkan saja.! ayo masuk!" ajak An dan Carrina mengangguk pelan.
"Tuan?" panggil Ina.
An mengabaikannya malah merangkul pinggang Carrina langsung pergi dari sana sesekali Carrina menoleh kebelakang dan tersenyum manis ke Ina seolah memamerkan bahwa Ia dapat Pria yang jauh lebih baik dari Ari yang pernah direbut oleh Ina.
"Tuan?? apa Tuan tidak tau kalau dia pembawa bencana?" teriak Ina namun dianggap angin lalu saja oleh An yang malah asik bermesraan dengan Carrina sepanjang jalan memasuki Perusahaan sampai tidak terlihat lagi.
Ina menoleh ke Libra yang diam saja, "kenapa Mama diam aja?" bentak Ina tidak suka Libra seperti patung menonton saja.
"aah..? iya..? Mama benar-benar tidak percaya kalau Carrina bisa membuat Tuan An begitu tunduk padanya, kamu juga?? kamu harus bisa membuat Tuan An seperti itu." Libra malah memarahi balik anaknya.
"mama malah menyalahkan aku?" kesal Ina.
"dia seperti itu hanya sementara saja." geram Ina lalu berbalik pergi meninggalkan Libra tanpa menoleh lagi.
Libra terus memanggil Ina tapi diabaikan saja sehingga Libra terpaksa juga ikut menyusul tanpa mendapatkan apa-apa dari Carrina, Ia tidak bisa pergi ke Luar Negeri karna tidak punya uang yang cukup padahal Carrina punya segalanya hingga harus nya bisa membawa Libra ke sana.
.
An membawa Carrina di sofa Ruangan Kerjanya, "lain kali tidak usah menemui mereka." pinta An sambil mendudukkan Carrina di sofanya.
Carrina mendongak ke An yang berdiri gagah didepannya, "aku tidak akan menjadi perempuan naif dan penakut yang selalu bersembunyi dibelakangmu An..? aku ingin menjadi wanita yang kuat sehingga mereka tidak menginjak-nginjakku."
__ADS_1
An mengulum senyum, "benarkah?" tanya An mengusap pipi Carrina.
An perlahan mendekati Carrina dan duduk disofa berhadapan dengan Carrina sehingga wajah Carrina sangat malu begitu intim dengan An padahal sudah berpuluh kali mereka melakukan hubungan bad*n tapi tetap saja Carrina masih malu-malu.
"i--iya An..! aku tidak mau bersembunyi dibelakangmu, ku mohon berdirilah disampingku saja." pinta Carrina tergagap.
An tersenyum lebar sampai memperlihatkan giginya sungguh tampan sekali An yang tertawa seperti itu.
"baiklah..! kita berdiri bersama ya? aku tidak akan menyembunyikanmu." jawab An menuruti kemauan kekasih hatinya itu yang semakin dewasa saja.
Carrina mengangguk lalu mengusap rahang An dan memainkan daun telinga An yang langsung menatap serius manik mata indah Carrina karna birah*nya seperti dipancing.
"aku juga mohon jangan tutupi apapun dariku." pinta Carrina.
"kamu juga selalu menutupi teror itu dariku." jawab An dengan suara serak.
"tapi kamu yang menghilang saat itu An, aku tidak bermaksud menyembunyikan apapun darimu." bela Carrina.
An mengambil tangan Carrina lalu menguncinya dengan liarnya An mengec*pi leher dan bahu Carrina.
Carrina memejamkan matanya dan membiarkan An melakukan apapun terhadapnya, Cinta Carrina yang begitu besar pada An sehingga tidak akan menolak apapun yang An inginkan termasuk dirinya sendiri, lagian Carrina tidak takut apapun lagi dengan status nya sebagai Istri sah An sudah jelas seluruh tubuhnya adalah milik An.
di kamar mandi,
"Su--sudah An? ak--aku sangat gemetar." cicit Carrina yang sungguh malu melihat inti An ingin memasukinya lagi.
"aku akan menggendongmu." jawab An menyeringai lalu mengangkat tubuh Carrina duduk di westafel sehingga Carrina dibuat mendes*h lagi sambil memeluk An yang terus memomp*nya.
.
.
Carrina berjalan dengan kaki yang gemetar, kali ini An lebih buas dari sebelumnya entah apa yang salah dengan An tapi Carrina tidak memarahi An malah senyam-senyum seperti wanita gila yang dimabuk cinta.
"akkhh!" Carrina memekik ketika tubuhnya melayang ternyata An tengah menggendongnya.
An menciumi bibir Carrina, "aku sudah pesan makan malam untuk kita." bisik An.
"kenapa tidak menungguku hmm?" tanya An sambil melangkah menuju meja makan.
__ADS_1
"aku tidak mau membiarkan kakiku malas bergerak." jawab Carrina dengan malu-malu.
An melirik kaki Carrina, "yakin karna malas bergerak? bukannya karna lemas?"
Carrina menundukkan kepalanya.
"sepertinya aku harus diobati, aku tidak bisa menahan diri kalau kamu memainkan telingaku sayang..! lain kali berhati-hatilah." ucap An serius.
Carrina tersenyum lebar, "tidak apa An..! si--siapa tau aku jadi cepat mengandung anakmu." jawab Carrina dengan wajah memerah.
An menatap Carrina lalu mengulum senyum, "baiklah..! aku tidak akan berobat tapi kakimu akan seperti itu jika memancing birah*ku."
Carrina mengangguk-ngangguk mengerti.
An membicarakan masalah pernikahan anak dari Rekan kerja nya di Luar Negeri dan bertanya apakah Carrina mau ikut dengannya tanpa berpikir Carrina langsung setuju.
"dimana pun ada An disana ada Carrina, aku tidak mau Ina menggodamu." jawab Carrina serius.
An hanya tertawa saja padahal Ia tidak bisa jatuh cinta dengan wanita manapun kecuali Carrina, Carrina yang paling unik dari ribuan wanita yang mengejar An.
Carrina tau kalau Ina akan datang ke Negara yang akan didatangi An sebab Ia cukup tau dimana Ina kuliah dan semua pertemanan Ina yang bergabung dalam lingkungan kelas atas.
An meminta maaf karna menunda bulan madunya dengan Carrina tapi Carrina bukannya marah malah tertawa lepas sehingga begitu cantik, An begitu menggemaskan dimata Carrina dan begitu beraninya Carrina mencium wajah An tapi saat Ia sadar malah malu sendiri dengan perbuatannya.
"aku anggap kamu tidak marah padaku kan?" tanya An melingkarkan tangannya dipinggang Carrina yang mengangguk pelan.
"kalau begitu berkemaslah..! kita akan berangkat besok pagi." bisik An dengan mesra.
"baiklah, aku pergi ke Kamarku." izin Carrina melepaskan dirinya dengan hati-hati dari pelukan An lalu berlari sambil memekik gemas keluar dari Ruangan An yang tertawa dengan tingkah imut Carrina.
An kembali ke Komputernya dan merasakan kalau Pelaku yang sebenarnya juga akan pergi ke acara Pesta itu sehingga Ia harus lebih berhati-hati.
"bersembunyilah dengan baik." seringai An.
An tidak akan memberi ampunan pada siapapun yang meneror Istrinya bahkan mengancam akan membunuh Carrina jika tetap bertahan disisi An.
sebenarnya An tidak mau membawa Carrina tapi karna merasa bersalah tidak jadi membawa Carrina ke Dubai membuatnya tidak tega meninggalkan Istrinya terlebih lagi An sudah ketagihan dengan tubuh istri nya itu.
.
__ADS_1
.
.